SIFAT TEKNIS API, BAHAYA API DAN ASAP KEBAKARAN
Kelompok 2
21-005 ARIEF AKHMADI LUBIS 21-070 EDO SYALOM MAHULAE
21-062 MUHAMMAD FARIS HIDAYAT 20-170 DINDA ANNISA YASMIN
21-049 FADHILLAH AYU ANGGRAINI 21-067 MICHAEL NAINGGOLAN
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Latar
Belakang
Api adalah suatu reaksi rantai kimia yang dikenal sebagai pembakaran,- ESSENTIALS OF FIRE FIGHTING
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN KEBAKARAN PADA BANGUNAN
02
Api/Pembakaran adalah suatu proses
oksidasi cepat yang umumnya
menghasilkan panas dan nyala,-DAVID
T.GOLD
01. Klasifikasi Sifat Api dalam Kebakaran
03
Rumusan
Masalah Sifat Teknis Api Bahaya Api
Asap Kebakaran
Penyebab kebakaran terjadi
Bahaya Asap dari Kebakaran
02.
03.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Kemampuan untuk menanggulangi kebakaran gedung bergantung pada kemampuan menyebarnya bunga api di permukaan benda–benda yang terbakar. Seperti misalnya:
api yang menjalar sepanjang tirai kain dan lapisan dinding dari bahan kayu lapis.
PENYEBARAN API 4
Penyebaran Api
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Kebakaran biasanya dimulai dari kecil, kemudian membesar dan menjalar ke daerah sekitarnya. Penjalaran api ini melalui beberapa cara yaitu:
5 PROSES PENJALARAN API
Proses Penjalaran Api
Konveksi.
Perpindahan panas melalui gerakan udara, sebagian panas yang dihasilkan pada permukaan material, ditransmisikan ke udara dan membentuk gas-gas panas. Karena meningkatnya temperatur, berat jenis gas-gas panas ini berkurang dibandingkan dengan udara sekitarnya. Sehingga gas-gas panas ini, cenderung menyebar dan mencari daerah yang lebih tinggi, disertai pembentukan cendawan api (fire plume).
Jumlah panas/kalor yang dipindahkan dari cendawan api ini, menentukan jumlah uap panas yang menyebabkan kebakaran.
Selama kebakaran terjadi, uap panas ini meluas dan bergerak menjauh dari sumber kebakaran, menggunakan tekanan untuk melawan pintu dan berusaha menembus opening seperti jendela dan ventilasi, sehingga tidak mustahil, apabila seluruh kaca dalam ruangan akan pecah sebelum keganasan api timbul.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Kebakaran biasanya dimulai dari kecil, kemudian membesar dan menjalar ke daerah sekitarnya. Penjalaran api ini melalui beberapa cara yaitu:
6
PROSES PENJALARAN API
Proses Penjalaran Api
Konduksi.
Perpindahan panas melalui material-material padat.
Sebagian panas yang terjadi pada permukaan bahan bakar (material padat) disalurkan kembali ke bagian bahan bakar yang belum terbakar. Energi panas ini memberikan panas awal sebelum permukaan bahan bakar mengalami vaporasi (penguapan akibat kebakaran). Selama kebakaran terjadi, panas dapat dipindahkan melalui balok baja, kawat/kabel, pipa logam, dinding dan berbagai material lain yang pada saat menghantarkan panas material tersebut belum mengalami kehancuran.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Kebakaran biasanya dimulai dari kecil, kemudian membesar dan menjalar ke daerah sekitarnya. Penjalaran api ini melalui beberapa cara yaitu:
7
PROSES PENJALARAN API
Proses Penjalaran Api
Radiasi.
Perpindahan panas melalui gelombang elektromagnetik.
Sebagian energi yang dihasilkan dipancarkan ke udara luar dan sebagian lagi diradiasikan ke arah bahan bakar sehingga menambah intensitas kebakaran. Selama kebakaran terjadi, permukaan- permukaan yang panas dapat memancarkan panas, serta menyulut bahan bakar sedapat mungkin dengan jarak yang jauh.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Faktor-faktor utama yang menentukan dasar-dasar dari suatu kebakaran gedung atau suatu ruangan adalah adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dan ventilasi ruangan. Dengan adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dalam suatu bangunan dapat beraneka ragam macamnya dari kamar ke kamar dan dapat berubah dengan seiringnya waktu.
8
Faktor yang memengaruhi keganasan api
Ventilation Controlled
Dimana adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dan dengan sedikit ventilasi, seperti misalnya adanya basement, gedung-gedung dengan ruangan yang kecil dimana mempunyai lapisan yang tertutup, akan memakan waktu pembakaran yang lebih lama karena memiliki ventilasi yang tertutup. Dan pada waktu jendelanya pecah api akan menyebar dengan cepat.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEGANASAN API KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Faktor-faktor utama yang menentukan dasar-dasar dari suatu kebakaran gedung atau suatu ruangan adalah adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dan ventilasi ruangan. Dengan adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dalam suatu bangunan dapat beraneka ragam macamnya dari kamar ke kamar dan dapat berubah dengan seiringnya waktu.
9
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEGANASAN API
Faktor yang memengaruhi keganasan api
Fuel Controlled
Apabila terdapat sedikit bahan-bahan yang mudah terbakar dan memilki ventilasi yang cukup (seperti misalnya bangunan dengan jendela yang besar dan dapat dibuka) maka api akan dapat dikendalikan dengan daerah dari permukaan bahan yang terbakar tersebut. Kebakaran dengan api yang dapat dikendalikan akan mempunyai waktu yang lebih singkat dan suhu ruangan tidak terlalu tinggi, hal ini karena disebakan oleh adanya pengaruh udara di luar ruangan yang lebih dingin.
Begitu pula dengan gedung-gedung bertingkat yang memiliki langit-langit yang rendah bagaimanapun juga jika terjadi kebakaran, api akan dapat menyebar dengan cepat dari lantai ke lantai melalui ruangan yang terbuka, bila langit-langitnya lebih tinggi, api akan lebih dapat diatasi atau dikendalikan hanya dalam ruangan itu saja.
Faktor-faktor utama yang menentukan dasar-dasar dari suatu kebakaran gedung atau suatu ruangan adalah adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dan ventilasi ruangan. Dengan adanya bahan-bahan yang mudah terbakar dalam suatu bangunan dapat beraneka ragam macamnya dari kamar ke kamar dan dapat berubah dengan seiringnya waktu.
10
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEGANASAN API
Faktor yang memengaruhi keganasan api
Flash Over
Hal yang patut diketahui adalah ketika flashover terjadi dalam Flashover biasanya diartikan sebagai pembakaran yang tiba- tiba dan terus menerus dari bahan-bahan yang mudah terbakar dan adanya gas-gas di dalam ruangan. Hal itu terjadi apabila temperatur ruangan dekat langit-langit naik dengan cepat dari 800-12000 F. , maka kesempatan untuk keluar dari ruangan sudah tidak ada. Kemungkinan untuk terjadinya flashover tidak dapat diketahui, karena perkembangan api sebelum terjadinya flashover bisa dalam waktu yang relatif singkat atau mungkin berjam-jam.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Teori ini menjelaskan bahwa untuk dapat berlangsungnya proses nyala api, diperlukan adanya 3 unsur pokok, yaitu;
bahan yang mudah terbakar (fuel), oksigen (O2) dari udara atau dari bahan oksidator , dan panas yang cukup
Teori Segitiga Api (Fire Triangle)
11
Teori Bidang Empat Api (Tetrahedron of Fire)
12
Reaksi kimia yang
menghasilakan zat pembakaran
seperti CO,CO2,SO2, asap dan
gas. Hasil lainnya adalah adanya
radikal bebas dari atom oksigen
dan hidrogen dalam bentuk
hidroksil (OH).
Api Kelas “A”
Klasifikasi Api Dalam Kebakaran
Api Kelas “B” Api Kelas “C” Api Kelas “D” Api Kelas “K”
13KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Api kelas “A” - “Api Biasa”
adalah jenis yang paling umum pada kasus kebakaran. Terjadi akibat benda padat yang terbakar, seperti kayu, kain, karet, plastik, dsb.
14
Pada saat dalam kondisi terbakar, bahan jenis klasifikasi “A” ini akan terus bereaksi mengalami pembakaran dan akan terus menyala selama tiga komponen dari fire triangle (panas, bahan bakar, oksigen) tersedia. Untuk memadamkan api jenis ini dapat menggunakan APAR dengan bahan dry chemicals atau CO2.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Api kelas “B”
Jenis api yang disebabkan oleh zat cair yang mudah terbakar atau bahan bakar gas.
15
Penggunaan APAR yang mengandung bahan dasar air tidak diperbolehkan untuk memadamkan api jenis ini, karena dapat menyebarkan bahan bakar sehingga api secara otomatis juga akan ikut menyebar dan membakar ke area lain.
Cara yang paling efektif untuk memadamkan kebakaran jenis “B” ini adalah dengan menggunakan APAR yang tidak menggunakan air sebagai bahan pemadamnya, yaitu APAR dengan bahan dry chemicals.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Api kelas “C”
Api yang disebabkan oleh kebakaran akibat terjadinya korsleting listrik.
16
Hubungan arus pendek (korsleting) dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti penggunaan beban listrik yang berlebih, penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai spek, dan akibat dari peralatan elektronik yang mengalami korsleting.
Jika dalam kondisi darurat, baking soda juga dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran semacam jenis “C” ini.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Api kelas “D”
17
api yang disebabkan oleh kebakaran akibat benda logam yang meleleh/terbakar. Pada kasus kebakaran ini membutuhkan pemadam kebakaran kelas berat yang hanya bisa disediakan oleh pasukan pemadam kebakaran. Hal ini karena klasifikasi api “D” merupakan kelas kebakaran dengan kemampuan membakar yang kuat, serta membutuhkan zat pemadaman yang kuat pula.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Api kelas “K”
18
yaitu api yang disebabkan oleh kebakaran dari pekerjaan dapur. Pada kasus ini, pemanasan yang berlebih/akibat dari keteledoran manusia menyebabkan terbakarnya minyak dan bahan masakan lain yangmengandung minyak, sehingga dapat beresiko menjalar pada perabot di area dapur.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
Bahaya Api Kebakaran
Api merupakan potensi bahaya utama dalam kebakaran, bermula dari api dapat mengakibatkan potenai bahaya lainnya. Api kebakakaran biasanya muncul dari konsleting arus listrik, peralatan masak, peralatan elektronik, lilin, sisa puntung rokok yang belum mati, cairan dan peralatan mudah terbakar, dan lain lain.
Penurunan mutu beton.
Penurunan nilai kuat beton.
Degradasi pada baja pada beton yang menjadi tulangan.
Hilangnya lekatan pada ikatan baja dan tulangan.
Pengelupasan beton (spalling).
Terhadap Struktur Bangunan
Dampak api kebakaran terhadap kontruksi bangunan sangat lah berdampak besar, api dengan skala besar yang menimbulkan panas yang tinggi dapat menurunkan daya kekuatan dari material struktur bangunan tersebut. Contonya seperti pada beton dampaknya sebagai berikut:
19
Bahaya Api Kebakaran
Gangguan penglihatan, karena penglihatan akan tertutup oleh kepulan asap yang terus membumbung dapat mengakibatkan terhambatnya aktifitas masyarakat.
Sesak nafas dan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) juga termasuk salah satu dampak yang ditimbulkan karena kebakaran. Bukan hanya penglihatan yang terganggu, kesehatan warga secara bertubi-tubi juga akan mengalami penurunan. Masalah kesehatan yang beresiko muncul seperti sesak nafas dan penyakit ISPA lainnya.
Iritasi kulit dan alergi juga termasuk dampak yang bisa ditimbulkan karena kebakaran, karena bermacam-macam zat kimia berhamburan di udara bebas. Hal itu menciptakan permasalahan yang tidak kunjung henti meski kebakaran telah berhenti.
Suhu panas (dapat menyebabkan hipertermia).
Terhadap Gangguan Kesehatan
Hal yang pertama akan muncul ketika terjadi kebakaran yaitu kepulan asap tebal menutup seluruh angkasa. Gas karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida dengan banyak partikel seperti nikel dan krom menjadi masalah yang sangat serius mengancam kesehatan. Masalah kesehatan tersebut meliputi:
20
Bahaya Api Kebakaran
Kerugian Material : kerugian materi menjadi jelas terlihat untuk kerusakan fisik yang terjadi. Tidak terhitung banyaknya kerugian akibat lumpuhnya roda perekonomian.
Korban Jiwa: kerugian dalam segi korban jiwa mengancam dalam musibah kebakaran hutan.
Musnahnya flora fauna dan korban meninggalnya manusia.
Terhadap Perubahan Sosial
Dampak api kebakaran terhadap kondisi sosial misalnya api kebakaran dapat merusak pemukiman. Api yang terus membesar jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kebakaran merambah dengan cepat. Kerugian yang mungkin dialami oleh korban bisa dalam bentuk:
1.
2.
21
2. Api Jingga berwarna jingga memiliki suhu di sekitar 1.000 hingga 1.200 derajat Celcius.
22
Api merah memiliki suhu paling rendah. Api merah memiliki suhu di bawah 1.000 derajat Celcius.
1. 3. Api kuning memiliki Suhu rata-rata dari api yang berwarna
kuning adalah 1.200 sampai 1.500 derajat Celcius.
4. Suhu dari api biru berada sekitar 1.500 derajat Celcius.
5. Api putih, jenis api putih ini hanya dapat dihasilkan oleh reaksi fusi dengan suhu mencapai 2.000 derajat Celcius.
Ilustrasi Macam-Macam Warna Api. Foto: Ist/Net
Bahaya dari gas ini adalah karena kemampuannya mengikat oksigen
lebih kuat dari Hemoglobin dalam darah, yang meyebabkan orang
tidak sadarkan diri setelah menghirup gas CO.
Bahaya Asap Kebakaran
Karbon Monoksida (CO) 01.
Gas ini 20 kali beracun dari pada gas CO. Berbeda dengan gas CO,
gas ini akan menghalangi
penggunaan oksigen oleh sel-sel tubuh
02.
Hidrogen Sianida (HCN)
Walaupun gas ini tidak beracun tetapi keberadaan gas ini dalam
jumlah besar akan
menyebabkan gangguan dalam pernafasan.
03.
Karbon dioksida (CO2)
Pada asap kebakaran mengandung bahan-bahan berbahaya seperti :
23
Akrolin bersifat iritan, menyebabkan iritasi pada indera manusia
dan paru-paru.
Bahaya Asap Kebakaran
04.
Akrolin
HCL tebentuk dari pembakaran bahan-bahan yang mengandung
Klorin. Gas ini dapat
menyebabkan iritasi pada indera dan paru-paru.
05.
Hidrogen Klorida (HCL)
Menghirup nitrogen monoksida dalam jumlah banyak bisa
menyebabkan gangguan saraf .
06.
Nitrogen monoksida (NO)
24
25
Asap kebakaran menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan sehingga menimbulkan mata perih dan berair, hidung berair dan rasa tidak nyaman di tenggorokan, mual, sakit kepala, penurunan fungsi paru dan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), untuk penderita asma akan menyebabkan inflamasi dan konstriksi jalan napas.
Bahaya Asap Kebakaran
1. Kesehatan manusia
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
26
Bahaya Asap Kebakaran
2. Polusi Udara
Dampak asap kebakaran akan menyebabkan penurunan kualitas udara dan polusi udara. Apabila asap kebakaran dalam jumlah banyak akan menyebabkan kabut asap.
KEAMANAN DAN PERLINDUNGAN
KEBAKARAN PADA BANGUNAN
27