• Tidak ada hasil yang ditemukan

kesehatan mental perspektif al qur'an

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kesehatan mental perspektif al qur'an"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

7 Anwariah Salsabila, “Menjaga kesehatan jiwa dalam Al-Qur’an (Kajian Tematik Kedamaian Jiwa dengan Pendekatan Psikologi)” Skripsi, UINSA, Surabaya, 2021, 1-3. Penelitian ini berjudul “Kesehatan Jiwa dalam Perspektif Al-Qur’an (Analisis Surat Al-Baqarah ayat 155 dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir)”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

Telaah Pustaka

Keempat, skripsi berjudul “Pemeliharaan Kesehatan Jiwa dalam Al-Qur’an (Kajian Tematik Ayat-Ayat Ketenangan Rohani dengan Pendekatan Psikologis)” ditulis oleh Anwariah Salsabila. 19 Salsabila, “Pemeliharaan kesehatan jiwa dalam Al-Qur’an (kajian tematik kedamaian batin melalui pendekatan psikologis).”

Metode Penelitian

Sumber data yang dimaksud adalah bagaimana penulis akan mengumpulkan data yang akan digunakan dalam penelitian ini. Sumber data sekunder merupakan sumber data pendukung yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian seperti jurnal, artikel, buku dan disertasi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.

Sistematika Pembahasan

Menurut Abdul Khaliq, kesehatan mental adalah keadaan pikiran yang secara logis relatif, terdiri dari berbagai perasaan. Secara psikologis wujud kesehatan jiwa menurut Maslow dan Mittleman digambarkan dalam sebelas dimensi, yaitu sebagai berikut: 1.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Taylor dan Brown menemukan bahwa seseorang yang mengalami depresi sebenarnya memiliki pandangan yang lebih realistis dibandingkan orang yang memiliki kemampuan penyesuaian diri dengan baik. Hal ini terjadi karena mereka kurang mengalami proses atribusi yang mementingkan diri sendiri, lebih khusus lagi terkait dengan konsep keberhasilan dan kegagalan, orang-orang ini kurang memperhatikan hal-hal yang berada di luar kendali mereka dan merupakan orang yang lebih seimbang sehingga orang tersebut mampu memprediksi masa depan. Munculnya ilusi-ilusi yang menunjang kebahagiaan, keinginan untuk peduli terhadap sesama dan mampu bekerja lebih produktif, merupakan landasan kualitas mental yang sehat.36.

Kemudian muncul rasa penting dan rasa penguasaan, atau kesadaran akan harga diri dan kesadaran akan penguasaan, hal ini memberikan perasaan gembira, hangat dan bahagia. Setiap individu akan selalu berusaha mencari kedudukan sosial dan status sosial dalam lingkungannya. Karena hal ini dapat melahirkan rasa aman pada diri sendiri, keberanian dan harapan akan masa depan.

Terapi ini bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada setiap individu agar dapat melestarikan segala sesuatunya dan meningkatkan hubungan yang lebih intim antar individu. 38 Ainur Zafira Efendi dan Indah Purbasari, “Terapi Tumbuhan Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi,” BMPD.

Ayat Tentang Kesehatan Mental

Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di surga, mereka akan tetap di sana selama-lamanya selama langit dan bumi masih ada, kecuali Tuhanmu menghendaki (yang lain) sebagai karunia yang tiada habisnya” (Q.S Hud. Dalam kitab tafsir Al Misbah dijelaskan mengenai ayat di atas yaitu barang siapa yang diberi kebahagiaan oleh Allah SWT maka ia akan masuk surga dan kekal selama-lamanya, kecuali orang yang dikabulkan Allah SWT masuknya ingin menunda sampai surga yaitu mereka yang beriman tetapi berbuat dosa.

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang bahagia adalah orang yang mengikuti para rasul dan ditempatkan di surga serta akan tinggal di sana selamanya. Ayat di atas menjelaskan tentang orang-orang yang ahli maksiat namun beriman pada tauhid, yang awalnya berada di neraka kemudian diusir dari neraka. Tafsir Al Muyassar menjelaskan bahwa orang yang bahagia selamanya berada di surga selama langit dan bumi masih ada, kecuali orang yang kelak langsung masuk surga atas izin Allah.

Dalam kitab tafsir Al Mishbah, ayat di atas dijelaskan tentang keadaan orang yang taat kepada Allah swt. Apa yang dikatakan ketika mati dan pada hari kiamat suatu hari, sebagaimana malaikat membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman semasa mati dan semasa dibangkitkan dari kubur 52.

لَمْلا

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjelaskan bahwa hati manusia menjadi baik, bertawakkal kepada Allah, dan menjadi tenang apabila mengingat dan diredhai Allah sebagai penolong dan pelindung. Dalam kitab Tafsir Al Muyassar menjelaskan ayat di atas bahawa orang-orang yang beriman, tenteram hatinya kerana mengingati Allah swt. Dalam Kitab Tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan perintah orang mukmin agar memohon pertolongan kepada Allah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah melalui sabar dan shalat, sehingga menjadi ringan dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup.

Dalam kitab tafsir Al Muyassar, ayat di atas dijelaskan bahawa Allah swt menurunkan rasa tenang dalam hati setiap mukmin, seperti yakin dengan pertolongan Allah swt, sabar menghadapi ujian, tabah dan tabah. Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjelaskan tentang hati manusia menjadi baik, bersandar kepada Allah dan menjadi tenang apabila mengingat dan redha kepada Allah sebagai penolong dan pelindung.86. Dalam kitab tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan bahawa orang-orang yang beriman yang hatinya tenang kerana mengingati Allah swt.

Dalam kitab Tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan bahawa orang-orang yang bersabar apabila ditimpa musibah, mereka sedar bahawa setiap yang berlaku adalah ketentuan dari Allah swt.92. Dalam kitab tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan larangan bagi manusia untuk berhasad dengki kepada orang lain, kerana rezeki setiap manusia telah ditetapkan oleh Allah swt untuk diberikan kepada sesiapa yang dikehendakinya, berhikmah dan mengikut kehendakNya. pengetahuan. Dalam kitab tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan perintah kepada orang-orang yang beriman supaya menjaga dan menyelamatkan diri dan seluruh keluarga mereka daripada azab api Neraka dengan sentiasa melakukan apa yang diperintahkan Allah swt dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah swt.

Dalam kitab tafsir Al Azhar, ayat di atas menjelaskan bahawa Allah swt itu Maha Berkuasa dan mampu menjadikan seluruh umat itu satu umat, tiada perselisihan dan perselisihan faham.

يِنِمْؤُمْلا١٣

Dalam kitab tafsir Al Misbah dijelaskan bahwa pada ayat-ayat sebelumnya telah ditegaskan bahwa Allah SWT ingin menjadikan agamanya jaya atas agama lain, yang diwujudkan melalui perjuangan orang-orang yang beriman karena ingin menguji keimanannya. dari lelaki. Artinya jika manusia menaati perintah Allah SWT yaitu iman dan jihad, maka Allah SWT pasti akan mengampuni dosa-dosanya hingga tidak berbekas lagi. Kemudian Allah SWT menurunkan surat pada ayat di atas yang menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan besar yang dapat membawa kepada tujuan dan menjauhkan manusia dari mara bahaya.

Allah swt akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya dan memasukkannya ke dalam Syurga jika mereka melakukan apa yang Allah perintahkan. Jika modal utama kuat, maka hendaklah ditambah modal kedua iaitu Jihad di jalan Allah. Damaikanlah orang-orang yang bermusuhan supaya mereka takut kepada Allah (swt), iaitu mendamaikan mereka untuk mendapat keredhaan Allah (swt).

Dan bertakwalah kepada Allah swt dengan mengerjakan apa yang diperintahkan Allah swt dan menjauhi segala yang dilarang dan berlaku adillah supaya kamu mendapat rahmat.120. Mempunyai rasa redha, gembira (Al Farh al Sumr) dan gembira (Al Saadah) dalam menerima keredhaan yang Allah swt berikan. 121.

نْيِِبِٓ صلا١٥٥

لوُاَو ِۗ

Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, dalam tafsir ayat di atas, Allah swt memberikan ujian kepada makhluk-Nya berupa kebahagiaan dan pada waktu lain Allah juga memberikan masalah, seperti ketakutan dan kelaparan. Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjelaskan bahawa kalimah Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un menyuruh mereka berhibur atas apa yang menimpa mereka dan mereka tahu bahawa mereka adalah milik Allah swt. Dalam kitab tafsir disebutkan bahawa datangnya ujian kepada setiap orang adalah pendidikan yang Allah swt berikan kepada makhluknya, agar mereka menjadi orang yang kuat dan tabah menghadapi setiap kesulitan hidup.

Namun Allah memerintahkan hambanya untuk meminta karunia-Nya, niscaya akan diberikan oleh Allah SWT. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir ayat diatas menceritakan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari satu jiwa dan dari situlah Allah SWT menciptakan berpasangan yaitu Adam dan Hawa. Ayat di atas juga menjelaskan bahwa mereka mempunyai derajat yang berbeda-beda di mata Allah SWT, yaitu pada ketakwaan dan bukan pada garis keturunan.

Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjelaskan bahawa sedekah itu disucikan di hadapan Allah dan beramal itu adalah kerana ketaatan kepada Allah swt atas apa yang telah disyariatkan kepada manusia. Dalam kitab tafsir Al Muyassar, ayat di atas menjelaskan bahawa orang-orang yang mengatakan Tuhan kita hanyalah Allah swt sangat istiqamah dalam melaksanakan apa yang diperintahkan agama iaitu melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

ةَقاَط اَنَل

Pada saat kematian, malaikat rahmat turun kepada manusia dan berkata: "Jangan takut mati dan jangan bersedih kerana meninggalkan harta dan keluarga, bergembiralah dengan masuk syurga selama-lamanya sebagaimana yang dijanjikan Allah kepadamu." 147.

تْنَا اَنىٓلْوَم

  • Penafsiran Q.S Al Baqarah Ayat 155
  • Makna Kesehatan Mental Dalam Q.S Al Baqarah Ayat 155
  • Cara Menjaga Kesehatan Mental Menurut Q.S Al Baqarah Ayat 155 Beberapa kitab tafsir di atas menjelaskan bahwa dalam Q.S Al
  • Makna Kesehatan Mental
  • Kesimpulan
  • Saran

“Menerapkan konsep Sahdzan (Sabar dan Huznudzan) sebagai upaya mengatasi kesehatan jiwa di masa pandemi Covid-19,” Khazanah. Sedangkan dalam Al-Qur'an kesehatan jiwa memiliki istilah yang berbeda-beda yaitu Al Fauz (kemenangan), Al Sa'adah (kebahagiaan), Al Sakinah (ketenangan), Al Falah (rejeki) dan An Nafsu Al Muthmainnah (jiwa yang tenang). ). Menurut para ahli, kesehatan jiwa dan kesehatan jiwa dalam Al-Quran saling berkaitan dan saling melengkapi.

Menurut pakar, kesihatan mental adalah selari dengan apa yang disampaikan oleh al-Quran. Al-Quran memuatkan ayat-ayat al-Quran untuk melengkapkan kepentingan kesihatan mental. Menjaga kesihatan mental dalam al-Quran boleh menggunakan terapi ibadah seperti solat, berzikir dan sabar.

Cara menjaga kesehatan jiwa secara umum tidak sejalan dengan cara menjaga kesehatan jiwa dalam Al-Qur'an. Sedangkan cara menjaga kesehatan jiwa dalam Al-Qur'an menggunakan terapi ibadah seperti doa dan dzikir serta penggunaan iman yaitu dengan bersabar.

Referensi

Dokumen terkait