KENAKALAN REMAJA bagian - 2
Aisyah Hudaya
KENAKALAN REMAJA
Dari sudut sosial atau pandangan hukum, deliquency remaja merujuk untuk setiap
remaja yang melanggar hukum.
Masalah kenakalan adalah refleksi dari
ketidakpedulian masyarakat kita terhadap kehidupan anak-anak miskin dan sebagian besar kebutuhan kita untuk mengontrol
daripada memahami masalahnya.
FAKTOR RESIKO
Masalah pada Anak Faktor-faktor Sekolah
Temperamen sulit Kinerja akademik kurang
Perilaku impulsif Di atas usia normal untuk kelas Perilaku hiperaktif dan menggangu Kurangnya kasih sayang di sekolah Penyalahgunaan zat Kurangnya motivasi pendidikan
Agresi Kurangnya fungsi sekolah
Perilaku menngangu di gejala awal Faktor-faktor Teman Sebaya
Perilaku menyendiri Sebaya atau saudara yang nakal Intelegensi rendah Pengabaian dari teman sebaya Gampang diracuni
Faktor-faktor Keluarga
Perilaku antisosial orangtua Ibu yang merokok selama kehamilan Orangtua yang menyalahgunakan zat Remaja keibuan
Kurangnya komunikasi, disiplin, dan pengawasan dari orangtua
Orangtua yag tidak setuju disiplin anak
Kurangnya hubungan orangtua dan anak Orangtua tunggal Kekerasan fisik dan seksual Besarnya keluarga
Depresi pada ibu Status sosial ekonomi yang rendah Kurangnya pengawasan untuk akses
senjata
Pengangguran
Ibu yang berpendidikan rendah
FAKTOR RESIKO
Faktor-faktor Lingkungan
Lingkungan ekonomi yang kurang beruntung Ketersediaan senjata
Kekerasan di media
FAKTOR RESIKO
Perilaku Seksual
• Resiko Perilaku Seksual tanpa Pengetahuan
• Aktivitas Heteroseksual
• Aktivitas Seksual Dini
• Penggunaan Kontrasepsi
• Dimana Remaja Mendapatkan Informasi
Menggenai Penggetahuan Seksual?
Penyakit Menular Seksual
Penyakit Menular Seksual
• Penyakit yang disebarkan melalui kontak seksual
• Banyak terjadi pada remaja → Mengapa?
• Beberapa contoh penyakit:
HPV (Human Papilloma Virus); Trichomoniasis;
Herpes (herpes simplex virus); Hepatitis B;
Chlamydia; Gonorrhea;
HIV (Human Immunodeficiency Virus), AIDS
Kehamilan Remaja
Penyebab tingginya angka kehamilan dan kelahiran remaja:
• Menurunnya stigma pada ibu tidak menikah
• Pengagungan seks oleh media
• Kurangnya pesan yang jelas bahwa seks dan peran sebagai orangtua adalah untuk orang dewasa
• Kegagalan orangtua berkomunikasi dengan anak
• Memiliki banyak pasangan seksual
• Tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Program pendidikan seks di negara-negara Eropa:
• Mendorong remaja menunda hubungan seksual
• Mendorong penggunaan alat kontrasepsi pada remaja yang aktif secara seksual
• Memberikan pendidikan tentang seksualitas
• Melatih kemampuan membuat keputusan seksual yang bertanggung jawab dan berkomunikasi dengan pasangan
• Memberikan informasi tentang resiko dan konsekuensi kehamilan
remaja, metode kontrol kelahiran, dan cara mendapatkan pertolongan medis dan kontrasepsi.
• Mendorong remaja pria menunda peran ayah dan menekankan tanggung jawab ketika hal itu terjadi.
Faktor resiko:
• Kemiskinan dan kurangnya pendidikan
• Tumbuh tanpa seorang ayah;
• Mengalami kekerasan fisik, emosional, atau seksual saat masa kecil;
• Melihat perceraian atau perpisahan
orangtua, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan obat terlarang oleh
orangtua
• Melihat anggota keluarga yang sakit secara
mental atau melakukan tindakan kriminal.
Akibat yang dihadapi:
• Bayi yang dilahirkan cenderung prematur, kecil, dan beresiko tinggi meninggal.
• Anak yang lahir nantinya cenderung mengalami masalah kesehatan dan akademik karena masalah finansial.
• Anak bisa mengalami kekerasan dan
pengabaian karena kurangnya kemampuan
remaja untuk menjadi orangtua yang baik.
Hubungan dengan Keluarga, Teman Sebaya, dan Masyarakat Dewasa
• Apakah Pemberontakan Remaja adalah Mitos?
Periode
“storm & stress”
• Penggunaan Waktu yang Berubah dan Hubungan yang Berubah
Pelepasan diri bukanlah bentuk penolakan terhadap keluarga, tetapi sebagai rspon dari kebutuhan
perkembangan.
Penggunaan waktu dipengaruhi oleh budaya
Remaja dan Orangtuanya
• Tekanan antara ketergantungan pada orang tua mereka dan kebutuhan untuk memisahkan diri
• Tekanan ini sering kali membawa keluarga
ke dalam konflik
Family Conflict
• Konflik keluarga mungkin muncul pada langkah
pertumbuhan remaja menuju kemandirian. (Arnett, 1999).
• Mayoritas argumen berkaitan dengan masalah sehari-hari seperti paduan suara, tugas
sekolah,pakaian, uang ,jam malam, pacaran,dan tema daripada nilai-nilai fundamental (Adams &
Laursen,2001;B.K Barber,1994).
Stuktur Keluarga, Ibu yang Bekerja dan Permasalahan Ekonomi
Dalam sebuah studi longintudinal, remaja laki-laki dan perempuan yang orang tuanya bercerai di
kemudia hari menunjukkan masalah akdemis, psikologis, dan perilaku sebelum perpishan
tersebut dibandingkan teman sebaya mereka yang
orang tuanya tidak bercerai.
Remaja dalam Permasalahannya:
Perilaku Antisosial dan Kenakalan Remaja
• Apa yang mempengaruhi remaja untuk terlibat atau menahan diri dari kekerasan atau tindakan sosial lainnya?
• Pola interaksi awal dan seterusnya dari orangtua
Perilaku Anti Sosial
T. E. Moffit (1993) penyebab perilaku anti sosial Karakteristik keperibadian
• cognitive deficits
• Tempramental
• Hiperaktif
Lingkungan Sosial
• Pengasuhan anak yang tidak sesuai
• Permasalahan ikatan keluarga
• kemiskinan\
• Hubungan yang tidak baik dengan teman maupun guru
• Anak-anak yang tidak populer dan
“bermasalah” ini terus menerus mendapatkan pengasuhan yang tidak
efektif
perilaku nakal pada masa remaja dan berteman dengan sebaya yang berperilaku menyimpang.
• Remaja antisosial cenderung memiliki teman antisosial, dan perilaku antisosial mereka meningkat ketika mereka bergaul
satu sama lain.
Pencegahan Kenakalan Remaja
1. Kenakalan remaja memiliki akar dimasa awal kanak-kanak, maka tindakan preventif juga mesti dilakukan sejak awal.
2. Remaja yang nakal dan baru akan nakal cenderung ‘mandek’
pada tahap kedua Kohlberg
3. Pemenuhan norma dan ekspektasi sosial, mereka dapat mengembangkan ‘penyangga kognitif’ terhadap berbagai godaan.
4. Tidak mengembangkan peranan ekspektasi dan deskripsi yang terlalu kaku sehingga kelompok tidak mampu untuk merespon perubahan.
5. Berhati-hatilah untuk memberikan peranan berdasarkan pada kualifikasi, bukan pada variable-variabel demografis seperti jenis kelamin, usia atau etnis.