Nama: Celine Kinzie Setiawan Kelas/Absen :X3/08
Judul:Hukum Tabur Tuai dan Kekuatan Menolong Dalam Kasih Kristus.
Bacaan kitab suci: Galatia 6:1-10 (‘Saling membantulah kamu’)
1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
HOMILI
Saudara-saudari, dalam Galatia 6:1-10, Rasul Paulus mengingatkan kita tentang dua hal penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya: hukum tabur tuai dan pentingnya saling membantu. Hukum tabur tuai mengajarkan kita, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Jika kita hidup dalam dosa dan mengikuti hawa nafsu
duniawi, maka kita akan menuai kebinasaan. Sebaliknya, jika kita hidup dalam Roh dan berbuat kebaikan, kita akan menuai hidup yang kekal. Selain itu, Paulus juga menasihati kita agar tidak lelah dalam berbuat baik, karena pada waktunya kita akan melihat hasilnya. Selain itu, kita juga diminta untuk menolong saudara kita yang jatuh, bukan untuk menghakimi, melainkan membimbing mereka dengan kasih agar kembali ke jalan yang benar. Hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Dalam hidup , kita sering melihat orang yang menabur kebaikan dan akhirnya hidupnya diberkati. Ada seorang teman saya yang selalu membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Awalnya, ia sering direndahkan, dianggap bodoh oleh orang lain. Tapi karena ketulusan hatinya, Tuhan membalasnya dengan berkat yang melimpah. Sebaliknya, ada juga orang yang selalu mengambil keuntungan dari orang lain, suka berbuat curang, dan akhirnya hidupnya penuh masalah. Dari sini kita bisa melihat bahwa hukum tabur tuai itu nyata. Selain itu, kita juga sering menemukan orang yang jatuh dalam kesalahan dan bukannya dibantu, justru dijauhi atau dihakimi.
Padahal Tuhan meminta kita untuk saling menolong dan menanggung beban satu sama lain, bukan malah menambah beban mereka.
Saudara-saudara, kita semua diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menabur kebaikan dan menolong sesama. Jangan bosan berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai hasilnya. Jika selama ini kita masih sering menabur hal-hal buruk, sekaranglah waktunya untuk berubah. Tuhan tidak bisa dipermainkan. Jika kita hidup dalam kecurangan, kebohongan, dan dosa, kita juga akan menerima akibatnya. Namun, jika kita menanam kebaikan, kejujuran, dan kasih, kita akan menuai berkat dan kehidupan kekal. Mari kita mulai dari sekarang, melakukan yang benar di hadapan Tuhan, saling menolong, dan hidup dalam kasih. Ingatlah, bukan hanya tentang kita sendiri, tetapi juga bagaimana kita bisa membawa orang lain kembali kepada Tuhan. Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Amin.