• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA PONEK 24 JAM

N/A
N/A
RUSIANA

Academic year: 2024

Membagikan "KERANGKA ACUAN KERJA PONEK 24 JAM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatrahmat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun buku PanduanPenyelenggaraan PONEK 24 Jam di Rumah Sakit dan dapat terselesaikan tepat padawaktunya. Buku panduan ini menjelaskan tentang Latar belakang, Tujuan, Defenisi, RuangLingkup pelayanan,Batasan Operasional, Dasar Hukum, Struktur Organisasi, Kriteria RSPONEK 24 jam,Standar ketenagaan, Standar Fasilitas,

Standar Pelayanan, KeselamatanKerja dan Pengendalian MutuPONEK 24 Jam di Rumah Sakit.Dengan tersusunnya buku panduan ini diharapkan dapat mempermudah dalamPenyelenggaraan PONEK 24 Jam di Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto.Kamisampaikan terimakasih terhadap semua pihak yang telah berkonstribusi dalam penyusunanpanduan ini.Kami menyadari sepenuhnya bahwa buku panduan ini tentunya masih jauh darisempurna, baik secara konteks maupun secara konten sehingga

memerlukanpenyempurnaan. Kritik dan saran yang membangun dari pembaca, kami harapkan untukmenyempurnakan buku panduan

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...

1.2 Tujuan Pedoman...

1.3 Defenisi...

1.4 Ruang Lingkup Pelayanan...

1.5 Batasan Operasional...

1.6 Dasar Hukum...

 

BAB II STRUKTUR ORGANISASI...

BAB III KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM

3.1 Kriteria Rumah Sakit PONEK...

3.2 Kriteria Khusus...

3.3 Manajemen...

3.4 Sistem Informasi...

3.5 Fungsi Rumah Sakit...

3.6 Langkah-langkah Kebijakan Regionalisasi...

3.7 Monitor dan Evaluasi Kerja...

BAB IV STANDAR KETENAGAAN...

BAB V STANDAR FASILITAS...

BAB VI STANDAR PELAYANAN...

BAB VII KESELAMATAN KERJA...

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU...

BAB IX PENUTUP...

(3)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada Konfrensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000disepakati bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium DevelopmentGoals) pada tahun 2015. Dua diantara tujuan tersebut mempunyai sasaran dan indikatoryang terkait dengan kesehatan ibu, bayi dan anak yaitu:1.

Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga dari AKB pada tahun1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup.2. Mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun 1990 dari307 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.Menurut laporan WHO tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI)di dunia yaitu

289.000 jiwa.Amerika Seikat 9300 jiwa, Afrika Utara 179.000 jiwa, dan Asia Tenggara16.000 jiwa.Angka kematian ibu di Negara-negar Asia tenggara yaitu Indonesia 214 per100.000 kelahiran hidup, Filiphina 170 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 60 per 100.000kelahiran hidup, Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 44 per 100.000kelahiran hidup dan Malaysia 39 per 100.000 kelahiran hidup(WHO,2014).Sedangkan menurut data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2012, Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Angka

KematianIbu(AKI) dan Angka Kematian Bayi(AKB) yang menjadi indikator kualitas

kesehatanmasyarakat disuatu Negara, ternyata masih tergolong tinggi di Indonesia.Kematian bayi baru lahir umumnya dapat dihindari penyebabnya seperti Berat BadanLahir Rendah (40,4%), asfiksia (24,6%) dan infeksi (sekitar 10%). Hal tersebut kemungkinandisebabkan oleh keterlambatan pengambilan keputusan, merujuk dan mengobati.Sedangkan kematian ibu umumnya

disebabkan perdarahan (25%), infeksi (15%), pre-eklampsia / eklampsia (15%), persalinan macet dan abortus.

Mengingat kematian bayimempunyai hubungan erat dengan mutu penanganan ibu, maka proses persalinan danperawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu. Pelayanan obstetri dan

neonatalregional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secaraterpadu dalam bentuk

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)

di Rumah Sakit.Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalampelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalammenurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana,sarana dan manajemenyang handal.

1.2 Tujuan Pedoman a. Tujuan Umum

Pedoman pelayanan PONEK RSUD Tarakan Jakarta Pusat disusun agar dapatmeningkatkan pelayanan maternal dan neonatal sehingga dapat membantu programpemerintah menurunkan AKI dan AKB.

b. Tujuan Khusus

Sebagai pedoman managerial maupun operasional dalam programpelayanan PONEK 24 Jam di RSUD Tarakan Jakarta Pusat

a. Sebagai indikator mutu penerapan standar pelayanan Rumah sakit dalampelayanan PONEK melalui akreditasi

b. Sebagai salah satu alat ukur kinerja rumah sakit dalam pelayanan PONEK 24 jamsesuai standar c. Menambah ilmu pengetahuan tentang Pelayanan Obstetrik Neonatal EmergensiKomprehensif.

d. Mengetahui bagaimana sistem pelayanan PONEK sesuai standar e. Mengetahui apa saja yang harus ditangani oleh tim PONEK rumah sakit.

f. Mengetahui kriteria rumah sakit yang boleh melakukan PONEK 24 jam A. Defenisi

Rumah Sakit PONEK 24 Jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakanPelayanan Kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensifdanterintegrasi 24 jam.

B. Ruang Lingkup pelayanan

(4)

1. PelayananKesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis

a. Pelayanan Kehamilan, Pelayanan Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif

b. Pelayanan Nifas dan asuhan Bayi Baru Lahir

c. Immunisasi dan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) d. Intensive Care Unit (ICU), perawatan Perinatologi,Endoskopi.

2. Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal dengan risiko tinggi

a. Masa antenatal yaitu:Perdarahan pada kehamilan muda /abortus,Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik,Kehamilan ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET), Hipertensi, Preeklampsi / Eklampsi, Perdarahankehamilan, kehamilan Metabolik, KelainanVaskular/ Jantung.

b. Masa intranatal yaitu:

1) Persalinan dengan parut uterus,Persalinan dengan distensi uterus danSC pada ibu dg HIV +

2) Gawat janin dalam persalinan

3) Pelayanan terhadap syok,KPD,persalinan macet,Induksi dan akselerasipersalinan.

4) AVM,Ekstraksi Cunam, SC, Episiotomi, Kraniotomi dan kraniosentesis,malpresentasi dan malposisi,Distosia bahu,Prolapsus Tali Pusat

5) Manual plasenta,perbaikan robekan servik,perbaikan robekan vaginadan perineum perbaikan robekan dinding uterus, ReposisiInversioUteri,Histerektomi,sukar

bernapas,Kompresi bimanual dan aorta,Dilatasi dan kuretase, Ligase arteri uterine, Anestesia umum dan lokaluntuk seksio sesaria, Anestesia spinal, , Blok pudendal, Masa PostNatal, Masa nifas, Demam pasca persalinan, Perdarahan pascapersalinan, Nyeri perut pasca persalinan, Keluarga Berencana, Asuhanbayi baru lahir sakit .

3. Pelayanan Kesehatan Neonatal Hiperbilirubinemi, asfiksia, trauma, kelahiran, hipoglikemi, kejang, sepsis padaneonatal, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit,

gangguanpernapasan, kelainan jantung (payah jantung, payah jantung bawaan,

PDA),gangguan pendarahan, renjatan shock), aspirasi mekonium, koma, Inisiasidini ASI, PMK, Resusitasi Neonatus, Penyakit Membran Hyalin, Pemberianminum pada bayi risiko tinggi,Pemberian cairan Parenteral , kelainan bawaan.

4. Pelayanan GinekologisKehamilan ektopik, Perdarahan uterus disfungsi, Perdarahan menoragia, kistaovarium akutRadang Pelvik akut, Abses pelvik infeksi saluran genitalia, HIV–AID

5. Perawatan Intensif Neonatal

6. Pelayanan Penunjang Medika. Pelayanan Darah

1) Jenis Pelayanana) Merencanakan kebutuhan darah di RSP) Menerima darah dari UTD yang telah memenuhi syarat uji saring (nonreaktif) dan telah dikonfirmasi golongan

darahc) Menyimpan darah dan memantau suhu simpan darahd) Memantau persediaan darah harian/ mingguane) Melakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan rhesus pada

darahdonor dan darah

recipientf) Melakukan uji silang serasi antara darah donor dan darah recipientg) Melakukan rujukan kesulitan uji silang serasi dan golongan darah ABO/ rhesus ke Unit Tranfusi darah / UTD secara berjenjangh) Bagi Rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas unit tranfusi darah /Bank darah dianjurkan untuk membuat kerjasama dengan penyediafasilitas tersebut.

2) Tempat Pelayanana) Unit Tranfusi darah /UTD PMIb) Unit Tranfusi darah UTD Rumah sakitc) Bank darah rumah sakit / BDRS

3) Kompetensi

a) Mempunyai kemampuan manajemen pengelolaan tranfusi darah danBank Darah Rumah Sakit.

(5)

b) Mempunyai sertifikasi pengetahuan dan ketrampilan tentang:Transfusi darah, Penerimaan darah, Penyimpanan darah,Pemeriksaaan golongan darah, Pemeriksaan uji silang

serasi,Pemantapan mutu internal, Pencatatan, pelaporan, pelacakan dandokumentasi, dan Kewaspadaan universal (universal precaution).

4) Sumber Daya Manusia a) Dokter

b) Para medis Teknologi Tranfusi darah (PTTD) c) Tenaga administrator ,Pekarya Kesehatan 5) Ruang Pelayanan Darah

Ukuran minimal 24 m26) Perawatan Intensif

a) Jenis pelayanan: pemantauan terapi cairan, pengawasan gawat nafas/ ventilator, perawatan sepsis

b) Tempat Pelayanan: Unit Perawatan Intensif

c) Kompetensi: Pelayanan pengelolaan resusitasi segera untuk pasiengawat, tunjangan kardio-respirasi jangka pendek dan mempunyaiperan memantau serta mencegah penyulit pada pasien medik danbedah yang berisiko. Ventilasi mekanik dan pemantauan

kardiovaskuler sederhana.

d) Sumber Daya Manusia: dokter jaga 24 jam dengan kemampuanmelakukan resusitasi jantung paru, Dokter Spesialis Anestesiologie) Ruang Pelayanan: Ruang Pelayanan Intensif (ICU) 75 m2f) Pencitraan: Radiologi, USG / Ibu dan Neonatalg) Laboratorium: Pemeriksaan rutin darah, urin, Kultur darah, pus

D. Batasan Operasional Upaya Pelayanan PONEK :

1. Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitive

2. Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang Tindakan 3. Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparotomi, dan sectiocaesaria 4. Perawatan intensif ibu dan bayi.

5. Pelayanan Asuhan Antenatal Resiko Tinggi E. DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentangKesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100, TambahanLembaran Negara RI Nomor 3495).

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 116, TambahanLembaran Negara RI Nomor 4431) 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437).

4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 159b/Menkes/SK/Per/II/1988 tentangRumah Sakit.

5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.

6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional, diatur UpayaKesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.

7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja DepartemenKesehatan.

8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit diLingkungan Departemen Kesehatan.

9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor512/Menkes/Per/IV/2007 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan PraktikKedokteran.

PONEK di RUMAH SAKIT PRATAMA TUMBANG SAMBA 1. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis

(6)

 Pelayanan Kehamilan Pelayanan

  Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif

 Pelayanan Nifas Asuhan

  Bayi Baru Lahir Normal (level I)

 Inisiasi Menyusui Dini

 Penggunaan ASI eksklusif Imunisasi dan

  Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK).

2. Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko Tinggia. Masa antenatal Perdarahan

  pada kehamilan muda / abortus.

Nyeri perut

  dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik Kehamilan Ektopik (KE)

  & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).

 Hipertensi, Preeklamsi / Eklamsi.

Perdarahan

  pada masa Kehamilan

 Kehamilan Metabolik Kelainan

  Vaskular / Jantung Pasien

  dengan Multi Organ Failure

Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu pascasalin dengan Gagal Jantung

NewYork Heart Assosciation

(NYHA) Class III-IV atau CHF kelas 3-4karena sebab apapun.

 

Aneurisma

  Malformasi Arteriovena (Aneurisma Arterio VenousMalformation) besar dan pecah dengan midline shift tanpa dilakukan tindakan

 

 Miastenia Gravis stadium lanjut yang mengenai otot pernapasan danbulbar Multiple sclerosis (ALS)

  yang mengenai otot pernapasan dan bulbar

Epilepsi

  intractable, polifarmasi, status konvulsivus

Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) stage V SindromEisenmenger

Hipertensi

  Paru

Penyakit Jantung Kongenital Sianotik (Tetralogi of Fallot [TOF],

Ebstein’s Anomaly, Transposition of Great Arteries [TGA], Tricuspid  Atresia [TA])

Sindrom Marfan dengan

  keterlibatan aorta atau katup

Stenosis

  Aorta dengan atau tanpa gejala

Penyakit Katup Aorta atau Mitral dengan Left Ventricle EjectionFraction <40%

Riwayat

  Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) sebelumnya Karsinoma

  Rekti Sebelum Usia Kehamilan 20 Minggub. Masa intranatal Persalinan

  dengan parut uterus Persalinan

  dengan distensi uterus Gawat

  janin dalam persalinan Pelayanan

  terhadap syok

Ketuban

  pecah dini

Persalinan

  macet

Induksi

  dan akselerasi persalinan.

Aspirasi

  vakum manual

Seksio

  sesarea

Episiotomi

Kraniotomi

  dan kraniosentesis Malpresentasi

  dan malposisi

Distosia

  bahu

Prolapsus

  tali pusat

(7)

Plasenta

  manual

Perbaikan

  robekan serviks

Perbaikan

  robekan vagina dan perineum Perbaikan

  robekan dinding uterus Reposisi

  Inersio Uteri Histerektomi

 Sukar

  bernapas

Kompresi

  bimanual dan aorta Dilatasi

  dan kuretase Ligase

  arteri uterine

Bayi baru lahir dengan asfiksia Resusitasi

  bayi baru lahir Anastesia

  umum dan local untuk Sectio caesaria

Blok paraserviakl

Blok pudendalc. Masa Post Natal

Masa nifas Demam

  pasca persalinan/ infeksi nifas Perdarahan

  pasca persalinan

Nyeri

  perut pasca persalinan Keluarga

  Berencana3. Pelayanan Kesehatan Neonatal hiperbilirubinemi,

asfiksia,

 trauma

  kelahiran

 hipoglikemi kejang,

sepsis

  neonatal

gangguan

  keseimbangan cairan dan elektrolit, gangguan

  pernapasan,

kelainan jantung (payah jantung,

  payah jantung bawaan,PDA),

gangguan

  pendarahan,

renjatan

  (shock),

aspirasi

  mekonium,

koma,

Inisiasi

  dini ASI (Breast Feeding ), Kangaroo

  Mother Care,

Resusitasi

  Neonatus,

Penyakit

  Membran Hyalin,

Pemberian

  minum pada bayi risiko tinggi,4. Pelayanan Ginekologis Kehamilan

  ektopik

Perdarahan

  uterus disfungsi Perdarahan

  menoragia

Kista

  ovarium akut Radang

  Pelvik akut Abses

  Pelvik

Infeksi

  Saluran Genitalia

HIV

AIDS

5. Perawatan Khusus / High Care Unit dan Transfusi Darah a. Intensive Care Unit (ICU)

Persalinan

  dengan distensi uterus

(8)

Gawat

  janin dalam persalinan Pelayanan

  terhadap syok

Ketuban

  pecah dini

Persalinan

  macet

Induksi

  dan akselerasi persalinan Aspirasi

  vakum manual

 

Seksio

  sesarea

Episiotomi

Kraniotomi

  dan kraniosentesis Malpresentasi

  dan malposisi

Distosia

  bahu

Prolapsus

  tali pusat

Plasenta

  manual

Perbaikan

  robekan serviks

Perbaikan

  robekan vagina dan perineum Perbaikan

  robekan dinding uterus Reposisi

  Inersio Uteri Histerektomi

 Sukar

  bernapas

Kompresi

  bimanual dan aorta Dilatasi

  dan kuretase Ligase

  arteri uterina Anestesia

  umum dan lokal untuk seksio sesaria Anestesia

  spinal, ketamin

Blok pudendalb. Masa Post Natal

Masa nifas Demam

  pasca persalinan Perdarahan

  pasca persalinan

Nyeri

  perut pasca persalinan Keluarga

  Berencana

Asuhan

  bayi baru lahir sakit (level 2) C. PELAYANAN PENUNJANG MEDIK1.

Pelayanan Darah a. Jenis Pelayanan

Merencanakan

  kebutuhan darah di RS

Menerima darah dari

  UTD yang telah memenuhi syarat

uji saring

  (non reaktif) dan telah dikonfirmasi golongan darah

Menyimpan

  darah dan memantau suhu simpan darah Memantau

  persediaan darah harian/ mingguan Melakukan

  pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus

  pada darah donor dan darah recipien Melakukan

  uji silang serasi antara darah donor dan darah

  recipien Melakukan

  rujukan kesulitan uji silang serasi dan golongan

  darah ABO/ rhesus ke Unit Tranfusi darah

/UTD secara berjenjang Bagi Rumah sakit yang

  tidak memiliki fasilitas unit

tranfusi darah

  / Bank darah dianjurkan untuk membuat

(9)

kerjasama

  dengan penyedia fasilitas tersebut.

b. Tempat Pelayanan

a) Unit Tranfusi darah /UTD PMIb) Unit Tranfusi darah / UTD Rumah sakitc) Bank darah rumah sakit / BDRS

c. Kompetensi

1. Mempunyai kemampuan manajemen pengelolaan tranfusi darah danBank Darah Rumah Sakit.

2. Mempunyai sertifikasi pengetahuan dan ketrampilan tentang Transfusi

  darah

Penerimaan

  darah

Penyimpanan

  darah

Pemeriksaaan

  golongan darah

Penmeriksaan

  uji silang serasi

Pemantapan

  mutu internal

Pencatatan

  , pelaporan, pelacakan dan dokumentasi Kewaspadaan

  universal (universal precaution) d. Sumber Daya Manusia

Dokter

 Para medis Tehnologi Tranfusi darah (PTTD Tenaga

  administrator Pekarya

e. Ruang Pelayanan Darah Ukuran minimal 24 m2 f. Fasilitas Peralatan Peralatan utama

2. Perawatan Intensif a. Jenis Pelayanan

• Pemantauan terapi cairan  

• Pengawasan gawat nafas / ventilator  

• Perawatan sepsis  

b. Tempat Pelayanan

• Unit Perawatan Intensif c. Kompetensi

 Pelayanan pengelolaan resusitasi segera untuk pasien gawat,tunjangan kardio-respirasi jangka pendek dan mempunyai peranmemantau serta mencegah penyulit pada pasien medik dan bedahyang berisiko.

Ventilasi

  mekanik dan pemantauan kardiovaskuler sederhana.

d. Sumber Daya Manusia Dokter jaga 24 jam

  dengan kemampuan melakukan resusitasi jantungparu.

Dokter

  Spesialis Anestesiologi e. Ruang Pelayanan

Ruang

  Pelayanan Intensif (ICU) 75 m2 3. Pencitraan

Radiologi

USG / Ibu dan Neonatal

4. Laboratorium

Pemeriksaan rutin darah, urin

Kultur darah, urin, pus

(10)

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Penyelenggaraan pelayanan obstetric neonatalemergency komperehensif (PONEK) dalam pelaksanaannya dilakukan secaraterpadu oleh suatu panitia yang terdiri dari berbagai unit dalam Rumah Sakit antar lain: bagian kebidanan dan kandungan, bagian anak dan sebagainya yang telah ditetapkan dengan surat Keputusan rumah sakit

UPT RSUD PRATAMA TUMBANG SAMBA STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTUR UTAMA

PANITIA PONEK : 1. KETUA 2. SEKRETARIS

3. ANGGOTA KELOMPOK STAF MEDIS

KEBIDANAN

(11)

BAB III

KRITERIA RUMAH SAKI TPONEK 24 JAM A. KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK

Rumah Sakit PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakanpelayanan

kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif danterintegrasi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.

1. Kriteria umum

a. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensibaik secara umum maupun emergensi obstetrik-neonatal.

b. Dokter, bidan dan perawat terlatih melakukan resusitasi neonatus dan kegawatdaruratan obstetrik dan neonatus.

c. Mempunyai Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan pasien kegawat- daruratan obstetrik dan neonatal.

d. Jika memungkinkan, terdapat kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-darutan obstetrik dan neonatal.

e. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu.

f. Mempunyai standar respon time di UGD (target diupayakan selama 5menit) di kamar bersalin (target diupayakan kurang dari 30 menit),pelayanan darah (target diupayakan kurang dari 1 jam)

Referensi

Dokumen terkait