Informan penelitian ini adalah 5 orang remaja Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan yang mempunyai kepribadian antisosial akibat ketidakharmonisan keluarga. Oleh karena itu penulis mengambil judul penelitian “Kepribadian Antisosial pada Anak dengan Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Secara Teoritis
Harapannya dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kepribadian antisosial pada anak dengan ketidakharmonisan keluarga. Penelitian ini dimaksudkan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang dipelajari secara teoritis di fakultas.
Telaah Pustaka
9Anita Sastriani, “Keharmonisan Keluarga dan Dampaknya Terhadap Amalan Keagamaan Anak di Gampong Beurawe Banda Aceh”, Skripsi, (Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, 2018). Pada variabel keharmonisan keluarga terdapat 28 subjek (24,6%) yang berada pada tingkat keharmonisan keluarga (kategori tinggi), sedangkan 44 subjek (51,8%) berada pada tingkat keharmonisan keluarga (kategori sedang) dan 27 subjek (23,7%). %). ) ) keharmonisan keluarga berada pada (kategori rendah).
Metodologi Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Proses pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penulis akan melakukan proses pengolahan data setelah mengumpulkan data secara keseluruhan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data menurut Miles Huberman yaitu tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.23.
Sistematika Pembahasan
Triangulasi data dapat dilakukan dengan mencari data lain untuk perbandingan dan menemui orang-orang yang terlibat untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai data yang diperoleh.27.
Pada bab ini berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, telaah
BAB IV: Pada bab ini berisi analisis data, yaitu analisis faktor yang mempengaruhi kondisi mental anak juga cara mengatasi kondisi
Pada bab ini berisi penutup, yaitu kesimpulan dan saran
Pengertian Kepribadian Antisosial
Jenis perilaku antisosial antara lain penyalahgunaan ruang publik, pengabaian terhadap keselamatan masyarakat, pengabaian kesejahteraan pribadi, melakukan tindakan berbahaya yang ditujukan kepada orang lain, dan perusakan lingkungan.1 Perilaku antisosial seperti ini cenderung muncul sebagai akibat dari gangguan kepribadian dan merupakan akibat dari gangguan kepribadian. kebalikan dari perilaku prososial. perilaku. 1 Meyrantika Maharani dan Sutarimah Ampuni, “Perilaku Antisosial Remaja Laki-Laki Ditinjau dari Identitas Moral dan Dekomposisi Moral,” Pribumi: Jurnal Ilmiah Psikologi 5, no. Menurut Nevid, gangguan perilaku antisosial adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan perilaku antisosial dan tidak bertanggung jawab serta kurangnya penyesalan atas kesalahannya.
3 Irvan Nurul Auladi, “Hubungan Perilaku Antisosial dengan Jurnal Kelas Pengeluaran Mandiri Pendidikan Sekolah Dasar (JPsd) 1, no.
Ciri-ciri Kepribadian Antisosial
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian antisosial adalah sikap seseorang yang tidak suka bersosialisasi, sikap menutup diri dari masyarakat, sikap yang cenderung mengganggu ketenteraman masyarakat, dan sikap yang lebih memilih untuk bersosialisasi. sendirian. namun cenderung melanggar hak orang lain. Seseorang dengan kepribadian antisosial akan sering menghindari interaksi sosial. Kegagalan untuk mematuhi norma-norma sosial tentang perilaku yang sah sebagaimana dibuktikan dengan tindakan yang berulang-ulang dapat menjadi alasan penangkapan. Ketidaktaatan, yang ditunjukkan dengan berbohong berulang kali, menggunakan nama samaran, atau menipu orang lain demi keuntungan atau kesenangan pribadi.
Tidak bertanggung jawab secara terus-menerus, yang dibuktikan dengan kegagalan berulang kali dalam mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau memenuhi kewajiban keuangan. Kurangnya penyesalan, yang dibuktikan dengan ketidakpedulian terhadap tindakan menyakiti, menganiaya, atau mencuri orang lain.7.
Variasi Kepribadian Antisosial
Antisosial yang penuh kebencian (karakteristik sadis, paranoid), ditandai dengan sifat agresif, pendendam, kejam, sangat ganas, brutal, mengantisipasi pengkhianatan dan hukuman, sifat kasar dan mudah marah, serta kurangnya rasa takut dan rasa bersalah. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat 5 (lima) variasi gangguan kepribadian antisosial, antara lain antisosial cemburu, antisosial penjaga reputasi, antisosial pengambil risiko, antisosial nomaden, dan antisosial dengki.
Bentuk-Bentuk Kepribadian Antisosial
Sikap antisosial yang timbul akibat penyimpangan situasional Penyimpangan situasional merupakan fungsi pengaruh kekuatan-kekuatan situasional yang berada di luar individu atau dalam situasi dimana individu merupakan bagian yang tidak terpisahkan darinya. Orang yang mempunyai ciri-ciri seperti itu biasanya tidak memperdulikan keadaan disekitarnya, karena yang diincarnya adalah kesenangan pribadi. Perbuatan antisosial yang dilakukan dengan sengaja Perbuatan antisosial yang dilakukan dengan sengaja adalah perbuatan yang dilakukan secara sadar oleh pelakunya, namun tanpa memperhitungkan penilaian orang lain terhadap tindakan tersebut.
Tindakan antisosial karena tidak peduli. Tindakan antisosial karena tidak peduli merupakan tindakan karena pelaku tidak peduli terhadap keberadaan masyarakat disekitarnya. 11 Dwi, “Pengertian Umum Sikap Antisosial, Ciri-Ciri dan Faktor yang Mempengaruhi Sikap Antisosial,” http://umum-pengertian.blogspot.com/2016/05/pengertian-umum-sikap-antisocial-ciri.html diakses 5 Oktober 2022 pada pukul 06.58 WIB.
Faktor Penyebab Kepribadian Antisosial
Faktor keluarga, keluarga merupakan tempat terbentuknya pribadi anggota keluarga terutama bagi remaja yang berada pada masa transisi, namun jika pendidikan keluarga gagal maka akan tercipta anak yang cenderung berperilaku antisosial, misalnya kondisi keluarga. disharmoni (broken home), overproteksi orang tua, pola asuh orang yang masih remaja, besarnya keluarga. Faktor lingkungan sekolah, lingkungan sekolah yang kurang baik, misalnya: kurikulum yang tidak jelas, guru yang kurang memahami psikologi remaja dan lingkungan sekolah yang tidak sesuai seringkali menjadi penyebab munculnya perilaku nakal pada remaja. Namun faktor yang mempengaruhi di sekolah tidak hanya guru serta sarana dan prasarana pendidikan.
Faktor lingkungan sekitar Lingkungan sekitar tidak selalu baik dan bermanfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak.
Cara Mengatasi Kepribadian Antisosial
Sebab dalam shalat yang dilakukan dengan baik, manusia mengarahkan seluruh jiwa dan raganya kepada Allah, meninggalkan segala beban dunia dan berbagai permasalahannya. Karena puasa merupakan pendidikan dan pemalsuan jiwa serta penyembuhan berbagai gangguan jiwa dan raga. Dengan mengamalkan puasa, masyarakat dapat menikmati tubuh yang sehat jasmani dan rohani.
Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya untuk mengambil dan menghimpun sedekah dari harta orang kaya dari umat Islam, baik sedekah wajib (zakat) maupun sedekah sunnah, karena sedekah dapat mensucikan dan mensucikan jiwa. Ayat di atas menunjukkan bagaimana zakat dapat mensucikan dan mensucikan jiwa dengan meningkatkan kedudukannya karena kebaikan dan keberkahan hartanya, sehingga berhak memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.
Disharmoni Keluarga
- Pengertian Disharmoni Keluarga
- Ciri-Ciri Disharmoni Keluarga
- Faktor yang Mempengaruhi Disharmoni Keluarga
Pengertian Disharmoni Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata disharmoni mempunyai arti ketidakteraturan atau ketidaksesuaian. 16 Disharmoni keluarga adalah keadaan dimana keluarga tidak dapat menjalankan fungsi dan perannya sehingga setiap anggota keluarga gagal menjalankan perannya. kewajiban. Umumnya ketidakharmonisan keluarga terbentuk karena hubungan orang tua dengan anggota keluarga dalam keluarga mana pun tidak bisa dikatakan baik. Komunikasi dalam keluarga dapat berfungsi untuk mengontrol anggota keluarga, menekankan kuatnya hubungan dan ketertiban, serta menjadikan anggota keluarga berfungsi lebih baik.
Hilangnya salah satu anggota keluarga karena kematian, cedera atau relokasi yang menimbulkan kekosongan besar dalam peran seseorang dalam keluarga. Faktor internal merupakan penyebab yang muncul dari dalam diri masing-masing pasangan dan anggota keluarga.
Bentuk-Bentuk Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan
Hasil wawancara kakak E.S mengungkapkan bahwa bentuk disharmoni keluarga yang dialami adalah timbulnya rasa malas atau bisa dikatakan jenuh dengan orang tua di rumah yang selalu mempunyai masalah besar yang dijadikan masalah, sehingga dunia luar menjadi tempat pelarian untuk mendapatkan suasana tenang. Selanjutnya dari hasil wawancara dengan kakak A.H diketahui bahwa bentuk disharmoni keluarga yang dialami adalah timbulnya perasaan tidak suka terhadap orang tua karena suka dibandingkan akibat dampak dari perceraian orang tua. Senada dengan pernyataan Suster M.I, Suster D.S mengungkapkan bahwa bentuk disharmoni keluarga yang dialami adalah perasaan kesepian yang datang karena kesibukan orang tua bekerja.
Lebih lanjut, hasil wawancara dengan F.A. menunjukkan bahwa bentuk disharmoni keluarga yang dialami adalah ketidakpercayaan orang tua terhadap anak, sehingga sering bertengkar satu sama lain, oleh karena itu dunia luar menjadi pelampiasan bagi mereka yang membutuhkan hiburan. Jadi, berdasarkan pernyataan informan di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk disharmoni keluarga di desa Banjarejo adalah: tidak terpenuhinya peran karena sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak ada waktu untuk berkeluarga, perceraian dan mangkir. komunikasi sehingga selalu terjadi pertengkaran dalam keluarga.
Bentuk-Bentuk Kepribadian Antisosial Anak Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan
Kenapa sering berdiam diri di rumah saat orang tua tidak percaya pada anaknya dan selalu bertengkar, lebih baik mencari hiburan. Saya akan mencari tempat yang jauh dari keramaian untuk menghindari bertemu dengan orang yang mengenal saya agar tidak selalu menanyakan tentang keluarga saya.8. Saya selalu berlangganan denda polisi, bagi saya menyenangkan karena saya akan selalu meminta uang tebusan kepada orang tua saya dan orang tua saya juga tidak keberatan.9.
Orang tuaku selalu memarahiku karena aku selalu membuat masalah di luar rumah, mereka selalu memarahiku dengan kata-kata kasar dan sebaliknya, aku berbicara dengan mereka dan merasa sangat puas. 10. Nah, berdasarkan pernyataan beberapa anak atau remaja yang mengalami disharmoni keluarga, bentuk-bentuk kepribadian antisosial yang muncul di Desa Banjarejo adalah sebagai berikut: tidak mengikuti aturan atau melanggar aturan, berperilaku kasar dan kesepian atau jarang bersosialisasi.
Cara Mengatasi Kepribadian Antisosial Anak Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan
- Ketidaksahan atau Kegagalan Peran
- Perceraian
- Kurangnya Komunikasi
1 Hadi, Putri dan Rosyada, “Disharmoni Keluarga dan Penyelesaiannya dalam Perspektif Terapi Keluarga (Studi Kasus di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat).” Berdasarkan temuan peneliti di lapangan, dapat disimpulkan bahwa disharmoni keluarga yang terjadi di Desa Banjarejo disebabkan oleh ketidakmampuan atau kegagalan orang tua dalam menjalankan perannya, sehingga menjadikan keadaan keluarga kurang utuh dan menimbulkan berbagai permasalahan. masalah. hal yang penting namun selalu terabaikan karena ada beberapa tugas keluarga yang perlu diselesaikan dengan baik. Goode sebagaimana dikutip dalam bukunya “Family Sociology” menyatakan bahwa salah satu bentuk ketidakharmonisan dalam keluarga adalah perpisahan, perceraian dan penelantaran.
5 Hadi, Putri dan Rosyada, “Disharmoni Keluarga dan Solusinya dalam Perspektif Terapi Keluarga (Studi Kasus di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Barat).” 7 Hadi, Putri dan Rosyada, “Disharmoni Keluarga dan Solusinya dalam Perspektif Terapi Keluarga (Studi Kasus di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Barat).”
Bentuk-Bentuk Kepribadian Antisosial pada Anak Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan
- Tidak Taat Aturan
- Perilaku Kasar
- Jarang Bergaul
Dari temuan peneliti, salah satu bentuk kepribadian antisosial di Desa Banjarejo adalah mengabaikan aturan. Secara teoritis, perilaku kasar termasuk dalam bentuk sikap antisosial yang muncul berdasarkan situasi. Beberapa bentuk perilaku kasar adalah perkataan kasar dan perilaku agresif terhadap teman, seperti memukul dan berkelahi.12 Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menyalurkan emosi dan juga merupakan bentuk perilaku yang ditanamkan dalam keluarga tidak harmonis.
Secara teori, jarangnya sosialisasi merupakan salah satu ciri kepribadian antisosial yang tergolong perilaku antisosial, yaitu tindakan yang menempatkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok di atas kepentingan umum. Dari temuan peneliti di lapangan, anak dengan ketidakharmonisan keluarga di Desa Banjarejo salah satu bentuk perilaku antisosial yang dialami adalah jarang bersosialisasi.
Cara Mengatasi Kepribadian Antisosial pada Anak Disharmoni Keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan
- Mendapat Dukungan Orang-Orang Terdekat
- Melakukan Kegiatan Positif yang Digemari
- Mengandalkan Diri Sendiri dan Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt Dalam mengatasi kepribadian antisosial yang dialami anak disharmoni
Mengandalkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT Mengatasi kepribadian antisosial yang dialami anak disharmonis Dalam mengatasi kepribadian antisosial yang dialami anak disharmoni, keluarga mempercayakan segala situasi yang dihadapinya dengan beberapa cara, yaitu berwudhu untuk meredam emosi dan amarah. , lalu ikhtiarkan. Berdoa dan membaca Al-Qur'an agar lebih menenangkan hati dan pikiran. Secara teori, untuk mengatasi kepribadian antisosial dengan cara mencari pertolongan yaitu dengan berdoa kepada Allah SWT. 18 Ahmad, “7 Cara Mengatasi Kepribadian Antisosial”, https://www.gramedia.com/best-seller/cara-mengatasi-kepersonalan-antisocial/ diakses pada 12 Oktober 2022 pukul 18.05 WIB.
Dari hasil temuan peneliti mengenai cara mengatasi kepribadian antisosial pada anak dengan keluarga disharmoni di Desa Banjarejo terdapat kesamaan dengan kajian teori yang dikemukakan penulis yaitu dukungan dari orang yang dicintainya dan kepercayaan diri serta Allah SWT. Beberapa kepribadian anti sosial pada anak yang disebabkan oleh ketidakharmonisan keluarga adalah: Tidak menaati aturan, berperilaku kasar, jarang bersosialisasi.
Saran
Bentuk disharmoni keluarga di Desa Banjarejo Ngariboyo Magetan antara lain: Tidak terpenuhinya peran, perceraian dan kurangnya komunikasi. Bagi konselor, instruktur juga berperan penting dalam membantu klien memecahkan masalah, termasuk anak berkepribadian antisosial akibat keluarga sumbang. Dalam hal ini diharapkan konselor dapat memberikan solusi dan motivasi kepada anak agar dapat mengatasi kepribadian antisosial yang dialaminya akibat keluarga yang tidak harmonis.
Disharmoni keluarga dan solusinya dari perspektif terapi keluarga (studi kasus di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat). Tasamuh 18, No. Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Psikologi Anak (Analisis Hukum Islam dan Hukum Perlindungan Anak)”.