Kesesatan Penalaran (Logical Fallacy)
Reza Widyasaputra, S.TP., M.Si
Agenda
DEFINISI KATEGORI TUGAS
KATEGORI
Semantik : memiliki makna ganda atau multi
interpretasi
◦Ekuivoka
◦Amfiboli
◦Komposisi
◦Pembagian
◦Aksentuasi
Tribute to: alm. Bapak Dr. Dahrul Syah (Dosen IPB)
Materiil : kontekstual
• Aksidensia
• Kebalikan Aksidensia
• Hal yang tidak relevan: ad hominem, populum,
miscericordiam,verecundiam, ignorantiam, baculum
• Anggapan yang salah
• Kesalahan Silogistik
Semantik : Ekuivoka
◦Menganggap bahwa kata-kata selalu dipakai dalam pengertian yang sama
◦Contoh: 1. Malang merupakan kota yang indah; 2. Orang miskin
mempunyai nasib yang malang; 3. Orang miskin memiliki nasib yang indah
◦Sering terjadi pada penggunaan Bahasa daerah. Contoh: 1. Urang urip ing segoro (Bahasa jawa); 2. Urang angkat ka pasar (Bahasa Sunda); 3. Saya makan urang
◦Sifatnya Mudah Dikenali
◦Solusi: susun definisi secara hati-hati (kenali latar belakang yang berbicara)
Semantik : Ekuivoka
“Memilih Liverpool merupakan
keputusan Salah”
Semantik : Amfiboli
◦Kesalahan dalam menyusun kalimat
◦Memiliki banyak arti karena susunan kalimat sulit dipahami
◦Dijual segera : Kursi tinggi untuk bayi dengan kaki patah
◦Pertandingan tinju yang bersih dan sopan setiap malam kecuali minggu malam
◦Sopan di rumah, sopan di jalan
◦Solusi: Cek kalimat berulang-ulang kali dari berbagai sudut pandang; Buat berbagai pertanyaan untuk memeriksa
Semantik: Komposisi
◦Pemakaian kata secara distributif dan kolektif secara bersamaan
◦Sebuah sekolah, terdiri atas bangunan tempat belajar,
laboratorium dan sebuah ruangan untuk berolahraga, yang semuanya mempunyai luas 800 meter persegi.
◦Sebuah majalah OR menyusun suatu konsep tentang
kesebelasan nasional yang kuat. Cara yang dilakukan adalah dengan mengambil pemain-pemain terbaik dari masing-masing klub yang menjadi anggota PSSI.
◦Kalau bersama-sama baik, sendirian baik juga untuk hal yang sama
Semantik: Kesesatan dalam Pembagian
◦Kebalikan dari komposisi
◦Populasi bersifat A, maka individu yang ada semuanya bersifat A
◦Padahal belum tentu
◦Orang yang tidak berpendidikan tidak pandai, maka dari itu A yang tidak berpendidikan juga tidak pandai
◦Semua gadis Bali pandai menari.
Semantik: Kesesatan Penekanan
• Mirip dengan Amfiboli
• Intonasi menyebabkan perbedaan arti
• Ayam makan belalang mati
• Mayat dilangkahi kucing hidup
• Terdapat berbagai arti
Semantik: Kesesatan Penekanan
Materiil: Aksidensia
◦Aturan Umum dianggap bisa berlaku pada berbagai keadaan.
◦Contoh:
1. Semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, nilai ujian saya dan nilai anda harus sama.
Materiil: Kebalikan Aksidensia
◦Kejadian Khusus dianggap bisa berlaku secara umum
◦Salah sampling. Tidak cukup bukti.
◦Contoh: 1) Lokalisasi terbesar se-Indonesia ada di Surabaya, maka Surabaya adalah kota
maksiat; 2) Teroris tersebut beragama islam maka islam adalah agama teroris.
Hal yang tidak relevan: Ad Hominem
◦Ditujukan ke orang tertentu
◦Contoh: 1. Orang ini berkacamata, pasti dia pintar; 2.
Produk ini mampu menyembuhkan covid, Mamah tahu sendiri….
◦Argumentasi memanfaatkan nama besar/ nama buruk seseorang
◦Positif atau negative tergantung keperluan
Hal yang tidak relevan: Ad Verecundiam
◦Salah wewenang, bukan pada bidangnya
◦Contoh: 1.Resep masakan Albert Einstein pasti enak; 2. Menurut dokter A, Gol penalti Juventus semalam tidak sah.
Hal yang tidak relevan: Ad Baculum
◦Terima pernyataan A, agar tidak terjadi sesuatu yang menakutkan (mengancam).
◦Contoh: Anggota Dewan yang tidak setuju dengan pengesahan UU xxxx akan diperkarakan
Hal yang tidak relevan: Ad Ignorantiam
◦Pernyataan A tidak bisa dibuktikan, maka bukan A BENAR
◦Pernyataan bukan A tidak bisa dibuktikan, maka A BENAR
◦Contoh: 1. Tidak ada pertanyaan?? Berarti, kalian para mahasiswa sudah paham dan siap ujian; 2. Alien itu
tidak ada karena tidak ada yang berhasil membuktikan keberadaannya; 3. Alien itu ada karena tidak ada yang berhasil membuktikan ketidakberadaannya.
Hal yang tidak relevan: Ad Misericordiam
◦Sesorang yang mengemukakan Argumen A layak dikasihani karena suatu keadaan x
◦Padahal, keadaan x tidak relevan dengan Argumen A
◦Contoh kasus di pengadilan: Mohon Pak, jangan
dihukum. Saya mencuri karena kebutuhan untuk beli susu anak.
Hal yang tidak relevan: Ad Populum
◦Kebanyakan orang percaya bahwa statement A BENAR, sehingga statement A pasti BENAR
◦Contoh: (Di suatu perempatan, seseorang kena tilang karena menerobos lampu merah). “Mohon Pak, jangan ditilang, biasanya orang-orang kalau disini belok kiri jalan terus Pak..”
Anggapan tidak benar: Pernyataan sangat kompleks
◦Pernyataan ruwet, njelimet padahal tidak nyambung.
◦Contoh: Bagaimana caranya untuk mengatasi penyebaran virus corona? Hanya ada satu cara yaitu Pakai gelang Power Balance
Anggapan tidak benar: Petition Principi
◦Pernyataan yang berputar-putar dengan argumentasi tidak mendukung
◦Contoh: Senyawa fenol merupakan antioksidan sebab antioksidan salah satunya berasal dari
senyawa fenol.
Anggapan tidak benar: Post hoc ergo propter hoc
◦Terjadi karena sebab yang salah
◦Mitos-mitos Kesehatan dan tek. Pangan
◦Makanan jatuh ke lantai sebelum 5 menit masih aman dimakan (bebas bakteri)
◦Makan cokelat menyebabkan jerawat
TUGAS
◦Analisislah kesalahan penalaran dalam kalimat berikut: “Virus Corona takut masuk ke
Indonesia karena perizinannya ribet”
◦Klik tautan berikut
http://lifestyle.bisnis.com/read/20150128/106/396050/hati-hati-20-jajanan-anak-sd-di-jakarta-me ngandung-zat-kimia-berbahaya
Analisis kesalahan penalaran apa yang ada di dalamnya?