KELOMPOK 5
ISU-ISU GENDER DALAM TAFSIR KLASIK & TAFSIR NUSANTARA
Disusun Oleh :
Diko Aryasuta ( 603211010007 )
Ahmad Nurhifzhun Zaky ( 603211010011 ) Dosen Pengampu : Dr. Dewi Murni, S.Thi.,MA
AYAT TENTANG ISU-ISU GENDER
Q.S An-Nisa : 34
ضٍعْبَ ىٰلَعَ مْ!هُضَعْبَ !هُ%لَلا لَ%ضَفَ امَ,بَ ,ءِاسَ/نِّلا ىٰلَعَ نَو!مُا%وقَ !لُاجَ/رِّلا امَ,بَ ,بِيْغَلَ,ل ;تٌاظَ,فَاحَ ;تٌاتَ,نِاقَ !تٌاحَ,لا%صَّلافَ مْ,هُ,لاومُأَ نْ,مُ او!قُفَنِأَ امَ,بَوَ ۚ ي,فَ %نْ!هُوَ!رِّ!جُهُاوَ %نْ!هُو!ظَ,عْفَ %نْ!هُزَو !شُ!نِ نَو!فَاخَتَ ي,تَ %لَّالاوَ !هُ%لَلا ظَ,فَحَ ۚ هُ%لَلا %نَ,إِ Rلَّايْ,بِسَ %نْ,هُيْلَعَ او!غَبِتَ لَّافَ مْ!كُنِّعْطَأَ نَ,إِفَ %نْ!هُو!بَ,رِّضْاوَ ,عِ,جَاضَمَلا ۗ ۖ اRرِّيْ,بِكَ ا[يْ,لَعَ نَاكَ
Artinya :
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
KOSA KATA
لا/جَ 1رِّلا : Sinonim dari kata ini adalah رِّ/كَ6ذَّل/ا /رِّ/كَ/ذَ / (Dzakara) yang berarti Laki-laki(Jenis Kelamin), yang melambangkan Kuat dan Perkasa.
/نَو;مُا6و/قَ : Mengandung makna dasar, antara lain ‘tegak, lurus, betul dan adil’. Kemudian makna tersebut berkembang menjadi ‘pemimpin’. Karena sikap benar, lurus, atau adil itu erat kaitannya dengan tugas kepemimpinan dari seorang pemimpin, baik pemimpin rumah tangga, bangsa dan negara.
>ءِا/سَ1نِّلا : Berarti ‘Perempuan’, yang juga sinonim dari kata ىثنلأ (Al-Untsa) yang berarti Perempuan(Jenis Kelamin), yang melambangkan lemah lembut. Disamping kata Nisa’ Al-Qur’an juga menyatakan kata ةوسَ,نِ (Niswah) yang juga berarti ‘Perempuan’. Namun terdapat perbedaannya yaitu, kata Nisa’ digunakan untuk menyatakan Wanita dalam jumlah yang lebih kecil. Sedangkan Niswah menyatakan Wanita dalam jumlah yang lebih besar.
لَ%ضَفَ
: Berarti kelebihan dan kebaikan. Fadl atau kelebihan ini dilihat dari 3 segi. Yaitu yang pertama dari segi jenis (misalnya kelebihan yang dimiliki hewan daripada tumbuhan), kedua dari segi spesies (misalnya singa lebih kuat dibandingkan kucing), ketiga dari segi dzat (misalnya Ahmad memiliki kelebihan didalam suatu bidang dibanding Mahmud). Untuk kelebihan segi yang pertama dan kedua kelebihan itu merupakan anugerah dari Allah SWT, sedangkan untuk kelebihan segi yang ketiga itu merupakan anugerah dari Allah SWT serta ada hasil dari usaha oleh yang bersangkutan.KESIMPULAN KOSA KATA
Note : Kelebihan yang dimaksud adalah Marwah, Fisik, sehingga laki-laki mempunyai kewajiban untuk menafkahi istri dan anak-anaknya dan kewajiban menafkahi itu juga termasuk kelebihan dari laki-laki. Kebaikan tersebut meliputi dari kelebihan itu sendiri.
Seorang Laki-laki merupakan pemimpin, didalam rumah tangga, bangsa
dan negara. Seorang laki-laki harus memiliki sifat dan sikap yang benar, lurus, dan
adil terhadap sesuatu yang dipimpinnya, misalnya anggota keluarga khususnya
kepada istrinya(perempuan). Karena laki-laki telah diberikan oleh Allah SWT
berupa kelebihan dan kebaikan, yang dari hal tersebut laki-laki diberi tugas untuk
mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan rumah tangga nya. Berdasarkan
kosakata, fokus yang dibahas adalah “gender” yang dilihat dari Jenis Kelamin
Biologis.
PERBANDINGAN PENAFSIRAN
Tafsir Kemenag
Laki-laki menjadi pemimpin artinya pemilihara, pembela dan pemberi nafkah
Bertanggung jawab penuh atas kaum Perempuan yang menjadi istri dan yang menjadi keluarganya
Nisa’ yang dimaksud merupakan kaum Perempuan yang menjadi istri
Tidak menjelaskan tentang kelebihan yang dimiliki oleh kaum laki-laki
Tafsir Jalalain
Laki-laki menjadi pemimpin artinya mempunyai kekuasaan
Berkewajiban mendidik dan membimbing mereka yang menjadi keluarga laki-laki
Nisa’ yang dimaksud merupakan kaum wanita
Allah melebihkan laki-laki atas Wanita, baik dengan ilmu maupun akal budi, kekuasaan dan sebagainya
KESIMPULAN TAFSIR
Perbedaan penafsiran antara Tafsir Kemenag dan Tafsir Jalalain terhadap ayat ini adalah, dalam Penafsiran Tafsir Kemenag tafsiran dari laki-laki yang menjadi pemimpin itu hanya ditujukan kepada kehidupan rumah tangga, yakni suami dan istri. Artinya laki-laki(suami) harus memiliki sikap dan sifat yang bertanggung jawab , memelihara, membela dan memberikan nafkah kepada istri dan keluarganya.
Didalam tafsir ini tidak menjelaskan kelebihan apa saja yang dimiliki oleh kaum laki-laki(suami) terhadap Perempuan yang menjadi istrinya.
Sementara itu dalam Penafsiran Tafsir Jalalain maksud dari Laki-laki yang menjadi pemimpin adalah laki-laki yang mempunyai kekuasaan, dan hal ini ditujukan kepada ruang lingkup umum bukan hanya pada kisaran rumah tangga. Bisa jadi pemimpin dalam rumah tangga, dan bisa juga berarti pemimpin untuk bangsa dan negara. Karena laki-laki memiliki kewajiban untuk mendidik dan membimbing orang yang dipimpinnya. Oleh karena itu, didalam tafsir ini menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan kelebihan kepada kaum laki-laki berupa marwah, ilmu, akal budi dan kekuasaan.
Jadi berdasarkan Analisa penulis terhadap konsep >ءِا /سَ1نِّلا ى/لَ/عَ /نَو;مُا6و/قَ ;لا/جَ1رِّلا , menunjukkan kepada Jenis Kelamin Sosial (gender) yang berkaitan dengan suatu sifat, yang sifat tersebut dapat dimiliki laki-laki maupun Perempuan.