MAKALAH MANAJEMEN BISNIS DIGITAL
“Big Data di Era Society 5.0 dan Taksonomi Big Data data Artificial Intelligent”
Disusun Oleh : 1. Fatma Vintyana (504220112) 2. Nurma widya Safaah
3.
Tiara SintaPRODI MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2024/2025
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kita panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga kami diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah “Manajemen Bisnis Digital” ini dengan judul “Big Data di Era Society 5.0 dan Taksonomi Big Data data Artificial Intelligent”.
Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang diutus ke permukaan bumi ini menuntun manusia dari lembah kebiadaban menuju ke puncak peradaban seperti sekarang ini.
Kami menyadari sepenuhnya, dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari tantangan dan hambatan. Oleh karena itu kritik dan saran pada makalah ini sangat kami butuhkan agar penulis dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan. Secara mendalam kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Muaro Jambi, 09 Maret 2025
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Era Digital merupakan masa di mana informasi dengan sangat mudah dapat diakses dan disebarluaskan dengan menggunakan teknologi digital. Secara global teknologi hadir untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai aktivitasnya.
Society 5.0 adalah konsep yang diperkenalkan oleh Jepang, yang fokus pada integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Berbeda dengan era sebelumnya, Society 5.0 menekankan pada penggunaan teknologi canggih seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan solusi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Makalah ini akan membahas peran big data dalam Society 5.0, taksonomi big data, serta hubungan antara big data dan kecerdasan buatan.
Big data Merujuk pada kumpulan data yang sangat besar, kompleks, dan terus berkembang, sehingga sulit dikelola dengan metode tradisional. Dalam Society 5.0, big data menjadi bagian integral dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, infrastruktur, keuangan, dan pemerintahan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana era disrupsi teknologi dan fenomena limpahan data?
2. Apa itu taksonomi big data dan AI?
3. Apa itu data science dan bagaimanan metodologi terkait big data?
4. Bagaimana proses data analytics?
5. Bagaimana mekanisme machine learning?
C. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana era disrupsi teknologi dan fenomena limpahan data.
2. Mengetahui apa itu taksonomi big data dan AI.
3. Mengetahui apa itu data science dan bagaimanan metodologi terkait big data.
4. Mengetahui bagaimana proses data analytics.
5. Mengetahui bagaimana mekanisme machine learning.
BAB II PEMBAHASAN
A. Era Disrupsi Teknologi dan Fenomena limpahan Data a) Disrupsi Teknologi
Disrupsi teknologi mengacu pada perubahan besar-besaran yang terjadi akibat inovasi digital. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data telah menjadi pendorong perubahan utama ini. Era ini ditandai dengan:
1) Perubahan Fundamental: Sistem lama digantikan oleh cara baru yang lebih efisien, seperti penggunaan robot dalam manufaktur atau platform digital dalam transportasi (contohnya Uber dan Gojek).
2) Inovasi Bisnis: Munculnya model bisnis baru yang menggeser dominasi perusahaan tradisional.
3) Transformasi Sosial: Kehidupan masyarakat beralih ke sistem digital, mulai dari belanja online hingga pendidikan berbasis daring.
b) Fenomena Limpahan Data
Limpahan data adalah fenomena di mana volume data yang dihasilkan meningkat secara eksponensial akibat aktivitas manusia digital. Beberapa ciri utama data limpahan meliputi:
1) Volume Besar: Data dihasilkan dari berbagai sumber seperti media sosial, sensor IoT, dan transaksi online.
2) Kecepatan Tinggi: Data dihasilkan secara real-time, menciptakan tantangan dalam pengolahan dan analisis.
3) Variasi Format: Data datang dalam berbagai bentuk seperti teks, gambar, video, dan suara.
Fenomena ini menciptakan peluang besar untuk analisis data, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam hal penyimpanan, keamanan, dan privasi.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya gangguan teknologi dan limpahan data adalah:
1) Kemajuan Teknologi Digital 2) Peningkatan Konektivitas 3) Perubahan Perilaku Konsumen 4) Munculnya Inovator Baru
Era disrupsi teknologi membawa perubahan besar dalam cara manusia hidup dan bekerja. Fenomena limpahan data menjadi salah satu ciri utama era ini, menawarkan peluang besar untuk inovasi tetapi juga menghadirkan tantangan baru seperti privasi dan keamanan data. Dengan pendekatan strategi yang tepat, masyarakat dan organisasi dapat memanfaatkan era ini untuk menciptakan solusi inovatif bagi masalah sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
B. Taksonomi Big data dan AI
Big Data dan Artificial Intelligent (AI) menjadi teknologi yang tidak bisa terpisahkan dan saling melengkapi sebagai pondasi dari perkembangan teknologi modern ini. Big Data merupakan sebuah fenomena adanya data yang bervolume besar, kompleks, dan beragam. Data ini berasal dari berbagai sumber seperti media sosial, sensor IoT, transaksi online, dan lainnya. AI sendiri merupakan teknologi yang memungkinkan mesin untuk "belajar" dari data, memahami pola, dan membuat keputusan berdasarkan data tersebut secara otomatis tanpa harus di-program khusus.
Hubungan antara Big Data dan AI seperti simbiosis mutualisme. AI sangat bergantung pada Big Data untuk mempelajari pola dan membuat prediksi yang akurat, sementara Big Data membutuhkan AI untuk mengolah dan menganalisis data dalam skala besar. Big Data dapat menyediakan "bahan bakar" yang dibutuhkan AI untuk bekerja, sementara AI membantu untuk memfilter, memahami, dan mendapatkan insight yang berguna dari data yang ada.
1) Big Data Memberi Makan Model AI
Sadar atau tidak, Big Data mampu “memberi makan” model AI. Hal ini karena AI memerlukan data dalam jumlah besar untuk mempelajari pola, tren, dan anomali. Model AI yang baik biasanya akan dilatih dengan jutaan data agar bisa memprediksi hasil yang akurat. Permasalahan ini bisa diselesaikan oleh Big Data, dimana Big Data dapat menyediakan data dalam volume besar dan dengan kecepatan tinggi, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh algoritma AI. Sehingga model AI dapat belajar dengan lebih baik.
2) AI Membantu Mengolah dan Menganalisis Big Data
Big Data dalam bentuk mentah sering kali sulit dianalisis karena ukuran dan kompleksitasnya. Data dengan volume kecil saja membutuhkan effort untuk dibersihkan, apalagi Big Data yang ukurannya sangat besar dan terus bertambah dalam hitungan detik, tentunya akan sangat sulit jika harus dibersihkan secara manual. AI, khususnya Machine Learning dan Deep Learning bisa digunakan untuk memfilter data, menemukan pola, hingga menyajikan hasil dalam bentuk yang mudah dipahami. Misalnya, dalam industri perbankan, AI dapat memproses data transaksi besar untuk mendeteksi anomali dan mencegah penipuan.
3) Pemanfaatan Big Data untuk Meningkatkan Keakuratan Model AI Prediksi yang diberikan model AI akan berperan penting dalam keberlangsungan sebuah perusahaan. Semakin banyak data yang dipelajari suatu model AI, maka akan semakin baik akurasi prediksi yang bisa dicapai.
Big Data bisa menyediakan data yang beragam dan mencakup berbagai situasi, sehingga model AI dapat lebih efektif dalam pengambilan keputusan. Dalam bidang kesehatan misalnya, data dari berbagai pasien dapat membantu AI untuk membuat diagnosa yang lebih akurat dan personalisasi perawatan.
4) Big Data dan AI untuk Inovasi Berkelanjutan
Kolaborasi antara Big Data dan AI juga memungkinkan lahirnya inovasi yang berkelanjutan. Sehingga hal ini dapat berpengaruh dalam pengembangan produk dan layanan baru. Misalnya, dalam dunia e-
commerce, data dari aktivitas pengguna dapat digunakan oleh AI untuk memberikan rekomendasi produk secara personal. Pengembangan produk dan layanan berbasis AI ini akan menciptakan inovasi yang bisa meningkatkan pengalaman pengguna dan efektivitas bisnis.
C. Data Science dan Metodologi terkait Big Data
Daftar Pustaka
1. Ruang Kerja ID (2024). Mengenal Era Disrupsi (Disruption Era) dan Strategi Menghadapinya .
2. https://dqlab.id/hubungan-artificial-intelligence-ai-dengan-big-data