Motivating Individuals, Teams, and
Organizations
( MOTIVASI INDIVIDU, TIM DAN ORGANISASI )
Chapter 20 :
Oleh :
Richard E. Clark.
Mata Kuliah :
Teknologi Kinerja dan Pengelolaan Diklat
Dosen Pengajar : Dr. Fajar Arianto, M.Pd Irena Yolanita Maureen, S.Pd., M.Sc., Ph.D.
24010905009
GROUP 05 MEMBERS
Muhammad Rafeli Fakhlipi
Luluk Asmawati Ike Nurcahyani
24010905020 24010905002
Motivation is [defined] in terms of selection of
pursuits from competing alternatives, intensity of effort, and persistence of exertion.
Motivasi adalah pemilihan kegiatan dari
alternatif yang bersaing, intensitas usaha, dan ketekunan dalam melakukan sesuatu
— Bandura, 1991,
Digman (1990) menjelaskan analisis motivasi kerja memeriksa kemajuan pada 3 tujuan :
Memulai 1.
Bertahan 2.
Menginvestasikan usaha mental.
3.
Motivasi mengarahkan pegawai untuk menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan menerapkannya secara efektif dalam mengerjakan tugasnya.
Menurut Ryan dan Deci (2020):
Motivasi didefinisikan sebagai dorongan internal atau eksternal yang menggerakkan seseorang untuk bertindak atau berperilaku tertentu guna mencapai tujuan tertentu.
Apa itu Motivasi ?
Kinerja yang sukses selalu melibatkan kerjasama, motivasi, dan pengetahuan dalam lingkungan kerja yang mendukung. Motivasi adalah peluang untuk sukses.
Motivasi adalah faktor psikologis dan proses sosial yang memulai dan
mempertahankan kinerja. Motivasi membantu pegawai untuk menghasilkan
pemikiran memicu antusiasme, dan mewarnai reaksi emosi positif dan negative
terhadap lingkungan sekitar.
Apa Penyebab Motivasi ?
Myers Briggs dalam Digman (1990) menjelaskan tipe kepribadian
dengan 5 indikator besar yaitu:
a. Ukuran gaya kerja dan berpikir mencerminkan nilai-nilai pribadi, pendekatan reflektif, analisis, dan terorganisi.
b. impulsif c. ekspresif d. intuitif
Beberapa orang yang menghadapi hambatan memutuskan untuk:
Berdiri teguh dan mengatasinya
Menghindar dan menarik diri 01
02
Orang bekerja demi uang, pengakuan, kesenangan dan mempelajari sesuatu yang baru.
Setiap orang harus memotivasi diri dan menciptakan kondisi untuk sukses.
Setiap orang bekerja dengan nilai, gaya, dan situasi yang berbeda.
Keluarga dan teman salah satu
pendukung motivasi individu
Teknologi kinerja memberikan solusi untuk meningkatkan
motivasi kinerja untuk kesuksesan dari keragaman individu.
Motivasi Kerja yaitu:
a. Meningkatkan kegigihan individu dalam melakukan tugas penting
b. Menginvestasikan usaha mental
Motivator mendorong peningkatan kinerja secara langsung dan tidak langsung serta memberikan kontribusi mereka untuk
sukses dan efektif.
Motivator yang berhasil dan memenuhi etika, legal hukum yaitu:
a. Harus berbiaya rendah. b. Strategi yang kuat.
c. Etika d. Legal hukum yang berlaku
Ada 5 Elemen Pembunuh Atau Penghancur Motivasi yaitu:
2. Sasaran kinerja tidak jelas, mustahil, dan tidak berubah.
Bertindak dengan cara yang tidak jujur, munafik, dan tidak adil.
1.
3. Menerapkan aturan,
kebijakan, proses kerja yang sewenang-wenang.
4. Mendukung Persaingan Yang Konstan Di Antara Semua Orang
Dalam Organisasi
5. Menunjukkan kesalahan orang lain dan kritik atas
kesalahan tersebut
Apa Yang Dapat Mematikan Motivasi Dalam Organisasi
Bonus
Ada 5 Elemen Pembunuh Atau
Menghancur Motivasi, sebagai berikut:
Apa Yang Dapat Mematikan Motivasi Dalam Organisasi
1. Bertindak Tidak Jujur, Munafik, atau Tidak Adil (Act in Way That Is Perceived as Dishonest, Hypocritical or Unfair)
Semua orang yang bekerja adalah orang dewasa. Persepsi pribadi
menggendalikan motivasi pribadi. Semua individu harus bekerja
keras dalam kondisi apapun. Misalnya mereka diterima tidak adil,
tidak jujur, munafik. Individu harus mengabaikan kondisi tersebut.
2. Sasaran Kinerja Yang Tidak Jelas, Mustahil, dan Terus Berubah (Provide Vague, Impossible, And Constantly Changing Performance Goals)
Ketidakjelasan dan tidak konsisten dalam lingkungan kerja memuat kebanyakan individu tidak mmeiliki motivasi untuk
mencapai target kinerja. Sasaran kinerja harus menantang. Sasaran kinerja harus operasional dapat dikerjakan dan diukur capainnya.
Visi yang jelas pada sasaran bisnis dan kinerja yang terdefinisi dengan baik. Sasaran kinerja dan umpan balik harus jelas.
Meningkatnya motivasi kerja karena didukung oleh tujuan yang
kongkret dan menantang, fokus pada jangka pendek yaitu hari ini,
minggu ini, bulan ini (Locke dan Latham, 2002).
3. Menerapkan Aturan, Kebijakan, dan Proses Kerja Yang
Sewenang-wenang dan Tidak Diperlukan (Impose Arbitrary an Unnecessary Rules, Policies, And Work Processes)
Hasil penelitian bahwa aturan kerja dan kebijakan yang merepotkan tidak disukai oleh pegawai. Jika aturan
diubah memotivasi pegawai untuk bekerja lebih keras, meningkatkan komitmen mereka terhadap pekerjaan dan organisasi. Aturan yang menyulitkan untuk
dilaksanakan harus dihilangkan. Aturan menggunakan seragam sebagai uoaya untuk meningkatkan kinerja.
Aturan diciptakan untuk seuntungan bisnis organisasi.
Orang yang paling kompeten dan memiliki motivasi
yang tinggi secara pribadi dapat berhenti mencoba,
saat menghadapi hambatan aturan dan kebijakan,
proses kerja yang sewenang-wenang (Splitzer, 1995).
4. Mendukung Persaingan Yang Konstan Di Antara Semua Orang Dalam Organisasi (Support Contrast Competition Among Everyone in The Organization)
Persaingan semua pegawai harus terarah. Persaingan pengalaman untuk memotivasi kebanyakan pegawai.
Persaingan dalam suatu organisasi menghasilkan hasil
yang beragam. Persaingan individu dan tim kerja yang
tidak sehat dapat merugikan tujuan bisnis (Druckman
dan Bjork, 1994).
Dampak persaingan yaitu:
a. Meningkatkan kolaborasi antar tim di organisasi.
b. Persaingan dapat menyebabkan bunuh diri, perilaku dan banyak terjadi pada banyak konteks.
c. Organisasi yang baik mendorong individu untuk
bersaing dengan diri mereka sendiri dengan meminta
mereka untuk melampaui kemampuan terbaik mereka
sendiri pada capaian sasaran kinerja organisasi tersebut.
5. Menunjukkan Kesalahan Orang Lain dan Kritik Mereka Atas Kesalahan Tersebut (Point Out
People’s Mistakes and Criticize Then for Error) Manager seharusnya menjaga setiap pegawai sesuai
capaian sasaran kinerja masing-masing
(Buckingham dan Coffman, 1999).
Manager tidak boleh membunuh motivasi pegawai dengan cara :
a. Manager menyalahkan pegawai ketika melakukan kesalahan.
b. Manager menegur dan mengulang-ulang menyampaikan kesalahan-kesalahan pegawai di masa lalu.
c. Emosi negatif menjadi pembunuh motivasi dan emosi memicu tindakan balas dendam. Manager yang seperti di
atas telah membuat organisasi tidak sehat
(Kluger dan Dinisi, 1998)
3 Fungsi Motivator untuk meningkatkan motivasi
pegawai, yaitu:
1. Membantu Orang Mengembangkan Tingkat Kepercayaan Diri Dengan Keterampilan Kerja Yang Sesuai (Help People Develop Appropriate Levels of Self Confidence in Their Work Skills),
2. Menciptakan Lingkungan Emosi Yang Positif di Tempat Kerja (Create A Positive Emotional Environment Their Own Performance Goals at Work)
3. Setiap Orang Menerima dan Berkinerja Sesuai
Capaian Yang Ditetapkan (Ask People to Accept and
Value Their Own Performance Goal)
Definition
Makna Nilai
Insentif Finasial
Nilai adalah keyakinan yang
membentuk preferensi seseorang dalam bertindak dan bertahan
menghadapi tantangan.
Explanation
Eccles dan Wigfield (1995), nilai dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama yang berkaitan dengan komitmen terhadap pekerjaan.
1. Nilai Bunga
Banyak pekerja yang sukses memiliki motivasi intrinsik untuk belajar keterampilan baru atau meningkatkan kompetensi mereka 2. Nilai Keterampilan
3. Nilai Kegunaan
4. Insentif Keuangan Yang Menciptakan Nilai
Definition
Motivasi Tim
Menurut Patrick Lencioni : mendefinisikan motivasi tim sebagai "kesediaan anggota tim untuk melakukan apa pun yang diperlukan guna membantu tim mencapai keberhasilan."
Explanation
Memotivasi tim lebih menantang daripada memotivasi individu karena keberagaman tujuan, nilai, dan harapan anggotanya, namun keragaman ini juga bisa menjadi kekuatan jika
dimanfaatkan dengan baik. Kerja sama tim dapat menghasilkan kesuksesan yang lebih besar melalui kolaborasi, tetapi perbedaan juga bisa menjadi destruktif jika anggota merasa
diabaikan atau menolak bekerja sama.
(Motivation Team)
Mengapa Motivasi Tim Berbeda dengan
Motivasi Individu ?
Motivasi tim berbeda dengan motivasi individu karena melibatkan sekelompok individu dengan keahlian yang sama yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Tim adalah kelompok yang saling bergantung dengan peran dan
keahlian yang berbeda, masing-masing memiliki seperangkat keterampilan yang berbeda tetapi secara kolektif memiliki semua keterampilan yang diperlukan
untuk mencapai tujuan tim. Sebagai contoh, tim olahraga mungkin memiliki
anggota yang pernah bermain di semua posisi di masa lalu, sementara individu berspesialisasi dalam satu atau dua posisi di mana mereka unggul.
(Why Is Team Motivation Different from Individual Motivation ?) Variasi
5 Motivasi Tujuan
Menumbuhkan Rasa Saling Menghargai di antara Rekan Kerja.
01
Tim Harus Percaya bahwa Anggota yang Lebih Lemah Bekerja Keras untuk
Meningkatkan Dirinya.
02
Meminta Pertanggungjawaban Masing- masing Anggota Tim.
03
05 04
Mengharuskan Anggota Tim untuk
Berkolaborasi dengan Anggota yang lain.
Mengarahkan Semangat Kompetitif Tim di Luar Tim dan Organisasi.
(Five Motivational Goals)
Pembahasan
Motivasi Pegawai
Mansyur Tanra, dkk., (2024) menjelaskan bahwa pelatihan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Suracojaya Abadi Motor Cabang Gowa. Implikasi hasil penelitian ini bahwa dunia usaha harus dapat fokus pada pelatihan dan motivasi guna mendongkrak kinerja karyawannya.
Haeranah dkk., (2023) hasil temuannya yaitu pendidikan, pelatihan, dan teknologi berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja guru. Variabel lain yang
mempengaruhi kinerja guru meliputi tingkat pendidikan guru, supervise
pembelajaran, program diklat, iklim kerja yang kondusif, sarana prasarana, kondisi fisik dan mental guru, biaya kepemimpinan kepala sekolah, jamninan
kesejahteraan, dan kemampuan manajerial kepala sekolah.
Komala dkk., (2023) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.
Pengaruh positif merujuk pada penjelasan, bahwa Ketika individua tau tim merasa termotivasi, mereka cendering mencapai hasil yang lebih baik dalam melaksanakan tugas dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Pengaruh signifikan bermakna bahwa ada hubungan yang kuat dan konsisten antara tingkat motivasi yang tinggi dengan peningkatan kinerja individua tau kelompok.
Fakta dilapangan membuktikan:
Menurut Frederick Herzberg bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja
berasal dari dua faktor yang berbeda (teori dua faktor), yaitu :
(1) Faktor motivasi (motivational factors).
(2) Faktor higienis (hygiene factors) Konsep
Tujuannya untuk : Memotivasi dan melibatkan karyawan
Tujuan : Mencegah
ketidakpuasan karyawan
Tujuan lain Higienis adalah untuk menghilangkan berbagai resiko di lingkungan kerja karena
Lingkungan kerja yang sehat dapat mencegah ketidakpuasaan kerja, lingkungan kerja yang sehat
juga tidak menjamin penyesesuaian diri seseorang dapat mempengaruhi adanya ketidakpuasaan.
Diantaranya : kebijakan perusahaan, pengawasan, kondisi kerja, hubungan dengan yang lain, gaji, status, keamanan kerja, dan kehidupan pribadi.
Contoh Faktor motivasi (motivational factors).
Contoh Faktor higienis (hygiene factors)
Diantaranya : prestasi, penghargaan, pekerjaan itu
sendiri, tanggung jawab, kenaikan pangkat,
perkembangan.
Prinsip
Kompensasi sebagai motivasi pemuas berupa prestasi, penghargaan, tanggungjawab, serta perkembangan. kompensasi dapat berupa finansial yang secara langsung diberikan kepada pekerja dalam bentuk gaji, upah, bonus, atau komisi. Kompensasi ini dapat diberikan secara mingguan, bulanan, dan tahunan. Jenis-jenis kompensasi yaitu: kompensasi tidak langsung.
Prinsip Motivasi 2 Faktor Herzberg yaitu Kompensasi dan Lingkungan Kerja.
Kompensasi Finansial
a. Kompensasi langsung yaitu bayaran dalam bentuk gaji, upah, insentif.
b. Kompensasi tidak langsung atau tunjangan berupa semua imbalan finansial yang tidak tercakup dalam kompensasi langsung yaitu asuransi kesehatan jiwa, cuti, fasilitas yang diberikan kantor.
Kompensasi Non-Finansial
Kompensasi non finansial berupa kepuasaan yang diperoleh pekerja dari pekerjaannya atau dari lingkungan psikoslogis, lingkungan fisik di mana pekerja tersebut bekerja. Kompensasi terkait pekerjaan yaitu tugas yang menarik, tantagan, tanggung jawab, pengakuan, dan rasa pencapaian. Kompensasi lingkungan pekerjaan yaitu kebijakan yang sehat, supervise yang kompeten, kerabat kerja yang menyenangkan dan lingkungan kerja yang nyaman.
Biaya hidup, seharusnya mengikuti perubahan lingkungan masyarakat atau lingkungan hidup.
01
Produktivitas, meningkatnya produktivitas pekerja maka penghasilkan pekerja ikut meningkat.
02
Kemampuan membayar, semua organisasi selalu memperhitungkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mmebayar upah atau kompensasi pekerja.
03 05
04
Skala upah yang umum berlaku, mengacu pada organisasi sejajar sebagai acuan pemberian kompensasi bagi pekerja.
Motivasi kepada karyawan, organisasi yang baik selalu menarik calon pekerja untuk bergabung, dan mempertahankan karyawannya untuk nyaman bekerja di dalam organisasi tersebut.
Kriteria Kompensasi perlu
memperhatikan kebijakan :
Indikator Lingkungan Kerja yang baik menurut Herzberg yaitu:
Hubungan dengan rekan kerja
Organisasi harus
mampu menciptakan hubungan
kekeluargaan dan harmonis
Suasana Kerja
Yaitu beberapa fasilitas seperti alat
bantu pekerjaan, pencahayaan,
kebersihan.
Fasilitas Kerja
Tersedianya fasilitas kerja, untuk
mempercepat proses dalam bekerja.
Model Partner dal Lawyer (Donnely, Gibson, Ivancevich, 1994) menjelaskan faktor
prosedural kinerja yang optimal yaitu :
1. Mengharapkan Imbalan
2. Motivasi
3. Kemampuan kebutuhan dan sifat 4. Imbalan internal dan eksternal
5. Persepsi terhadap imbalan yang diberikan Prosedural kinerja yaitu suatu aktivitas
kinerja individu yang terukur dan teramati.
Musyafi, et.al., (2015) menambahkan faktor yang ada dalam procedural kinerja, yaitu
6. Kuantitas kerja, banyaknya jumlah pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja.
7. .Kualitas kerja, nilai mutu dalam suatu pekerjaan.
8. Ketepatan waktu kerja, untuk mengetahui tinggi- rendahnya kinerja karyawan.
Metakognitif atau sintesis teori Dua Faktor Herzberg (1959) yaitu factor pemuas yaitu penghargaan akan mempengaruhi kinerja karyawan.
Kompensasi sebagai salah satu penghargaan pada karyawannya, dapat meningkatkan semangat bekerja pada pekerja.
Kompensasi finansial adalah semua pendapatan yang diterima pekerja sebagai imbalan jasa dari perusahaan atau organisasi, berupa
pembayaran langsung dan tidak langsung.
Lingkungan kerja sebuah organisasi dapat mempengaruhi langsung kinerja karyawannya. Suatu kondisi lingkungan kerja yang baik dapat melaksanakan suatu kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.
Lingkungan kerja tidak baik maka tidak efisien suatu sistem kerja yang dapat mempengaruhi efektivitas organiasi secara produktivitas,
absenteisme, perputaran, dan keanggotaan organisasi.
Permainan Motivasi Untuk Pekerja
Topik : Motivasi Pegawai berlandaskan teori Frederick Herzberg
1
Tujuan : Pegawai atau peserta mampu menemukan cara memotivasi dirinya.
2
Durasi : 25-30 menit
3 5 4
Peserta : Semua pegawai di organisi tersebut
Alat, bahan : Papan Bingo Herzberg, Potongan Gambar, Papan Bermain papan bermain bingo motivasi, menggambar potongan, dan penanda papan
Teori Games
Menjelaskan konsep teori motivasi (pemuas) dan higiene (ketidakpuasaan) Herzberg.
01
Menjelaskan tujuan permainan (games).
02
Menjelaskan cara menulis/mengisi permainan bingo atau Motivation Bingo, pemain harus terlebih dahulu mengidentifikasi salah satu dari lima motivator Herzberg yang paling memotivasi mereka. selanjutnya, pemain memenangkan permainan dengan menjadi pemain pertama yang memiliki lima penanda di baris tersebut, (contoh: baris Prestasi) yang diidentifikasi pemain di awal permainan sebagai motivator utamanya.
03 05 04
Bagikan papan permainan dan spidol kepada semua pemain. Beritahu pemain bahwa kolom pertama mencantumkan lima motivator Herzberg.
Pemain mengidentifikasi salah satu dari lima motivator Herzberg yang paling memotivasi mereka dengan menempatkan penanda bingo di sel tersebut di papan mereka.
Teori Games
Mulai bermain dengan memilih secara acak undian yang berisi contoh motivasi.
06
Bacalah contoh ini dengan suara keras dua kali.
07
Fasilitator harus meletakkan bagian undian di Papan Bingo Motivasi Master untuk referensi di masa mendatang.
08
11 09
Minta pemain untuk menempatkan penanda di sel mana pun di papan mereka yang berisi contoh nyata dengan suara keras.
Ingatkan pemain bahwa kuncinya adalah meneriakkan "Bingo'' segera setelah mereka menyelesaikan kelima sel dalam peran motivasi yang dipilih.
Teori Games
10
Ulangi langkah enam dan tujuh hingga ada pemain yang meneriakkan ''Bingo''
12
13
Berikan pengarahan kepada pemain. Minta pemain untuk mendiskusikan apakah contoh-contoh di papan bingo mereka merupakan hal-hal yang dapat memotivasimereka untuk bekerja lebih keras. Minta mereka untuk membuat daftar lima contoh dari empat pendorong utama mereka (PRESTASI, KEMAJUAN, PENGAKUAN, TANGGUNG
JAWAB, PEKERJAAN ITU SENDIRI).
14
Mintalah orang yang meneriakkan "Bingo" untuk membacakan jawabannya dengan keras sementara Anda menyebutkan kebenaran setiap jawaban. Jika semua jawaban benar, nyatakan dia sebagai pemenang. Jika salah satu jawaban salah, lanjutkan
permainan hingga menang.
Arahkan pemain untuk membagi diri ke dalam kelompok yang berbeda (DEPARTEMEN, ORGANISASI, KATEGORI PEKERJAAN) dan urutkan lima faktor higienis dalam hal
kekuatannya untuk memotivasi pekerja agar terlibat dalam penguasaan pribadi. Beri
peringkat satu sebagai yang paling kuat dan beri peringkat lima sebagai yang paling tidak kuat. Bandingkan, dan jelaskan perbedaan di antara kelompok-kelompok tersebut.
Teori Games
Minta peserta memainkan permainan menggunakan papan yang dibuat khusus untuk mereka sendiri, bagikan salinan papan bingo kosong. Minta peserta untuk mencetak contoh mereka sendiri 15 ruang kosong. Mainkan permainan sesuai dengan petunjuk di atas kecuali melempar dua dadu untuk menentukan contoh (ruang) mana yang harus ditutup oleh peserta dengan spidol mereka. Angka pada dadu pertama akan menentukan baris pada papan (1=PRESTASI, 2=KEMAJUAN, 3=PENGAKUAN, 4=TANGGUNG JAWAB, 5 = KARYA ITU SENDIRI).
Jika angka enam muncul pada salah satu dadu, dadu tersebut harus dilempar lagi. Minta dua pemain membacakan contoh dengan suara keras sebelum menempatkan spidol pada kotak mana pun. Lakukan arahan seperti yang Anda lakukan pada permainan terdahulu.
Variasi
Penerapan Games
Link Gform Papan Bingo dan Motivasi Bingo
Contoh Papan Bingo
Games
PRESTASI (ACHIEVEMENT)
KEMAJUAN (ADVANCEMENT)
PENGAKUAN (RECOGNITION)
TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)
PEKERJAAN ITU SENDIRI (WORK ITSELF)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
PAPAN BINGO
Games
B
I
N
G
O
PRESTASI
(ACHIEVEMENT)
KEMAJUAN
(ADVANCEMENT)
PENGAKUAN (RECOGNITION)
TANGGUNG
JAWAB (RESPONSIBILITY)
PEKERJAAN
ITU SENDIRI (WORK ITSELF)
BINGO
MOTIVASI
Nama : Masa Kerja : Usia : Golongan :
Motivasi adalah satu proses diinisiasikannya dan dipertahankannya aktivitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan.
Motivasi merupakan sebuah proses dari ada hasil.
Motivasi menyangkut berbagai tujuan yang memberikan daya penggerak dan arah tindakan. Tujuan motivasi berubah seiring bertambahnya pengalaman.
Motivasi menuntun aktivitas fisik dan mental. Motivasi diinisiasikan dan dipertahankan yang melibatkan pembentukan komitmen dan pelaksanaan langkah pertama.
Motivasi sebagai cara individu untuk menentukan cara merespon kesulitan, masalah, kegagalan, dan kemunduran yang dihadapi ketika mereka mengejar pencapaian tujuan jangka panjang.
Proses-proses motivasi seperti pengharapan, persepsi, penyebab, emosi, dan efek membantu individu menngatasi kesulitan dan mempertahankan motivasi.
Kesimpulan
(Conclusion)
Chapter ini sangat direkomendasikan untuk dibaca dan dilaksanakan untuk nenetukan kinerja jangka pendek, kinerja jangka menengah, dan kinerja jangka panjang.
Motivasi kinerja ini didukung oleh hasil penelitian yang relevan
berlandasrkan teori Frederick Herzberg tentang Teori Dua Faktor
yaitu Motivasi (Pemuas) dan Hygiene (Ketidakpuaskan). Tim
menciptakan permainan individu dan kelompok berdasarkan 5 teori
motivasi Herzberg.
Individu harus memiliki kontribuasi terukur untuk mencapai sasaran kinerja.
Tim harus komitmen berkolaborasi, bersaing sehat, berkontribusi untuk kesuksesan organisasi.
Organisasi harus diciptakan aturan, kebijakan, budaya
organisasi yang memelihara emosi positif di lingkungan
kerja secara personal, tim, dan brand organisasi.
Sekian Dari Kami
(Thank You)
- Terima Kasih-
- PENUTUP - (END)