• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok 1 Interpretasi parameter hemodinamik dan Asam basa

N/A
N/A
salsabila

Academic year: 2025

Membagikan "Kelompok 1 Interpretasi parameter hemodinamik dan Asam basa"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Interpretasi parameter hemodinamik

d

(2)

INTRODUCTION

(3)

● Pemeriksaan aspek fisik dari sirkulasi darah, termasuk fungsi jantung dan karakteristik fisiologis vaskuler perifer.

● Pemantauan Hemodinamik penting untuk menegakkan diagnosis yang tepat, menentukan terapi yang sesuai dan memantau respons terhadap terapi yang diberikan.

● Hemodinamik menunjukkan pergerakan dinamis darah melalui pembuluh darah/sistem kardiovaskular. Agar dapat hidup, darah harus mengalir terus-menerus ke jaringan tubuh. Darah membawa nutrisi ke sel-sel jaringan dan membawa produk untuk di eliminasi.

Hemodinamik

(4)

Tujuan Hemodinamik

● Mengevaluasi fungsi dasar kardiovaskular

● Memastikan adanya disfungsi kardiovaskular

● Petunjuk untuk tindakan khusus yang berguna memperbaiki fungsi kardiovaskular

● Mengevaluasi kegunaan tindakan

● Deteksi dini, mengidentifikasi, dan dapat memberikan terapi pada kasus mengancam jiwa seperti gagal jantung dan tamponade jantung

● Mengevaluasi respon pasien dengan cepat terhadap pemberian obat obatan dan dukungan mekanik

● Mengevaluasi keefektifan dari fungsi kardiovaskular

(5)

Indikasi Hemodinamik

● Penurunan fungsi jantung: seperti AMI, CHF, Cardiomyopathy

● Pada pasien semua tipe kardiogenik syok, neurologis, anafilaksis

● Penurunan urine output yang disebabkan karena dehidrasi,

perdarahan gastrointestinal atau pembedahan

(6)

Parameter

Hemodinamik

(7)

Parameter Non-Invasif

Parameter Nilai Normal Keterangan

Blood Pressure (BP) SBP: 90–120 mmHg, DBP: 60–80 mmHg

Dapat diukur dengan tensimeter (manual/otomatis).

Heart Rate (HR) 60–100 bpm Diperoleh dari monitor EKG atau palpasi

nadi.

Mean Arterial Pressure (MAP) 70–100 mmHg Rumus: MAP = (SBP + 2×DBP) / 3.

Penting untuk menilai perfusi organ.

Cardiac Output/Index (Estimasi non-

invasif) 4–8 L/min (CO), 2.5–4.0 L/min/m² (CI) Dapat diestimasi dengan echocardiography atau alat bioimpedansi.

SpO₂ (Saturasi Oksigen Perifer) 95–100% Diperoleh dari pulse oximetry. Indirek, bukan SvO2

(8)

Parameter Invasif

Parameter Nilai Normal Keterangan

Central Venous Pressure (CVP) 2–6 mmHg Diukur via kateter vena sentral

(subklavia/jugularis).

Pulmonary Artery Wedge Pressure

(PAWP/PCWP) 6–12 mmHg Diukur dengan kateter Swan-Ganz ke

arteri pulmonalis.

Cardiac Output (Thermodilution) 4–8 L/min Diperoleh dari kateter Swan-Ganz menggunakan metode termodilusi.

Systemic Vascular Resistance (SVR) 800–1200 dynes/s/cm⁵ Dihitung berdasarkan MAP, CVP, dan CO.

SvO₂ (Mixed Venous O₂ Saturation) 60–80% Diperoleh dari darah vena pulmonalis melalui kateter Swan-Ganz.

Arterial Line Monitoring MAP real-time Kateter arteri (biasanya arteri radialis) digunakan untuk monitoring tekanan darah secara kontinu dan sampling gas darah.

(9)

Interpretasi Parameter

Parameter Interpretasi Klinis

HR Takikardia: kompensasi syok/anemia;

Bradikardia: gangguan konduksi/obat.

BP/MAP Hipotensi: hipovolemia, syok

MAP <65 → perfusi organ tidak adekuat.

CVP ↓: hipovolemia;

↑: overload cairan, gagal jantung kanan.

PAWP ↓: hipovolemia;

↑: gagal jantung kiri.

SVR ↑: vasokonstriksi (syok hipovolemik/kardiogenik);

↓: vasodilatasi (syok septik).

SvO₂ ↓: penurunan oksigen delivery atau peningkatan konsumsi;

↑: sepsis (ekstraksi O₂ menurun).

CO/CI ↓: gagal jantung, hipovolemia;

↑: sepsis awal, anemia berat.

(10)

Interpretasi Kondisi Klinis

Syok Hipovolemik

CVP ↓, PAWP ↓, CO ↓, SVR ↑, MAP ↓

01

Syok Kardiogenik

CVP ↑, PAWP ↑, CO ↓, SVR ↑, MAP ↓

02

Syok Distributif (Septik fase awal)

CVP normal/↓, PAWP ↓, CO ↑, SVR

↓, MAP ↓

03

Gagal Jantung Kanan

CVP ↑, PAWP normal/↓, CO ↓, SVR ↑

04

Gagal Jantung Kiri

CVP ↑, PAWP ↑, CO ↓, SVR ↑, edema paru

05

(11)

02 STATUS ASAM BASA PADA

PASIEN KRITIS

(12)

Background

pH serum merupakan pengukuran aktivitas proton bebas dalam

plasma (pH = − log10[H+]).

● Nilai pH normal 7,4 setara

dengan konsentrasi H+ ~40

nmol/L.

(13)

Definisi

Penting untuk membedakan antara asidosis dan alkalosis.

Acidemia vs Asidosis

● Acidemia adalah ukuran langsung konsentrasi H+ serum; ketika pH

< 7,35, ini disebut acidemia.

● Asidosis: Ini didefinisikan sebagai proses klinis yang cenderung menurunkan pH hingga <7,35.

Alkalemia vs. alkalosis

● Alkalemia adalah ukuran langsung konsentrasi H+ serum; ketika pH

> 7,45, ini disebut alkalemia.

● Alkalosis didefinisikan sebagai proses klinis yang cenderung

meningkatkan alkalinitas serum.

(14)

I

(15)
(16)

Signifikansi Klinis Nilai PH

PowerPoint Presentation

(17)

Tahapan menentukan hasil dari pemeriksaan gas Darah

Langkah 1. pH

Langkah 2. Menilai pCO2 dan HCO3 untuk mengidentifikasi kelainan primer

Langkah 3. Mempertimbangkan penyebab kelainan primer

Langkah 4. Menilai proses sekunder

Langkah 5. Menerapkan koreksi pada

nilai terukur tertentu

(18)
(19)

contoh perhitungan :

Kasus 1

Seorang wanita berusia 50 tahun dengan riwayat diabetes melitus yang bergantung pada insulin dirawat di ICU dalam kondisi setengah koma. Ia telah sakit selama beberapa hari. Obat-obatan yang diberikan kepadanya termasuk insulin subkutan dan indapamide untuk hipertensi. Pada pemeriksaan, ia hampir tidak dapat dibangunkan dengan perintah verbal, tidak demam, dan mengalami dehidrasi dengan HR 112/menit, TD 94/60 mmHg, dan RR 32/menit.

Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Na 132 mmol/L, K 2,7 mmol/L, Cl 79 mmol/L, HCO3 19 mmol/L, glukosa darah 543 mg/dl, albumin 4,5 g/L, laktat 0,9 mmol/L, dan sejumlah besar keton serum.

Analisis gas darah arteri menunjukkan pH 7,41, PaCO2 32 mmHg, dan PaO2 82 mmHg (di udara ruangan).

Pertanyaan: Bagaimana kita menginterpretasikan gas darahnya?

● pH dalam kisaran normal yaitu = 7,41

nilai PCO2 dan HCO3 abnormal menunjukkan adanya gangguan campuran.

● AG yang dihitung adalah 34 [132 − (79 + 19)].

● Riwayat DM, ketonemia, dan AG yang meningkat menunjukkan asidosis metabolik AG tinggi akibat ketoasidosis diabetikum.

● Respons kompensasi terhadap asidosis metabolik primer:

PaCO2 yang diharapkan akan menjadi ~ 38 mmHg Karena PaCO2 yang diukur < PaCO2 yang diharapkan, ada

"Alkalosis Pernapasan" terkait.

● Delta AG adalah 24 (34-10).

● Delta HCO3 adalah 5 (24-19).

● Rasio A ( AG /

𝚫 𝚫

HCO3) adalah 4,8; mengonfirmasi

“Alkalosis Metabolik” terkait.

● SID adalah 53 (132-79), yang juga mendukung “Alkalosis metabolik”.

Diagnosis akhir: HAGMA asidosis metabolik +i ditambah

alkalosis metabolik. (mix disorders)

(20)

Daftar Pustaka

1. Jeremy Rogers and Mike Cadogan, 2025. “ Blood gas Interpretation.

https://litfl.com/acid-base-disorders/

2. Shahriar Lahouti, 2024. “Acid-Base Disorders in Critically Ill Patients:

A Systematic Approach”. https://recapem.com/acid-base-disorders-

in-critically-ill-patients-a-systematic-approach/

(21)

Thank You

Referensi

Dokumen terkait