DALAM PERCEPATAN
DIGITALISASI PERTANIAN
Nugroho Joko Prastowo
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo
19 Mei 2022
MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN
Pertumbuhan ekonomi Nasional tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -2,07%. Meskipun demikian, sektor pertanian masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,75%.
Berbagai tantangan muncul akibat pandemi Covid-19.
Kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, dan ketahanan pangan perlu diantisipasi dengan cermat.
Berbagai pembatasan selama pandemi dan peringatan dini
FAO tentang krisis pangan, telah
meningkatkan awareness kita mengenai pentingnya ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Sumber: Badan Pusat Statistik
4,01 3,86 3,32 3,69
-4,00 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
growth (yoy)
Surakarta Soloraya Jateng Nasional -2,00
-1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4
2021 2022
Inflasi % (yoy) IHK Core VF AP
Pertumbuhan Ekonomi Disagregasi Inflasi
Surakarta
Berdasarkan disagregasi inflasi Surakarta, inflasi volatile food berfluktuasi, salah satunya diakibatkan oleh komoditas holtikultura yang bergantung pada cuaca dan pola panen musiman
Defisit Pertanian
Inflasi volatile food
Neraca Pembayaran Nilai Tukar
Deficit pertanian mendorong inflasi volatile food
Produksiturun Impornaik
Hal ini yang menjadi concern Bank Indonesia karena merupakan tugas Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar.
CURRENT STATE PERTANIAN INDONESIA
Tol Solo-Jogja Melayang di Atas Sawah
TANTANGAN
a. Luas lahan pertanian berkurang karena tergerus industri dan populasi (residensi)
b. Kesuburan tanah makin jenuh
Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
c. Pelaku pertanian dari kalangan generasi muda terus menurun
Sumber: Badan Pusat Statistik (Diolah oleh DataIndonesia.id)
Jumlah Penduduk Indonesia
Produksi Padi Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
VS
Produktivitas pertanian menurun sementara demandterus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dunia, khususnya Indonesia sehingga terjadiDefisit Pertanian.
97 Juta 119,2 Juta
147,5 Juta 179,4 Juta
206,3 Juta 237,6 Juta
270,2 Juta
0 0,5 1 1,5 2 2,5
0 50 100 150 200 250 300
1961 1971 1980 1990 200 2010 2020
Persen
Jutajiwa
Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk
59,2 ton
54,6 ton 54,5 ton 54,4 ton
52 53 54 55 56 57 58 59 60
2018 2019 2020 2021
JutaTon
Produksi Padi
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600
Sangat Kritis
Kritis Agak Kritis
Potensial Kritis
Normal
RibuHektare
Luas Lahan
Luas Lahan di Jawa Tengah Berdasarkan Kondisi (2020)
Hanya 46,5% lahan di Jawa Tengah dalam kondisi Normal pada 2020
Persentase pemuda bekerja di bidang pertanian menunjukkan tren penurunan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas panen padi di Indonesia mencapai 10,41 juta hektare pada 2021. Nilai tersebut turun 2,3%
dibandingan pada tahun sebelumnya yang sebesar 10,66 juta hektare.
11,38
10,68 10,66
10,41
9,8 10 10,2 10,4 10,6 10,8 11 11,2 11,4 11,6
2018 2019 2020 2021
Juta Hektare
Luas Panen Padi (Juta Hektare)
Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah
Ratusan hektare sawah di Karanganyar terancam gagal panen (2015)
URGENSI DIGITALISASI PERTANIAN
Tantangan Pertanian
Urgensi Digitalisasi Pertanian HULU
Meningkatkan produksi/produktivitas, dan meningkatkan kualitas tanaman (a.l. fertigasi, unsur hara tanah, rekomendasi prakiraan cuaca, debit air, dll).
HILIR
Mengurangi gap harga antara produsen dan harga ritel serta mengurangi asymmetric information (akses harga di berbagai pasar oleh petani).
Efisiensi biaya produksi, misal fertigasi, otomasi pengairan, dan pemupukan.
Meningkatkan ketelusuran produk: untuk pasar ekspor dan domestik.
Sumber: Digitalisasi Pertanian : Prof. DR. M. Firdaus, SP. MS.i, IPB University (Urgensi ,Lesson Learneddan SkemaClosedLoop)
OVERVIEW PROGRAM DIGITAL FARMING
MODEL BISNIS GENERIK DIGITAL FARMING
a. geo tagginglahan;
b. databasepetani;
c. pola/jadwal tanam;
d. Informasi benih/bibit; dan agroinput.
Perencanaan
Pengelolaandatabasepetani dandatabasepelaku usaha:
Penerapan IoT dalam kegiatan pasca panen:
a. pencatatan keluar masuk produk;
b. traceability system;
c. smart logistic; dan d. kamera pengawas.
Pascapanen
Pemasaran Pengelolaanon farm
Penerapan IoT untuk peningkatan produktivitas/efisiensi biaya produksi:
a. sensor cuaca / tanah;
b. teknologi drone;
c. teknologi fertigasi;
d. kamera pengawas; dan e. aplikasismartphone.
Fasilitasi klaster dengan:
a. platform (marketplace/e- commerce) pemasaran digital komoditas pertanian (B2B, B2C, atau C2C); dan
b. Agregator/hub pemasaran digital.
Pembayaran
Penggunaan transaksi digital:
a. bank transfer;
b. pembayaran digital;
c. uang elektronik; dan d. QRIS.
Proses Digitalisasi
Pembiayaan
Perluasan akses pembiayaan bagi klaster di sepanjang rantai proses digitalisasi usaha tani (P2Plending, perbankan,crowdfunding,supply chain financing)Note:
Implementasi pedoman fokus pada pengelolaanon farmdanpemasaranberdasarkanpilot projectdan praktik yang telah dilakukan sebelumnya
MODEL BISNIS CANVAS GENERIK DIGITAL FARMING
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Diskusi, Sosialisasi, dan Pelatihan pemanfaatan
Alat Sensor Tanah Jinawi Praktek Operasionalisasi Smart Fertilizing Recommendation System (Jinawi) pada Pengurus Klaster dan PPL - Pada tahun 2020 mencoba mengaplikasikan alat sensor cuaca akan tetapi hasilnya
belum optimal.
- Pada tahun 2021 mengaplikasikan alat sensor tanah Jinawi yang mampu membaca kadar NPK dan PH tanah secara real time. Aplikasi RITx Bertani akan mencatat hasil bacaan dan memberikan rekomendasi tentang jadwal dan jumlah pemupukan sesuai
kebutuhan tanah. Pemanfaatan Jinawi di lahan seluas 9 Hektar
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Tampilan Hasil Analisis Alat Sensor Tanah Jinawi
Hasil yang didapatkan setelah 1 musim tanam
30%
Peningkatan efisiensi biaya
produksi
15%
Peningkatan produksi
Petani menjadi lebih yakin dalam
melaksanakan proses budidaya dengan adanya
indikator yang lebih terukur
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Penanaman Padi dengan Mesin Transplanter Penanaman Padi dengan Mesin Transplanter Penanaman Padi dengan Mesin Transplanter
Uji Coba Penyemprotan Pestisida dengan Drone Pemanenan Padi dengan
Mesin Harvester
Klaster Padi Modern Farming Sukoharjo
Succes Story Klaster Padi Modern Farming
1. Mekanisasi Pertanian: Optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian modern
2. Konsolidasi Lahan (perluasan hamparan 1-2 ha per hamparan) untuk efisiensi dan kemudahan penggunakan mesin-mesin pertanian modern
3. Corporate Management System (CMS) yakni pengelolaan lahan bersama oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
4. Saat mengembangkan budidaya padi ramah lingkungan dengan prinsip mandiri bibit dan pupuk
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Beras Organik PPOW (Paguyuban Petani Organik Wonoagung-Wonogiri )
Lahan organik terasering Lahan tanam organik Proses pengolahan
Lahan tanam organik Gudang SRG Gabah Organik Produk kemasan siap ekspor
Success Story Beras Organik PPOW:
1. Budidaya ramah lingkungan(organik) sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil
2. Kejelian membaca peluang pasar. Produk Organik sesuai dengantrend globalyang mencari produk sehat dan memiliki harga yang jauh lebih menguntungkan.
3. Korporatisasi pertanian melalui pembentukan BUMP Pengayom Tani Sejagaduntuk mendukung efisiensi produksi dan pemasaran dan manajemen profesional sehingga memudahkan kerjasama bisnis termasuk ekspor
4. Inovasi sistem pemasaran(dengan agregator,e-commerce) dandiversifikasi produk(mie organik)
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Bunkaination Perbaikan Kesuburan Air Tanah Lahan Bawang Merah ABMI Sragen
Lahan bawang merah tanpa bahan kimia di ABMI Sragen merupakan hasil kombinasi dengan aplikasi rainshelter. Produktivitas naik sampai dengan 15% dan biaya produksi turun sampai dengan 25%.
Buinkaination merupakan teknik perbaikan kesuburan air tanah. Teknik tersebut dilakukan dengan dengan mengoptimalkan fungsi mikro organisme kapasitas produksi bawang merah meningkat dan cost produksi menjadi lebih efisien.
Lahan tanam bawang merah
Panen Bersama Bawang Merah Ramah Lingkungan dengan Sistem Tani Jogo Bumi
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Klaster Bawang Putih Poktan Argoayuningtani Kec. Selo, Kab. Boyolali
Inovasi TeknologiUltrafine Bubble untuk Percepatan Masa Dormansi Bawang Putih
Pada inovasi teknik pembenihan melalui penerapan teknologi ultrafine bubbles untuk mempercepat masa patah dormansi bawang putih. Salah satu teknologi yang mampu mempercepat pematahan dormansi bawang putih adalah aplikasi dari air ultrafine bubbles (UFB). UFB dihasilkan dari injeksi gelembung halus berdiameter 100 – 300 nm dan bersifat invisible. Teknologi tersebut mampu memperpendek waktu dormansi hanya 2 bulan dari yang umumnya 4-5 bulan.
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HULU
Teknologi Greenhouse Hebitren Solo Raya
Program penguatan sektor pertanian terintegrasi berbasis society dan IT (INFRATANI) yaitu pengembangan pertanian berbasis teknologi greenhouse Hebitren Solo Raya dalam rangka memberikan penguatan nilai tambah usaha pondok pesantren yang pada tahap awal dengan tanaman melon.
Keunggulan teknologiGreenhouse
• Menggunakan sistem IoTyang lebih presisi dalam memberikan nutrisi, mengatur kelembaban, dan suhu ruangan
• Sistem fertigasi pengairan lebih presisi sesuai dengan kebutuhan tanaman
SUCCESS STORY IMPLEMENTASI DIGITAL FARMING - HILIR
Klaster padi AB2TI Karanganyar melakukan pemasaran beras Rice Me Up ke bebaerapa platform marketplace
omset rutin Rp7-8,5 juta/bulan
Klaster Bawang Putih Argoayuning Tani Boyolali menjadi supplier rutin ke marketplace B2B Eden Farm untuk komoditas sayuran.
Klaster Hortikultura ASPAKUSA Makmur Boyolali di masa pandemi mengalami penurunan demand dari supermarket (seiring dengan adanya pembatasan operasional supermarket), ASPAKUSA kemudian memasarkan komoditas hortikultura kemasan melalui media sosial dan menjadi supplier marketplace lokal PONO
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo memfasilitasi business matching bersama TaniHub untuk berbagai produk pertanian yakni sayuran, beras organik, kopi, dan bawang merah.