• Tidak ada hasil yang ditemukan

keputusan menteri perhubungan republik indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "keputusan menteri perhubungan republik indonesia"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 204 TAHUN 2022

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 178 TAHUN 2021 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA ANTARKEMENTERIAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN

TENTANG PENGESAHAN ASEAN FRAMEWORK AGREEMENT ON THE FACILITATION OF INTERSTATE TRANSPORT (AFAFIST)

(PERSETUJUAN KERANGKA KERJA ASEAN TENTANG PEMBERIAN KEMUDAHAN TERHADAP ANGKUTAN ANTARNEGARA)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan, Kementerian pemrakarsa membentuk panitia antarkementerian dan/ atau antar non-kementerian dalam penyusunan rancangan peraturan presiden;

b. bahwa Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 178 Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Antarkementerian Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengesahan ASEAN Framework Agreement on thè Facilitation of Inter-State Transport (AFAFIST) (Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN tentang Pemberian Kemudahan terhadap Angkutan Antarnegara), perlu dilakukan penyempurnaan dengan menambahkan anggota panitia antarkementerian;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 178 Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Antarkementerian Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengesahan ASEAN Framework Agreement on thè Facilitation of Inter-State Transport (AFAFIST) (Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN tentang Pemberian Kemudahan terhadap Angkutan Antarnegara);

(2)

Mengingat

Menetapkan

: 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 143, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6801);

2. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 199) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 186);

3. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);

4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 815);

5. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 178 Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Antarkementerian Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengesahan ASEAN Framework Agreement on thè Facilitation of Inter-State Transport (AFAFIST) (Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN tentang Pemberian Kemudahan terhadap Angkutan Antarnegara) ;

MEMUTUSKAN:

: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 178 TAHUN 2021 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA ANTARKEMENTERIAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ASEAN FRAMEWORK AGREEMENT ON THE FACILITATION OF INTER­

STATE TRANSPORT (AFAFIST) (PERSETUJUAN KERANGKA KERJA ASEAN TENTANG PEMBERIAN KEMUDAHAN TERHADAP ANGKUTAN ANTARNEGARA).

(3)

PERTAMA : Mengubah ketentuan dalam Lampiran Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 178 Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Antarkementerian Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengesahan ASEAN Framework Agreement on thè Facilitation o f Inter-State Transport (AFAFIST) (Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN tentang Pemberian Kemudahan terhadap Angkutan Antarnegara) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KEDUA : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 31 Oktober 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BUDI KARYA SUMADI Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:

1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;

3. Menteri Sekretaris Negara;

4. Menteri Luar Negeri;

5. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;

6. Menteri Keuangan;

7. Sekretariat Kabinet;

8. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan para Direktur Jenderal di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Salinan sesuai dengan aslinya

(4)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR KM 204 TAHUN 2022 TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 178 TAHUN 2021 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA ANTARKEMENTERIAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ASEAN FRAME WORK AGREEMENT ON THE FA CILITA TION OF INTERSTATE

TRANSPORT (AFAFIST) (PERSETUJUAN KERANGKA KERJA ASEAN TENTANG PEMBERIAN KEMUDAHAN TERHADAP ANGKUTAN ANTARNEGARA)

SUSUNAN PANITIA ANTARKEMENTERIAN

a. Ketua : Sekretaris Jenderal, Kementerian Perhubungan b. Wakil Ketua : Direktur Jenderal Perhubungan Darat

c. Sekretaris : 1. Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Kementerian Perhubungan;

2. Kepala Biro Hukum, Kementerian Perhubungan;

3. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

d. Anggota :

1. Asisten Deputi Hukum dan Perjanjian Maritim, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;

2. Direktur Harmonisasi Perundang-undangan II, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kementerian Hukum dan HAM;

3. Tri Hidayatno, Analis Kebijakan Ahli Madya, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Rini Susantowati, S.H., M.H., Analis Hukum Ahli Madya, Asisten Deputi Administrasi Hukum, Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum, Kementerian Sekretariat Negara;

5. Kepala Bidang Hubungan Regional, Asisten Deputi Bidang Hubungan Internasional, Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Sekretariat Kabinet;

6. Koordinator Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM;

(5)

7. Koordinator Bidang Harmonisasi Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Kehutanan, Prasarana, Agraria, dan Tata Ruang, Direktorat Harmonisasi Perundang-undangan II, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kementerian Hukum dan HAM;

8. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Jasa Ekonomi ASEAN, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri;

9. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Internasional Kepabeanan dan Cukai I, Direktorat Kerja Sama Internasional Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan;

10. Kepala Bidang Hubungan Multilateral, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

11. Kepala Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian, Biro Hukum, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

12. Kepala Bagian Peraturan Transportasi Udara, Multimoda dan Penunjang, Biro Hukum, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

13. Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

14. Kepala Subdirektorat Angkutan Multimoda, Direktorat Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

15. Kepala Subdirektorat Uji Berkala Kendaraan Bermotor, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

16. Kepala Subdirektorat Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan, Direktorat Lalu Lintas Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

17. Fepti Wijayanti, Analis Hukum Ahli Muda, Biro Hukum dan Organisasi, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ;

18. Chandra Hermawan, Analis Data dan Informasi, Deputi Hukum dan Perjanjian Maritim, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;

19. Sus Wienarti Handayani, S.H., M.H., Analis Hukum Ahli Muda, Asisten Deputi Administrasi Hukum, Deputi Bidang Perundang- undangan dan Administrasi Hukum, Kementerian Sekretariat Negara;

20. Kepala Subbidang Hubungan Regional Amerika dan Eropa, Asisten Deputi Bidang Hubungan Internasional, Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Sekretariat Kabinet;

21. Subkoordinator Bidang Prasarana, Agraria, dan Tata Ruang, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kementerian Hukum dan HAM;

22. Subkoordinator Pos Lintas Batas dan Tempat Lain, Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM;

23. Kepala Seksi Kerja Sama Regional, Direktorat Kerja Sama Internasional Kepabeanan dan Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan;

(6)

24. Dhian Jatu Puspita Dewi, Analis Produk Hukum, Biro Hukum dan Organisasi, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ;

25. Subkoordinator Bidang Organisasi Non-PBB, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

26. Ketua Tim Substansi Peraturan Transportasi Darat, Biro Hukum Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

27. Ketua Tim Substansi Peraturan Transportasi Multimoda, Biro Hukum Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

28. Ketua Tim Substansi Angkutan Multimoda, Direktorat Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

29. Ketua Tim Substansi Advokasi Hukum dan Kerja Sama, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

30. Ketua Tim Substansi Pengembangan Keselamatan, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

31. Ketua Tim Substansi Manajemen Lalu Lintas Jalan, Direktorat Lalu Lintas Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

32. Ika Annisaa Farista, Pejabat Fungsional Ahli Pertama, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri;

33. Ahmad Fahriza, Pejabat Fungsional Ahli Pertama, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri;

34. Ernawati, Perekayasa Lalu Lintas Jalan, Direktorat Lalu Lintas Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

e. Sekretariat :

1. Ratna Sarwilujeng, Penerjemah Ahli Madya, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

2. Monica Ajeng Oktaviany, Penyusun Bahan Kerja Sama, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

3. Ikrar Saputra, Penerjemah Ahli Pertama, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

4. Kadek Widwan D.P., Penyusun Bahan Kerja Sama, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

5. Aprilia Tria Utami, Penyusun Bahan Kerja Sama, Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Perhubungan;

6. Yudha Kurniawan, Penyusun Bahan Program KTLN, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan;

(7)

7. Aprina Ramadhani, Penyusun Bahan Program KTLN, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BUDI KARYA SUMADI

Salinan sesuai dengan aslinya BIRO HUKUM,

RUSDIHANTO

Referensi

Dokumen terkait

-9 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 174 TAHUN 2022 TENTANG PENETAPAN ALUR-PELAYARAN, SISTEM RUTE, TATA CARA BERLALU LINTAS, DAN DAERAH LABUH