KERANGKA KONSEPTUAL PELAPORAN KEUANGAN
Intermediate accounting edisi IFRS 2021 Samukri, SE, Ak, M.Ak, CA, CPA
1
2
BUKU WAJIB
BUKU REF
TUJUAN PEMBELEJARAN 1) Menjelaskan
kegunaan kerangka konsptual
2) Menjelaskan upaya untuk membangun kerangka
konseptual
3) Memahami tujuan pelaporan
keuangan
4) Mengidentifikassi karakteristik
kualitatif informasi akuntansi
5) Mendefinisikan unsur-unsur dasar laporan keuangan.
6) Menjelaskan asumsi dasar akuntansi
7) Menjelaskan
penerapan prinsip- prinsip dasar
akuntansi 8) Menjelaskan
dampaknya
terhadap kendala pada pelaporan informasi
akuntansi.
3
• Kebutuhan
• Pengembangan
• Gambaran Umum
PRATINJAU BAB 2
4
KERANGKA KONSEPTUALConceptual framework Menetapkan konsep
yang mendasari pelaporan keuangan
Conceptual framework adalah system konsep
yang koheren yang
mengalir dari tujuan 1) Mengidentifikasi batasan pelaporan keuangan
2) Memilih transaksi, peristiwa lain, dan kondisi yang akan disajikan 3) Bagaimana peristiwa diakui dan
diukur
4) Bagaimana peristiwa harus dirangkum dan dilaporkan
5
KEBUTUHAN KERANGKA KONSEPTUAL
1) Agar menjadi berguna, pembuatan aturan harus dibangun dan berkaitan dengan konsep-konsep yang dibangun. Kerangka konseptual yang baik memungkinkan IASB untuk
mengeluarkan pernyataan yang lebih berguna dan konsisten dari waktu ke waktu, sehingga menghasilkan seperangkat standar yang koheren.
2) Sebagi hasil dari kerangka konseptual yang dikembangkan dengan baik, profesi harus mampu lebih cepat memecahkan masalah praktis baru dan sedang berkembang dengan
mengacu pada kerangka teori dasar yang ada.
6
PENGEMBANGAN KERANGKA KONSEPTUALKerangka konseptual FASB dikembangkan dalam serangkaian pernyataan konsep, umumnya disebut sebagai Kerangka
Konseptual.
Menjadi dasar yang kuat untuk :
Mengembnagkan standar akuntansi yang berbasis :
Prinsip
Konsisten secara internal
Konvergen secara internasional
Menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan.
7
KONSEPTUAL KERANGKA PELAPORANKEUANGAN
8
TINGKAT PERTAMA : TUJUAN DASARTujuan pelaporan keuangan Objective of financial reporting
Memberikan informasi keuangan tentang entitas pelaporan yang berguna untuk investor saat ini dan potensial,
pemberi pinjaman dan kreditur lain untuk membuat
keputusan dalam kapasitasnya sebagai penyedia modal.
Memberikan informasi kepada pengambil keputusan, perusahaan menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum.
9
TINGKAT KEDUA : KONSEP DASARKarakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi :
Bagaimana perusahaan memilih metode akuntansi yang dapat diterima, jumlah dan jenis informasi untuk
diungkapkan, dan format untuk menyampaikannya ?
Jawabannya :
Dengan menentukan alternative mana yang
memberikan informasi paling berguna untuk tujuan
pengambilan keputusan (kegunaan untuk pengambilan keputusan)
Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi :
IASB mendefinisikan karakteristik kualitatif informasi akuntansi menjadi dua yaitu :
Informasi yang lebih baik (lebih berguna)
Informasi yang kurang bermutu (kurang berguna) untuk tujuan pengambilan keputusan
10
HIERARKI KUALITAS AKUNTANSI11
KUALITASDASAR : RELEVANSI
12
KUALITASDASAR : RELEVANSI
Agar relevan, informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam keputusan
Informasi yang tidak terkait dengan keputusan merupakan informasi yang tidak relevan.
Informasi keuangan mampu membuat perbedaan ketika memiliki nilai prediktif, nilai konfirmasi, atau keduanya.
Nilai prediktif, jika informasi memiliki nilai sebagai masukan (input) untuk proses prediksi yang digunakan oleh investor untuk membentuk harapannya sendiri tentang masa depan.
Nilai konfirmasi, informasi yang relevan juga dapat membantu pengguna mengkonfirmasi atau memperbaiki harapan
sebelumnya.
Materialitas, informasi dianggap material jika mengabaikan atau salah menyatakan yang bisa mempengaruhi pengguna dalam membuat keputusan atas dasar informasi keuangan yang telah dilaporkan.
13
KUALITAS DASAR :PENYAJIAN JUJUR
14
KUALITASDASAR : PENYAJIAN JUJUR
Penyajian jujur (faithful representation) :
• angka-angka dan penjelasan sesuai dengan apa yang benar- benar ada atau terjadi
• Untuk menjadi penyajian jujur, informasi harus lengkap, netral dan bebas dari kesalahan yang material.
Kelengkapan (completeness) :
• Tersedianya semua informasi yang diperlukan untuk penyajian jujur.
Netralitas (neutrality)
• Perusahaan tidak dapat memilih informasi untuk mendukung sekelompok pihak yang berkepentingan atas pihak yang lain.
Bebas dari kesalahan (free from error) :
Informasi yang bebas dari kesalahan akan menjadi penyajian dari bagian keuangan yang lebih akurat (jujur).
15 PENINGKATAN
KUALITAS
16 PENINGKATAN KUALITAS
Dapat diperbandingkan :
o Informasi yang diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda dianggap sebanding.
o Komparabilitas (comparability) memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan yang nyata dalam peristiwa ekonomi antar perusahaan.
o Konsistensi (concistency), ada pada saat perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi yang sama untuk peristiwa serupa, dari periode ke periode
Dapat diverifikasi (verifiability) :
Terjadi pada saat pengukur independen menggunakan metode yang sama, mendapatkan hasil yang sama,
17 PENINGKATAN KUALITAS
Tepat waktu :
o Berarti memiliki informasi yang tersedia bagi pengambil keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kemampuannya untuk
mempengaruhi keputusan.
Dapat dipahami :
• Agar informasi menjadi berguna, harus ada hubungan (keterkaitan) antara pengguna dan keputusan yang dibuat.
• Hubungan ini dapat dipahami (understandability) adalah kualitas informasi yang memungkinkan pengguna yang cukup terinformasi melihat signifikansinya.
• Dapat dipahami ditingkatkan ketika informasi diklasifikasikan, dicirikan, dan disajikan dengan jelas dan ringkas.
18 UNSUR
DASAR
19
TINGKAT KETIGA :PENGAKUAN, PENGUKURAN, DAN KONSEP PENGUNGKAPAN
Entitas ekonomi
Kelangsungan usaha Unit moneter
Periodisitas Basis akrual
ASUMS I DASAR
ASUMSI DASAR
Asumsi Entitas Ekonomi
Economic entity assumption, berarti bahwa kegiatan ekonomi dapat
diidentifikasi dengan unit akuntabilitas tertentu.
Perusahaan menjaga aktivitasnya terpisah dan berbeda dari
pemiliknya dan dari unit bisnis lainnya.
Entitas induk dan anak merupakan badan hokum terpisah,
penggabungan secara akuntansi tidak melanggar hukum
Asumsi Kelangsungan Usaha
Going concern assumption,
berarti bahwa perusahaan akan memiliki umur panjang.
Perusahaan berharap dapat bertahan cukup lama untuk memenuhi tujuan dan
komitmennya.
Asumsi ini tidak diterapkan
hanya jika likuidasi akan segera terjadi.
20
ASUMSI DASAR
Asumsi Periode Waktu
Periodicity or time period
assumption, bahwa perusahaan dapat membagi kegiatan ekonomi ke dalam beberapa periode waktu, misalnya bulanan, triwulanan dan tahunan
Kemajuan teknologi, perusahaan perusahaan perlu memberikan informasi keuangan real time dan online untuk menjamin
ketersediaan informasi yang relevan.
Akuntansi Berbasis Akrual
Accrual basis accounting, bahwa transaksi yang mengubah laporan keuangan dicatat pada periode dimana peristiwa itu terjadi.
Basis kas tidak diperbolehkan dalam IFRS.
Laporan keuangan berbasis akrual menyediakan informasi transaksi masa lalu yang paling berguna dalam pengambilan keputusan.
21
22
Pengukuran Pengukuran
Pengakuan Pendapatan Pengakuan Pendapatan
Pengakuan Beban Pengakuan Beban Pengungkapan Penuh Pengungkapan Penuh
PRINSIP
DASAR
AKUNTANSI
Prinsip
Pengukuran
1) Prinsip Biaya Perolehan
• IFRS mengharuskan untuk mencatat dan melaporkan aset dan liabilitas atas dasar harga akuisisi (historical cost principle).
• Biaya historis umumnya dianggap sebagai penyajian jujur dari jumlah yang dibayarkan untuk item tertentu.
2) Prinsip Nilai Wajar
IFRS mensyaratkan penggunaan pengukuran nilai wajar dalam laporan keuangan
Fair value didefinisikan sebagai jumlah dimana aset dapat dipertukarkan, liabilitas dapat diselesaikan, atau instrument ekuitas yang diberikan dapat dipertukarkan.
1) Prinsip Biaya Perolehan
2) Prinsip Nilai Wajar
23
Prinsip Pengakuan Pendapatan
Revenue recognition principle, menunjukkan bahwa pendapatan diakui jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan diperoleh dan pengukuran yang dapat diandalkan dari jumlah pendapatan
dimungkinkan.
Pengakuan pada saat penjualan memungkinkan pengujian yang seragam dan wajar.
Selama produksi :
Pengakuan pendapatan sebelum menyelesaikan pekerjaan dalam kontrak konstruksi jangka panjang tertentu. Dalam metode ini , pendapatan diakui secara periodik, berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan tersebut.
Akhir produksi :
Pendapatan diakui setelah penyelesaian siklus produksi, teta[o sebelum penjualan terjadi.
Penerimaan kas adalah dasar lain untuk pengakuan pendapatan.
24
Prinsip Pengakuan Beban
Beban didefinisikan, sebagai arus keluar atau “penggunaan” lain dari aset atau munculnya liabilitas (gabungan keduanya) selama periode sebagai akibat dari pengiriman atau produksi barang dan atau penyediaan jasa.
Expense recognition principle), pengakuan beban terkait dengan
perubahan neto dalam aset dan perolehan pendapatan (biarkan biaya mengikuti pendapatan).
Pengakuan beban pada pengakuan pendapatan, artinya dengan
mengaitkan upaya (beban) dengan pencapaian (pendapatan), prinsip pengakuan beban dilaksanakan sesuai dengan definisi beban.
Biaya dibagi atas :
Biaya Produk : BB, BTK dan BOP
Biaya Periode : Biaya gaji dan biaya administrasi.
25
Prinsip Pengungkapan Penuh
Full disclosure principle, perusahaan memberikan informasi yang cukup penting untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan dari pengguna yang diinformasikan.
Trade-off penilaian itu adalah :
1. Perincian yang cukup untuk mengungkapkan hal-hal yang membuat informasi yang dapat dipahami.
2. Ringkasan yang cukup untuk membuat informasi dapat dipahami, dengan mempertimbangkan biaya untuk menyiapkan laporan tersebut.
Pengungkapan yang baik tidak memperbaiki akuntansi yang buruk.
26
Prinsip Pengungkapan Penuh
Catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements), menegaskan dan menjelaskan pos-pos yang disajikan dalam laporan utama di laporan keuangan.
Jika bagian utama laporan keuangan memberikan gambaran yang tidak lengkap tentang kinerja atau posisi perusahaan, maka
catatan atas laporan keuangan harus memberikan informasi tambahan yang diperlukan.
Informasi tambahan dapat mencakup penjelasan manajemen atas informasi keuangan dan pembahasan manajemen tentang
signifikansi informasi keuangan tersebut.
27
28
LATIHAN1) Apa yang dimaksud dengan kerangka konseptual ? Mengapa kerangka konseptual diperlukan dalam akuntansi keuangan ?
2) Apa tujuan utama pelaporan keuangan ?
3) Apa yang dimaksud dengan istilah karakteristik kualitatif informasi akuntansi?
4) Jelaskan secara singkat dua kualitas informasi yang berguna
5) Jelaskan secara singkat lima asumsi dasar yang mendasari struktur akuntansi keuangan.
6) Apa definisi dari nilai wajar ?
7) Kapan pendapatan umumnya diakui ?
8) Apa perbedaan antara dapat dibandingkan dan konsistensi ?