• Tidak ada hasil yang ditemukan

KENAKALAN REMAJA bagian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KENAKALAN REMAJA bagian"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KENAKALAN REMAJA bagian - 2

Aisyah Hudaya

(2)

KENAKALAN REMAJA

Dari sudut sosial atau pandangan hukum, deliquency remaja merujuk untuk setiap

remaja yang melanggar hukum.

Masalah kenakalan adalah refleksi dari

ketidakpedulian masyarakat kita terhadap kehidupan anak-anak miskin dan sebagian besar kebutuhan kita untuk mengontrol

daripada memahami masalahnya.

(3)

FAKTOR RESIKO

Masalah pada Anak Faktor-faktor Sekolah

Temperamen sulit Kinerja akademik kurang

Perilaku impulsif Di atas usia normal untuk kelas Perilaku hiperaktif dan menggangu Kurangnya kasih sayang di sekolah Penyalahgunaan zat Kurangnya motivasi pendidikan

Agresi Kurangnya fungsi sekolah

Perilaku menngangu di gejala awal Faktor-faktor Teman Sebaya

Perilaku menyendiri Sebaya atau saudara yang nakal Intelegensi rendah Pengabaian dari teman sebaya Gampang diracuni

(4)

Faktor-faktor Keluarga

Perilaku antisosial orangtua Ibu yang merokok selama kehamilan Orangtua yang menyalahgunakan zat Remaja keibuan

Kurangnya komunikasi, disiplin, dan pengawasan dari orangtua

Orangtua yag tidak setuju disiplin anak

Kurangnya hubungan orangtua dan anak Orangtua tunggal Kekerasan fisik dan seksual Besarnya keluarga

Depresi pada ibu Status sosial ekonomi yang rendah Kurangnya pengawasan untuk akses

senjata

Pengangguran

Ibu yang berpendidikan rendah

FAKTOR RESIKO

(5)

Faktor-faktor Lingkungan

Lingkungan ekonomi yang kurang beruntung Ketersediaan senjata

Kekerasan di media

FAKTOR RESIKO

(6)

Perilaku Seksual

Resiko Perilaku Seksual tanpa Pengetahuan

Aktivitas Heteroseksual

Aktivitas Seksual Dini

Penggunaan Kontrasepsi

Dimana Remaja Mendapatkan Informasi

Menggenai Penggetahuan Seksual?

(7)

Penyakit Menular Seksual

(8)

Penyakit Menular Seksual

Penyakit yang disebarkan melalui kontak seksual

Banyak terjadi pada remaja → Mengapa?

Beberapa contoh penyakit:

HPV (Human Papilloma Virus); Trichomoniasis;

Herpes (herpes simplex virus); Hepatitis B;

Chlamydia; Gonorrhea;

HIV (Human Immunodeficiency Virus), AIDS

(9)

Kehamilan Remaja

Penyebab tingginya angka kehamilan dan kelahiran remaja:

Menurunnya stigma pada ibu tidak menikah

Pengagungan seks oleh media

Kurangnya pesan yang jelas bahwa seks dan peran sebagai orangtua adalah untuk orang dewasa

Kegagalan orangtua berkomunikasi dengan anak

Memiliki banyak pasangan seksual

Tidak menggunakan alat kontrasepsi.

(10)

Program pendidikan seks di negara-negara Eropa:

Mendorong remaja menunda hubungan seksual

Mendorong penggunaan alat kontrasepsi pada remaja yang aktif secara seksual

Memberikan pendidikan tentang seksualitas

Melatih kemampuan membuat keputusan seksual yang bertanggung jawab dan berkomunikasi dengan pasangan

Memberikan informasi tentang resiko dan konsekuensi kehamilan

remaja, metode kontrol kelahiran, dan cara mendapatkan pertolongan medis dan kontrasepsi.

Mendorong remaja pria menunda peran ayah dan menekankan tanggung jawab ketika hal itu terjadi.

(11)

Faktor resiko:

Kemiskinan dan kurangnya pendidikan

Tumbuh tanpa seorang ayah;

Mengalami kekerasan fisik, emosional, atau seksual saat masa kecil;

Melihat perceraian atau perpisahan

orangtua, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan obat terlarang oleh

orangtua

Melihat anggota keluarga yang sakit secara

mental atau melakukan tindakan kriminal.

(12)

Akibat yang dihadapi:

Bayi yang dilahirkan cenderung prematur, kecil, dan beresiko tinggi meninggal.

Anak yang lahir nantinya cenderung mengalami masalah kesehatan dan akademik karena masalah finansial.

Anak bisa mengalami kekerasan dan

pengabaian karena kurangnya kemampuan

remaja untuk menjadi orangtua yang baik.

(13)

Hubungan dengan Keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat Dewasa

Apakah Pemberontakan Remaja adalah Mitos?

Periode

“storm & stress”

Penggunaan Waktu yang Berubah dan Hubungan yang Berubah

Pelepasan diri bukanlah bentuk penolakan terhadap keluarga, tetapi sebagai rspon dari kebutuhan

perkembangan.

Penggunaan waktu dipengaruhi oleh budaya

(14)

Remaja dan Orangtuanya

• Tekanan antara ketergantungan pada orang tua mereka dan kebutuhan untuk memisahkan diri

• Tekanan ini sering kali membawa keluarga

ke dalam konflik

(15)

Family Conflict

• Konflik keluarga mungkin muncul pada langkah

pertumbuhan remaja menuju kemandirian. (Arnett, 1999).

• Mayoritas argumen berkaitan dengan masalah sehari-hari seperti paduan suara, tugas

sekolah,pakaian, uang ,jam malam, pacaran,dan tema daripada nilai-nilai fundamental (Adams &

Laursen,2001;B.K Barber,1994).

(16)

Stuktur Keluarga, Ibu yang Bekerja dan Permasalahan Ekonomi

Dalam sebuah studi longintudinal, remaja laki-laki dan perempuan yang orang tuanya bercerai di

kemudia hari menunjukkan masalah akdemis, psikologis, dan perilaku sebelum perpishan

tersebut dibandingkan teman sebaya mereka yang

orang tuanya tidak bercerai.

(17)

Remaja dalam Permasalahannya:

Perilaku Antisosial dan Kenakalan Remaja

• Apa yang mempengaruhi remaja untuk terlibat atau menahan diri dari kekerasan atau tindakan sosial lainnya?

• Pola interaksi awal dan seterusnya dari orangtua

(18)

Perilaku Anti Sosial

T. E. Moffit (1993) penyebab perilaku anti sosial Karakteristik keperibadian

cognitive deficits

• Tempramental

• Hiperaktif

Lingkungan Sosial

• Pengasuhan anak yang tidak sesuai

• Permasalahan ikatan keluarga

• kemiskinan\

• Hubungan yang tidak baik dengan teman maupun guru

(19)

• Anak-anak yang tidak populer dan

“bermasalah” ini terus menerus mendapatkan pengasuhan yang tidak

efektif

perilaku nakal pada masa remaja dan berteman dengan sebaya yang berperilaku menyimpang.

• Remaja antisosial cenderung memiliki teman antisosial, dan perilaku antisosial mereka meningkat ketika mereka bergaul

satu sama lain.

(20)

Pencegahan Kenakalan Remaja

1. Kenakalan remaja memiliki akar dimasa awal kanak-kanak, maka tindakan preventif juga mesti dilakukan sejak awal.

2. Remaja yang nakal dan baru akan nakal cenderung ‘mandek’

pada tahap kedua Kohlberg

3. Pemenuhan norma dan ekspektasi sosial, mereka dapat mengembangkan ‘penyangga kognitif’ terhadap berbagai godaan.

(21)

4. Tidak mengembangkan peranan ekspektasi dan deskripsi yang terlalu kaku sehingga kelompok tidak mampu untuk merespon perubahan.

5. Berhati-hatilah untuk memberikan peranan berdasarkan pada kualifikasi, bukan pada variable-variabel demografis seperti jenis kelamin, usia atau etnis.

Pencegahan Kenakalan Remaja

(22)

Cinta-kasih, bimbingan, dan dukungan

pada remaja dapat menghindari risiko,

pembangunan kekuatan diri sendiri, dan

mengeksplorasi kemungkinan remaja mulai

mendekati kehidupan sebagai orang dewasa

dimana belum saatnya mereka menjadi dewasa.

Referensi

Dokumen terkait

PAGE 1 MINUTES OF THE DEVELOPMENT ASSESSMENT UNIT MEETING HELD AT THE HILLS SHIRE COUNCIL ON TUESDAY, 25 SEPTEMBER 2018 PRESENT Cameron McKenzie Group Manager – Development &