Laporan hasil pemantauan upaya restorasi ekosistem gambut dan penerapan RKU oleh perusahaan HTI dan kelapa sawit di Kalimantan Barat. Pemerintah kemudian merevisi PP Nomor 57 Tahun 2016 terkait Perubahan PP Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut pada 2 Desember 2016.
Sumatera, fungsi lindung seluas 4.985.913 ha dan budidaya 4.618.616;
Meski banyak penolakan dari perusahaan dan internal pemerintahan, Presiden Joko Widodo dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan upaya restorasi gambut di Indonesia. Sebelumnya, pada tanggal 6 Januari 2016, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 yang menjadi landasan pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG) yang bertugas melaksanakan restorasi gambut di Indonesia, khususnya pada kawasan lahan gambut yang telah mengalami kerusakan. telah terbakar. pada tahun 2015.
Kalimantan, fungsi lindung seluas 4.094.203 dan budidaya 4.310.614;
Kurang dari sebulan, tepatnya pada 21 Desember, majelis hakim PTUN Jakarta memutuskan menolak gugatan yang diajukan PT RAPP. Untuk menjamin sebaran gambut di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 28 Februari 2017 menerbitkan SK.130/Menlhk/Setjen/Pkl.0/2/2017 tentang Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut Nasional.
Peta Fungsi Ekosistem Gambut Nasional berdasarkan SK.130/Menlhk/
Prioritas restorasi pasca kebakaran 2015
Prioritas restorasi kubah gambut berkanal (zona lindung)
Peta Indikatif Restorasi Gambut Nasional berdasarkan SK 05/BRG/KPTS/2016 tentang Penetapan peta Indikatif Restorasi Gambut
Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) menyatakan bahwa restorasi gambut memerlukan langkah-langkah tepat untuk mencapai kondisi lahan gambut yang baik. Pemetaan gambut harus dilakukan untuk menentukan lokasi gambut yang terdegradasi dan menentukan jenis serta kedalaman lahan gambut yang terdegradasi.
Metode Pemantauan
- Peta Indikatif Restorasi Gambut Nasional berdasarkan SK 05/BRG/KPTS/2016 tentang Penetapan Peta Indikatif Restorasi Gambut
- RKU milik perusahaan HTI yang telah direvisi dan memuat rencana prlindungan gambut di konsesinya
- Pengumpulan bukti visual baik foto ataupun video yang dilengkapi referensi geografis berupa penunjukkan lokasi menggunakan Global Positioning System
- Pengumpulan data dari lapangan baik berupa dokumen tertulis ataupun dari hasil wawancara yang akan dijadikan landasan informasi untuk menganalisis temuan
- Pasca pemantauan langsung di lapangan, data yang dikumpulkan akan diolah dengan mengoverlay titik GPS lokasi investigasi dengan peta restorasi gambut
Namun, setelah 2 tahun, upaya restorasi dan perlindungan gambut masih minim kemajuan. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan langsung di lapangan bagaimana upaya perusahaan dalam merestorasi dan melindungi gambut di wilayah konsesinya.
Hasil
Pemantauan WALHI
Sumsel
WALHI Sumatera Selatan
- PT. Bumi Mekar Hijau (PT.BMH)
- PT. Sebangun Bumi Andalas Wood Industries (PT.SBA)
- PT. Bumi Persada Permai (PT.BPP)
- M 0534854 - UTM 9697930
- M 0542955 - UTM 9714513
- M 0554792 – UTM 9660124
Ditemukan anakan pohon akasia dan lokasi ini termasuk dalam zona restorasi prioritas konservasi gambut. Terdapat perkebunan pohon akasia dan lokasi ini diperuntukkan bagi restorasi prioritas dalam kategori perlindungan gambut.
Dokumentasi Temuan
Peta perusahaan HTI di overlay dengan peta Fungsi Ekosistem Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir
PT Bumi Andalas Permai
- Peta satelit lokasi titik
- Peta konsesi PT Bumi Andalas Permai di overlay dengan peta Fungsi Ekosistem Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Seluruh areal perusahaan ini
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT BAP di overlay
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT BAP di overlay dengan Peta Indikatif Restorasi Gambut BRG. Ditemukan masih ada aktifitas
Ditemukan masih adanya aktivitas penanaman bibit baru di kawasan prioritas restorasi kubah gambut saluran (zona lindung).
PT. Bumi Mekar Hijau
- Peta satelit lokasi titik koordinat pemantauan dalam areal izin PT Bumi Mekar Hijau
- Peta konsesi PT Bumi Mekar Hijau di overlay dengan peta Fungsi Ekosistem Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Seluruh areal perusahaan ini masuk dalam
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT BMH di overlay dengan Peta KHG Nasional. Ditemukan masih ada aktifitas penanaman bibit baru di
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT BMH di overlay dengan Peta Indikatif Restorasi Gambut BRG. Ditemukan masih ada aktifitas
- Peta satelit lokasi titik koordinat
- Peta konsesi PT
Terdapat kanal dan penanaman pohon akasia dan lokasi ini diperuntukkan bagi restorasi prioritas dalam kategori perlindungan gambut. Areal baru tersebut siap dipanen dan ditanami kembali tanaman pokok akasia dan lokasi ini termasuk dalam zona prioritas restorasi dengan kategori gambut yang dilindungi.
PT. Bumi Persada Permai
Peta konsesi PT BPP di overlay dengan Peta Indikatif Restorasi Gambut BR G
Berdasarkan peta KHG KLHK dan PIR BRG, wilayah PT Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG. Berdasarkan peta KHG KLHK dan PIR BRG, kawasan PT BPP tidak termasuk dalam Kawasan Hidrologi Gambut dan menjadi prioritas restorasi, apapun temuannya.
Pemantauan POINT
Kalbar
POINT Kalimantan Barat
Tikor: 1 dan 3 terdapat perkebunan kelapa sawit dan pintu masuk kawasan perkebunan kelapa sawit yang termasuk dalam kawasan Kanal Gambut Dilindungi Prioritas (BRG) dan termasuk dalam Kawasan Indikatif Fungsi Dilindungi (KLHK SK 130) yang berada dalam wilayah Konsesi perusahaan PT. Muara Sungai Landak tumpang tindih dengan gambut saluran lindung (BRG) prioritas dan fungsi lindung indikatif (KLHK Sk 130).
PT Sebukit Power
Tikor 1,2,5 & 7 : Terdapat perkebunan kelapa sawit yang berumur ± 10 tahun dan areal perkebunan kelapa sawit berada dalam konsesi PT. Di beberapa tempat di kawasan PT Sinar Kalbar Raya ditemukan tanaman kelapa sawit yang ditanam oleh dua perusahaan PT.
PT Citra Cemerlang Mandiri
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT CCM di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
PT. Kalimantan Subur Permai
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT KSP di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
PT Bhatara Alam Lestari
Perubahan terlihat pada fungsi kawasan hutan yang menjadi semak belukar, tumpang tindih dengan kawasan prioritas BRG Efterbrand) dan merupakan bagian dari Kawasan Fungsional Indikatif Budidaya (KLHK SK 130). Gambar 6 menunjukkan keberadaan tanaman kelapa sawit yang berumur ± 2 tahun dan dikelilingi semak belukar, berada pada kawasan Kanal Gambut Dilindungi Prioritas (BRG) dan merupakan bagian dari Kawasan Fungsional Indikatif Dilindungi (KLHK SK 130).
PT Muara Sungai Landak
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT MSL di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
PT Rimba Daya Sakti
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RDS di overlay dengan
PT Sinar Kalbar Raya
Sinar West Kalimantan yang tumpang tindih dengan Prioritas Perlindungan Gambut Saluran (BRG) dan Fungsi Indikatif Perlindungan (KLHK SK 130).
Pemantauan Jikalahari
Jikalahari – Riau
Keadaan tutupan pada Kawasan Restorasi Gambut Kanalisasi Prioritas (Wilayah Budidaya) berupa hutan sekunder dan semak belukar (Tikor 3). Kanal PT RUJ di kawasan prioritas kubah gambut yang disalurkan (kawasan lindung) tampak tertutup semak belukar (Tikor 2). Tanaman jagung masyarakat Mesah di kawasan prioritas restorasi kanal kubah gambut (kawasan budidaya) PT RUJ (Tikor 8) 9.
SDN 009 Mesah Kepenghuluan Mesah di kawasan prioritas restorasi kubah gambut PT RUJ (zona budidaya) PT RUJ (Tikor 10). RSU berada pada kawasan prioritas restorasi kubah gambut bersaluran (zona lindung) dan indikasi fungsi lindung ekologi gambut BI (Tikor 5&6).
PT RAPP Mandau
Peta kawasan hidrologis gambut di areal PT RAPP Mandau di overlay dengan peta konsesi perusahaan. Temuan lapangan, terdapat aktifitas pemanenan menggunakan alat
Tim menemukan alat berat produksi kayu di FBEG dan Kubah Non Gambut.
PT Riau Mandau Lestari
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RML di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
Batas kanal tanaman akasia PT SGP dengan kebun masyarakat pada Kawasan Prioritas Restorasi Rumput Berkanal (Zona Lindung). Keadaan tutupan pada Kawasan Restorasi Gambut Kanalisasi Prioritas (Zona Budidaya) berupa hutan sekunder dan semak belukar. 1,5 tahun ditanam di tengah hutan sekunder pada Kawasan Restorasi Gambut Jalur Prioritas (Zona Tumbuh).
Kanal dan tanaman akasia PT SGP berumur 2 tahun di Kawasan Prioritas Restorasi Gambut Berkanalisasi (Kawasan Lindung). Kegiatan pemanenan atau produksi kayu PT SGP pada kawasan prioritas restorasi gambut yang disalurkan (Kawasan Lindung).
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RUJ di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
Satu unit alat berat berupa ekskavator sedang bekerja membuka lahan di kawasan prioritas kubah gambut beralur (zona lindung) PT RUJ. + Tanaman kelapa sawit berumur 3 tahun milik Kelompok Tani Sarang Elang di kawasan prioritas restorasi pasca kebakaran tahun 2015 yang terletak di dalam konsesi PT RUJ. Tanaman jagung masyarakat Mesah di kawasan prioritas restorasi kanalisasi kubah gambut (zona budidaya) di PT RUJ.
SDN 009 Mesah Kepenghuluan Mesah di Kawasan Prioritas Restorasi Kubah Gambut Tersalur (Zona Budidaya) PT RUJ.
PT. RAPP Estate Pelalawan
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RAPP Estate Pelalawan di overlay dengan Peta KHG Nasional dan RKU perusahaan
130/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RAPP Sektor Pelalawan dioverlay dengan Peta KHG Nasional dan RKU perusahaan
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RSU di overlay dengan
PT Riau Bina Insani
Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT RBI di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
Menunjukkan lahan/semak-semak yang tidak aktif dan tunggul kayu sisa kebakaran lahan di dalam Izin Kawasan PT Riau Bina Insani. Gambar diambil pada titik koordinat N.
Pemantauan WALHI Riau
WALHI Riau
Lahan terbakar yang berbatasan langsung dengan PT BKM akibat kekeringan akibat penutupan saluran oleh PT. Menara pengendali kebakaran milik PT.SSL, anak perusahaan APRIL GROUP, mendapat tugas prioritas restorasi gambut (area budidaya) di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter, di Sungai Siak Kecil - Sungai Siak (Tikor 1) satuan hidrologi gambur (KHG). Lokasi penanaman baru di konsesi PT.SSL yang merupakan cabang dari APRIL GROUP berada pada prioritas restorasi gambut (kawasan budidaya) pada lahan gambut sedalam 3 meter di Sungai Siak Kecil - Sungai Siak (Tikor 2) Hidrologi Gambut Satuan (KHG).
Tempat penampungan air PT RAPP sudah kering dan menjadi semak belukar di Desa Lubuk Jering (Tikor 1). Areal terbakar PT.TKWL yang telah ditutup oleh Polres Siak merupakan prioritas restorasi gambut yang disalurkan (zona lindung) pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter di Sungai Siak Kecil - Hidrologi Gambut Sungai Siak Satuan (KHG).
Dokumentasi Pemantauan
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT SRL di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT SAL di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT BDL di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT SAM di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT SSL di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT Arara Abadi di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
- Peta temuan di masing-masing titik pemantauan di areal PT SAM di overlay dengan Peta KHG Nasional dan PIR Gambut BRG
Lahan terbakar berbatasan langsung dengan PT. BKM akibat kekeringan akibat penutupan saluran yang dilakukan oleh PT. BKM. Alat berat memuat akasia ke dalam mobil untuk diangkut ke PT RAPP Kabupaten Kerinci. Perkebunan kelapa sawit milik masyarakat Tumang berbatasan langsung dengan PT.SSL dan ditumbuhi tanaman akasia yang titik koordinatnya oleh PT.SSL.
Areal PT.TKWL yang terbakar ditutup oleh Polres Siak. Di titik koordinat N. Saluran Pemda mengering akibat penutupan aliran saluran oleh PT. BKM, foto penutupan saluran terlampir pada PT. BKM).
Jambi
WALHI Jambi
Berdasarkan wawancara tertutup dengan pihak perusahaan, PT WKS memprioritaskan restorasi gambut hanya pada kubah gambut, selain itu akan digunakan untuk budidaya akasia dan kayu putih. Terdapat perkebunan kelapa sawit berumur kurang lebih 1 tahun di areal PT WKS yang ditanami pohon akasia yang berumur kurang lebih 3 tahun. Kanal ini digunakan untuk mengangkut hasil panen akasia dengan menggunakan ponton yang ditarik perahu motor.Kegiatan pengangkutan tersebut tidak dapat terdokumentasi karena ada karyawan PT WKS (Tikor 7).
Lokasi PT WKS HTI yang sudah ditebang di distrik 1 dan lokasi ini masuk dalam peta prioritas restorasi, masih dilakukan penanaman kembali dengan HTI akasia (Tikor 8) 10. Hasil monitoring saluran untuk pengukuran. Jika ditumpangkan antara lokasi restorasi prioritas BRG dengan lokasi PT WKS, ditemukan tidak adanya upaya restorasi khususnya R2 (revegetasi).
PT Wirakarya Sakti
Kanal ini digunakan untuk pengangkutan akasia yang ditebang dengan ponton yang ditarik perahu motor.Kegiatan pengangkutan tersebut tidak dapat terdokumentasi karena ada karyawan PT WKS. Kedalaman air dari dasar saluran hingga ke permukaan ditemukan sekitar 60 cm, sedangkan tinggi permukaan air hingga ke permukaan tanah mencapai 100 cm.
Kalteng
WALHI Kalimantan Tengah
Agro Sejahtera Manunggal, kondisinya tidak ditemukan jejak atau jejak kegiatan yang dilakukan perusahaan dan masih ada.
PT Central Sejahtera Sukses
PT Katingan Mujur Sejahtera
PT Menara Tunggal Perkasa
PT Graha Inti Jaya
Analisis,
Kesimpulan dan
Rekomendasi Analisis
Analisis
Analisis Temuan Lapangan
Pada kawasan prioritas restorasi, perusahaan tidak melakukan upaya restorasi apapun (pembasahan kembali, revegetasi dan revitalisasi mata pencaharian masyarakat setempat). Tim menemukan aktivitas pemanenan akasia menggunakan alat berat di area prioritas restorasi pasca kebakaran. Memang benar, hasil pemantauan menunjukkan bahwa bibit akasia muda, berumur kurang lebih 1-2 tahun, termasuk dalam kawasan prioritas restorasi pasca kebakaran tahun 2015.
Hal serupa juga terjadi di Riau, dimana zona restorasi lindung atau prioritas di kawasan konsesi HTI juga banyak ditanami kelapa sawit. Permukiman, masjid, gardu listrik, dan perkebunan masyarakat juga terdapat di kawasan prioritas PT Rimba Seraya Utama untuk restorasi kubah gambut berkanal (zona lindung).
Analisis Kebijakan
Begitu pula di kawasan PT Ruas Utama Jaya, terdapat pemukiman dan perkebunan kelapa sawit milik Kelompok Tani di Kawasan Prioritas Restorasi Pasca Karhutla 2015. Di Kawasan Prioritas Restorasi Gambut Kubah Kanal (Zona Lindung) juga terdapat sekolah, masjid dan lahan perkebunan masyarakat yang ditanami jagung dan lain-lain. Restorasi akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah kerusakan ditemukan dan pengelola lahan bertanggung jawab atas keberhasilan pemulihan fungsi ekosistem gambut dan wajib melaporkan keberhasilan sesuai target kinerja dalam rencana restorasi setiap enam bulan. Direktur Jenderal.
Penanggung jawab usaha melakukan tumpang tindih antara RKUPHHK HTI dan peta fungsi ekosistem gambut, ada kubah gambut dan tidak wajib ditanami. Kemudian dilakukan restorasi dan ditetapkan sebagai kawasan fungsi lindung ekosistem gambut dalam rencana tata ruang IUPHHK HTI.
Dalam hal areal tanaman utama diubah menjadi fungsi lindung, apabila sudah terdapat tanaman utama, maka dapat dipanen satu kali dalam satu siklus dan tidak dilakukan penanaman kembali. Pengelolaan sosial meliputi identifikasi dan pemetaan wilayah kerusakan dan kondisi sosial masyarakat, penyusunan rencana pencegahan dan penanganan/penyelesaian konflik, pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan sosial, serta penyusunan laporan berkala mengenai pelaksanaan pengelolaan sosial. Sedangkan pengelolaan lingkungan hidup meliputi penyusunan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan kegiatan pemantauan lingkungan hidup pada kawasan lindung setempat, kawasan lindung lainnya, dan pada kawasan tanaman utama sesuai dengan tahapan kegiatan MTI.
Kesimpulan dan Rekomendasi
- Tidak ada upaya Restorasi (Rewetting, Revegetation dan Revitalisasi mata pencarian masyarakat setempat) yang dilakukan perusahaan di areal prioritas restorasi
- Terdapat aktivitas pembukaan lahan, penanaman ataupun pemanenan di areal Fungsi Lindung Ekosistem Gambut dan areal Prioritas Restorasi Kubah Gambut Berkanal dan
- Terdapat aktivitas penanaman ataupun pemanenan di areal Prioritas Restorasi Gambut Pasca Karhutla 2015
- Kembali terjadi kebakaran di areal Prioritas Restorasi Gambut
- Perusahaan tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan restorasi dan pencegahan karhutla
- Terdapat perkebunan sawit, karet maupun peladangan masyarakat di areal prioritas restorasi perusahaan
- Terdapat kampung dan fasilitas umum dalam areal prioritas restorasi
- tahun terakhir, perusahaan tidak melakukan kewajibannya merestorasi gambut dan pemerintah tidak memberikan sanksi. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penindakan
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan sanksi berupa pencabutan izin terhadap perusahaan yang ditemukan telah melakukan pelanggaran terhadap upaya
- KLHK segera mempublikasikan
- BRG segera mempublikasikan areal konsesi HTI yang menjadi target prioritas restorasi gambut
- BRG harus memastikan pelaksanaan restorasi gambut seluas 2,49 juta ha terutama di areal korporasi sebelum masa jabatannya berakhir pada 2020 sesuai mandate dalam
- Perusahaan-perusahaan yang areal kerjanya masuk kedalam fungsi lindung ekosistem gambut harus dicabut izinnya
- KLHK mencabut Permenlhk P.62/2019 tentang pembangunan HTI karena bertentangan dengan semangat PP 57/2016 karena pemulihan gambut yang rusak bukan hanya di
Laporan mengenai penanganan korporasi yang melakukan penanaman di areal arsip yang terbakar atau yang tidak melakukan upaya restorasi. BRG harus memastikan terlaksananya restorasi gambut seluas 2,49 juta ha khususnya di kawasan korporasi sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2020 sesuai dengan amanah di kawasan korporasi sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2020 sesuai amanat dalam Keputusan Presiden. 1/2016. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wajib mempublikasikan areal perusahaan HTI yang telah direstorasi sesuai dengan perintah pelaksanaan restorasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencabut PermenLHK nomor P.10/Menlhk/Setjen/KUM.1/3/2019 tentang Pengertian, Penetapan, dan Pengelolaan Puncak Kubah Gambut Berdasarkan Pengertian Kesatuan, Penetapan, dan Pengelolaan Puncak Kubah Gambut Berbasis Kesatuan Gambut Hidrologis dan mengubah kawasan korporasi menjadi kawasan terbakar, berfungsi sebagai fungsi perlindungan terhadap gambut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencabut Permenlhk P.62/2019 tentang pengembangan HTI karena bertentangan dengan semangat PP 57/2016 karena restorasi gambut yang rusak tidak hanya sesuai dengan semangat PP 57/2016 karena restorasi Kerusakan gambut tidak hanya terjadi pada bagian atas kubah gambut, namun seluruh ekosistem gambut.