• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEL 7 - LAPRAK Garam Meja (1).docx - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KEL 7 - LAPRAK Garam Meja (1).docx - Spada UNS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA PEMBUATAN GARAM MEJA

Kelompok 7

Aisyah Tika P K3317005

Elsa Evangelista K3317027

Lutfiana Miftahul J K3317045

Mega Candra D K3317049

Windi Apriliani K3317075

Dosen Pengampu

Dr. Sri Retno Dwi Ariani, S.Si., M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2020

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...

i

BAB I PENDAHULUAN ...

2

A. Garam Meja

...

2

B. Penerapan Ilmu Kimia Dalam Pembuatan Garam Meja ...

4

BAB II BAHAN DAN PERALATAN ...

7

A. Kebutuhan Bahan

...

7

B. Kebutuhan Peralatan

...

7

BAB III CARA MEMBUAT GARAM MEJA...

8

BAB IV ANALISIS USAHA GARAM MEJA...

12

A. Pemasukan

...

12

B. Pembelian dan Peralatan

...

12

(3)

C. Pengeluaran

...

13

D. Keuntungan

...

13

DAFTAR PUSTAKA ...

15

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. GARAM MEJA

1. Pengertian Garam Meja

Garam adalah suatu kristal yang terbentuk dari reaksi asam dengan basa/ pergantian suatu ion hidrogen dengan basa. Sedangkan menurut KBBI garam meja adalah garam yang digunakan (disediakan) di meja makan, tidak digunakan untuk memasak.Garam dapur dan garam meja memiliki nilai gizi yang sama, dan secara kimiawi juga mengandung NaCl (sodium klorida) dalam jumlah yang sama pula. Sedangkan perbedaannya, garam dapur dibuat melalui proses sederhana dari penguapan atau evaporasi air laut, sehingga dianggap sebagai garam yang paling alamiah, dengan tekstur yang lebih kasar. Adapun garam meja merupakan hasil tambang dari dalam tanah, dan diproses secara lebih rumit untuk menghilangkan mineral lain yang ikut dalam proses penambangan tersebut. Teksturnya lebih halus sehingga lebih mudah larut dalam air, biasanya diberi tambahan zat adiktif untuk mencegah penggumpalan dan tambahan zat gizi lain agar komposisinya menyerupai garam air laut. (Kistyarini, 2012)

2. Bahan penyusunGaram Meja a. Garam Dapur

Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin.Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite.

Garam sangat diperlukan tubuh, tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah

(5)

tinggi (hipertensi).Selain itu garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan dan sebagai bumbu.Untuk mencegah penyakit gondok, garam dapur juga sering ditambahi yodium.Dalam hal ini garam dapur digunakan sebagai bahan utama pembuatan garam meja.

b. Air

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.Dalam hal ini, air digunakan sebagai pelarut garam dapur.

c. Natrium Karbonat

Natrium karbonat yang juga dikenal sebagai soda cuci dan soda abu yang memiliki rumus kimia Na2CO3, ialah garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut di dalam air.Bentuk senyawa ini murni ialah berwarna putih, bubuk tanpa warna yang mampu menyerap embun dari udara, punya rasa alkalin atau pahit, dan membentuk larutan alkali yang kuat. Dalam proses pembuatan garam meja, natrium karbonat berfungsi sebagai bahan tambahan untuk mengikat kotoran yang terkandung dalam garam kasar.

3. Syarat Mutu Es krim

Syarat Mutu Es krim menurut [SNI 01-4435-2000]

(6)

B.

Penerapan Ilmu Kimia Dalam Pembuatan Garam Meja

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral Pengarang Badan Standardisasi Nasional

Seri SNI 01-34435-2000

Penerbit Badan Standardisasi Nasional, Jakarta, 2000 Kode panggil R 664.402 18 BAd g S

No. Induk Buku 3807/R/14

Jumlah Dok. 1 eksp.

Media Kertas

Jenis dokumen SNI

Edisi

Keterangan - Fisik : ii, 5 p.; 29 cm.

- Hadiah

Keyword GARAM MAKANAN--KUALITAS--STANDAR

NASIONAL INDONESIA

Lokasi Perpustakaan BBTPPI Semarang

Abstraksi Standar Nasional Indonesia (SNI) Garam bahan baku untuk industri garam beryodium inimerupakan revisi dari SNI 01-4435-1998 yang bertujuan untuk meningkatkan produksi , melindungi produsen, mendukung ekspor non migas dan mendukung perkembangan industri agro. SNI ini meliputi ruang lingkup, acuan, definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, dan syarat lulus uji, serta syarat penendaan dan pengemasan untuk bahan baku industri garam beryodium. SNI ini mengacu pada SNI 01-2899- 1992 Cara uji garam meja dan garam konsumsi.

SNI 01-3556-1999/revisi 1996 garam dapur; SNI 01-3556.2-1999 garam meja; SNI 19-0428-1998 petunjuk pengambilan contoh padatan; SNI 19- 2896-1998/reev. 1992 cara uji cemaran logam dalam makanan; SNI 01-4866-1998 cara uji cemaran arsen dalam makanan; Australian Food Standard 2003-1997 salt for use in the manufacture of dairy products; dan WHO and FAO Standard the Food Grade Salt. Adapun syarat mutu garam bahan baku untuk industri garam beryodium adalah sebagai berikut : bau normal, rasa asin dan berwarna putih, kandungan NaCl minimal 94,7 %, kandungan airnya maksimal 7 % dan bagian yang tidak larut dalam air maksimal 0,5 %cemaran logam Pb maksimal 10,0 %, Cu 10,0 %, Hg maksimal 0,1 % dan As 0,1 %.

(7)

(tanpa bermuatan).Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.Natrium klorida (NaCl), bahan utama garam dapur adalah suatu garam.

Larutan garam dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah.

Reaksi kimia untuk menghasilkan garam antara lain :

1. Reaksi antara asam dan basa, misalnya HCl + NH3 → NH4Cl.

2. Reaksi antara logam dan asam kuat encer, misalnya Mg + 2 HCl → MgCl2 + H2

Perbedaan Unsur, Senyawa dan Campuran

Unsur adalah Suatu zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana.

Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia dapat diuraikan lagi menjadi zat - zat yang lebih sederhana.

Ciri - ciri Senyawa : 1. Merupakan zat tunggal

2. terbentuk dari dua unsur atau lebih yang berbeda jensi dengan perbandingan tertentu dan tetap

3. sifat senyawa berbeda dengan sifat - sifat unsur penyusunnya

4. senyawa dapat diuraikan menjadi unsur - unsurnya dengan cara kimia Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih dengan perbandingan yang tidak tentu dan tidak tetap, sifat - sifat zat asal masih tetap tampak dan dapat dipisahkan secara fisis.Contoh : udara, tanah, air sungai

Pemisahan Komponen Larutan a. Evaporasi

(8)

Evaporasi (penguapan) merupakan pemisahan padatan dari suatu larutan dengan cara menguapkan pelarutnya. Pemisahan ini didasarkan pada keadaan bahwa titik didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat padat terlarutnya. Contoh proses penguapan air laut dalam pembuatan garam dapur.

b. Kristalisasi

Kristalisasi merupakan kelanjutan dari proses evaporasi. Larutan pekat dari hasil evaporasi secara perlahan-lahan didinginkan, sehingga padatan memisah dari larutan pekat membentuk kristal. Pemisahan ini didasarkan pada fakta bahwa jika suhu diturunkan, kelarutan zat terlarut berkurang sehingga memisah membentuk kristal. Contoh pembuatan kristal garam dapur.

c. Destilasi (Penyulingan)

Destilasi merupakan pemisahan cairan dari suatu larutan dengan cara penguapan dan diikuti dengan proses kondensasi (pengembunan). Pemisahan ini berdasarkan perbedaan titik didih komponen zat cair dalam larutan.Contoh penyulingan minyak bumi.

(9)

BAB II

BAHAN DAN PERALATAN

Setiap kali kita hendak membuat produk atau memproduksi sesuatu pasti diawali dengan langkah-langkah persiapan, terutama menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan.Bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat garam meja adalah sebagai berikut.

A. KEBUTUHAN BAHAN 1. Garam Dapur

a. Garam kasar digunakan sebagai bahan baku pembuatan garam meja

b. Garam kasar masih mengandung zat pengotor 2. Air Bersih

a. Air bersih yang digunakan tidak berbau, jernih, dan tidak berasa b. Air bersih digunakan untuk melarutkan bahan-bahan

3. Natrium Karbonat

a. Sebagai bahan tambahan untuk mengikat kotoran yang terkandung dalam garam kasar

B. KEBUTUHAN PERALATAN

1. Panci email/cawan porselin : sebagai wadah menguapkan larutan garam

2. Gelas beker :sebagai tempat mencampurkan garam, air dan natrium karbonat

3. Pengaduk : untuk mengaduk larutan

4. Kain penyaring yang bersih : untuk mendapatkan filtrat garam yang bersih

5. Kompor : untuk memanaskan campuran

(10)

BAB III

CARA PEMBUATAN GARAM MEJA

A. Cara Pembuatan

Setelah mempersiapkan bahan dan peralatan secukupnya, langkah selanjutnya membuat garam meja. Langkah-langkah pembuatan garam meja adalah sebagai berikut :

1. Menimbang 100 gram garam dapur lalu melarutkan 100 gram garam dapur dalam 300 mL air sambil diaduk dan dipanaskan agar dapat melarut.

2. Setelah larut semua lalu disaring, tapisannya ditambah natrium karbonat sebanyak 2 gram yang dilarutkan dalam sedikit air, sambil diaduk

3. Endapan yang terbentuk disaring

(11)

4. Menguapkan tapisan terakhir dalam panci berlapis email (teflon) sampai airnya habis menguap sehingga tinggal kristal-kristal garam. Mengaduk dan panaskan dengan api kecil

5. Kristal-kristal garam yang terbentuk dikeringkan, ditumbuk halus, ditimbang, dan disimpan dalam wadah

6. Memberikan label pada produk yang telah dibuat.

(12)

Sketsa Produk dan Label

(13)

B. Bagan Kerja

Menyaring endapan yang terbentuk

Kristal-kristal garam setelah kering benar lalu Menguapkan tapisan dalam panci email hingga

terbentuk Kristal garam (menggunakan api kecil)

Menyaring larutan, tapisan ditambahkan natrium karbonat yang dilarutkan dalam

sedikit air, aduk hingga tercampur Melarutkan garam dapur 100 gram dalam 300 mL air, panaskan lalu aduk agar melarut secara

sempurna

(14)

BAB IV ANALISIS USAHA

Setiap usaha memerlukan persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, terutama segi pemasarannya. Rencana usaha pembuatan garam meja dapat kita ambil contoh sebagai berikut :

1. Nama produk : Garam Meja “MELAW”

2. Jumlah produksi 12 kg setiap hari.

3. Harga garam meja Rp 3.000 per wadah.

4. Kebutuhan bahan baku 20 kg garam kasar, 60 L air bersih dan 500 gramNatrium Karbonat per hari

5. Periode produksi 1 bulan = 25 hari kerja

Dengan demikian, biaya produksi dan keuntungan dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut.

A. Pemasukan

Hasil penjualan garam meja per bulan : 25 x 60 pcs x Rp 3.000 = Rp 4.500.000

B. Pembelian Peralatan

1. Kompor Rp 140.000

2. Panci email Rp 60.000 3. Pengaduk Rp 10.000 4. Saringan Rp 30.000 5. Timbangan Rp 200.000 6. Sendok besar Rp 10.000

7. Wadah Rp 20.000

Jumlah Rp 470.000

(15)

Catatan :

Diperkirakan umur teknis peralatan satu tahun, sehingga nilai penyusutan tiap bulan adalah

Rp 470.000: 12 bulan = Rp 39.200 C. Pengeluaran

1. Penyusutan Alat Rp 39.200 2. Garam kasar

25 x 20 kg x Rp 3.000 Rp 1.500.000 3. Natrium Karbonat

25 0.5 kg x Rp 4.000 Rp 50.000 4. Air

25 x Rp 6.600 Rp 165.000 5. Etiket

25 x Rp 3.000 Rp 75.000 6. Wadah

13 x Rp 10.000 Rp 130.000 7. Listrik

25 x Rp 20.000 Rp 500.000

8. Tenaga Kerja Rp 1.200.000

Jumlah Rp 3.659.200

D. Keuntungan

1. Pemasukan Rp 4.500.000

2. Pengeluaran Rp 3.659.200 3. Keuntungan setiap bulan Rp 840.800

(16)

Pertanyaan

1. Apakah penyebab garam dapur mudah basah dan rasanya sedikit pahit?

Jawab :

Garam dapur mudah basah dan rasanya sedikit pahit karena garam mudah menyerap air dari lingkungan dan rasa pahit akibat adanya pengotor.

2. Apakah fungsi dari natrium phospat/natrium karbonat?

Jawab :

Untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih).

3. Sebutkan keuntungan pembuatan garam meja!

Jawab :

a. Garam lebih putih, bersih, dan halus.

b. Tahan lama.

c. Tidak terasa pahit.

d. Tidak mudah basah.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Fermakope Indonesia Edisi III. Jakarta.

Kementrian Perindustrian.(2000). Garam bahan baku untuk industri garam beryodium[SNI-01-4435-2000].http://lib.kemenperin.go.id/neo/detail.php?

id=232063

Kristyarini.(2012). Beda Garam Dapur dan Garam

Meja.https://tekno.kompas.com/read/2012/05/18/13101627/beda.garam.dapu r.dan.garam.meja

Murjana, Angga. (2019). Natrium Karbonat – Pengertian, Sifat, Kegunaan, Rumus Kimia.https://rumusrumus.com/natrium-karbonat/

Referensi

Dokumen terkait