• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kekayaan Sumber Daya Pesisir Perikanan

N/A
N/A
Nurlia Kanda Ramadhani

Academic year: 2023

Membagikan "Kekayaan Sumber Daya Pesisir Perikanan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kekayaan Sumber Daya Pesisir Perikanan

Geografi Pesisir Dan Kelautan

Dosen Pengampu : Nur Meily Adlika, M.Pd

Disusun oleh:

Daras Triage (F1241211001)

Ahmad Ramadhan Ikhsan (F1241211020) Rabecha Abellya Oktaleonie (F1241211021) Silvia Shrindita (F1241211035)

(2)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK 2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah- Nya, kami bisa menyelesaikan tugas makalah kami yang berjudul "Kekayaan Sumber Daya Pesisir Perikanan."

Makalah karya ilmiah ini di susun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Geografi Pesisir Dan Kelautan, selain itu makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan informasi.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dosen Nur Meily Adlika, M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Geografi Pesisir Dan Kelautan.

Sebagai penyusun, Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan baik dari penyusunan hingga tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, Kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

(3)

DAFTAR ISI

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut.

Mangrove merupakan tanaman hasil dari kegiatan budidaya atau diambil dari alam. Tanaman mangrove tidak dilindungi/dilarang untuk memanfaatkan bagian-bagian tanaman tersebut, misalnya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku kosmetik/farmasi atau bahan tambahan tekstil.

Hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat. Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Kerusakan ini tidak hanya berdampak untuk hewan tapi juga untuk manusia. Mangrove telah menjadi pelindung lingkungan yang sangat besar.

Menurut Desyanaputri (2016), Tanaman bakau tumbuh dipantai dan paling banyak dijumpai pada batasan antara muara pantai dengan sungai. Ciri-ciri tanaman bakau ini adalah hidup dengan berkelompok dalam jumlah yang banyak, memiliki akar yang besar dan memiliki buah. Di pantai banyak para petani menanam tanaman bakau, karena manfaatnya yang banyak bagi kelangsungan pantai ditempatnya. Selain itu tanaman bakau juga dapat membuat suasana sekitar pantai menjadi lebih indah. Di pantai Pariaman, tanaman bakau dijadikan sebagai tempat wisata, dengan menaiki kapal yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Dimana para wisatawan bisa duduk santai diatas kapal kecil sambil memutari kawasan hutan bakau. Selain itu tanaman bakau juga memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan di sekitar lingkungannya.

Selanjutnya Ana (2015), menjelaskan bahwa hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangkan lingkungan di Indonesia. Banyak lembaga sosial yang bergerak dalam bidang lingkungan terus mensosialisasikan manfaat mangrove. Hal ini mendukung kesadaran masyarakat bahwa mangrove memang penting untuk melindungi lingkungan. Melestarikan

(5)

kawasan mangrove adalah usaha yang sangat baik untuk menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di hutan mangrove. Kawasan mangrove dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Kabupaten Bangka–Belitung.

Manfaat tanaman bakau bagi lingkungan sekitar ditempat tumbuhnya, yaitu : 1. Memberi Nutrisi

Tanaman bakau memiliki nutrisi yang baik untuk lingkungan sekitarnya. Dimana keberadaan tanaman ini sama sekali tidak menganggu keseimbangan dari ekosistem yang ada ditepi pantai. Selain itu tanaman bakau justru memberikan nutrisi berupa kesuburan tanah yang ada disekitarnya, karena tempat tumbuhnya tanaman bakau berada diantara dataran dan lautan.

Pada saat air laut pasang, tanaman ini akan terlihat sedang berada di laut. Sedangkan pada saat surut, tanaman ini akan terlihat berada di dataran. Letak dari tanaman bakau dipengaruhi oleh jarak tumbuhnya antara dataran dan lautan.

2. Sebagai rantai makanan

Fungsi berikutnya tanaman bakau adalah sebagai salah satu rantai makanan, dimana tanaman ini berperan sebagai produsen. Tanaman bakau banyak disukai oleh ikan-ikan kecil dan juga kepiting. Tidak sedikit ikan yang menggantungkan hidup dengan memakan daun tanaman bakau ini untuk keberlansungan hidup mereka.

3. Air disekitar menjadi jernih

Tanaman bakau yang tumbuh disekitar tepian pantai akan membuat airnya menjadi jernih. Coba bandingkan antara tepian pantai yang memiliki tanaman bakau disekitarnya dengan yang tidak memiliki tanaman bakau. Pasti akan tampak perbedaaan diantara keduanya, bahwa air pantai yang ditumbuhi tanaman bakau menjadi lebih jernih dibandingkan dengan yang tidak ditumbuhi tanaman bakau. Oleh sebab itu, banyak digalakkan sosialisasi tentang manfaat penanaman pohon bakau ditepi pantai.

4. Melindungi pantai

Selanjutnya tanaman bakau juga bermanfaat untuk melindungi pantai dari erosi.

Tanaman bakau yang tumbuh ditepi pantai dapat melindungi dataran dari hempasan ombak secara

(6)

langsung. Sehingga ombak tidak langsung menerjang dataran yang akan menyebabkan erosi dan longsor, karena terlindungi oleh tanaman bakau.

5. Tempat berlabuh kapal

Tidak sedikit juga yang menjadikan tanaman bakau tempat berlabuh kapal setelah berlayar mengitari pantai. Kapal-kapal yang berukuran kecil tersebut ditambatkan pada tanaman bakau.

6. Dapat dijadikan sebagai kayu bakar

Masyarakat sekitar yang hidup ditepi pantai yang ditumbuhi tanaman bakau, banyak memanfaatkan tanaman bakau sebagai bahan bakar memasak. Mereka menggunakan kayu dari tanaman bakau menjadi kayu bakar untuk memasak. Kayu dari tanaman bakau dapat menghasilkan api yang besar dan merata serta tidak menghasilkan asap yang banyak. Artinya, kayu bakar dari tanaman bakau ini ramah lingkungan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kondisi mangrove yang ada di Pantai Tanjung Burung?

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove di Pantai Tanjung Burung?

3. Apa saja jenis-jenis mangrove yang ada di Pantai Tanjung Burung?

4. Bagaimana upaya pengelolaan mangrove di Pantai Tanjung Burung?

C. Tujuan

1. Mengetahui keadaan pohon mangrove di Pantai Tanjung Burung.

2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove di Tanjung Burung.

3. Mengetahui jenis-jenis mangrove yang ada di Pantai Tanjung Burung.

4. Mengetahui upaya masyarakat setempat dalam menggelola mangrove di Pantai Tanjung Burung.

(7)
(8)

BAB II PEMBAHASAN

A. Kondisi mangrove di Pantai Tanjung Burung

Sebagai salah satu kawasan mangrove di daerah Mempawah Pantai Tanjung Burung yang mulai menanam pohon mangrove pada tahun 2020 dan pada saat pandemi Covid-19 dan sekarang di jadikan tempat wisata juga. Kawasan ini juga ditumbuhi banyak pohon kelapa karena memang dulunya lokasi ini merupakan kebun kelapa milik warga, serta tanaman mangrove yang ditanam oleh warga sekitar Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah untuk mencegah abrasi air laut, namun pohon yang berada di bibir pantai pohonnya tidak berbuah.

Sealain program rehabilitas lahan mangrove. Kawasan yang berada di mempahawah Kalimantan barat pantai tanjung burungpun bisa di jadikan tempat wisata dengan panorama dan suasana menuju lokasipun cukup baik untuk sejenak melepaskan rutinitas sehari-hari.

Keadaan pohon mangrove di pantai tanjung burung cukup baik, menurut pemaparan pengelola rata-rata pohon mangrove di sana usianya kurang lebih masih satu tahun, keadaan pantai di tanjung burung di bagian bibir pantai nya sedikit bertanah dan menurut kami tanahnya bertekstur seperti lempung dan di bagian penanaman pohon mangrove kondisinya berlumpur, penanaman pohon pun di tanam di tepi panatai dan berjarak kurang lebih 15 meter dari bibir pantai, selain di tanami pohon mangrove warga setempat pun menanam pohon kelapa namun penanamannya jauh dari tepi pantai.

Harga masuk di tempat wisata ini tidak dihitung per orang, melainkan kendaraan motor yaitu Rp.5000,- sedangkan untuk mobil Rp.10.000,-.Saat berada di gerbang masuk kita akan disambut oleh petugas tiket, jika sudah disini motor bisa masuk hingga dekat pantai tapi jika menggunakan mobil, kendaraan mobil harus diparkirkan di depan gerbang, pengujung dapat berjalan kaki melewati jalan setapak menuju pantai. Saat tiba dipantai akan terlihat beberapa warga lokal yang sedang berjualan makanan dan minuman, jasa penyewaan tikar piknik dan lain

(9)

lain. Untuk fasilitas terlihat sudah cukup lengkap, mulai dari tempat cuci tangan, toilet hingga mushola juga tersedia di kawasan Pantai Tanjung Burung ini.

Tujuan penanaman pohon mangrove ini pengelola berharap agar abrasi di pantai menjadi kurang, menurut pemaparan pengelola disana masyarakat setempat pernanh membangun tanggul namun sudah hancur.

B. Faktor yang mempengaruhi pohon mangrove di pantai tanjung burung

Ada beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove yaitu kondisi sedimentasi, erosi laut, penggenangan pasang surut air laut, dan salinitas.

Ekosistem mangrove dapat berkembang dengan baik di daerah pantai berlumpur, kebetulan di pantai tanjung burung memiliki keadaan lumpur yang cukup sehinnga keadaan pohon mangrove di sana cukup baik. Ada beberapa faktor lagi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mangrove di pantai tanjung burung, jika di lihat dari faktor angin, keadaan angin di tanjung burung tidak terlalu kuat, cahaya juga berpengaruh terhadap pertumbuhan mangrove, cahaya berpengaruh terhadap proses fotosintesis, respirasi, laju pertumbuhan tahunan mangrove yang berada di bawah naungan sinar matahari lebih kecil dan sedangkan laju kematian sebaliknya, Cahaya berpengaruh terhadap perbungaan dan germinasi dimana tumbuhan yang berada di luar ke lompok (gerombol) akan menghasilkan lebih banyak bunga karena mendapat sinar matahari lebih banyak daripada tumbuhan yang berada di dalam gerombol.

Faktor yang sangat mempengaruhi keadaan pertumbuhan pohon mangrove di pantai tanjung burung adalah keadaan lumpur yang cukup melimpah sehingga pertumbuhan pohon mangrove di sana cukup baik dan banyak yang tumbuh. Selain faktor dari lumpur ada faktor arus laut juga, arus laut di tanjung burung tidak terlalu kuat sehingga pohon mangrove yang baru di tanam atau baru jadi tidak tumbang atau hanyut terbawa arus laut.

C. Jenis-jenis Mangrove di Pantai Tanjung Burung

(10)

a. Mangrove jangkar

Mangrove jangkar merupakan salah satu jenis mangrove yang ditanam di Pantai Tanjung Burung,Mempawah. Akar dari mangrove jangkar adalah tipe akar tunjang,tipe akar tunjang mendominasi untuk wilayah pesisir Indonesia karena akar jenis ini dinilai mempunya akar yang mampu mencegah terjadinya abrasi. Akar tunjang merupakan akar (cabang-cabang akar) yang keluar dari batang dan tumbuh ke dalam substrat. Akar ini merupakan akar udara yang tumbuh di atas permukaan tanah, mencuat dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang ke luar dan menuju ke permukaan tanah.

Akar tunjang pada mangrove berbentuk seperti ceker ayam, berwarna coklat dan memiliki percabangan lebih dari dua. Biasanya perakaran ini dimiliki oleh mangrove yang hidupp di tepi pantai dengan substrat pasir atau rawa – rawa dipinggir sungai. Fungsinya adalah untuk menahan pohon agar tetap tegak berdiri bila dihempas angin dan bertahan dari deburan ombak.

Mangrove Jangkar Source : tunashijau.id

b. Mangrove dengkul (knee root)

Akar dengkul merupakan modifikasi dari akar kabel yang pada awalnya tumbuh ke arah permukaan substrat kemudian melengkung menuju ke substrat lagi. Akar ini merupakan akar horisontal yang berbentuk seperti lutut, terlipat di atas permukaan tanah, meliuk ke atas dan bawah dengan ujung yang membulat di atas permukaan tanah. Akar lutut seperti ini terdapat pada Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza dan Bruguiera parfivlora.

(11)

Adapun ciri-ciri akar lutut yaitu mempunyai berbentuk seperti lutut dimana akarnya tumbuh keatas kemudian membengkok lagi masuk kedalam tanah sehingga nampak seperti lutut yang dibengkokkan, berwarna coklat, kasar, panjang rata-rata 12 cm dan lebar 2,5 cm. Jenis tanaman Mangrove yang yang memiliki tipe akar lutut yaitu Bruguiera. Fungsi akar ini adalah untuk membantu pernapasan pada tumbuhan Mangrove.

Mangrove dengkul Source : tunashijau.id

D. Upaya Pengelolaan Pohon mangrove di Pantai Tanjung Burung

Upaya pengelolaan yang di lakukan oleh pengelola disana adalah penanaman pohon mangrove yang bertujuan untuk mengurangi abrasi di pantai tanjung burung, pemerintah daerah setempat pun pada awal program perehabilitasan pohon mangrove ini pemerintah menyumbang pohon mangrove sebanyak 2000 pohon, dan ada beberapa instansi menanam pohon disana seperti penanaman 1000 pohon yang dilakukan oleh program studi Pendidikan geografi.

Upaya peningaktan pengelolaan penanaman pohon mangrove dan wisata dalam meningkatkan kepuasan wisatawan melalui analisis yang telah dilakukan bagi pengelola yaitu memperhatikan kebersihan hutan mangrove dan memperbaiki kesiapan dari pengelola hutan mangrove dalam pemeliharan, pengecekan perawatan serta perbaikan secara berkesinambungan sehingga pohon mangrovepun tumbuh dengan baik.

(12)

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN

Berdasarkan dari hasil pengamatan kami, pohon mangrove di pantai tanjung burung masih kurang sesuai dengan yang wisatawan harapkan. Oleh karena itu, kami memberikan saran kepada pengelola sebagai berikut. Pengelola diharapkan untuk lebih memperhatikan tingkat kebersihan di kawasan tepi pantai dan di sekitar pondok, selain karena menggangu estetika yang dilihat oleh wisatawan kurangnya tingkat kebersihan juga mengganggu vegetasi mangrove yang ada untuk berkembang. Selain itu Pengelola memberikan pelatihan atau penyuluhan kepada masyarakat disana untuk lebih mempersiapkan diri dalam mengelola hutan mangrove di pantai tanjung burung.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait