Nama : Bella Oktaviani Fauto Nim : 211202006
Menurut saya dalam kesehariannya, produser program televisi memastikan kelengkapan siaran, melakukan briefing untuk seluruh kru, memantau keseluruhan acara, dan tak lupa, melakukan evaluasi program televisi yang sudah terlaksana. Dengan tanggung jawab yang cukup besar ini, seorang produser perlu memiliki leadership yang baik agar dapat menggerakkan tim produksinya.
Sebagai seorang produser atau sutradara harus memiliki pikiran terbuka, maksudnya adalah mampu untuk melihat suatu masalah dari banyak sudut pandang untuk memahami penyebab dasarnya. Dalam melakukannya, mereka juga selalu mempertanyakan keadaan saat ini (status quo), bahkan sampai pemikiran diri sendiri dan pendapat orang lain.
Namun, ini bukan berarti buruk. Mereka terkesan skeptis karena ingin mencoba memahami gambaran besar dari akar masalah tersebut.
Seorang produser atau sutradara harus mampu membuat keputusan yang sulit sekalipun dengan cepat ketika dibutuhkan. Bahkan jika data yang ia miliki tidak cukup lengkap atau konkret. Dalam proses decision making, pemimpin di posisi strategis sudah harus lebih dulu memperhitungkan segala manfaat, pengorbanan, dan risikonya, serta juga tujuan jangka pendek dan jangka panjangnya. Pemimpin strategis pada akhirnya juga harus memiliki keyakinan kuat terhadap keputusan akhir yang diambilnya.
Seorang produser atau sutradara harus senantiasa waspada dalam mengamati kondisi industri untuk bisa mendeteksi ancaman, tantangan, dan peluang yang ambigu di hadapan bisnis mereka. Pemimpin strategis juga selalu mengasah kemampuan mereka untuk mengantisipasi dan mencari tanda-tanda perubahan di lingkungan sekitar. Maka, apabila kamu ada di posisi ini kamu harus memiliki keterampilan untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber baik dalam maupun di luar industri. Kamu juga harus bisa memprediksi gerakan dan reaksi kompetitor terhadap inisiatif, tren, atau produk baru.
Seorang produser atau sutradara harus mahir dalam menemukan titik temu ketika mendiskusikan rencana kerja yang sudah diputuskannya bersama stakeholders. Bukan cuma itu. Pemimpin strategis juga mampu meyakinkan dan membangun kepercayaan di antara mereka untuk mencapai kesepakatan. Bahkan jika masing- masing stakeholder mungkin memiliki pandangan dan agenda yang berbeda. Terlebih lagi, pemimpin strategis juga harus mampu menghubungkan ide-ide mereka dengan nilai serta visi misi perusahaan. Ini membutuhkan keterampilan diplomasi dan komunikasi yang proaktif.
Kesimpulannya dibutuhkan tata laksana yang terstruktur untuk menjalankan strategi perubahan, hingga akhirnya semua pihak menerima perubahan tersebut dengan tangan terbuka dan bersedia turut beradaptasi. Sehingga tiap-tiap personil pada seluruh divisi mengerti apa yang mesti dilakukan dan mengapa perubahan itu penting dan mesti dilaksanakan.