JUDUL TESIS
HUBUNGAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA KEPALA SEKOLAH DENGAN
KINERJA GURU
DI SMA NEGERI SE WILAYAH TIMUR KABUPATEN CIREBON
Oleh
NUR AL FATAH - NIM. 2020.8.1.5 0133
Masalah Penelitian
Kinerja Guru.
Salah satu lembaga untuk mewujudkan cita cita luhur bangsa yitu mencerdaskan kehidupan bangsa berada di pundak sekolah. Untuk
mewujudkan sebuah sekolah yang baik maka diperlukan manajemen sekolah yang baik pula. Kepala Sekolah sebagai seorang pemimpin pembelajar di sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan akan sangat berkaitan erat
dengan kinerja tenaga pendidik. Menurut Lijan Poltak Sinambela (2016 hal 480) mengemukakan bahwa kinerja adalah kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangat penting sekali karena dengan kinerja akan dapat diketahui kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugasnya.
Menurut Abd. Madjid (2016 hal 11) kinerja guru adalah hasil kerja yang dapat dicapai guru dalam suatu organisasi (sekolah), sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan sekolah dalam upaya mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika (Lijan Poltak Sinambela. 2016.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara hal 480)
Sumber Data Masalah (Guru Guru SMA Negeri se wilayah Timur Kab
Cirebon
Kiner ja
Guru (terc ermi n
dala mKo mpe tensi Guru )
Kemampuan
Motivasi
Keterampila n
Keterampila n
Ekstrinsik
Intrinsik Intrinsik
Pengetehua n
Pengetehua n
Pendidikan Pendidikan
Latihan Latihan
Pengalaman Pengalaman
Minat Minat
Kepribadian Kepribadian
Pembawaan Pembawaan
AIDA
Attention (perhatian),
Interest (tertarik), Desire
(terangsang), dan Action (tindakan) AIDA
Attention (perhatian),
Interest (tertarik), Desire
(terangsang), dan Action (tindakan)
Su pe rvi si
Ak ad e mi k Su pe rvi si
Ak
ad
e
mi
k
Batasan Masalah
Batasan Masalah pada penelitian ini adalah :
Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Hubungan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan kinerja guru.
Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Kepala
Sekolahdengan kinerja guru
Rumusan Masalah
Adakah hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan kinerja Guru di SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten Cirebon ?
Adakah hubungan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan kinerja Guru di SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten Cirebon ?
Adakah hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten Cirebon ?
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah :
Ada hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan kinerja Guru di SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten Cirebon .
Ada hubungan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan kinerja Guru di SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten Cirebon .
Ada hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru di SMA Negeri sewilayah Timur Kabupaten
Cirebon
Kajian Teori
Kinerja berarti hasil kerja yang dapat ditampilkan atau penampilan kerja
seseorang guru. Kinerja seorang guru dapat diukur dari hasil kerja, hasil tugas, atau hasil kegiatan dalam kurun waktu tertentu” (Notoatmodjo, 2009:124 dalam Denok Sunarsi, 2020). Kinerja guru dalam pembelajaran berkaitan dengan
kemampuan guru dalam a). merencanakan pembelajaran, b) melaksanakan pembelajaran dan c) menilai pembelajaran, baik yang berkatan dengan proses maupun hasilnya (Mulyasa.2017)
Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan bantuan profesional yang berupa pemberian dorongan, bimbingan, dan arahan dari kepala
sekolah/pengawas kepada guru agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan supervisi akademik adalah untuk pengembangan profesionalisme, penumbuhan inovasi dan pengawasan kualitas. (Sergiovani. 1987)
Motivasi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan motif yang dimilikinya. Seseorang akan bekerja secara profesional bilamana
memiliki kemampuan tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaik baiknya. Untuk meningkatkan kinerja guru maka kepala sekolah harus mampu mendorong / memotivasi guru agar mampu memecahkan masalah masalah pembelajaran yang dihadapi dan dapat melihat hasil kerjanya. (Pendi Susanto Duryat.2019)
Penelitian terdahulu yang relevan
“Memotret Kinerja Guru Madrasah Dalam Pembelajaran “ , Sri Susmiyati, Zurqoni – 2020 - repository.iain-samarinda.ac.id
Hasil penelitian : Kinerja guru berdasarkan masa kerja terdapat perbedaan secara signifikan, dalam arti guru yang memiliki masa kerja lebih lama menunjukan kinerja lebih baik, dibanding guru yang memiliki masa kerja lebih pendek
Novelty : dalam penelitian di atas yang diteliti adalah Kinerja Guru Madrasah Dalam Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah di Samarinda sedangkan yang diteliti oleh penulis adalah hubungan antara supervise akdemik kepalasekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA Negeri se wilayah Timur Kabupaten Cirebon, perbedaan terletak pada variabel yang diteliti sedangkan di atas sampai pada regresi, persamaannya data sama sama diolah dengan menggunakan SPSS
“ Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Kerja Guru “ , Yopi Aprida, N Nurkhalis - Journal of Education Research, 2020 - jer.or.id
Hasil Penelitian : Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Kerja Guru, dimana hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru memberikan pengaruh sebesar 58,5% pada kinerja guru
Novelty : dalam penelitian di atas yang diteliti adalah Pengaruh Rasa Percaya Diri dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru sedangkan yang diteliti oleh penulis adalah hubungan antara supervise akdemik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA Negeri se wilayah Timur Kabupaten Cirebon, perbedaan terletak pada variabel yang diteliti dan pengolahan data kami hanya sampai pada korelasi (hubungan) sedangkan di atas sampai pada regresi (pengaruh), persamaannya data sama sama diolah dengan menggunakan SPSS
Metodologi Penelitian
A. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistika, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013)
B. Waktu dan tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian berlangsung selama 3 (bulan) 2. Tempat Penelitian
Penelitian ini bertempat di SMA Negeri se wilayah Timur Kabupaten Cirebon C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar maka peneliti dapat menggunbakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Pada penelitian ini kami mengambil sampel sebanyak 139 sesuai dengan jumlah populasinya yaitu sebanyak 232 orang guru
D. Pengumpulan Data Angket
Kisi Kisi Angket
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri tiga macam instrument yaitu :
Instrumen untuk mengukur Supervisi Akademik Kepala Sekolah
Instrumen untuk mengukur Motivasi Kerja Kepala Sekolah
Instrumen untuk mengukur Kinerja Guru
Analisis Data
Adapun langkah analisis data akan dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
Teknik analisis deskriftif, data yang diperoleh dalam bentuk analisis deskriftif seperti jumlah data, rerata atau mean, nilai tengah atau median, modus, simpangan baku, nilai maksimum dan nilai minimum.
- Memberi bobot pada setiap alternatif jawaban yang dipilih
- Mengelompokkan skor pernyataan guru dan mengklasifikasikannya sebagai berikut :
- Kriteria Baik = M+(1.SD)
- Kriteria Cukup Baik = M-(1.SD) s/d M+(1.SD) - Kriteria Kurang Baik = M-(1.SD).
Uji analisis data, dengan cara uji normalitas, uji linieritas, uji validitas, uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS 24 for windows.
Pengujian korelasi dengan menggunakan perhitungan Pearson, pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik mencari hubungan antara variable
dependent dengan variable indevendent dengan menggunakan uji chi square dengan menggunakan SPSS 24 for windows.
Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian Uji Korelasi
a. Korelasi Variabel Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan tabel atas angka korelasi sebesar 0,402 dan bertanda**, dan besarnya probabilitas 0,000 berarti 0,000<0,025 berarti Hi diterima dan Ho Ditolak. Dengan data ini berarti ada hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dengan kinerja guru
Correlations
Supervisi Akademik
Kinerja Guru Supervisi
Akademik
Pearson Correlation
1 ,402**
Sig. (2-tailed) ,000
N 109 109
Kinerja Guru Pearson Correlation
,402** 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 109 109
Tabel 4.39 Korelasi Variabel
Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru
Hasil Penelitian
b. Korelasi Variabel Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan tabel atas angka korelasi sebesar 0,398 dan bertanda
**, dan besarnya probabilitas 0,000 berarti 0,000<0,025 berarti berarti Hi diterima dan Ho Ditolak. Dengan data ini berarti ada
hubungan antara Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan kinerja guru
Correlations
Motivasi Kerja Kinerja Guru
Motivasi Kerja Pearson Correlation 1 ,398**
Sig. (2-tailed) ,000
N 109 109
Kinerja Guru Pearson Correlation ,398** 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 109 109
Tabel 4.40 Korelasi Variabel
Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru
Hasil Penelitian
c. Korelasi Variabel Supervisi Akademik KepalaSekolah dan Motivasi kerja dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan tabel model Summary diketahui bahwa besarnya hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,405 hal ini menunjukan pengaruh yang sedang. Sedangkan kontribusi atau sumbangan secara simultan variabel X1 dan X2 terhadap Y adalah 16,40 % sedangkan 83,60 % ditentukan oleh variabel lain.
Tingkat signifikasi koefisien korelasi ganda diuji secara keseluruhan dalam tabel model summary diperoleh nilai probabilitas (sig F change) = 0,000.
Karena nilai sig F change 0,000 < 0.050 maka keputusannya Ho ditolak dan Hi diterima
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics R Square
Change
F Change
1 ,405a ,164 ,148 18,067 ,164 10,412
Model Summary
Model
Change Statistics
df1 df2 Sig. F Change
1 2 106 ,000
Tabel 4.42 Korelasi Berganda Variabel Supervisi Akademik
Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru
Pembahasan Hasil Penelitian
1. Hubungan Supervisi AkademikKepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri se wilayah Timur
Kabupaten Cirebon ternyata ada hubungan positif antara supervise akademik selaku variabel (X1) dengan kinerja guru selaku variabel (Y). Hal tersebut berdasarkan tabel uji korelasi Pearson Correlation dengan menggunakan SPSS 24 sebesar 0,402 dan
bertanda**, dan besarnya probabilitas 0,000 berarti 0,000<0,025 berarti Hi diterima dan Ho Ditolak. Dari hasil uji korelasi dan uji hipotesi ini dapat disimpulkan bahwa bahwa:
1. Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dengan kinerja guru dapat diterima.
2. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak.
Hal ini pula sesuai dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh:
1. Yopi Aprida, Happy Fitria, Nurkhalis dalam penelitian yang berjudul “ Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Kerja Guru “
2. S.Subaidi dalam penelitiannya yanag berjudul “ Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Kinerja Guru di MAN 1 Pati ”.
Hal ini sesuai pula dengan pendapat Sergiovani yag mengatakan bahwa supervisi akademik akan mempengaruhi profesionalisme dan akan memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan kompetensi guru
Pembahasan Hasil Penelitian
2. Hubungan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri se wilayah Timur
Kabupaten cirebon ternyata ada hubungan positif antara motivasi kerja kepala sekolah selaku variabel (X2) dengan kinerja guru selaku variabel (Y). Hal tersebut berdasarkan tabel uji korelasi Pearson Correlation dengan menggunakan SPSS 24 sebesar 0,398 dan bertanda**, dan besarnya probabilitas 0,000 berarti 0,000<0,025 berarti Hi diterima dan Ho Ditolak. Dari hasil uji korelasi dan uji hipotesi ini dapat disimpulkan bahwa bahwa:
1. Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara budaya sekolah dengan kinerja guru diterima.
2. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak.
Hal ini sesua dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh :
1. Sri Langgeng Ratnasari, D Siregar dengan judul “ Bagaimana Upaya Meningkatkan Kinerja Guru ?”, pada tahun 2020 di SMAN 5 Batam
2. Ni Kadek Widya Oktaviani “Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Dasar “ , Ni Kadek Widya Oktaviani - Jurnal Ilmiah Pendidikan dan
Pembelajaran Vol 2 Nomor 2 Tahun 2021pp 292-302. Pada tahun 2021 di SD Gugus VII Sukawati
Hal ini sesuai pula dengan pendapat Abdul Madjid yang meyatakan bahwa kemampuan dan motivasi. Menurut Pendi Susanto seseorang merupakan sesuatu yang mempengaruhi kinerja seseorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan
tinggidan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaik baiknya
Pembahasan Hasil Penelitian
3. Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri se wilayah Timur Kabupaten Cirebon ternyata ada hubungan positif antara supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah selaku variabel (X1 dan X2) dengan kinerja guru selaku variabel (Y). Kesimpulan diambil dari tabel model Summary diketahui bahwa besarnya hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,405. Tingkat signifikasi koefisien korelasi ganda diuji secara keseluruhan dalam tabel model summary diperoleh nilai probabilitas (sig F change) = 0,000.
Karena nilai sig F change 0,000 < 0.050 maka keputusannya Ho ditolak dan Hi diterima. Dari hasil uji korelasi dan uji hipotesi ini dapat disimpulkan bahwa bahwa:
1. Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru dapat diterima.
2. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak.
Hal ini pula sesuai dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Muhammad yang berjudul. Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah, dan Motivasi terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar lingkup Kec. Peusangan Bireuen, tahun 2021 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.
Hal ini sesuai pula dengan pendapat Sergiovani yag mengatakan bahwa supervisi akademik akan mempengaruhi pengembangan profesionalisme, penumbuhan inovasi dan pengawasan kualitas. Juga seperti yang dikatakan Abdul Madjid yang meyatakan bahwa kemampuan dan motivasi. Menurut Pendi Susanto seseorang merupakan sesuatu yang mempengaruhi kinerja seseorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan tinggidan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaik baiknya.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan
Dari Hasil Pembahasan di atas dapat disimpulkan :
1. Supervise akademik kepala sekolah ada hubungannya dengan kinerja guru. Hal ini berdasarkan hasil uji korelasi dan uji hipotesis yang menyimpulkan bahwa Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dengan kinerja guru dapat diterima. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak.
2. Motivasi kerja kepala Sekolah hubungan dengan kinerja guru. Hal ini berdasarkan hasil uji korelasi dan uji hipotesi ini yang menyimpulkan bahwa Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru diterima. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara
motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak
3. Supervise akademik kepala sekolah dan Motivasi kerja kepala Sekolah ada
hubungannya dengan dengan kinerja guru. Hal ini berdasakan hasil uji korelasi dan uji hipotesi yang menyimpulkan bahwa Hipotesis kerja (Hi) yang menyatakan adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru dapat diterima. Hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak adanya hubungan antara supervise akademik kepala sekolah dan motivasi kerja kepala sekolah dengan kinerja guru ditolak.