• Tidak ada hasil yang ditemukan

kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa saja faktor pendukung dan hambatan seorang pemimpin madrasah dalam menjalankan tugas kepemimpinan di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Bagaimana upaya Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.

Tujuan Penelitian

Manfaat / Kegunaan Penelitian

Berdasarkan pernyataan di atas, penelitian ini berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Upaya Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.

TINJAUAN TEORITIS

Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah

Dalam arti lain, secara etimologis istilah kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang berarti memimpin atau memimpin. Administrasi dan Pengawasan Pendidikan” menyatakan bahwa: “Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai kepribadian seseorang yang menimbulkan keinginan dalam sekelompok orang untuk berusaha atau mengikutinya, atau memancarkan pengaruh tertentu, suatu kekuasaan atau wewenang yang sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kelompok. dari orang-orang yang menginginkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan."3.

Syarat- Syarat Kepemimpinan Kepala Madrasah

Sedangkan menurut Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, dalam buku kepemimpinan dan supervisi pendidikan disebutkan bahwa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin (direktur sekolah) adalah: Sedangkan menurut Ikbal Barlian, dalam bukunya Manajemen berbasis sekolah menuju pencapaian sekolah, beliau menyatakan bahwa kemampuan yang harus dimiliki (kepala sekolah) sebagai pemimpin adalah:

Tipe- Tipe Kepemimpinan Kepala Madrasah

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif karena fokus penelitiannya adalah kinerja pimpinan sekolah sebagai pengambil keputusan dalam hal peningkatan mutu pendidikan. Pendekatan ini merupakan suatu proses pengumpulan data yang sistematis dan intensif untuk memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. 34;Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang timbul dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah ini.

Hal ini hanyalah wujud dari apa yang telah dilakukan kepala madrasah dalam mengambil keputusan untuk mewujudkan mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke. Saya dapat menyimpulkan bahwa faktor penghambat kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah orang tua siswa yang belum semuanya memahami pentingnya pendidikan bermutu dan kurikulum yang sering berubah. Segala upaya dan upaya telah dilakukan oleh kepala MTs Guppi Sapakeke untuk meningkatkan mutu pendidikan sebagai tugas penting selama menjabat sebagai kepala madrasah.

Upaya demi upaya telah saya lakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah ini. Dapat saya simpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah sudah sangat maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTS Guppi Sapakeke, misalnya saja kepala madrasah sering mengadakan pertemuan rutin untuk mengetahui apa saja yang menghambat pelaksanaan perbaikan. . mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke. Kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan mutu pendidikan di MT Guppi Sapakeke menganut prinsip kepemimpinan demokratis dan kepala madrasah juga selalu melibatkan guru dan staf lainnya untuk bekerja sama dalam memimpin dan memotivasi siswa dan guru lainnya.

Faktor pendukung dalam peningkatan mutu pendidikan adalah faktor peserta didik, pendidik (guru), faktor lingkungan dan keluarga serta sarana prasarana. Dan faktor pendukung peningkatan mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke adalah kurangnya pemahaman siswa dan orang tua tentang peningkatan mutu pendidikan.

Administradi Pendidikan dan Administrasi Madrasah

Konsep Peningkatan Mutu Pendidikan

Sallis mengemukakan agar pendidikan pertama-tama dipandang sebagai suatu pelayanan, bukan dalam bentuk produksi, karena kualitas pelayanan mencakup beberapa unsur mata pelajaran yang penting 19 Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan bahwa mutu pendidikan mencakup input, proses dan output pendidikan 20 Kualitas dalam konteks input . dan proses meliputi bahan ajar (kognitif, afektif, psikomotorik): metodologi pembelajaran yang berbeda-beda sesuai kemampuan guru; media pembelajaran yang sesuai; sumber belajar yang lengkap; sistem penilaian dan evaluasi yang efektif; dukungan administrasi sekolah dan dukungan infrastruktur 21 Mutu dalam konteks keluaran/hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai sekolah dalam kurun waktu tertentu. Dzauzah mengartikan mutu pendidikan sebagai kemampuan sekolah dalam mengelola komponen-komponen yang berkaitan dengan madrasah secara operasional dan efisien sehingga menghasilkan nilai tambah pada komponen-komponen tersebut menurut norma/standar yang sesuai.23. Program atau upaya peningkatan mutu pendidikan yang bermutu sangatlah penting, karena seperti yang kita lihat sekarang ini banyak sekali permasalahan yang diakibatkan oleh rendahnya kualitas lulusan pendidikan, oleh karena itu kita harus melaksanakan program yang bermutu itu memerlukan beberapa landasan yang kuat, yaitu : berikut .24 .

Untuk mencapai tujuan pendidikan, sangat diperlukan adanya pendidikan bermutu yang berguna dalam mempersiapkan peserta didik di masa depan menjadi anggota masyarakat yang berguna, menjadi manusia terpelajar. Standar pendidikan nasional bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat (PP 19/2005 pasal 4). Anak didik atau peserta didik merupakan objek pendidikan, sehingga mutu pendidikan yang akan diperoleh tidak lepas dari ketergantungan pada kondisi fisik, perilaku dan minat serta bakat peserta didik.

Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan adalah faktor pendidik (guru), dimana guru merupakan sumber motivasi bagi peserta didik untuk mencapai kemajuan pendidikan. Faktor fasilitas (penyediaan materi pembelajaran) merupakan salah satu unsur yang sangat menentukan tercapainya mutu pendidikan, apabila hal ini kurang mendapat perhatian maka akan menyebabkan turunnya mutu pendidikan. Tujuan utama pendidikan adalah membentuk kepribadian, dalam hal ini tujuannya adalah meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang unggul.

Perbedaan-perbedaan yang ada pada diri peserta didik dapat menjadi hambatan bagi perkembangan aspek diri peserta didik itu sendiri, yang pada akhirnya menjadi hambatan bagi berkembangnya mutu pendidikan karena peserta didik merupakan salah satu faktor pendukung dan berkembangnya pendidikan. Melihat uraian di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa pendanaan merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya pengembangan mutu pendidikan.

METODE PENELITIAN

  • Lokasi Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Deskripsi Fokus Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Analisis Data

Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Gowa tepatnya di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya. Faktor Pendukung dan Penghambat Pimpinan Madrasah Dalam Melaksanakan Tugas Kepemimpinan Di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Pada pembahasan peningkatan mutu pendidikan di MTs Guppi Sapakeke kali ini telah kami jelaskan tentang sikap dan tindakan pimpinan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan meningkatkan program pengajaran yang efektif dan efisien, pola kepemimpinan dalam pengambilan keputusan dan jenis-jenis kepemimpinan. . yang akan menciptakan hubungan yang berkualitas dengan sumber daya, sumber daya pendidikan yang jujur ​​dan adil.

Setelah mengumpulkan berbagai data, digunakan teknik analisis deskriptif yang artinya peneliti mencoba mendeskripsikan data yang terkumpul mengenai kinerja kepala sekolah dalam mengembalikan keputusan, mulai dari proses, produk hingga faktor-faktor yang menjadi kendala. dan pendukung dalam peningkatan mutu pendidikan di MTs Guppi. Sapakeke. Dengan cara ini mereka akan mampu saling melengkapi dalam mencapai tujuan struktur organisasi MTs Guppi Sapakeke. Berdasarkan hasil observasi peneliti dan berdasarkan dokumentasi yang diperoleh peneliti, jumlah guru di MT Guppi Sapakeke adalah 15 orang guru.

Faktor Pendukung dan Penghambat Kepala Madrasah di MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa MTs Guppi Sapakeke Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Melihat hasil wawancara diatas, maka kepemimpinan kepala Madrasah Guppi Sapakeke dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak selalu berjalan mulus, hal ini terlihat dari hasil wawancara dan observasi lapangan yang dilakukan selama penelitian di MTs Guppi Sapakeke, membuktikan bahwa ada kendala. Segala upaya terus dilakukan untuk menggalang dana agar MTs Guppi Sapakeke setara kualitasnya dengan madrasah lain.43.

HASIL PENELITIAN

Kepemimpinan Kepala Madrasah di MTs Guppi Sapakeke

Di lembaga pendidikan ini dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan mutu madrasah, yaitu dengan menyelaraskan pemikiran dengan pihak-pihak terkait, pengorganisasian guru (mengadakan pertemuan rutin dan evaluasi), penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan administrasi madrasah, pengembangan ilmu pengetahuan dan yang tidak kalah pentingnya, yaitu pengambilan keputusan yang akan menghasilkan kebijakan. - kebijakan yang tepat untuk kemajuan madrasah ini." 36. Saat ini madrasah ini telah menggunakan kurikulum K13 yang disetujui oleh pemerintah dan kami mencoba untuk mengikuti madrasah lain di sini dan bersaing secara sehat khususnya di kabupaten Gowa, dan kepala sekolah pihak madrasah akan membantu guru dalam menggunakan strategi atau metode yang baik serta menyiapkan materi yang sesuai.akan diberikan kepada siswa dengan mengembangkan guru atau menjalani pelatihan.” 38. Dari pendapat di atas dapat saya simpulkan bahwa kepala madrasah dan para guru atau staf lainnya saling bekerja sama untuk membimbing dan memotivasi siswa serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan madrasah ini untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Faktor- Faktor Pendukung dan Penghambat Kepala

Hal ini terbukti dengan usaha dan upaya yang saya lakukan selama menjabat sebagai kepala madrasah ini, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kendala yang sering muncul adalah siswa yang belum memahami pentingnya pendidikan yang bermutu, orang tua yang belum semuanya memahami pendidikan yang bermutu, sehingga tidak mendukung seratus persen program madrasah.39. Apa yang disampaikan oleh kepala madrasah tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh kepala kurikulum, beliau juga mengatakan sama dengan apa yang dikatakan oleh kepala madrasah, hanya saja berbeda dari segi kendala yang ada di dalam kurikulum tersebut.

Kendala terbesar dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah ini berdasarkan kepemimpinan kepala madrasah adalah kurikulum. “Bahwa pemerintah terlalu sering mengubah kurikulum sekolah akhir-akhir ini, artinya program yang telah direncanakan dengan matang sebelumnya harus disesuaikan dengan keadaan atau ketentuan kurikulum saat ini.”

Upaya Kepala Madrasah Untuk Meningkatkan Mutu

Pengelola madrasah selalu melakukan penilaian atas kekurangan-kekurangan apa saja yang dapat menghambat pelaksanaan peningkatan mutu di madrasah tersebut. Kepala madrasah berusaha menyediakan peralatan seperti kebutuhan laboratorium sesuai dengan kebutuhannya sesuai standar yang harus dimiliki madrasah setingkatnya. Kepala madrasah berusaha meminimalisir kendala yang muncul, yaitu dengan mengadakan pertemuan dengan siswa dan orang tua siswa, dimana mereka menjelaskan dan memaparkan program yang akan dilaksanakan, sehingga respon positif mereka akan berkontribusi terhadap keberhasilan peningkatan mutu. pendidikan. pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan banyak orang memberikan informasi dan masukan positif untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya di bidang pendidikan. Untuk itu peneliti mencoba memberikan saran agar penelitian selanjutnya dapat berjalan lebih baik dan menjadi masukan bagi Guppi Sapakeke MT untuk terus mengevaluasi kesalahan dan kekurangan yang ada. Bersekolah di Taman Pendidikan Al-Qur'an di Al-Barkah pada tahun 1999 dan lulus pada tahun 2002, melanjutkan pendidikan di SD I Pagerungan Kecil pada tahun 2002 dan lulus pada tahun 2008.

Setelah lulus, pada tahun tersebut penulis melanjutkan pendidikan jenjang MTs di Pondok Pesantren Al-Barkah, kemudian beliau lulus pada tahun 2011. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan jenjang MA di Pondok Pesantren Al-Barkah dan lulus pada tahun 2014. Setelah itu menyelesaikan studinya di Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep Dengan ridho Allah SWT dan restu kedua orang tuanya, penulis melanjutkan hijrah ke Kota Makassar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas dan Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014 penulis resmi dilantik terdaftar sebagai mahasiswa di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Referensi

Dokumen terkait

The rights of the domestic violence’s victim has been regulated on the Article 10 on Law Number 23 of 2004, that states that the victim has right to get: 1 The protection from the

ASSESSMENT OF NUTRITIONAL STATUS & DIETARY DIVERSIFICATION OF PREGNANT WOMEN AT ROHINGYA CAMP, KUTUPALONG, UKHIA, COX’S BAZAR Khodadad Maruf Roll No.: 0117/16 Registration No.: