Akting drama merupakan salah satu standar kompetensi dalam silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama (SMP). VIII SMP Negeri 2 Bulukumba, siswa masih mempunyai kendala terkait kurangnya minat siswa terhadap akting drama.
Rumusan Masalah
Hal ini disebabkan karena siswa masih menganggap pembelajaran drama adalah sesuatu yang sulit, siswa masih belum memahami unsur-unsur pementasan drama dan teknik akting (tidak berlatih), siswa masih belum mempunyai kemampuan menulis naskah, dan belum mempunyai rasa percaya diri untuk berkomitmen. itu untuk memperdalam. bermain drama, siswa belum mengetahui teknik improvisasi dalam bermain drama, dan siswa merasa penampilan sekolah masih kurang.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Istilah
Kajian teori yang akan dipaparkan di bawah ini meliputi teknik improvisasi, drama dan unsur-unsurnya, pembelajaran drama, keterampilan pementasan drama, metode pementasan drama dan penggunaan teknik improvisasi dalam pementasan drama (drama performance).
Kajian Pustaka 1. Drama
Pembelajaran Drama
Menurut Waluyo, pembelajaran drama di sekolah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: . 1) Latihan Membaca Drama. Teks drama juga dapat dibacakan di depan kelas oleh beberapa siswa (sesuai peran yang ada).
Teknik Improvisasi
Seorang pemain harus mempunyai kepekaan dalam mencatat pengukuran dan menaatinya dalam pelaksanaannya. Setelah memahami permasalahan pengukuran dalam pertunjukan, pemain juga harus memahami apa yang ditekankan dalam pertunjukan.
Kerangka Pikir
Penggunaan teknik improvisasi dalam pembelajaran drama di SMP Negeri 2 Kabupaten Bulukumba diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bermain peran siswa. Keefektifan teknik improvisasi diukur dengan mengadakan pementasan drama, sehingga siswa akan terinspirasi untuk memainkan peran dengan baik dan memaksimalkan pembelajaran tentang apresiasi drama yang masih kurang.
Hipotesis
Hipotesis Nol
Pendekatan Penelitian
Desain dan Paradigma Penelitian 1. Desain Penelitian
Paradigma Penelitian
Manipulasi eksperimen ini menggunakan teknik improvisasi untuk kelompok eksperimen dan tanpa menggunakan teknik improvisasi untuk kelompok kontrol.
Variabel Penelitian
Subjek Penelitian 1. Populasi
Bugin menyatakan jika suatu penelitian menggunakan sampel penelitian, maka penelitian tersebut menganalisis data penelitian, data statistik inferensial dan artinya data penelitian tersebut bersifat generalisasi. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random cluster sampling (pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok) dengan cara menggambar unsur-unsur penelitian atau satuan dasar yang ada dalam populasi.
Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Waktu Penelitian
Presedur Penelitian
Pengukuran Sebelum Eksperimen
Pelaksanaan
Pada kelas eksperimen kemampuan bermain drama diajarkan dengan menggunakan teknik improvisasi, sedangkan pada kelas kontrol kemampuan bermain drama diajarkan tanpa menggunakan teknik improvisasi. Naskah drama yang digunakan sebagai materi pembelajaran sama dengan kelompok eksperimen, yang membedakan adalah kelompok kontrol belajar tanpa diajarkan teknik improvisasi.
Pengukuran Sesudah Eksperimen
Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian
Teknik Analisis Data
- Uji Normalitas
- Uji Homogenitas
- Pengujian Hipotesis
- Hasil Analisis Statistik Deskriptif
- Hasil Analisis Statistik Inferensial a. Pengujian Persyaratan Analisis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bermain peran siswa kelas VIII yang diajar dengan teknik improvisasi dan siswa yang diberi pembelajaran tanpa menggunakan teknik improvisasi. Berdasarkan tabel 8 distribusi frekuensi nilai pre-test kelompok kontrol terlihat terdapat 10 siswa yang mendapat nilai 60-61, 11 siswa yang mendapat nilai 62-63, 7 siswa yang mendapat nilai 64-65, 7 siswa yang mendapat nilai 66-67 ada 3 orang siswa, dan yang mendapat nilai 68-69 ada 2 orang siswa. Absennya siswa yang mencapai nilai KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) mata pelajaran Bahasa Indonesia yakni 70 juga menegaskan hal tersebut.
Berdasarkan tabel 8 distribusi frekuensi nilai pre-test kelompok eksperimen terlihat terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai 60-62, 9 siswa yang memperoleh nilai 63-5, 4 siswa yang mendapat nilai 63-5, memperoleh nilai 66-68, 4 siswa memperoleh nilai 63-5, 1 siswa memperoleh nilai 69-71, 2 siswa memperoleh nilai 72-74, dan 1 siswa memperoleh nilai 75-77. Berdasarkan data statistik yang dihasilkan, dapat disajikan distribusi frekuensi skor posttest kemampuan bermain drama pada kelompok kontrol dan eksperimen. Berdasarkan tabel 11 distribusi frekuensi skor post test kelompok kontrol terlihat terdapat 2 siswa yang memperoleh skor 61-63, 1 siswa yang memperoleh skor 64-66, 1 siswa yang memperoleh skor 64-66, mendapat nilai 67-69, 11 siswa yang mendapat nilai 67-69, Ada 13 siswa yang mendapat nilai 70-72, ada 5 siswa yang mendapat nilai 73-75, tidak ada siswa yang mendapat memperoleh nilai 76-78, dan terdapat 1 siswa yang memperoleh nilai 79-81.
Dari tabel 12 terlihat distribusi frekuensi skor post-test kelompok eksperimen yaitu terdapat 8 siswa yang memperoleh skor 67-69, 4 siswa yang memperoleh skor 70-72, 9 siswa yang memperoleh skor . dari 73-75, terdapat 9 siswa yang memperoleh nilai 70-72. Siswa yang memperoleh nilai 76-78 terdapat 7 orang dan yang memperoleh nilai 79-81 terdapat 2 orang siswa. Perbandingan data statistik pre-test dan post-test kemampuan bermain drama kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Pembahasan Hasil Penelitian
Perbedaan Antara Kemampuan Bermain Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kabupaten Bulukumba yang Diberi Pembelajaran
Berdasarkan hasil tersebut, kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan teknik improvisasi, sedangkan kelas kontrol tidak menggunakan teknik improvisasi. Perbedaan pembelajaran bermain drama antara kelompok eksperimen yang menggunakan teknik improvisasi dan kelompok kontrol tanpa menggunakan teknik improvisasi diketahui dengan rumus. Analisis uji-t untuk mengetahui perbedaan keterampilan pertunjukan drama antara kelompok eksperimen yang menggunakan teknik improvisasi dan kelompok kontrol tanpa menggunakan teknik improvisasi.
Setelah siswa kelompok eksperimen diajari bermain drama dengan teknik improvisasi, nilai tes akhir siswa pada pembelajaran bermain drama mengalami sedikit peningkatan, sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak menggunakan teknik improvisasi mengalami sedikit peningkatan. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa nilai tes yang mengalami peningkatan besar adalah kelompok eksperimen. kelas diajarkan menggunakan teknik improvisasi). Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan kemampuan bermain drama antara siswa yang diajar menggunakan teknik improvisasi dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan teknik improvisasi.
Dengan demikian perbedaan tersebut menunjukkan bahwa teknik improvisasi lebih efektif digunakan dalam pembelajaran bermain drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Regency dibandingkan dengan teknik pembelajaran yang biasa digunakan guru. Hal ini dikarenakan siswa pada kelompok eksperimen telah diberikan latihan memerankan drama dengan menggunakan teknik improvisasi pada pembelajaran sebelumnya.
Keefektifan Penggunaan Teknik Improvisasi dalam Pemebelajaran Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kabupaten Bulukumba
Kesimpulan
Hal ini dibuktikan dengan selisih rata-rata skor postes antara kelompok eksperimen dan kontrol yaitu 5,052.
Saran
Hal ini disebabkan karena siswa masih menganggap pembelajaran drama adalah sesuatu yang sulit, siswa masih belum memahami unsur-unsur pementasan drama dan teknik akting (teknik latihan), siswa masih belum mempunyai kemampuan menulis naskah dan belum percaya diri dalam menirukan tokoh-tokoh drama. drama itu. belum mengetahui teknik improvisasi dalam drama dan siswa merasa penampilan sekolah masih kurang. Kemampuan Siswa Kelas II SMA Negeri Baraka I Kabupaten Enrekang Menggunakan Plot Naskah Drama Radio Romantis Putih Abu-Abu. Memperagakan Kembali Drama dan Mengenali Karakter dalam Drama, di http://gurumuda.com/bse/memerankan-dramas-and recognition-characters-figures-dalam-drama#more-11 091, diunduh 19 Januari 2014.
Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan SMA di SMP Negeri 1 Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar dan lulus pada tahun 2004. Setelah lulus SMA penulis kemudian melanjutkan ke SMA di SMK Negeri 1 Benteng Selayar dan lulus pada tahun 2007. Pada tahun yang sama Tahunnya, penulis melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba pada program Strata I dan lulus pada tahun 2012.
Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sebagai tugas akhir, penulis menulis skripsi yang berjudul “Efektifitas Teknik Improvisasi Dalam Pembelajaran Drama Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kabupaten Bulukumba”.
SILABUS BAHASA INDONESIA KELAS VIII
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Standa Kompetensi
Indikator
Tujuan
Materi Pelajaran
Metode Pembelajaran 1. Tanya jawab
Skenario Pembelajaran Pertemuan Pertama
Sumber Pembelajaran
- Penilaian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan aktor drama adalah kemampuan calon aktor, kesesuaian postur tubuh, jenis gerak dan suara calon aktor serta tokoh yang akan diperankan, serta kemampuan calon aktor dalam memerankan tokoh tersebut. dalam dramanya. Apabila ketiga hal di atas dapat dipenuhi oleh para calon aktor, maka akan memudahkan dalam menilai karakter tokoh drama yang akan dipentaskan. Hal lain yang patut anda perhatikan ketika akan merasakan karakter tokoh dalam drama yang akan anda perankan adalah sebagai berikut.
Memahami ciri-ciri fisik tokoh yang diperankan seperti jenis kelamin, usia, penampilan fisik, dan kondisi kesehatan tokoh. Memahami ciri-ciri sosial tokoh yang diperankan, seperti pekerjaan, kelas sosial, latar belakang keluarga, dan status tokoh yang diperankan. Mampu memerankan karakter sesuai karakter yang dibutuhkan dengan pengucapan yang jelas dan intonasi yang benar.
Siswa dapat memainkan karakter sesuai karakter yang dibutuhkan dengan pengucapan yang jelas dan intonasi yang benar. Siswa berimprovisasi memainkan karakter sesuai karakter yang dibutuhkan dengan pengucapan yang jelas dan intonasi yang benar.
Teknik Improvisasi
Cara Bermain Drama dengan Improvisasi
Catatan: Latihan awal bisa kamu lakukan dengan satu orang dan satu benda, namun jika sudah terbiasa, kamu bisa menukar benda tersebut dengan temanmu. Jika ada peserta lain yang tertawa atau bersenang-senang ketika mendengar obrolan tersebut, permainan diulangi lagi dari orang di sebelah kiri (mungkin ke kanan) orang lain yang diajak mengobrol tersebut. Catatan: Lebih menarik jika mengenai topik terkini, permasalahan sekolah atau kehidupan sehari-hari.
Kemudian pelapor harus melanjutkan atau mengubah topik presentasi, dimulai dari kalimat terakhir yang diucapkan oleh presenter sebelumnya. Isyarat untuk mengganti presenter dapat diganti tidak hanya dengan majunya satu orang, tetapi mungkin juga dengan kode lain yang lebih menarik, misalnya mengatakan “berhenti”. Saat adegan sedang berlangsung, pemandu menghentikan cerita dan meminta para pemain untuk berganti peran, dan cerita berlanjut.
Persiapan Pemetasan
Teknik dimana seorang seniman tampil di panggung untuk pertama kalinya dalam sebuah pertunjukan, satu babak atau satu adegan. Bagaimana seorang pemain dapat memberikan penekanan tertentu pada perkataannya sehingga penonton mendapat informasi tentang apa yang sedang dibicarakan. Kemampuan untuk menekankan hal-hal tertentu mengenai peristiwa yang dipentaskan sehingga peristiwa yang dipentaskan tidak merata.
Kemampuan membuat gelombang naik turun, gerakan lepas, cepat, atau suara yang muncul secara teratur. Khususnya saat mendengarkan, pemain harus merespon cerita, lingkungan, dan teman yang bermain. Saat menampilkan drama improvisasi, Anda harus memahami terlebih dahulu inti cerita dan akhir cerita.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membawakan sebuah drama (Indrawati) adalah (1) penggunaan bahasa baik pengucapan maupun intonasinya harus tepat. Aksen pengucapannya harus disesuaikan dengan asal usul suku atau daerah, umur dan status sosial orang tersebut. karakter yang dimainkan.
SKOR HASIL
UJI COBA INSTRUMEN
SKOR PRE-TEST DAN POST-TEST KELOMPOK EKSPERIMEN
SKOR PRE-TEST DAN POST-TEST KELOMPOK KONTROL
HASIL PRE-TEST DAN POST-TEST KELOMPOK
EKSPERIMEN DAN KONTROL
SELISIH NILAI PRE-TEST DAN POST-TEST KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL
ANALISIS STATISTIK DESKRIFTIF PRE- TEST DAN POST-TEST KELOMPOK
KELAS KONTROL a. Data pre-test
ANALISIS STATISTIK IMPERENSIAL PRE- TEST DAN POST-TEST KELOMPOK
UJI NORMALITAS a. Kelas Eksperimen
Dari tabel frekuensi pengamatan dan percobaan diperoleh nilai X2 hitung = 2,42. Pada tabel statistik nilai persentase untuk
PENGUJIAN HOPOTESIS MENGGUNAKAN t hitung
Kesimpulannya adalah penggunaan teknik improvisasi dalam pembelajaran drama lebih efektif dibandingkan pembelajaran drama tanpa menggunakan teknik improvisasi.
NASKAH DRAMA
BAKPIA KERAMAT”
DOKUMENTASI PENELITIAN