• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERUGIAN BESAR AKIBAT MEMILIH KEBATILAN

N/A
N/A
Aris Setyawan

Academic year: 2025

Membagikan "KERUGIAN BESAR AKIBAT MEMILIH KEBATILAN"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KERUGIAN BESAR AKIBAT MEMILIH KEBATILAN Dr. Aris Setyawan, M.Pd, C.Ps, C. EQL

Seperti yang kita bahas pada ayat 51. Allah berfirman:

ِف َّنِإ ۡۚۡمِهۡيَلَع ََٰلَۡتُي َبََٰتِكۡلٱ َكۡيَلَع اَ ۡلَۡزنَأ ٓاَّنَأ ۡمِهِفۡكَي ۡمَل َوَأ ٖمۡوَقِل َٰىَر ۡكِذَو ٗةَ ۡحَۡرَل َكِلََٰذ

َنوُنِمۡؤُي ٥١

Allah menjelaskan bahwa

ٗةَ ۡحَۡرَل

Di dalam Al-Qur’an benar-benar terdapat sebuah panduan hidup yang penuh rahmat. Dalam arti di dalam Al-Qur’an mengandung sebuah tuntunan yang mengubah pola pikir manusia menjadi lebih baik, lebih maju, lebih berakal cerdas. Bisa di ibaratkan Al-Qur’an dapat membangkitkan manusia kembali yang tadinya telah mati. Dalam arti lain dapat dikatakan bahwa budaya manusia yang benar-benar jahiliah, dapat berubah menjadi budaya manusia yang beradab dan berakhlak mulia.

pada ayat 52 Allah Tegas bahwa:

ۡلٱِب ْاوُنَماَء َنيِ َّلَّٱَو ِۗ ِضرَۡ ۡلۡٱَو ِتََٰوََٰمَّسلٱ ِف اَم ُمَلۡعَي ۖاٗديِهَش ۡمُكَنۡيَبَو ِنِۡيَب ِ َّللَّٱِب َٰ َفََك ۡلُق ِلِطَٰ َب

َنوُ ِسَِٰ َخ ۡلٱ ُمُه َكِئََٰٓلْوُأ ِ َّللَّٱِب ْاوُرَفَكَو ٥٢

Pada ayat 52 Allah Tegas bahwa:

ِلِطَٰ َب ۡلٱِب ْاوُنَماَء َنيِ َّلَّٱَو

: ada golongan manusia yang beriman dengan ajaran batil.

Apa itu ajaran batil?

Dalam Al-Qur’an, kata "batil" (لطابلا) digunakan untuk merujuk pada segala hal yang tidak berdasarkan kebenaran. Ini bisa berupa keyakinan yang salah, praktik ibadah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah, ucapan yang menyesatkan, atau tindakan yang bertentangan dengan syariat Islam. Jadi ajaran batil rasulnya adalah setan.

Dalam al-Qur’an Allah berfirman

(2)

ِيِع َّسلٱ ِبَٰ َح ۡص َ

أ ۡنِم ْاوُنوُكَ ِلِ ۥُهَبۡزِح ْاوُعۡدَي اَمَّنِإ ۡۚاًّوُدَع ُهوُذِ َّ

تَّٱَف ّٞ وُدَع ۡمُكَل َنَٰ َطۡي َّشلٱ َّنِإ

٦

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.

Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."

Dalam ayat itu terlihat bahwa setan mengajak ajak siapapun untuk melakukan kebatilan sehingga terlihat jelas bahwa kebatilan itu rasulnya adalah setan karena setan mengajakan kepada kebatilan. Perbedaanya dengan rasulullah SAW adalah, Rasulullah SAW membawa wahyu untuk menyelamatkan umat, maka setan membawa tipu daya dan ilusi untuk menghancurkan manusia.

Metode Setan Menyebarkan Kebatilan:

1. Membungkus kebatilan dengan kebaikan palsu

o Setan membuat dosa tampak indah dan logis. Ia memoles maksiat agar tampak sebagai bentuk kebebasan, toleransi, atau kemajuan.

o Allah berfirman:

َكِلۡبَق نِ م ٖمَم ُ أ َٰٓ َ

لَِإ ٓاَنۡلَسۡرَأ ۡدَقَل ِ َّللَّٱَت ۡمُهَلَٰ َمۡع َ

أ ُنَٰ َطۡي َّشلٱ ُمُهَل َنَّيَزَف

َمۡوَ لِٱ ُمُهُّ ِلَِو َوُهَف ۡ ۡمُهَلَو

ّٞم ِلِ َ

أ ٌباَذَع ٦٣

"Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka, maka dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang pedih." (QS. An-Nahl: 63)

2. Menanamkan keraguan terhadap kebenaran

o Ia menggoyahkan keyakinan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggoda hati lemah: “Apa gunanya shalat?”, “Apakah benar hijab itu wajib?”, atau “Semua agama sama, bukan?”

o Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa setan akan terus menggoda hingga manusia ragu terhadap siapa yang menciptakan mereka (HR. Muslim).

3. Menyebarkan ideologi dan ajaran sesat

o Setan memanfaatkan manusia-manusia tertentu untuk menjadi 'rasul bayangan'-nya: pembawa ajaran batil, tokoh kultus atau pelaku penyimpangan akidah kaya nabi-nabi palsu dll.

4. Menjauhkan manusia dari ulama dan Al-Qur’an

(3)

o Ia membuat orang malas belajar agama, meremehkan ustadz, dan lebih percaya pada influencer yang tidak berilmu.

Maka orang- orang yang beriman dengan yang batil itu adalah mereka yang selalu berbuat negative terhadap ajaran Allah

ِ َّللَّٱِب ْاوُرَفَكَو

. yang endingnya adalah

َنوُ ِسَِٰ َخ ۡلٱ ُمُه َكِئََٰٓلْوُأ

yaitu mereka selalu melakukan kerusakan dan termasuk ke dalam orang orang yang merugi.

Oleh karena itu, kita harus tegas dalam bersikap. Seperti di awal ayat al ankabut ayat 52 Allah berfirman bahwa

ۖا ٗديِهَش ۡمُكَنۡيَبَو ِنِۡيَب ِ َّللَّٱِب َٰ َفَ َك ۡلُق

kita harus punya pembeda antara yang berimana haq dengan yang beriman batil. Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

اٗقوُهَز َن َكَ َلِطَٰ َبۡلٱ َّنِإ ُۡۚلِطََٰبۡلٱ َقَهَزَو ُّقَۡلۡٱ َءٓاَج ۡلُقَو ٨١

"Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.

Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap." (QS. Al-Isra: 81)

Kesimpulannya mari kita:

Berpihak pada kebenaran (beriman dan taat)

Berani menghadapi kebatilan (tegas dan sabar)

Yakin pada janji Allah bahwa kebenaran akan menang

Konsisten dalam amal dan dakwah meskipun diuji

"Sukses menurut Islam bukan sekadar pencapaian dunia, tapi bagaimana kebenaran menjadi pijakan dalam setiap langkah hidup."

Referensi

Dokumen terkait