KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 110 TAHUN 202 2
TENTANG
PEMBERIAN KUASA KEPADA Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A.
NIP. 19670320 199203 1 003
SELAKU PELAKSANA TUGAS DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dengan belum ditetapkannya pejabat definitif Direktur Jenderal Perhubungan Laut, telah diperintahkan kepada Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A. sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut berdasarkan Surat Perintah Menteri Perhubungan Sebagai Pelaksana Tugas Nomor ST 484 Tahun 2022 tanggal 2 Juni 2022;
b. bahwa untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, perlu memberikan kuasa kepada Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A. selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk melakukan tindakan hukum tertentu yang merupakan kewenangan Direktur Jenderal Perhubungan Laut;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Pemberian Kuasa Kepada Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A. NIP. 19670320 199203 1 003 Selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut;
Mengingat 1. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 106);
2. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);
3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 2 Tahun 2015 tentang Wewenang, Pendelegasian Wewenang, dan Pemberian Kuasa Bidang Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 32);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penunjukan dan Pengangkatan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1458) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penunjukan dan Pengangkatan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 617);
5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873);
Menetapkan
PERTAMA
MEMUTUSKAN:
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PEMBERIAN KUASA KEPADA Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A. NIP. 19670320 199203 1 003 SELAKU PELAKSANA TUGAS DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT.
Memberi Kuasa kepada Saudara Ir. ARIF TOHA TJAHJAGAMA, D.E.A. NIP. 19670320 199203 1 003 Selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk atas nama Menteri Perhubungan melakukan tindakan hukum tertentu sebagai berikut:
a. memimpin rapat untuk pelaksanaan kegiatan yang penting dan mendesak;
b. menghadiri dan menandatangani berita acara pada rapat koordinasi dengan instansi terkait, rapat kerja, dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR);
c. menandatangani surat usulan revisi DIPA beserta dokumen pendukung lainnya;
d. menandatangani surat persetujuan POK beserta dokumen pendukung lainnya;
e. menandatangani kontrak, menyetujui, dan menetapkan hasil verifikasi serta mengusulkan pencairan PSO bidang Perhubungan Laut;
f. menandatangani Berita Acara Serah Terima Operasi (BASTO) hasil pekerjaan pembangunan di bidang Perhubungan Laut;
g. menandatangani laporan keuangan;
h. menandatangani surat keputusan tentang Pembentukan Kelompok Kerja atau panitia suatu kegiatan yang telah diprogramkan;
i. menandatangani surat usulan pengangkatan pengelola anggaran;
j. menandatangani Surat Keputusan penunjukan Pelaksana Harian Pejabat Eselon II, jika ada yang
berhalangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
k. menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dan perjanjian kerjasama serta perubahannya di bidang Perhubungan Laut;
l. menandatangani perjanjian atau kontrak beserta perubahannya termasuk persetujuan terkait dengan perjanjian atau kontrak di bidang Perhubungan Laut;
m. menandatangani sertifikat di bidang Perhubungan Laut;
n. menandatangani perizinan di bidang Perhubungan Laut yang termasuk dalam kewenangan Direktur Jenderal Perhubungan Laut;
o. memberikan persetujuan proses lanjut peraturan perundang-undangan;
p. menandatangani peraturan perundang- undangan setingkat Direktorat Jenderal yang bersifat pengaturan maupun penetapan; dan q. menandatangani dokumen Standar Operasional
Prosedur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
KEDUA : Melakukan tindakan hukum tertentu sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak dapat didelegasikan atau dilimpahkan kepada Pejabat di bawahnya.
KETIGA : Pemberian kuasa ini berlaku sampai dengan ditetapkannya pejabat Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang definitif atau pejabat yang diberikan kuasa sudah tidak menduduki jabatan struktural di lingkungan Kementerian Perhubungan atau apabila penerima Surat Perintah sebagai Pelaksana Tugas diganti dengan Pelaksana Tugas yang barn.
KEEMPAT : Terhadap penetapan, maupun pengambilan keputusan kebijakan yang bersifat strategis terlebih dahulu harus melaporkan, meminta persetujuan, dan/atau berkonsultasi kepada Menteri Perhubungan.
KELIMA : Segala kewenangan pengambilan keputusan yang telah diberikan oleh Undang-Undang kepada Menteri Perhubungan tetap menjadi kewenangan Menteri Perhubungan.
KEENAM : Keputusan Menteri ini mempunyai daya laku surut sejak tanggal 1 Juni 2022.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
BUDI KARYA SUMADI Salinari Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
3. Menteri Sekretaris Negara;
4. Menteri Keuangan;
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;
6. Kepala Badan Kepegawaian Negara;
7. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan;
8. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan;
9. Para Direktur di Lingkungan Kementerian Perhubungan; dan 10. Para Kepala Badan di Lingkungan Kementerian Perhubungan.