KEPADATAN SARANG GALO-GALO (Trigona spp.) DI KELURAHAN BALAI GADANG KECAMATAN KOTO TANGAH
PADANG SUMATRA BARAT
Adi Agusnadi , Jasmi dan Armein Lusi Z
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
Galo Galo (Trigona spp.) are able to adapt in a variety of locations and a variety of housing types of bamboo houses, wood to stone, these insects breed rapidly. In addition, population-galo galo bees require a fairly moist air. In connection with it has conducted research on nest density Galo-Galo (Trigona spp.) in the Village Hall Tower, District Koto Tangah, Padang in West Sumatra in December 2013 and ending in January 2014. This study used a descriptive survey method to measure the density of nests found in the study site and the purpose of this research is to look at the density of nest-galo galo (Trigona spp.), The character of nesting and food resources bee plant species found on the study site, From the research found that the number of nests 3 2 cottage home in plantation and one in houses with an average of 1 / ha. gate length ranging from 13.8 mm to nest with 32.2 mm, a height of 142 cm soil surface ranges up to 203 cm and a diameter ranging from 6.2 mm gate nest up to 11.8 mm.
Keywords: Density, nest, Trigona PENDAHULUAN
Lebah dari subfamily Meliponinae didaerah Sumatera Barat disebut dengan nama galo-galo. Galo-galo yang ditemukan ada sebanyak 16 jenis dengan satu forma,dan seluruh spesies ini tergolong kedalam genus Trigona. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Salmah et,al.(1989) ditemukan 22 jenis dengan satu forma dan tergolong dalam dua genera yaitu Hipotrigona dan Trigona.Beberapa dari jenis galo-galo ini ada yang tersebar pada seluruh kabupaten di Sumatera Barat misalnya :T. itama, T.fuscobalteata, dan T.leavicep. Ada beberapa jenis ditemukan hanya pada satu lokasi saja seperti T.atripes dan T.
melina.Pada penelitian ini ditemukan hanya satu jenis galo-galo yaitu T. dresgeri di temukan di Kabupaten Agam yang pada penelitian sebelumnya tidak ditemukan
.
.Tanda-tanda umum dari galo-galo yang ditemukan adalah: panjang tubuh berkisar antara 3- 5 mm, bentuk tubuh agak bulat, warna tubuh hitam, hitam kecoklatan,coklat kekuningan. Mata sempit kearah mandibula, Oceli membentuk garis lurus pada vertex.Antene tipe geniculate.Sayap dua pasang seperti selaput dan pada sayap belakang terdapat hamuli yang berjumlah 5-9 buah.Pada tibia kaki belakang terdapat pollen basket (keranjang tepung sari). Kaki belakang lebih panjang dari kaki depan (Salmah, 1986).
Galo-galo sangat membantu proses penyerbukan di alam, terutama di hutan-hutan.
Begitu juga untuk tanaman yang mempunyai bunga yang kecil, dimana serangga lain agak sukar untuk
melakukan penyerbukan.Jenis galo-galo yang telah dicoba dipelihara di laboratorium dan di alam adalah dari jenis T.minangkabau, T.fuscobalteata, T.drescheri,T. itama,T.moorei.Semua jenis yang dapat dipelihara ini banyak terdapat di alam bebas.
Cara mendapatkan koloni galo-galo ini dengan memindahkan koloni yang terdapat di alam secara langsung atau dengan cara membuat atau menyediakan tempatnya bersarang dari bambu atau kayu dan kemudian diletakkan pada lokasi di mana galo-galo ini banyak ditemukan. Kotak yang telah ditempati oleh galo-galo ini akan dipindahkan ditempat yang di inginkan. Kebanyakan dari jenis yang dipelihara adalah jenis galo-galo yang bersarang pada rongga-rongga kayu. Walaupun demikian salah satu jenis yaitu T.moorei yang bersarang pada sarang semut, juga dapat dipelihara(
Sakagami, 1983).
Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Salmah et, al. (1989) ditemukan 20 jenis galo-galo ditambah satu forma dan dua jenis bumble bees yaitu Bombus rufipes dan B.
sinex. Dari jenis-jenis yang tertangkap tidak seluruhnya ditemukan sarangnya tetapi hanya beberapa jenis saja
Informasi tentang habitat dan tempat bersarang dari organisme sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup dari organisme tersebut, karena sarang adalah sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Berkurang atau musnahnya tempat bersarang menyebabkan menurunnya populasi dari organisme
tersebut.Begitu pula dengan galo-galo yang merupakan serangga sosial tingkat tinggi didalam kelangsungan hidupnya sangat tergantung kepada sarang terutama sarang yang cocok untuk kelangsungan hidupnya.
Sehubungan dengan itu telah dilakukan penelitian tentang“Kepadatan Sarang galo-galo (Trigona spp.)Di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang Sumatra Barat
”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode metode survey Deskriptif dengan mengukur kepadatan sarang yang ditemukan di lokasi penelitian. Cara kerja 1.peninjauan lokasi 2.penentuan titik lokasi 3.pendataan sarang 4.parameter yang diamati
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Kepadatan Sarang
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kepadatan sarang galo-galo (Trigona spp.) di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang Sumatra Barat ditemukan 3 per hektar
.
gambar 1.
a.
Gambar 1.
a. Rumah pondok yang ditempati oleh galo- galo untuk bersarang
b. Sarang tampak depan c. Sarang tampak samping
Tabel 1. Karakteristik sarang galo-galo (Trigona spp.) yang ditemukan Dikelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang Sumatera Barat.
No Sarang Sarang I Sarang II Sarang III 1 Tempat
bersarang
Pondok diperkebunan
Pondok
diperkebunan Rumah
2 Panjang
gerbang 16, 3 mm 32,2 mm 13,8 mm
3
Ketinggian dari permukaan tanah
142 cm 181 cm 203 cm
4
Diameter gerbang sarang
6,2 mm 7,4 mm 11,8
mm
2. Ukuran sarang
a. Panjang gerbang sarang
Pengukuran gerbang sarang dilakukan menggunakan jangka sorong yang diukur dari tempat menempel sarang sampai ujung gerbang sarang. Pada sampel 1 yang ditemukan pada rumah pondok diperkebunan memiliki panjang gerbang sarang yaitu 16,3 mm, pada sampel 2 yang ditemukan di rumah pondok di perkebunan memilki panjang gerbang sarang yaitu 32,2 mm,dan pada sampel 3 memiliki panjang gerbang sarang yaitu 13,8 mm yaitu terdapat di rumah penduduk.
b. Ketinggian sarang dari permukaan tanah Sarang yang ditemukan pada sampel 1 terdapat pada rumah pondok yang berada di tengah tengah perkebunan warga, dimana berjarak sekitar 50 meter dari permukiman warga pada area tersebut juga ditemukan tanaman pakan lebah seperti pinang, kelapa, pepaya, sikajuik, jengkol, sikaduduk, nangka, rambutan dan jati, pada rumah pondok tersebut ditemukan 2 sarang galo-galo (Trigona spp.) di mana jarak antara sarang pertama dan sarang kedua berkisar 285 cm, tetapi ketinggian dari dua sarang tersebut tidak sama.
Pada sarang 1 ditemukan pada ketinggian 142 cm dari permukaan tanah dan sarang ke 2 pada ketinggian 181 cm.Sarang yang ditemukan pada sampel 3 terdapat di rumah warga yang berada pada ventilasi pintu yang memiliki ketinggian 203 cm dari permukaan tanah.
c. Diameter gerbang sarang
Pengukuran diameter gerbang sarang dilakukan menggunakan jangka sorong,dimana pengukuran dilakukan pada lingkaran gerbang sarang. Pada sampel 1 yang ditemukan pada rumah pondok di dalam perkebunan dengan diameter gerbang sarang yaitu 6,2 mm, pada sampel 2 yang ditemukan di rumah pondok diperkebunan dengan diameter gerbang sarang yaitu 7,4 mm dan pada sampel 3 yaitu 11,8 mm yang ditemukan pada rumah penduduk.
d. Pengukuran kondisi cuaca Tabel 2.
Hasil pengukuran kondisi cuaca dapat dilihat pada N
No Faktor Satuan Hasil Pengukuran 1
1 Suhu oC 26,1
2
2 Curah hujan mm 615 3
3
Intensitas
cahaya % 47
4
4 Kelembaban % 83
5 5
Kecepatan
angin knot 6
b.
c.
3. Jenis tumbuhan tumbuhan sumber pakan lebah yang ada di sekitar lokasi penelitian
Jenis-Jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan lebah yang ada di sekitar lokasi sarang di Kelurahan Balai Gadang Kecematan Koto Tangah Padang Sumatera Barat ditampilkan pada Tabel 3. Dari pengamatan jenis tanaman sumber pakan lebah yang berada di sekitar lokasi Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah radius 100 meter, didapatkan 9 jenis dan 7 famili.
Tabel 3. Famili, jenis, nama lokal, warna bunga, dan sumber pakan lebah yang ada sekitar
penitian PEMBAHASAN
Galo-galo (Trigona spp.) ini membuat sarang dalam lubang-lubang pohon, celah-celah dinding, dan lubang bambu didalam rumah.Tempat tinggalnya suatu lubang yang gelap.Untuk tempat keluar masuk tersedia lubang kecil sepanjang 1 cm yang dilindungi zat perekat. Tempat tinggalnya tersusun atas beberapa bagian.Setiap bagian digunakan untuk menyimpan madu, menyimpan tepung sari, tempat bertelur, dan tempat larvanya.
Dibagian tengah terdapat karangan-karangan bola berisi telur, tempayak, dan kepompong. Dibagian sudut terdapat bola-bola agak kehitam-hitaman untuk menyimpan madu dan tepung sari.Selain mencari nectar dan tepung sari, lebah ini suka mengambil getah pohon (terutama dari bekas luka tebangan) untuk menutupi celah sarang.
Pada lokasi penelitian ditemukan 3 sarang dimana 2 ditemukan pada rumah pondok didalam perkebunan dan 1 ditemukan pada rumah penduduk, dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa kepadatan sarang di Kelurahan
Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang Sumatera Barat rata-rata 1/ha. Hasil yang berbeda yang di laporkan oleh Salmah (1992) yang menyatakan bahwa ditemukan sarang antara 4-6 di rumah penduduk dan 2-3 di rongga pohon yang berada di sekitarnya, perbedaan ini juga di sebabkan oleh sedikitnya pohon yang berongga yang digunakan tempat bersarang oleh galo-galo (Trigona spp.) di lokasi penelitian. Hasil yang sama yang dilaporkan oleh Sung et,al(2008) yang melakukan penelitian di Desa Tsaoshan, Privinsi Chiayi, Taiwan, Dengan luas penelitian 5000 m (Sung, 2008).
Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian tentang Kepadatan Sarang galo-galo (Trigona spp.) Di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Padang Sumatera Barat dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kepadatan sarang galo-galo (Trigona spp.) dimana dilakukan penelitian ditemukan 3 sarang di mana 2 ditemukan di rumah pondok didalam perkebunan dan 1 ditemukan di rumah penduduk.
2. Ukuran diameter sarang pada sampel 1 yang ditemukan dirumah pondok didalam perkebunan, panjang gerbang sarang 16,3 mm, ketinggian dari permukaan tanah 142 cm dan diameter gerbang sarang 6,2 mm, Pada sampel 2 yang ditemukan di rumah pondok didalam perkebunan,panjang gerbang sarang 32,2 mm, tinggi dari permukaan tanah 181 cm, dan diameter gerbang sarang 203 cm, dan pada sampel 3 yang ditemukan di rumah penduduk panjang gerbang sarang 13,8 mm, ketinggian dari permukaan tanah 203 cm,dan diameter gerbang sarang 11,8 mm.
3. Jenis tumbuhan sumber pakan lebah yang ada di sekitar lokasi penelitian terdapat 9 jenis dan 7 famili.
DAFTAR PUSTAKA
Sakagami et. al. 1983. Nest architecture and colony composition of the sumatran stingless bee Trigona (Tetragonulla) leaviceps. Kontyu 51:100-111
Salmah, S., 1986. Postembryonic Development and Devision of Labor in Three Species of Sumatran Stingless Bees. Disertation for Doctor of Science, Hokkaido Univ. Japan (Unpublish).
Salmah, S. 1989. Jenis-jenis Lebah Penghasil Madu dan Potensinya di Sumatera Barat. BKS-B dan USAID Pusat Penelitian Universitas Andalas. Padang.
Sung et,al2008. Thermal Characteristics of Nests of the Taiwanese Stingless Bee
TrigonaVentralisHoozana (Hymenoptera:
Apidae).
No Famili/jenis
Nama lokal
Warna bunga
Sumber pakan 1. Arecaceae
a. Areca catecu Pinang Kuning -
b. Cocus nucifera Karambia Kuning Np 2. Caricaceae
c. Carica papaya Kaliki Putih Np
3. Leguminoceae
d. Mimosa pudica Sikajuik Merah
muda P
e. Phithecelobium jiringa Jariang Putih P 4. Melastomataceae
f. Melastoma
malabathrium Sikaduduk Merah
muda -
5. Moraceae g. Arthocarpus
champedan Cubadak - -
6. Sapindaceae
h. Nephelium lappaceum Rambutan - N 7. Verbenaceae
i. Tectonia grandis Jati - -