KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatrahmat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun buku PanduanPenyelenggaraan PONEK 24 Jam di Rumah Sakit dan dapat terselesaikan tepat padawaktunya. Buku panduan ini menjelaskan tentang Latar belakang, Tujuan, Defenisi, RuangLingkup pelayanan,Batasan Operasional, Dasar Hukum, Struktur Organisasi, Kriteria RSPONEK 24 jam,Standar ketenagaan, Standar Fasilitas,
Standar Pelayanan, KeselamatanKerja dan Pengendalian MutuPONEK 24 Jam di Rumah Sakit.Dengan tersusunnya buku panduan ini diharapkan dapat mempermudah dalamPenyelenggaraan PONEK 24 Jam di Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto.Kamisampaikan terimakasih terhadap semua pihak yang telah berkonstribusi dalam penyusunanpanduan ini.Kami menyadari sepenuhnya bahwa buku panduan ini tentunya masih jauh darisempurna, baik secara konteks maupun secara konten sehingga
memerlukanpenyempurnaan. Kritik dan saran yang membangun dari pembaca, kami harapkan untukmenyempurnakan buku panduan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...
1.2 Tujuan Pedoman...
1.3 Defenisi...
1.4 Ruang Lingkup Pelayanan...
1.5 Batasan Operasional...
1.6 Dasar Hukum...
BAB II STRUKTUR ORGANISASI...
BAB III KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM
3.1 Kriteria Rumah Sakit PONEK...
3.2 Kriteria Khusus...
3.3 Manajemen...
3.4 Sistem Informasi...
3.5 Fungsi Rumah Sakit...
3.6 Langkah-langkah Kebijakan Regionalisasi...
3.7 Monitor dan Evaluasi Kerja...
BAB IV STANDAR KETENAGAAN...
BAB V STANDAR FASILITAS...
BAB VI STANDAR PELAYANAN...
BAB VII KESELAMATAN KERJA...
BAB VIII PENGENDALIAN MUTU...
BAB IX PENUTUP...
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pada Konfrensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000disepakati bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium DevelopmentGoals) pada tahun 2015. Dua diantara tujuan tersebut mempunyai sasaran dan indikatoryang terkait dengan kesehatan ibu, bayi dan anak yaitu:1.
Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga dari AKB pada tahun1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup.2. Mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun 1990 dari307 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.Menurut laporan WHO tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI)di dunia yaitu
289.000 jiwa.Amerika Seikat 9300 jiwa, Afrika Utara 179.000 jiwa, dan Asia Tenggara16.000 jiwa.Angka kematian ibu di Negara-negar Asia tenggara yaitu Indonesia 214 per100.000 kelahiran hidup, Filiphina 170 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 60 per 100.000kelahiran hidup, Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 44 per 100.000kelahiran hidup dan Malaysia 39 per 100.000 kelahiran hidup(WHO,2014).Sedangkan menurut data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2012, Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Angka
KematianIbu(AKI) dan Angka Kematian Bayi(AKB) yang menjadi indikator kualitas
kesehatanmasyarakat disuatu Negara, ternyata masih tergolong tinggi di Indonesia.Kematian bayi baru lahir umumnya dapat dihindari penyebabnya seperti Berat BadanLahir Rendah (40,4%), asfiksia (24,6%) dan infeksi (sekitar 10%). Hal tersebut kemungkinandisebabkan oleh keterlambatan pengambilan keputusan, merujuk dan mengobati.Sedangkan kematian ibu umumnya
disebabkan perdarahan (25%), infeksi (15%), pre-eklampsia / eklampsia (15%), persalinan macet dan abortus.
Mengingat kematian bayimempunyai hubungan erat dengan mutu penanganan ibu, maka proses persalinan danperawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu. Pelayanan obstetri dan
neonatalregional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secaraterpadu dalam bentuk
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
di Rumah Sakit.Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalampelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalammenurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana,sarana dan manajemenyang handal.
1.2 Tujuan Pedoman a. Tujuan Umum
Pedoman pelayanan PONEK RSUD Tarakan Jakarta Pusat disusun agar dapatmeningkatkan pelayanan maternal dan neonatal sehingga dapat membantu programpemerintah menurunkan AKI dan AKB.
b. Tujuan Khusus
Sebagai pedoman managerial maupun operasional dalam programpelayanan PONEK 24 Jam di RSUD Tarakan Jakarta Pusat
a. Sebagai indikator mutu penerapan standar pelayanan Rumah sakit dalampelayanan PONEK melalui akreditasi
b. Sebagai salah satu alat ukur kinerja rumah sakit dalam pelayanan PONEK 24 jamsesuai standar c. Menambah ilmu pengetahuan tentang Pelayanan Obstetrik Neonatal EmergensiKomprehensif.
d. Mengetahui bagaimana sistem pelayanan PONEK sesuai standar e. Mengetahui apa saja yang harus ditangani oleh tim PONEK rumah sakit.
f. Mengetahui kriteria rumah sakit yang boleh melakukan PONEK 24 jam A. Defenisi
Rumah Sakit PONEK 24 Jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakanPelayanan Kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensifdanterintegrasi 24 jam.
B. Ruang Lingkup pelayanan
1. PelayananKesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis
a. Pelayanan Kehamilan, Pelayanan Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif
b. Pelayanan Nifas dan asuhan Bayi Baru Lahir
c. Immunisasi dan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) d. Intensive Care Unit (ICU), perawatan Perinatologi,Endoskopi.
2. Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal dengan risiko tinggi
a. Masa antenatal yaitu:Perdarahan pada kehamilan muda /abortus,Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik,Kehamilan ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET), Hipertensi, Preeklampsi / Eklampsi, Perdarahankehamilan, kehamilan Metabolik, KelainanVaskular/ Jantung.
b. Masa intranatal yaitu:
1) Persalinan dengan parut uterus,Persalinan dengan distensi uterus danSC pada ibu dg HIV +
2) Gawat janin dalam persalinan
3) Pelayanan terhadap syok,KPD,persalinan macet,Induksi dan akselerasipersalinan.
4) AVM,Ekstraksi Cunam, SC, Episiotomi, Kraniotomi dan kraniosentesis,malpresentasi dan malposisi,Distosia bahu,Prolapsus Tali Pusat
5) Manual plasenta,perbaikan robekan servik,perbaikan robekan vaginadan perineum perbaikan robekan dinding uterus, ReposisiInversioUteri,Histerektomi,sukar
bernapas,Kompresi bimanual dan aorta,Dilatasi dan kuretase, Ligase arteri uterine, Anestesia umum dan lokaluntuk seksio sesaria, Anestesia spinal, , Blok pudendal, Masa PostNatal, Masa nifas, Demam pasca persalinan, Perdarahan pascapersalinan, Nyeri perut pasca persalinan, Keluarga Berencana, Asuhanbayi baru lahir sakit .
3. Pelayanan Kesehatan Neonatal Hiperbilirubinemi, asfiksia, trauma, kelahiran, hipoglikemi, kejang, sepsis padaneonatal, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit,
gangguanpernapasan, kelainan jantung (payah jantung, payah jantung bawaan,
PDA),gangguan pendarahan, renjatan shock), aspirasi mekonium, koma, Inisiasidini ASI, PMK, Resusitasi Neonatus, Penyakit Membran Hyalin, Pemberianminum pada bayi risiko tinggi,Pemberian cairan Parenteral , kelainan bawaan.
4. Pelayanan GinekologisKehamilan ektopik, Perdarahan uterus disfungsi, Perdarahan menoragia, kistaovarium akutRadang Pelvik akut, Abses pelvik infeksi saluran genitalia, HIV–AID
5. Perawatan Intensif Neonatal
6. Pelayanan Penunjang Medika. Pelayanan Darah
1) Jenis Pelayanana) Merencanakan kebutuhan darah di RSP) Menerima darah dari UTD yang telah memenuhi syarat uji saring (nonreaktif) dan telah dikonfirmasi golongan
darahc) Menyimpan darah dan memantau suhu simpan darahd) Memantau persediaan darah harian/ mingguane) Melakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan rhesus pada
darahdonor dan darah
recipientf) Melakukan uji silang serasi antara darah donor dan darah recipientg) Melakukan rujukan kesulitan uji silang serasi dan golongan darah ABO/ rhesus ke Unit Tranfusi darah / UTD secara berjenjangh) Bagi Rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas unit tranfusi darah /Bank darah dianjurkan untuk membuat kerjasama dengan penyediafasilitas tersebut.
2) Tempat Pelayanana) Unit Tranfusi darah /UTD PMIb) Unit Tranfusi darah UTD Rumah sakitc) Bank darah rumah sakit / BDRS
3) Kompetensi
a) Mempunyai kemampuan manajemen pengelolaan tranfusi darah danBank Darah Rumah Sakit.
b) Mempunyai sertifikasi pengetahuan dan ketrampilan tentang:Transfusi darah, Penerimaan darah, Penyimpanan darah,Pemeriksaaan golongan darah, Pemeriksaan uji silang
serasi,Pemantapan mutu internal, Pencatatan, pelaporan, pelacakan dandokumentasi, dan Kewaspadaan universal (universal precaution).
4) Sumber Daya Manusia a) Dokter
b) Para medis Teknologi Tranfusi darah (PTTD) c) Tenaga administrator ,Pekarya Kesehatan 5) Ruang Pelayanan Darah
Ukuran minimal 24 m26) Perawatan Intensif
a) Jenis pelayanan: pemantauan terapi cairan, pengawasan gawat nafas/ ventilator, perawatan sepsis
b) Tempat Pelayanan: Unit Perawatan Intensif
c) Kompetensi: Pelayanan pengelolaan resusitasi segera untuk pasiengawat, tunjangan kardio-respirasi jangka pendek dan mempunyaiperan memantau serta mencegah penyulit pada pasien medik danbedah yang berisiko. Ventilasi mekanik dan pemantauan
kardiovaskuler sederhana.
d) Sumber Daya Manusia: dokter jaga 24 jam dengan kemampuanmelakukan resusitasi jantung paru, Dokter Spesialis Anestesiologie) Ruang Pelayanan: Ruang Pelayanan Intensif (ICU) 75 m2f) Pencitraan: Radiologi, USG / Ibu dan Neonatalg) Laboratorium: Pemeriksaan rutin darah, urin, Kultur darah, pus
D. Batasan Operasional Upaya Pelayanan PONEK :
1. Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitive
2. Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang Tindakan 3. Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparotomi, dan sectiocaesaria 4. Perawatan intensif ibu dan bayi.
5. Pelayanan Asuhan Antenatal Resiko Tinggi E. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentangKesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100, TambahanLembaran Negara RI Nomor 3495).
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 116, TambahanLembaran Negara RI Nomor 4431) 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437).
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 159b/Menkes/SK/Per/II/1988 tentangRumah Sakit.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional, diatur UpayaKesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja DepartemenKesehatan.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit diLingkungan Departemen Kesehatan.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor512/Menkes/Per/IV/2007 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan PraktikKedokteran.
PONEK di RUMAH SAKIT PRATAMA TUMBANG SAMBA 1. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis
Pelayanan Kehamilan Pelayanan
Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif
Pelayanan Nifas Asuhan
Bayi Baru Lahir Normal (level I)
Inisiasi Menyusui Dini
Penggunaan ASI eksklusif Imunisasi dan
Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK).
2. Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko Tinggia. Masa antenatal Perdarahan
pada kehamilan muda / abortus.
Nyeri perut
dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik Kehamilan Ektopik (KE)
& Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
Hipertensi, Preeklamsi / Eklamsi.
Perdarahan
pada masa Kehamilan
Kehamilan Metabolik Kelainan
Vaskular / Jantung Pasien
dengan Multi Organ Failure
Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu pascasalin dengan Gagal Jantung
NewYork Heart Assosciation
(NYHA) Class III-IV atau CHF kelas 3-4karena sebab apapun.
Aneurisma
Malformasi Arteriovena (Aneurisma Arterio VenousMalformation) besar dan pecah dengan midline shift tanpa dilakukan tindakan
Miastenia Gravis stadium lanjut yang mengenai otot pernapasan danbulbar Multiple sclerosis (ALS)
yang mengenai otot pernapasan dan bulbar
Epilepsi
intractable, polifarmasi, status konvulsivus
Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) stage V SindromEisenmenger
Hipertensi
Paru
Penyakit Jantung Kongenital Sianotik (Tetralogi of Fallot [TOF],
Ebstein’s Anomaly, Transposition of Great Arteries [TGA], Tricuspid Atresia [TA])
Sindrom Marfan dengan
keterlibatan aorta atau katup
Stenosis
Aorta dengan atau tanpa gejala
Penyakit Katup Aorta atau Mitral dengan Left Ventricle EjectionFraction <40%
Riwayat
Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) sebelumnya Karsinoma
Rekti Sebelum Usia Kehamilan 20 Minggub. Masa intranatal Persalinan
dengan parut uterus Persalinan
dengan distensi uterus Gawat
janin dalam persalinan Pelayanan
terhadap syok
Ketuban
pecah dini
Persalinan
macet
Induksi
dan akselerasi persalinan.
Aspirasi
vakum manual
Seksio
sesarea
Episiotomi
Kraniotomi
dan kraniosentesis Malpresentasi
dan malposisi
Distosia
bahu
Prolapsus
tali pusat
Plasenta
manual
Perbaikan
robekan serviks
Perbaikan
robekan vagina dan perineum Perbaikan
robekan dinding uterus Reposisi
Inersio Uteri Histerektomi
Sukar
bernapas
Kompresi
bimanual dan aorta Dilatasi
dan kuretase Ligase
arteri uterine
Bayi baru lahir dengan asfiksia Resusitasi
bayi baru lahir Anastesia
umum dan local untuk Sectio caesaria
Blok paraserviakl
Blok pudendalc. Masa Post Natal
Masa nifas Demam
pasca persalinan/ infeksi nifas Perdarahan
pasca persalinan
Nyeri
perut pasca persalinan Keluarga
Berencana3. Pelayanan Kesehatan Neonatal hiperbilirubinemi,
asfiksia,
trauma
kelahiran
hipoglikemi kejang,
sepsis
neonatal
gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit, gangguan
pernapasan,
kelainan jantung (payah jantung,
payah jantung bawaan,PDA),
gangguan
pendarahan,
renjatan
(shock),
aspirasi
mekonium,
koma,
Inisiasi
dini ASI (Breast Feeding ), Kangaroo
Mother Care,
Resusitasi
Neonatus,
Penyakit
Membran Hyalin,
Pemberian
minum pada bayi risiko tinggi,4. Pelayanan Ginekologis Kehamilan
ektopik
Perdarahan
uterus disfungsi Perdarahan
menoragia
Kista
ovarium akut Radang
Pelvik akut Abses
Pelvik
Infeksi
Saluran Genitalia
HIV
AIDS
5. Perawatan Khusus / High Care Unit dan Transfusi Darah a. Intensive Care Unit (ICU)
Persalinan
dengan distensi uterus
Gawat
janin dalam persalinan Pelayanan
terhadap syok
Ketuban
pecah dini
Persalinan
macet
Induksi
dan akselerasi persalinan Aspirasi
vakum manual
Seksio
sesarea
Episiotomi
Kraniotomi
dan kraniosentesis Malpresentasi
dan malposisi
Distosia
bahu
Prolapsus
tali pusat
Plasenta
manual
Perbaikan
robekan serviks
Perbaikan
robekan vagina dan perineum Perbaikan
robekan dinding uterus Reposisi
Inersio Uteri Histerektomi
Sukar
bernapas
Kompresi
bimanual dan aorta Dilatasi
dan kuretase Ligase
arteri uterina Anestesia
umum dan lokal untuk seksio sesaria Anestesia
spinal, ketamin
Blok pudendalb. Masa Post Natal
Masa nifas Demam
pasca persalinan Perdarahan
pasca persalinan
Nyeri
perut pasca persalinan Keluarga
Berencana
Asuhan
bayi baru lahir sakit (level 2) C. PELAYANAN PENUNJANG MEDIK1.
Pelayanan Darah a. Jenis Pelayanan
Merencanakan
kebutuhan darah di RS
Menerima darah dari
UTD yang telah memenuhi syarat
uji saring
(non reaktif) dan telah dikonfirmasi golongan darah
Menyimpan
darah dan memantau suhu simpan darah Memantau
persediaan darah harian/ mingguan Melakukan
pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus
pada darah donor dan darah recipien Melakukan
uji silang serasi antara darah donor dan darah
recipien Melakukan
rujukan kesulitan uji silang serasi dan golongan
darah ABO/ rhesus ke Unit Tranfusi darah
/UTD secara berjenjang Bagi Rumah sakit yang
tidak memiliki fasilitas unit
tranfusi darah
/ Bank darah dianjurkan untuk membuat
kerjasama
dengan penyedia fasilitas tersebut.
b. Tempat Pelayanan
a) Unit Tranfusi darah /UTD PMIb) Unit Tranfusi darah / UTD Rumah sakitc) Bank darah rumah sakit / BDRS
c. Kompetensi
1. Mempunyai kemampuan manajemen pengelolaan tranfusi darah danBank Darah Rumah Sakit.
2. Mempunyai sertifikasi pengetahuan dan ketrampilan tentang Transfusi
darah
Penerimaan
darah
Penyimpanan
darah
Pemeriksaaan
golongan darah
Penmeriksaan
uji silang serasi
Pemantapan
mutu internal
Pencatatan
, pelaporan, pelacakan dan dokumentasi Kewaspadaan
universal (universal precaution) d. Sumber Daya Manusia
Dokter
Para medis Tehnologi Tranfusi darah (PTTD Tenaga
administrator Pekarya
e. Ruang Pelayanan Darah Ukuran minimal 24 m2 f. Fasilitas Peralatan Peralatan utama
2. Perawatan Intensif a. Jenis Pelayanan
• Pemantauan terapi cairan
• Pengawasan gawat nafas / ventilator
• Perawatan sepsis
b. Tempat Pelayanan
• Unit Perawatan Intensif c. Kompetensi
Pelayanan pengelolaan resusitasi segera untuk pasien gawat,tunjangan kardio-respirasi jangka pendek dan mempunyai peranmemantau serta mencegah penyulit pada pasien medik dan bedahyang berisiko.
Ventilasi
mekanik dan pemantauan kardiovaskuler sederhana.
d. Sumber Daya Manusia Dokter jaga 24 jam
dengan kemampuan melakukan resusitasi jantungparu.
Dokter
Spesialis Anestesiologi e. Ruang Pelayanan
Ruang
Pelayanan Intensif (ICU) 75 m2 3. Pencitraan
Radiologi
USG / Ibu dan Neonatal
4. Laboratorium
Pemeriksaan rutin darah, urin
Kultur darah, urin, pus
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi Penyelenggaraan pelayanan obstetric neonatalemergency komperehensif (PONEK) dalam pelaksanaannya dilakukan secaraterpadu oleh suatu panitia yang terdiri dari berbagai unit dalam Rumah Sakit antar lain: bagian kebidanan dan kandungan, bagian anak dan sebagainya yang telah ditetapkan dengan surat Keputusan rumah sakit
UPT RSUD PRATAMA TUMBANG SAMBA STRUKTUR ORGANISASI
DIREKTUR UTAMA
PANITIA PONEK : 1. KETUA 2. SEKRETARIS
3. ANGGOTA KELOMPOK STAF MEDIS
KEBIDANAN
BAB III
KRITERIA RUMAH SAKI TPONEK 24 JAM A. KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK
Rumah Sakit PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakanpelayanan
kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif danterintegrasi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.
1. Kriteria umum
a. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensibaik secara umum maupun emergensi obstetrik-neonatal.
b. Dokter, bidan dan perawat terlatih melakukan resusitasi neonatus dan kegawatdaruratan obstetrik dan neonatus.
c. Mempunyai Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan pasien kegawat- daruratan obstetrik dan neonatal.
d. Jika memungkinkan, terdapat kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-darutan obstetrik dan neonatal.
e. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu.
f. Mempunyai standar respon time di UGD (target diupayakan selama 5menit) di kamar bersalin (target diupayakan kurang dari 30 menit),pelayanan darah (target diupayakan kurang dari 1 jam)