• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DI DESA RANUKLINDUNGAN GRATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DI DESA RANUKLINDUNGAN GRATI "

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Faktor penyebab atau yang mempengaruhi munculnya hipertensi adalah meningkatnya sistem saraf simpatis yang merangsang produksi adrenalin sehingga menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah, atau faktor lain yang diduga menyebabkan hipertensi karena kurangnya perhatian keluarga terhadap pelaksanaan hipertensi. perawatan rutin. atau pengobatan dan aktivitas sehari-hari yang tidak efektif dalam mencapai kesehatan. Dalam penatalaksanaan penyakit hipertensi dengan masalah penatalaksanaan kesehatan yang tidak efektif, antara lain dengan terapi farmakologi, modifikasi gaya hidup yaitu kepatuhan terhadap pengobatan atau pengobatan, selain dukungan terhadap pelaksanaan program perawatan atau pengobatan, pemberian informasi kesehatan dan dukungan keluarga juga sangat diperlukan. .

Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus yang berjudul “Pelayanan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Manajemen Kesehatan Tidak Efektif di Desa Ranuklindungan Grati”.

Tujuan

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

Hasil studi kasus ini dapat menjadi data bagi pelayanan kesehatan atau keluarga agar dapat memberikan asuhan keperawatan hipertensi yang baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan studi kasus tentang asuhan keperawatan pada kasus hipertensi.

Metode Penulisan

  • Metode
  • Tehnik Pengumpulan Data
  • Sumber Data
  • Studi Kepustakaan

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari keluarga klien atau orang terdekatnya, dan hasil pemeriksaan kesehatan lainnya. Tinjauan Pustaka merupakan kajian terhadap buku-buku sumber yang berkaitan dengan judul studi kasus dan permasalahan yang dibahas.

Sistematika Penulisan

Saya merasa pusing. Bu saya akan istirahat dan akan membeli obat sakit kepala di toko terdekat. Selain itu Bu. S mengatakan hanya Ny. I yang menderita hipertensi karena baik suami maupun keluarga istri sebelumnya tidak pernah mengalami gangguan/masalah kesehatan seperti Ny. I, dan Tn. Keluarga S tidak mempunyai penyakit menular. Peran informal: Tuan. S punya tanggung jawab mencari nafkah, Bu. Saya seorang ibu rumah tangga dan Ny. F dan Ny. S bertingkah seperti anak-anak.

Namun jika membawa Ny. I untuk memeriksakan kesehatannya menjadi kendala, Pak S sering mengeluh kelelahan sepulang kerja, dan kadang tidak yakin kapan Ny. I harus memeriksakan kesehatannya. Saya mengatakan sering terjadi konflik dengan suami dan anak ketika Ny. I ingin dibawa untuk pemeriksaan kesehatan karena Ny. Pihak keluarga menggunakan layanan kesehatan yang ada untuk mengatasi keluhan Ibu I dan Ibu I mengatakan bahwa beliau sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

Pada evaluasi diagnosis pertama yaitu penatalaksanaan kesehatan yang tidak efektif terkait dengan rumitnya program perawatan atau pengobatan, istri pada hari pertama memahami cara berkomunikasi dengan suami agar tidak menimbulkan konflik, dan sudah menyetujui untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. pemeriksaan hipertensi. minggu depan, pada hari ketiga, Ny. I mengatakan bahwa dia memahami cara berkomunikasi dengan suaminya agar tidak menimbulkan konflik, dan dia setuju untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hipertensi secara rutin pada minggu depan. Klien mengatakan bahwa anggota keluarga suami atau istri tidak ada yang mempunyai riwayat hipertensi, hanya Ny. I yang menderita hipertensi.

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Penyakit Hipertensi

  • Definisi Hipertensi
  • Etiologi Hipertensi
  • Klasifikasi Hipertensi
  • Faktor-Faktor Resiko Hipertensi
  • Patofisiologi Hipertensi
  • Manifestasi Klinis Hipertensi
  • Komplikasi Hipertensi
  • Pemeriksaan Penunjang Hipertensi
  • Penatalaksanaan Hipertensi
  • Pathway

Konsep Keluarga

  • Definisi Keluarga
  • Struktur Keluarga
  • Ciri-Ciri Keluarga
  • Tipe Keluarga
  • Tugas Kesehatan Keluarga
  • Peran Perawat Keluarga

Konsep Manajemen Kesehatan

  • Definisi
  • Penyebab
  • Tanda dan Gejala
  • Fungsi Manajemen Kesehatan

Konsep Asuhan keperawatan

  • Pengkajian
  • Diagnosa Keperawatan
  • Intervensi Keperawatan
  • Implementasi Keperawatan
  • Evaluasi

Sejauh mana keluarga menggunakan sumber daya yang ada di masyarakat untuk berusaha meningkatkan derajat kesehatan keluarga. e) Fungsi reproduksi, menjelaskan bagaimana keluarga mempunyai dan upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga. Manajemen kesehatan a. mengambil tindakan untuk .. mengurangi faktor risiko dari mitigasi menjadi moderat b. pelaksanaan program .. pengobatan dari menurun menjadi sedang .. c. aktivitas hidup sehari-hari secara efektif memenuhi tujuan kesehatan rendah hingga sedang. Setelah tiga kunjungan yang berlangsung 45-60 menit...adaptif menurun menjadi rata-rata. B. menunjukkan pemahaman tentang perilaku sehat dari cukup hingga meningkat.. c. kemampuan melakukan perilaku sehat dari tambahan yang direduksi menjadi hasil yang cukup.

Hasil Utama 1. Tingkat kepatuhan a) Verbalisasi kesediaan..untuk mematuhi program perawatan atau pengobatan dari menurun menjadi..meningkat b) Verbalisasi tindak lanjut. rekomendasi dari menurun ke meningkat c) Melacak perilaku.

Kerangka Masalah

Silaturahmi keluarga tersebut meliputi pengajian tahlil rutin setiap hari Rabu untuk Ibu I dan pengajian rutin tahlil setiap hari Kamis untuk Pak. Terlihat sikap Tuan S yang acuh tak acuh terhadap perawatan dan pengobatan yang harus dijalani Ny. I dan sering terjadi konflik antara Tuan S dan Ny. Pada asesmen tanggal 3 Juni 2021, Ny. I menyatakan kesulitan menjalani program pengobatan atau pengobatan. Susahnya, ketika Bu I merasa pusing dan ingin berobat, selalu diawali dengan konflik dengannya, Bu I juga mengatakan bahwa ia tidak rutin minum obat.

Dalam proses pengkajian ini penulis mengalami beberapa kendala yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga tentang kepatuhan perawatan dan pengobatan yang ditunjukkan oleh Ny.

TINJAUAN KASUS

Pengkajian

Pak S mengatakan tidak ada nilai atau norma tertentu yang mengikat anggota keluarga, sistem nilai yang dianut keluarga Pak S dipengaruhi oleh adat dan agama. Keluarga Pak S selalu berkomunikasi satu sama lain, bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa jawa. Tuan S sebagai kepala keluarga mempunyai kekuasaan untuk mengontrol dan mempengaruhi anggota keluarga untuk mengubah perilakunya.

Keluarga Pak S tidak pernah bersikap kasar atau kejam terhadap sanak saudaranya dan tidak pernah melakukan ancaman pada saat menjelaskan permasalahan.

Analisa Data

Diagnosa Keperawatan

Intervensi Keperawatan

Diagnosa penatalaksanaan kesehatan yang tidak efektif berkaitan dengan tidak efektifnya pola pelayanan keluarga dan diagnosis ketidakpatuhan berkaitan dengan pemahaman yang kurang dan memerlukan pelaksanaan dalam waktu tiga hari. Judul KTI: Asuhan Keperawatan Penderita Hipertensi dengan Manajemen Pelayanan Kesehatan yang Tidak Efektif di Desa Ranuklindungan Grati. Judul : “PERAWATAN UMUM PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN TIDAK EFEKTIF DALAM MANAJEMEN KESEHATAN DI DESA RANUKLINDUNGAN GRATI”.

Judul Kasus : Asuhan keperawatan hipertensi pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan yang tidak efektif dalam manajemen pelayanan kesehatan di desa Ranuklindungan Grati.

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan

Keluhan yang disampaikan Ny. I sesuai dengan tinjauan pustaka mengenai tanda dan gejala hipertensi. Menurut (Aspiani, 2014) tidak semua tanda dan gejala terjadi pada kasus yang dialami Ny. I, berdasarkan tinjauan literatur (Aspiani, 2014) tanda dan gejala hipertensi yaitu sakit kepala, nyeri dan rasa tidak nyaman pada leher, perasaan tidak enak. berputar-putar seperti tujuh lingkaran, terasa ingin terjatuh, jantung berdebar atau jantung berdebar kencang, hingga telinga tersedu-sedu. Dalam mengkaji kasus tersebut, penulis membuat 2 diagnosis yaitu manajemen kesehatan yang tidak efektif terkait dengan pola pelayanan kesehatan keluarga yang tidak efektif dan ketidakpatuhan terkait dengan pemahaman yang kurang. Pada diagnosa pertama yaitu penatalaksanaan kesehatan yang tidak efektif berhubungan dengan tidak efektifnya pola pelayanan kesehatan keluarga dapat teratasi. Tujuannya : dengan melakukan tindakan 3 x 24 jam diharapkan keluarga dapat melakukan perawatan terhadap klien sehingga tidak efektif. manajemen kesehatan terselesaikan menjadi

Pada diagnosa kedua, ketidakpatuhan berhubungan dengan pemahaman yang kurang, setelah 3 x 24 jam dilakukan tindakan, keluarga dan klien menyatakan bersedia menjalani pengobatan atau pengobatan dan mengikuti anjuran yang dianjurkan.

PEMBAHASAN

Pengkajian

Asesmen merupakan tahapan dimana perawat mengumpulkan data yang ditandai dengan pengumpulan informasi secara terus menerus dan keputusan profesional yang memberi makna pada informasi yang dikumpulkan. Pengumpulan data keluarga berasal dari berbagai sumber: wawancara, observasi terhadap rumah keluarga dan fasilitasnya, pengalaman yang dilaporkan oleh anggota keluarga (Padila, 2012). Sesuai dengan teori yang telah dijelaskan diatas, maka penulis melakukan penelitian pada keluarga Bapak. S menggunakan format penilaian keluarga, metode wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik untuk menambah data yang diperlukan.

Diagnosa Keperawatan

Diagnosis pertama ditandai dengan kurangnya pemahaman terhadap pengobatan hipertensi, dan diagnosis kedua ditandai dengan ketidakpatuhan terhadap rekomendasi pengobatan atau pengobatan.

Intervensi Keperawatan

Pada diagnosa kedua yaitu ketidakpatuhan sehubungan dengan pemahaman yang kurang dapat diatasi dengan tujuan: dilakukan kunjungan rumah 3 x 24 jam, diharapkan keluarga dan klien dapat mengenali permasalahannya, sehingga ketidakpatuhan dapat diatasi. kepatuhan. dapat diselesaikan. Kriteria hasil: keluarga dan klien bersedia mematuhi program pengobatan atau perawatan dan bersedia mengikuti rekomendasi. Intervensi: mengidentifikasi kepatuhan terhadap program pengobatan, berkomitmen untuk menyelesaikan program pengobatan dengan baik, memberikan informasi tentang program pengobatan yang akan diselesaikan, memberikan informasi tentang manfaat yang akan diperoleh jika Anda mematuhi pengobatan.

Implementasi Keperawatan

Implementasi diagnosa kedua yaitu ketidakpatuhan berhubungan dengan pemahaman yang kurang yaitu menjelaskan penyebab penyakit hipertensi, menjelaskan kepada klien dan keluarga tentang kepatuhan terhadap program pengobatan hipertensi, menganjurkan klien dan keluarga untuk berkomitmen menjalani program pengobatan. nah, menjelaskan kepada keluarga bahwa mereka bergantian mendampingi klien selama menjalani program pengobatan, menjelaskan kepada klien dan keluarga manfaat yang akan diperoleh jika rutin menjalaninya. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan penulis tidak menemukan hambatan karena klien dan keluarga bersikap kooperatif dengan perawat sehingga rencana tindakan dapat dilaksanakan.

Evaluasi Keperawatan

Dari hasil uraian yang telah diuraikan berkaitan dengan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis hipertensi, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Untuk mencapai solusi permasalahan tersebut penulis melibatkan keluarga dan klien secara aktif dalam pelaksanaan asuhan keperawatan karena ada beberapa tindakan keperawatan yang memerlukan kerjasama antara perawat, klien dan keluarga. Stres merupakan masalah persepsi masyarakat, interpretasi terhadap peristiwa yang menimbulkan banyak pemicu stres dan respons terhadap stres. f) Obesitas, obesitas terutama pada tubuh bagian atas, dengan peningkatan jumlah lemak di sekitar diafragma, pinggang dan perut, berhubungan dengan berkembangnya hipertensi. g) Gizi, konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi pada individu.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan rendah kalsium, potasium, dan magnesium dapat berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi. h) Penyalahgunaan narkoba, merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan beberapa penggunaan obat-obatan terlarang merupakan faktor risiko hipertensi. Dalam dosis tertentu, nikotin pada rokok dan obat-obatan seperti kokain dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara langsung.

PENUTUP

Simpulan

Saran

Melalui surat ini, kami mohon kepada Kepala Desa Ranuklindugan untuk memperbolehkan siswa kami melakukan pendataan dasar di tempat tersebut. Sebelum bertanda tangan di bawah ini, saya mendapat informasi yang jelas tentang tugas pengambilan studi kasus ini dari seorang mahasiswa bernama Ahmad Rizal Luqman Thoriq tentang proses pengambilan studi kasus ini dan saya memahami semua yang dijelaskan. Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan formulir ini.

Segala data dan informasi dari saya sebagai peserta hanya akan digunakan untuk keperluan studi kasus ini.

Referensi

Dokumen terkait

Published by English Language Education Department of UMG http://dx.doi.org/10.30587/jetlal.v5i2.3763 121 The Language Attitude of English Department Students University of