• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODAL SOSIAL KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KOTA PEKANBARU (SOCIAL CAPITAL OF TOURISM AWARENESS GROUP (POKDARWIS) IN THE DEVELOPMENT OF TOURISM VILLAGE IN PEKANBARU CITY)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MODAL SOSIAL KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KOTA PEKANBARU (SOCIAL CAPITAL OF TOURISM AWARENESS GROUP (POKDARWIS) IN THE DEVELOPMENT OF TOURISM VILLAGE IN PEKANBARU CITY)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

3791

NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial

available online http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/index

MODAL SOSIAL KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KOTA PEKANBARU

1

Khoirunnisaa Rahmadani.L, Resdati

Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru bertujuan untuk mengetahui modal sosial Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan hambatannya dalam pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil delapan orang subjek penelitian. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Modal Sosial menurut Robert Putnam. Hasil dari penelitian ini adalah adanya jaringan yang tercipta karena adanya partisipasi antar sesama anggota POKDARWIS Kampung Bandar, Pemerintah dan masyarakat sekitar yang berupa jalinan hubungan dalam berkomunikasi yang baik dan kerjasama dengan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan di Kampung Wisata Kampung Bandar. Kepercayaan yang timbul karena adanya rasa yakin untuk bekerjasama antar sesama anggota POKDARWIS, Pemerintah dan masyarakat sekitar. Norma yang ada berbentuk aturan tidak tertulis yang berkaitan dengan penerapan sapta pesona dan adanya pemberlakuan waktu berkunjung bagi wisatawan. Hambatan-hambatan berupa minimnya dana yang didapat oleh POKDARWIS yang dapat menghambat kegiatan yang akan dilaksanakan, kurangnya keaktifan beberapa anggota POKDARWIS, masih adanya kondisi jalan yang rusak dan kurangnya ketersediaan rambu-rambu penunjuk arah jalan menuju objek wisata.

Kata Kunci: Kampung Wisata, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Modal Sosial.

PENDAHULUAN

Pariwisata diartikan menjadi bentuk pelancongan tidak tetap dari suatu lokasi ke lokasi yang berbeda,

*Correspondence Address : [email protected] [email protected] DOI : 10.31604/jips.v10i8.2023.3791-3806

© 2023UM-Tapsel Press

umumnya untuk hiburan, penyegaran, dan liburan keluarga dalam menggunakan waktu luang yang ada (Spillane, 1993 dalam Sugiyarto & Jihan,

(2)

3792 2018). Salah satu mesin penggerak perekonomian Indonesia ialah pariwisata, selain itu pariwisata diharapkan dapat menurunkan jumlah pengangguran di Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja di daerah yang menjadi daya tarik wisata. Karena mendukung perekonomian nasional, salah satu industri yang secara konsisten didorong oleh Pemerintah untuk tumbuh menjadi tumpuan pembangunan negara adalah pariwisata.

Suatu daerah dapat mengembangkan berbagai jenis pariwisata. Wisata budaya diartikan sebagai wisata yang menampilkan sumber daya budaya sebagai daya tarik unggulannya (Sukaryono, 2012 dalam Ariyaningsih, 2019). Pariwisata dan budaya senantiasa berhubungan kuat.

Kawasan wisata dengan aktivitas berlandaskan budaya menjadi dorongan utama untuk disambangi (Richards, 2013 dalam Nursaleh et al., 2021). Dari sisi budaya, pariwisata dapat membantu budaya Indonesia berkembang dikarenakan keberadaan destinasi wisata yang berlandaskan budaya dapat merepresentasikan budaya suatu negara secara tidak langsung melalui hal-hal seperti adat istiadat atau kesenian daerah yang berbeda yang dapat menarik pengunjung domestik maupun mancanegara.

Peraturan Dirjen Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 84 Tahun 2010, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menetapkan kelurahan-kelurahan tertentu menjadi kampung wisata.

Dibina langsung oleh kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dibentuklah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang terdiri dari beberapa warga setempat. Kota Pekanbaru terdapat kampung wisata, salah satunya terletak di Kelurahan Kampung Bandar.

Kelurahan Kampung Bandar ditetapkan menjadi Kampung Wisata Kota Pekanbaru berdasarkan Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 303 Tahun

2022 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan kawasan geografis yang berada dalam satu wilayah yang di dalamnya terdapat pesona wisata, fasilitas umum dan pariwisata, aksebilitas, serta warganya yang saling terhubung satu sama lain.

Kelurahan Kampung Bandar terletak di perbatasan Sungai Siak yang merupakan pemukiman tua di Kota Pekanbaru.

Adanya POKDARWIS pertama kali dibentuk oleh pihak pariwisata yang mempunyai hobi dan ketertarikan dalam hal pariwisata. POKDARWIS yang terdapat di Kampung Bandar beranggotakan warga asli Kelurahan Kampung Bandar. Menurut Bapak Dadang selaku salah satu anggota POKDARWIS mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat seharusnya wajib karena sebagai masyarakat Melayu wajib saling membantu meskipun hanya membantu menyediakan makanan dan minuman saat gotong royong.

Kelurahan Kampung Bandar sebelum ditetapkan menjadi kampung wisata, dulunya merupakan kawasan perdagangan karena terdapatnya pelabuhan tempat membongkar muat barang dan banyak pendatang yang tinggal di Kampung Bandar. Hal tersebut membuat hampir seluruh masyarakat memiliki pola pikir yang keras karena memiliki latar belakang bekerja sebagai pedagang dan kuli angkut di pelabuhan.

Dengan keadaan seperti itu masih kurang terlihat atau bahkan tidak ada kerjasama yang terjalin antara POKDARWIS dengan masyarakat yang ditandai dengan banyak masyarakat yang tidak memiliki kepedulian terhadap potensi pariwisata yang terdapat di Kampung Bandar dikarenakan tidak memiliki rasa kepercayaan terhadap POKDARWIS maupun sistem pariwisata di Kampung Bandar.

Sistem pariwisata kampung wisata Kampung Bandar membutuhkan modal sosial. Putnam menunjukkan bahwa modal sosial tertanam dalam

(3)

hubungan sosial. Jaringan sosial membangun sebuah modal sosial.

Menurut Putnam, elemen-elemen yang tertanam dalam modal sosial mencakup:

(1) kepercayaan atau nilai-nilai positif yang mengapresiasi pencapaian, (2) norma atau ikatan, dan (3) jejaring sosial sebagai platform aktivitas sosial, khususnya berupa kelompok-kelompok swadaya (Usman, 2018). Keberadaan jaringan sosial antara aktor yaitu Kelompok Sadar Wisata, masyarakat sekitar objek wisata dan Dinas Pariwisata memungkinkan terjadinya koordinasi dan komunikasi, sehingga mendorong kepercayaan yang ada antar anggota aktor tersebut yang sangat penting bagi keberhasilan wisata Kampung Bandar. Pariwisata di Kampung Wisata Kampung Bandar membutuhkan daya yang mendukung dari semua pihak yang terlibat. Ada berbagai tindakan individu yang saling mempengaruhi dan saling memberikan manfaat untuk mencapai cita-cita bersama.

Berdasarkan latar belakang di atas, dengan begitu peneliti mendapatkan rumusan masalah yang akan diteliti yaitu:

1. Bagaimana modal sosial Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru?

2. Apa hambatan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru?

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dengan begitu adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Untuk mengetahui modal sosial Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru.

2. Untuk mengetahui hambatan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru.

TINJAUAN PUSTAKA

1. Modal Sosial Menurut Robert Putnam

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Robert Putnam, yang menyatakan modal sosial diidentifikasi dengan sifat-sifat organisasi sosial, seperti jaringan, kepercayaan, dan norma, yang bisa memperbaiki efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan yang terkoordinasi. Masyarakat lebih mampu mengatasi masalah kelompok ketika mereka memiliki modal sosial.. Individu- individu sering kali berkinerja lebih baik jika mereka saling bekerja sama satu sama lainnya. Apabila individu-indvidu percaya satu sama lain dan jika mereka melakukan interaksi terus-menerus dengan sesama masyarakat, maka urusan setiap hari dan transaksi sosial akan lebih murah alias berjalan dengan lancar. Adapun Putnam dalam karya monumentalnya Bowling Alone membedakan modal sosial ke dalam modal sosial pengikatan (bonding social capital) dan modal sosial penjembatanan (bridging social capital). Modal sosial yang dimiliki dan ditemukan dalam satu kelompok atau komunitas disebut bonding social capital. Sedangkan modal sosial antar kelompok disebut bridging social capital (dalam Santoso, 2020).

Modal sosial adalah kumpulan norma, nilai dan kepercayaan yang memfasilitasi tindakan kerja sama dan koordinasi di antara individu demi tercapainya tujuan bersama. Gagasan tentang modal sosial bisa digunakan untuk individu, kelompok, maupun Negara. Modal sosial bisa dibangun lewat pertumbuhan relasi-relasi dinamis,

(4)

3794 menguatkan komunitas, keterlibatan demokratis serta kepercayaan dalam masyarakat (Sidiq, 2019).

Jaringan merupakan hubungan antara simpul berupa individu maupun kelompok yang saling berhubungan dengan antar media berupa relasi sosial.

Dalam hal mengelola sumber daya milik bersama, Putnam berpendapat bahwa keberadaan jaringan modal sosial antar individu memiliki keuntungan karena bisa membuat kerjasama dan koordinasi demi mendatangkan untung bersama menjadi lebih mudah (Sidiq, 2019).

Perlunya menguatkan jaringan antara anggota tim penuh agar kekompakkan dan kekutan terjaga. Apalagi jika kelompok modal sosial berbentuk kelompok formal. Jaringan yang ada diantara masyarakat Kampung Bandar dengan Pemerintah menghasilkan kelompok sosial yang bernama POKDARWIS Kampung Bandar yang dapat mempermudah untuk membagikan membantu memudahkan dalam pembagian tugas dan peran.

Kepercayaan adalah landasan tindakan bermoral yang menciptakan modal sosial. Tingkat rasa saling percaya yang kuat akan mendongkrak keterlibatan masyarakat dalam segala aspek dan bentuk, khususnya dalam mendorong keberhasilan satu sama lain.

Modal sosial utama yang memungkinkan orang untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah adalah kepercayaan yang telah terbangun di masyarakat (Rudy, 2018). Adanya rasa percaya masyarakat Kampung Bandar terhadapat POKDARWIS Kampung Bandar, pengelola wisata dan Pemerintah sehingga terbentuknya kawasan Kampung Wisata Kampung Bandar.

Norma terdiri dari pemahaman- pemahaman, nila-nilai, harapan-harapan dan tujuan- tujuan yang diyakini dan dijalankan bersama oleh sekelompok orang (komunitas) (Sidiq, 2019). Sanksi sosial seringkali disertakan dalam norma

yang diberlakukan dalam intitusi atau lembaga untuk menghindarkan seseorang berperilaku tidak sesuai pada aturan yang ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat. Terjaganya hubungan yang ada antara masyarakat sekitar, pengelola dalam forum POKDARWIS dan pihak Pemerintah karena adanya norma yang sudah disetujui bisa memperkuat kekompakan dan menumbuhkan kerja sama yang menjadikan norma sebagai tolak ukur.

2. Kelompok Sosial

Soekanto berpendapat bahwa kelompok sosial merupakan sekumpulan atau kesatuan individu-individu yang hidup berdampingan, berinteraksi dan memberikan pengaruh serta tolong menolong satu sama lain. Sebuah kelompok sosial seringkali tidak merupakan kelompok yang statis, melainkan selalu berkembang dan berubah dalam kegiatan dan bentuknya.

Berikut ini adalah beberapa persyaratan kelompok sosial (Soekanto, 2013):

a. Masing-masing bagian kelompok sepatutnya menyadari jika dirinya adalah bagian dalam kelompok yang terkait.

b. Setiap anggota memiliki hubungan timbal balik dengan anggota lainnya.

c. Ada aspek umum bagi anggota kelompok yang membuat mereka lebih dekat.

d. Memiliki struktur, peraturan dan bentuk-bentuk tingkah laku.

3. Kelompok Sadar Wisata Sebuah kelompok di masyarakat yang disebut Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berisikan para pelaku wisata yang wajib bersifat bertanggung jawab dan berempati serta berperan mendorong lahirnya iklim yang kondisif untuk mendorong pertumbuhan, perkembangan pariwisata

(5)

serta bermafaat demi masyarakat sekitar yang sejahtera (Rossa, 2021). Menurut UU No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, Kelompok Sadar Wisata didefinisikan sebagai organisasi yang berkembang berdasarkan prakarsa dan masyarakat yang sadar serta berperan dinamis dalam pemeliharaan serta perlindungan bermacam objek dan atraksi wisata untuk memajukan kepariwisataan di wilayah mereka tinggal.

4. Kampung Wisata

Kampung wisata adalah cara menggabungkan kegiatan wisata yang menjadi daya tarik, sarana prasarana serta layanan tambahan yang terdapat pada tatanan kehidupan masyarakat yang terjalin pada adat dan tradisi yang sudah ada. Kampung wisata adalah wisata yang mencakup seluruh pengalaman pedesaan serta atraksi alam, adat istiadat, dan ciri khas lainnya yang semuanya dapat bekerja sama untuk menarik wisatawan. Jika dua definisi kampung wisata tersebut digabungkan, kampung wisata didefinisikan sebagai kombinasi antarar alam dan budaya, serta daya cipta masyarakat setempat, yang semuanya dapat menarik wisatawan ke daerah tersebut (Syahmardi Yacob, et al, 2021)

METODE PENELITIAN

Metode penelitian kualitatif deskriptif peneliti gunakan pada penelitian ini. Tujuan dari kualitatif deskriptif dengan kondisi yang sudah ada bisa mendapatkan informasi, mengumpulkan informasi faktual secara terus menerus. Penelitian deskriptif kualitatif pada hakekatnya merupakan meotde meneliti suatu keadaan kelompok atau obyek tertentu menggunakan cara deskripsi atau penggambaran saat meneliti suatu fenomena dengan akurat, faktual, sistematis dan deskriptif (Sugiyono, 2013).

Lokasi penelitian di dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. Alasan memilih lokasi tersebut karena Kelurahan Kampung Bandar yang telah ditetapkan sebagai kampung wisata mempunyai potensi wisata budaya yang mempunyai kekuatan wisata dalam hal sejarah, budaya dan religi sehingga menjadi keunikan dalam menjadi daya tarik para wisatawan.

Penelitian ini dalam penarikan subjek penelitian digunakan teknik purposive sampling, yang mana digunakan dengan menetapkan kualifikasi tertentu atau patokan tertentu dari subjek penelitian yang ingin diteliti terkhususnya individu-individu yang kompeten dalam bagiannya maupun yang memiliki pengetahuan mengenai suatu kejadian tertentu.

Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini merupakan anggota Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Bandar yang masih berstatus aktif dalam pengerusuan periode 2021-2024 dan memiliki wawasan dan pengetahuan terhadap objek-objek wisata yang ada di Kampung Wisata Kampung Bandar.

Penelitian ini menggunkan 3 teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ialah data primer dan sekunder. Teknik analisis datanya ialah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Subjek pertama pada penelitian ini adalah Bapak Juli Usnan, anggota POKDARWIS sebagai ketua, berusia 54 tahun dan asli kelahiran Kota Pekanbaru.

Beliau sudah bergabung POKDARWIS sejak awal terbentuk. Beliau juga memiliki usaha berupa toko servis AC yang ada di Jalan Kota Baru Kelurahan Kampung Bandar.

(6)

3796 Subjek kedua Ibu Yulimaswati, anggota POKDARWIS sebagai sekretaris, berusia 44 tahun dan kelahiran Kampung Bandar. Beliau sudah bergabung sejak awal terbentuk. Beliau sedang menjalankan usaha sendiri sebagai agen gas LPG yang dibukanya didepan rumahnya.

Subjek ketiga Ibu Ariance Pratama, anggota POKDARWIS, sebagai koordinator Rumah Tuan Kadi sejak awal terbentuk, berusia 40 tahun dan menetap di Kampung Bandar sejak SD.

Sehari-harinya membuka kedai kopi dan juga membuka pelatihan alat musik Kompang yang anggotanya anak-anak disekitar Kampung Bandar.

Subjek keempat Bapak Dadang Irham, anggota POKDARWIS, sebagai koordinator Makam Marhum Pekan, berusia 49 tahun dan asli kelahiran Kampung Bandar. Beliau ikut serta menjadi tour guide saat ada rombongan yang datang ke Kampung Wisata.

Subjek kelima Bapak Hidayat, anggota POKDARWIS, sebagai Juru Pelihara Rumah Tuan Kadi, berusia 44 tahun dan asli kelahiran Kampung Bandar. Beliau pedagang yang memiliki ruko yang menjual sparepart motor.

Subjek keenam Ibu Wawa Endiny, anggota POKDARWIS, sebagai koordinator Pelabuhan dan Rumah Tenun Kampung Bandar, berusia 49 tahun. Beliau kelahiran Kota Medan dan ikut membantu menjalankan kafe di Quantung Cruise.

A. Aktivitas Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Bandar

Program Kampung Wisata Kampung Bandar semakin berkembang semenjak keberadaan POKDARWIS, dengan hadirnya acara tradisi, musik Kompang, aneka kuliner hingga edukasi tentang sejarah dan budaya peninggalan Kampung Bandar. Pengurus POKDARWIS saling bekerjasama yang

berperan pada keberadaan bermacam atraksi untuk menghadirkan atraksi tersbut. Sebagai lembaga lokal yang didalamnya ada pelaku wisata, eksistensi POKDARWIS yaitu mempunyai kewajiban dan kepedulian demi memastikan kampung wisata dapat terselenggarakan.

1. Kegiatan Petang Megang

Gambar 1. Salah satu prosesi dalam kegiatan Petang Megang

Sumber: Prokopim Pekanbaru,2023

Menyambut bulan Ramadhan, di Kampung Bandar dilakukan kegiatan Petang Megang yang dikoordinasikan oleh pihak Dinas Pariwisata bekerjasama dengan POKDARWIS. Rangkaian kegiatan diawali dengan berziarah ke Makam Marhum, dilanjut sholat Ashar berjamaah. Setelah itu rombongan yang dipimpin oleh Walikota Pekanbaru berjalan secara berarak ke Rumah Tuan Kadi dan masyarakat yang akan mandi- mandi di tepian Sungai Siak.

Suksesnya kegiatan Petang Megang juga dibutuhkan jalinan kerjasama dengan masyarakat dengan mengajak masyarakat juga ikutserta dalam kegiatan seperti ikut meramaikan kegiatan dengan menampilkan permainan tradisional seperti gasing, mengatur parkiran dan menyediakan kuliner seperti berjualan makanan disekitar kegiatan Petang Megang dilaksanakan.

(7)

2. Kegiatan Pertukran Budaya Melalui Homestay

Gambar 2. Kamar salah satu masyarakat yang pernah dijadikan homestay

Sumber: Olahan Peneliti,2023

Adapula aktivitas dalam menyewakan rumah masyarakat sekitar objek wisata menjadi sebuah homestay.

Dalam kegiatan pertukaran budaya, wisatawan dapat menikmati tinggal bersama masyarakat asli Kampung Bandar yang juga merupakan pemilik rumah. Sehari-harinya wisatawan ikut berkegiatan sebagaimana pemilik rumah seperti memakan hidangan yang telah disiapkan tuan rumah, tidur di kamar yang ada di rumah yang juga ditempati oleh pemilik dan mandi di rumah tersebut juga.

Menginap di rumah masyarakat yang dijadikan homestay, wisatawan terlebih dahulu menghubungi pihak POKDARWIS Kampung Bandar. lalu, melalui pihak POKDARWIS Kampung Bandar dilakukan perundingan dengan masyarakat yang rumahnya bisa dijadikan homestay, setelah mendapatkan rumah, wisatawan dapat langsung menginap dirumah tersebut dengan membayar Rp.100.000/hari yang kemudian pendapatan itu untuk pemilik rumah.

3. Kegiatan Sebagai Pemandu Wisata di Rumah Tuan Kadi

Gambar 3. Rombongan wisatawan di Rumah Singgah Tuan Kadi

Sumber: Sekretaris POKDARWIS, Yulimaswati, 2019

POKDARWIS juga berperan sebagai pemandu wisata bagi rombongan wisatawan yang datang berkunjung. Terdapat dua jenis pemandu wisata, yaitu yang memandu membawa rombongan wisatawan berkeliling kampung wisata dan ada yang sudah standby di objek wisata yang akan didatangi seperti misalnya Rumah Singgah Tuan Kadi.Pemandu wisata menjelaskan mulai dari sejarah, keunikan serta berbagai macam yang terdapat pada objek wisata tersebut.

Dengan begitu, para rombongan wisatawan mendapatkan banyak pengetahuan serta dapat berimajinasi tentang bagaimana objek wisata tersebut zaman dulu saat pemandu wisata menjelaskan tentang sejarah yang ada.

4. Kegiatan di Rumah Tenun Kampung Bandar

Gambar. 4 Wisatawan asing yang sedang belajar menenun

Sumber: Sekretaris POKDARWIS, Yulimaswati, 2019

Rumah Tenun Kampung Bandar para pengunjung dapat melihat proses pembuatan Kain Tenun Melayu, alat

(8)

3798 pembuatannya dan bisa membeli produk kain tenun yang dihasilkan dari tempat tersebut. Rumah Tenun Kampung Bandar pernah didatangi wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Kampung Wisata Kampung Bandar.

Wisatawan tersebut dapat mempelajari bagaimana cara untuk menenun menggunakan alat yang masih tradisional.

B. Modal Sosial Kelompok

Sadar Wisata

(POKDARWIS) dalam Pengembangan Kampung Wisata di Kota Pekanbaru Menurut Putnam (dalam Santoso, 2020) modal sosial mengarah kepada relasi yang terdapat pada orang- orang atau jaringan sosial, rasa percya serta norma timbal-balik. Modal sosial dan kebajikan bermoral saling berkaitan pada definisi ini. Timbal balik langsung didorong oleh ide-ide kolektivis yang menyebar dan tumbuh melalui jaringan.

Norma-norma bertindak sebagai pedoman bagi para anggota untuk diikuti ketika melakukan tugas-tugas yang tidak memerlukan pengawasan. Kerja sama dapat berjalan dengan baik jika ada norma dan kepercayaan.

Modal sosial digunakan dalam pengembangan serta pembangunan Kampung Wisata Kampung Bandar.

Adapun menerapkan 3 elemen yakni jaringan, kepercayaan serta norma pada proses penerapan modal sosial.

1. Jaringan

Jaringan berfungsi sebagai dasar bagi keterikatan sosial karena memungkinkan individu untuk saling bekerjasama dengan antar individu yang saling mengenal maupun tidak saling mengenal supaya mendapatkan keuntungan satu sama lain. Jaringan yang ada di Kampung Bandar ini tidak muncul begitu saja, melainkan sengaja dibentuk. Dengan menciptakan sebuah jaringan, kegiatan pariwisata dapat

meningkat. Partisipasi dalam jaringan sosial Kampung Bandar telah menghasilkan kelompok sosial bernama POKDARWIS. Partisipasi ini merupakan kemampuan POKDARWIS untuk bersinergi dan menyatukan diri dalam pola relasional, yang akan sangat mempengaruhi kekuatan modal sosial komunitas atau kelompok itu sendiri.

a. Jaringan Antara Sesama Kalompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Bandar

Jaringan antar sesama anggota POKDARWIS Kampung Bandar terbentuk karena adanya hubungan dan kerjasama yang terjalin secara cukup baik. Jika ada ikatan yang kuat dalam jaringan, maka akan melahirkan kerjasama, dimana dihasilkan selama interaksi antara orang-orang yang berada dalam kelompok dan lingkaran sosial yang sama. Dalam halnya anggota POKDARWIS Kampung Bandar, adanya hubungan yang terjalin dengan baik karena antar sesama angota POKDARWIS tinggal di daerah yang sama yang membuat mereka sudah lama saling mengenal sehingga timbul rasa kekeluargaan yang dapat memperkuat jaringan yang ada.

“Karena kita orang sini jadi ya kita komunikasinya biasa-biasa saja maksudnya sudah kayak berteman, jadi bukan orang luar, mungkin kalau orang luar kita harus menjaga komunikasi kita kan, kalau sekarang kita kayak sudah berteman dari kecil juga sudah tahu sama dia gitu, karena warga sini kan pengurusnya jadi kita kenal baik dia, kita tahu keluarga dia, kita tahu tempat tinggalnya, jadi kalau seandainya ada event atau membuat sesuatu kegiatan atau apa ya kita tinggal main telepon saja ya paling ada WA grup.” (Wawanacra dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Komunikasi yang terjadi dalam bentuk komunikasi langsung seperti melakukan pertemuan dan tidak langsung seperti melalui grup online atau media sosial (WhatsApp), namun

(9)

dalam hal ini lebih sering dilakukan melalui grup online. Pertemuan secara langsung yang tidak rutin dilakukan dapat membuat jaringan yang ada akan melemah, karena dalam setiap kelompok perlu adanya pertemuan seperti rapat rutin yang mampu memperkuat jaringan antara sesama anggota.

b. Jaringan Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan Masyarakat Sekitar Objek Wisata

Modal sosial mendefinisikan jaringan sebagai seluruh hubungan individu maupun kelompok yang mungkin saja menjadi pemecah persoalan dengan efisien dan efektif.

Jaringan yang ada yaitu POKDARWIS memberi sosialisasi kepada masyarakat yang dahulunya acuh terhadap wisata yang ada, tentang pentingnya sadar akan potensi wisata dan lingkungan wisata seperti keamaan, kebersihan, ketertiban dan kenangan yang ada. Dengan menyadarkan masyarakat dapat membuat masyarakat tergerak untuk memanfaat potensi wisata yang ada untuk mendapatkan keuntungan, dan dengan begitu juga dapat membantu POKDARWIS Kampung Bandar untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan untuk mengembangkan Kampung Wisata kampung Bandar.

“Kita tetap melibatkan masyarakat. Jadi POKDARWIS itu adalah kelompok sadar wisata yang anggotanya itu kita ambil dari masyarakat yng cinta wisata. kita beri sosialisasi tentang sadar wisata iu seperti keamanan, kebersihan, ketertiban, kenangan. Dari situ kita lihat masyarakat sudah cukup membantu untuk kampung wisata ini.” (Wawancara dengan Bapak Juli Usnan, 5 April 2023).

POKDARWIS juga melibatkan masyarakat seperti dalam halnya bekerjasama dengan masyarakat sekitar dalam hal penyediaan penginapan dan sikap masyarakat sekitar terhadap POKDARWIS dengan bersedia rumah mereka dijadikan sebagai homestay

sudah menjadi perwujudan kerjasama yang baik dengan adanya jaringan antara anggota POKDARWIS dengan masyarakat.

“...banyak melibatkan masyarakat, kayak pertukaran budaya itu dia kan nginap dirumah-rumah masyarakat, siapa yang mau rumahnya dijadikan tempat penginapan boleh, nanti berbaurlah sama masyarakat itu. Tapi itu rumah pribadi bukan terpisah, nyatu dia sama keluarga yang punya rumah, berbaur...” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

POKDARWIS juga

mengikutsertakan warga sekitar dalam suatu acara atau aktivitas di bidang kuliner dengan berjualan makanan dan minuman untuk para tamu acara atau kegiatan.

“Hubungan dengan masyarakat disini harus tetap kita jaga, seperti jika ada acara disini kita ajak masyarakat, mereka ikut serta seperti misalnya berjualan atau membantu merapikan parkiran, itu sudah termasuk kerjasama menurut saya.” (Wawancara dengan Ibu Ariance Pratama, 8 April 2023).

Jaringan dengan masyarakat setempat juga termasuk penting untuk untuk mecapai tujuan dalam membangun dan mengembangkan potensi wisata. Kapabilitas sekumpulan individu demi terlibat pada jaringan jalinan sosial lewat aliansi yang dibangun secara beriringan berdasarkan prinsip kesukarelaan, kesetaraan, kebebasan, dan keadaban. Kesanggupan anggota kelompok ataupun masyarakat demi secara konsisten bergabung dalam bentuk relasi harmonis akan sangat mempengaruhi terhadap kekuatan modal sosial suatu kelompok.

c. Jaringan Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dengan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru

Partisipasi dalam jaringan sosial antara masyarakat Kampung Bandar dan Dinas Pariwisata telah menghasilkan

(10)

3800 pembentukan kelompok sosial yang disebut Kelompok Sadar Wisata yang disingkat menjadi POKDARWIS dan membagi masyarakat menjadi kelompok.

Hal tersebut terjadi karena adanya jaringan sosial menjadi fasilitator yang berkontributif terlaksanakannya interaksi sehingga tumbuh rasa percaya serta meningkatkan kerja sama.

Terbentuknya jaringan sosial yang kekuatannya meningkat akan meningkatkan kekuatan kerja sama sehingga terbentuklah modal sosial yang kekuatannya meningkat.

“Kerjasama seperti untuk pelatihan ada, sosialisasi ada, untuk promosi Dinas Pariwisata banyak membantu. Pelatihan itu seperti sosialisasi tentang pariwisata, sosialisasi tentang guide, gimana cara penyambutan tamu, itu aja.” (Wawancara dengan Ibu Ariance Pratama, 8 April 2023).

Kerjasama yang terbentuk antara POKDARWIS Kampung Bandar dengan Dinas Pariwisata yaitu Dinas Pariwisata yang memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada POKDARWIS tentang bagaimana menjadi guide yang baik, apa itu pariwisata dan bagaimana tata cara penyambutan tamu yang datang ke Kampung Bandar.

“...kalau mereka mengadakan acara disini tentunya kita diajak untuk membantu menyukseskan acara itu yang sekalian bisa mempromosikan wisata disini biar lebih dikenal masyarakat luas.”

(Wawancara dengan Bapak Dadang Irham, 10 April 2023).

POKDAWIS dan Dinas Pariwisata bekerjasama menyukseskan acara yang diselenggarakan. Dengan mengadakan acara-acara di Kampung Bandar dapat mempromosikan wisata di Kampung Bandar untuk menarik wisatawan berkunjung. Oleh karena itu jaringan yang ada diantara keduanya dapat membawa keuntungan dan berdampak positif untuk pembangunan Kampung Wisata Kampung Bandar.

Jaringan antara POKDARWIS Kampung Bandar dan Dinas Pariwisata merupakan komponen modal sosial yang dapat meningkatkan berbagi pengetahuan dan informasi yang bisa memacu performa untuk peningkatan kemampuan pengelolaan serta strategi persaingan. Hubungan yang baik antara POKDARWIS dengan Dinas Pariwisata inilah yang memperkuat jaringan hubungan yang berdampak pada keberadaan Kampung Wisata Kampung Bandar dalam menumbuhkan mutu serta nilai rancangan objek pariwisata di sana.

2. Kepercayaan

Menurut Putnam, kepercayaan timbul dari dua sumber yaitu norma timbal-balik dan jaringan keikutsertaan masyarakat. Kepercayaan ialah penting karena keberadaan atau ketiadaannya berpengaruh pada apa yang akan kita lakukan. Selain itu, transaksi yang sukses dapat berjalan tanpa hambatan jika ada rasa percaya satu sama lain. Kita menaruh kepercayaan pada orang (atau organisasi) untuk melaksanakan tugas, bukan hanya karena mereka membuat komitmen untuk melakukannya. Kita percaya kepada orang tersebut karena kita sudah mengenal karakter, proses pengambilan keputusan, tindakan, hasil, basis pengetahuan, dan keterampilannya. (dalam Santoso, 2020).

Tingkat rasa saling percaya yang kuat akan mendongkrak keterlibatan masyarakat dalam segala aspek dan bentuk, khususnya dalam mendorong keberhasilan satu sama lain. Adanya rasa percaya masyarakat Kampung Bandar terhadapat POKDARWIS Kampung Bandar, pengelola wisata dan Pemerintah sehingga tertap bertahannya kawasan Kampung Wisata Kampung Bandar.

a. Kepercayaan Antara Sesama Kalompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Bandar

(11)

Pada hubungan sosial, kepercayaan adalah kesediaan dalam menerima konsekuensi berdasarkan keyakinan jika individu lainnya akan bertindak sesuai dengan tanpa merugikan individu atau kelompok.

“Mereka selalu kalau tugas ya saling percaya saja, paling ya kita nggak mau menerima semua tugas sendiri, harus dibagi sama rata sama capek biar sama- sama kerja. Kalo membangun kepercayaan sejauh ini udah lumayan lah.” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Dalam menjalankan TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi), anggota POKDARWIS Kampung Bandar dipercaya dapat melaksanakannya secara masing-masing sesuai bidangnya tanpa membenani anggota lain.

Kepercayaan adalah wujud hubungan sosial yang didasarkan pada bagaimana keyakinan masing-masing orang tentang anggota kelompok lainnya. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa seseorang memiliki kepercayaan pada orang lain untuk melakukan tugasnya sesuai yang diharapkan.

Kepercayaan terjaga jika mereka terus mengenal satu sama lain saat mereka bekerjasama. Hubungan akan rusak jika pihak yang satunya tidak menjunjung tinggi kepercayaan yang telah dibangun. Adapun dalam hal manejemen, anggota POKDARWIS sudah melakukan hal-hal pelaporan-pelaporan dan penggalangan dana yang dilakukan secara terbuka supaya diharapkan adanya kejujuran, dengan adanya keterbukaan antara sesama anggota POKDARWIS yang terlibat dalam suatu hubungan, salah satu contohnya adalah transparansi keuangan.

“Kita buat manajemen terbuka saja, jadi setiap kepercayaan itu kan yang selalu berkaitan dengan uang ya. Jadi kita buat setiap event itu pelaporan-pelaporan terbuka kemudian setiap penggalangan dana terbuka, semuanya kita komunikasinya secara terbuka...”

(Wawancara dengan Bapak Juli Usnan, 5 April 2023).

”...ada informasi yang datang tapi nggak semua anggota yang tahu nanti orang yang dapat informasi pertama itu transparan lagi ke anggota yang belum dapat informasi, dia ceritakan lagi gitu.”

(Wawancara dengan Ibu Wawa Endiny, 12 April 2023).

Pertukaran informasi antar anggota POKDARWIS Kampung Bandar juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap informasi yang diberikan oleh anggota lainnya. Tingkat keterbukaan informasi dalam kelompok, serta keyakinan dan saling percaya antara anggota dan kelompok.

b. Kepercayaan Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan Masyarakat Sekitar Objek Wisata Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk memahami kepercayaan karena kepercayaan itu berasal dari dalam diri sendiri. Menumbuhkan kepercayaan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama mengembangkan kampung wisata.

Kepercayaan diantara POKDARWIS Kampung Bandar dengan masyarakat sekitar yaitu POKDARWIS yang mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam penyelenggaraan acara untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat demi mengembangkan Kampung Wisata Kampung Bandar.

‘’Masyarakat kita yakinkan untuk ikut mau bekerjasama misalnya ada acara kita ajak untuk ikut bergabung, terus nanti kita bilang kegiatan ini bisa dapat penghasilan, sekedar berjualan aja gitu.” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Anggota POKDARWIS Kampung Bandar berupaya memperoleh kepercayaan dari masyarakat dengan melibatkan mereka untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan yang mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.

(12)

3802

“Kita memberikan penyuluhan ke masyarakat awam itu boleh dikatakan nggak ada pengetahuan tentang suatu cagar apalagi wisata, itu dengan adanya POKDARWIS memberi pengetahuan dan ilmu tentang daerah tersebut dan bangunan yang ada didaerah ini, kita yakinkan masyarakat kalo itu bisa digunakan utuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” (Wawancara dengan Bapak Hidayat, 10 April 2023).

Selain itu, masyarakat sudah banyak memberi dukungan kepada POKDARWIS Kampung Bandar dengan mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh POKDARWIS untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang objek-objek wisata peninggalan sejarah di Kampung Bandar.

Kepercayaan ialah tindakan dengan adanya rasa percaya satu sama lain yang menyatukan masyarakat dan berkontribusi dalam meingkatkan modal sosial. Relasi yang ada diantara kedua individu atau kelompok maupun lebih yang berisikan espektasi bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari interaksi sosial disebut sebagai relasi yang didasarkan pada kepercayaan.

c. Kepercayaan Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dengan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru

Kepercayaan terlihat dari terdapatnya ambisi mengembangkan kampung wisata dengan secara konsisten berperan mendorong perkembangan Kampung Wisata Kampung Bandar. Dalam menjalankan suatu kegiatan, Dinas Pariwisata tidak luput dalam melibatkan POKDARWIS Kampung Bandar dalam kegiatan tersebut karena adanya rasa percaya diantara keduanya.

“POKDARWIS ini ya kan dibentuk dinas pariwisata untuk membantu memajukan kampung wisata ini, jadi kita ini dipercaya sama dinas pariwisata membantu mengelola seperti jupel tiap

objek wisata itu kan orang POKDARWIS semua.” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

“Kita pernah dipercaya oleh dinas pariwisata untuk mengontrol acara dan Alhamdulillah acaranya berjalan lancar...” (Wawancara dengan Ibu Wawa Endiny, 12 April 2023).

Dalam menjalankan suatu kegiatan, Dinas Pariwisata tidak luput dalam melibatkan POKDARWIS Kampung Bandar dalam kegiatan tersebut karena adanya rasa percaya diantara keduanya. POKDARWIS Kampung Bandar diberikan kepercayaan untuk mengontrol sebuah acara, dengan memegang kepercayaan itu, POKDARWIS Kampung Bandar berhasil menjalankan acara tersebut dengan lancar.

Keefektifan kerjasama antara individu maupun kelompok tercipta dengan terdapatnya kepercayaan. Suatu kerjasama akan tercapai apabila proses terjalinnya dilandaskan kepercayaan satu sama lain diantara individu ataupun kelompok yang berpartisipasi.

3. Norma

Norma ialah nilai yang sifatnya konkret. Dirancang untuk dijadikan pedoman bagi setiap orang untuk bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diberlakukan di masyarakat.

Terkait hal ini, Putnam berpendapat bahwa nilai-nilai terkandung di dalam suatu jaringan sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa posisi nilai memainkan peran penting dalam membentuk koneksi dengan bertindak sebagai perekat atau pengikat untuk mewujudkan kohesi (Fathy, 2019).

Norma dirancang untuk memandu setiap orang diharapkan agar berperilaku selaras pada norma yang ditegakkan dalam masyarakat. Pola-pola perilaku yang tumbuh kembang di masyarakat akan dikendalikan oleh norma sosial yang mana memegang

(13)

peran yang sangat krusial dalam hal tersebut.

a. Norma Antara Sesama Kalompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Bandar

Tujuan dibuatnya norma untuk mencegah pecahnya sebuah kelompok, pertikaian ataupun percekcokan yang berasal dari kepentingan masing-masing orang yang berbeda dalam hidup bersosial. Terlihat bahwa kurangnya keberadaan norma yang ada diantara sesama anggota POKDARWIS Kampung Bandar. Aturan yang ada diantara sesama anggota yaitu aturan tidak tertulis yang hanya sebatas pembagian tugas dan pelaksaan kerja sesuai posisi dan bidangnya masing-masing tanpa adanya sanksi yang berlaku tetapi hanya mengandalkan kesadaran diri masing- masing.

“Aturan yang tertulis tidak ada, kan mereka tau porsi mereka masing- masing, gitu aja sih, ya kalo bukan kerjaan mereka tu orang yang berkepentingan yang mengerjakan itu, orang yang memang ada bidangnya disitu...”

(Wawancara dengan Ibu Ariance Pratama, 8 April 2023).

“Kita nggak ada yang begitu, Kita tidak ada sampai situ ya, membangun POKDARWIS tu kayaknya sistemnya kayak fleksibel gitu ya, bukannya antara kettua ini anggota atau apa nggak ada yang seperti itu jadi kita udah kayak kekeluargaan aja.” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Kurang kuatnya norma yang ada antara sesama anggota POKDARWIS Kampung bandar yaitu dengan hanya adanya aturan tidak tertulis dapat melemahkan jaringan dan kepercayaan yang sudah terbentuk. Adanya norma pada sebuah orgnisasi dperlukan membuat jera individu yang tidak melaksanakannya. Bersama-sama, norma akan membentuk keyakinan yang kuat, menghilangkan kebutuhan akan pengawasan ketika suatu kegiatan

sedang dilakukan.Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi kinerja POKDARWIS Kampung Bandar untuk membangun dan mengembangan kampung wisata Kampung Bandar.

b. Norma Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan Masyarakat Sekitar Objek Wisata

Norma diciptakan untuk mencegah terjadinya benturan antar masyarakat. Terdapat norma-norma sosial antara POKDARWIS Kampung Bandar dengan masyarakat sekitar yang ditunjukkan melalui penerapan sapta pesona antara lain keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan serta ada pula norma agar bersikap keramah-tamahan kepada tamu atau wisatawan yang datang.

“Aturan ya seperti menjaga lingkungan itu pasti ada namanya sapta pesona, sapta pesona itu menjaga ketertiban, menajga keamanan dan kebersihan lingkungan, itu kan tujuan POKDARWIS itu sapta pesona. Kita sosialisasikan kalo kampung kita ini kampung wisata harus bersih, kita ajak gotong royong, sama-sama menjaga kebersihan.” (Wawancara dengan Bapak Juli Usnan, 5 April 2023).

“Lebih ke menjaga sikap ke tamu atau orang luar kawasan ini aja sih aturannya seperti kalau ada yang nyasar kita harus ramah ke orang itu, kita tanya dia mau kemana...” (Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Dengan diberlakukannya norma tersebut, pihak POKDARWIS Kampung Bandar telah menunjukkan telah berusaha menyediakan tempat pembuangan sampah agar keindahan dan kebersihan Kampung Bandar Kampung Wisata tetap terjaga dan memenuhi tanggung jawabnya.

“Kalau untuk aturan yang ada disini itu seperti kita harus jaga sikap sama jaga ucapan saja jangan sampai nama baik Kampung Bandar ini rusak,

(14)

3804 terus juga seluruh masyarakat disini harus jaga kebersihan lingkungan, dalam hal kecil saja kebersihan didepan rumah masing-masing.” (Wawancara dengan Bapak Dadang Irham, 10 April 2023).

Nilai-nilai yang tertanam pada kehidupan sehari-hari masyarakat dan pembangunan pariwisata terkait erat dengan aturan. Kepatuhan para POKDARWIS Kampung Bandar dan masyarakat kepada norma-norma sosial yang sudah ditetapkan bisa memupuk kekompokan dan kerja sama dengan berpedoman norma-norma sosial yang sudah dijadikan sebagai acuan.

c. Norma Antara Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dengan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru

Norma antara POKDARWIS Kampung Bandar dengan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru dapat dilihat bahwa sangat kurang adanya norma yang jelas dan baku yang berlaku. Norma yang ada dapat dikategorikan sangat lemah.

”Aturannya ya hanya sekedar kita ini bisa menjaga kelestarian kawasan ini dengan mengajak masyarakat juga.”

(Wawancara dengan Ibu Yulimaswati, 6 April 2023).

Tanpa adanya norma akan dapat berdampak pada melemahnya pembentukan kepercayaan, solidaritas dan hubungan kerjasama antara POKDARWIS dengan Dinas Pariwisata.

Maka diperlukan tata pergualan untuk mengatur supaya kondisi tetap harmonis, untuk itu dibutuhkan norma yang berfungsi menjadi panduan yang bisa diterapkan.

C. Hambatan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kampung Bandar

Hambatan-hambatan

pengembangan Kampung Wisata Kampung Bandar sebagai berikut:

1. Hambatan Internal

Dana atau anggaran dapat dikatakan masih minim sehingga apabila POKDARWIS Kampung Bandar ingin melaksanakan suatu kegiatan memerlukan bantuan dari pihak lainnya.

Dalam pendanaan fasilitas yang rusak masih kurang dapat dilihat dari Pemerintah.

“Ya namanya kendala ya biasalah ya pasti adalah kayak personal atau nggak personal terlibat di organisasi, kendalanya yang terlalu apa kali ya dana pastinya karena kita pengen bergerak gini ingin membuat sesatu atau apa gitu ya kita selalunya terbentur dengan dana.”

(Wawancara dengan Ibu Ariance Pratama, 8 April 2023).

Selain itu, kurang aktifnya beberapa anggota POKDARWIS Kampung Bandar.

“Apa ya, sebenarnya yang kalau saya lihat ini orang yang bergerak untuk kegiatan disini itu ya orangnya itu-itu saja yang benar-benar penggiat wisata yang sadar wisata saja...” (Wawancara dengan Ibu Wawa Endiny, 12 April 2023).

2. Hambatan Eksternal

Kampung Wisata Kampung Bandar masih terdapat beberapa titik jalan dengan kondisi yang kurang bagus atau berlubang. Selain itu belum terealisasikannya pembuatan rambu- rambu petunjuk arah yang dapat menyulitkan wisatawan menuju objek wisata tanpa bantuan tour guide.

“Kalau yang bisa kita lihat dari jalanan di kawasan ini masih ada yang rusak berlubang, jalan yang seperti itu kan bisa merusak keindahan tempat wisata disini sedangkan disini menerapkan sapta pesona, terus petunjuk arah, dimana spot-spot wisata gitu ada, kayak rambu-rambu gitu ada rencana tapi belum terealisasi...” (Wawancara dengan Bapak Hidayat, 10 April 2023).

(15)

Gambar 4. Kondisi Jalan Berlubang yang ada di sepanjang Jalan Perdagangan Kampung

Bandar

Sumber: Olahan Peneliti,2023

SIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Modal sosial merupakan media yang diterapkan oleh POKDARWIS Kampung Bandar untuk membangun dan mengembangkan wisata di Kampung Wisata Kampung Bandar. POKDARWIS memanfaatkan modal sosial untuk menciptakan industri pariwisata yang lebih maju dan berkembang. Partisipasi dalam jaringan sosial Kampung Bandar telah menghasilkan kelompok sosial bernama POKDARWIS. Partisipasi dalam jaringan merupakan bentuk usaha POKDARWIS di Kampung Bandar untuk ikut serta dalam jaringan yang menampung kegiatan wisata Kampung Bandar, dengan begitu maka akan terbentuk pula kepercayaan serta norma didalamnya.

2. Hambatan tidak terlepas dari proses pengembangan Kampung Wisata. Hambatan tersebut berupa hambatan internal yaitu minimnya anggaran atau dana yang didapat dan kurangnya keaktifan beberapa anggota POKDARWIS. adapula hambatan eksternal yaitu masih adanya jalanan yang rusak dan berlubang serta masih kurangnya ketersediaan rambu-rambu penunjuk arah jalan menuju objek wisata.

Saran

Dari kesimpulan yang sudah diuraikan, dengan begitu peneliti bisa memberi saran pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Bagi anggota POKDARWIS Kampung Bandar dapat mempertahankan atau lebih mempererat jalinan kerjasama dan hubungan antara sesama anggota

dengan melakukan

pertemuan rutin terkait mengembangkan potensi wisata yang ada agar lebih bertambahnya wisatawan yang datang berkunjung.

2. Bagi pihak Pemerintah

diharapkan dapat

mengalokasikan dana atau anggaran untuk kegiatan- kegitan yang dibuat oleh POKDARWIS Kampung Bandar agar terlaksana dengan lancar dan hal tersebut dapat mempererat modal sosial terutama kepercayaan POKDARWIS terhadap pihak Pemerintah supaya tercapainya tujuan

bersama untuk

mengembangkan dan memajukan Kampung Wisata Kampung Bandar.

3. Bagi masyarakat sekitar diharapkan dapat tetap ikut serta dan mempererat hubungan serta menanamkan rasa sadar wisata agar dapat mempertahankan

keberadaan Kampung Wisata Kampung Bandar, di mana hal tersebut dapat menciptakan kesejahteraan untuk masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Ariyaningsih. (2019). Strategi Pengembangan Wisata Budaya di Kawasan Pecinaan Lasem. SPECTA Journal of Technology, 2,

(16)

3806 27–38.

Fathy, R. (2019). Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat.

Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1.

Nursaleh, H., et al. (2021). Strategi Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya Dan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 578–588.

Rossa, E. D. (2021). panduan POKDARWIS.

Rudy, R. (2018). Modal Sosial Masyarakat Perkotaan. Surabaya: CV. Garuda Mas Sejahtera.

Santoso, T. (2020). Memahami Modal Sosial. In Memahami Modal Sosial.

Sidiq, S. sofro. (2019). Permberdayaan berbasis modal sosial.

Soekanto, S. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar oleh Soejarno Soekanto (Issue 201311013).

Sugiyarto, S., & Jihan, A. R. (2018).

Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta CV.

Syahmardi Yacob, et al. (2021). Strategi Pemasaran Desa Wisata (S. Yacob (ed.)). WIDA Publishing.

Usman, S. (2018). Modal Sosial (I).

Pustaka Pelajar (Anggota IKAPI).

Referensi

Dokumen terkait