• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Karyawan Kontrak

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Kinerja Karyawan Kontrak "

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Seperti halnya ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan manusia, hingga saat ini belum ada definisi yang diterima secara universal tentang manajemen personalia, atau manajemen sumber daya manusia saat ini. Handoko (2008:4) mendefinisikan manajemen sumber daya manusia sebagai penarikan, pemilihan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan individu dan organisasi. Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dalam organisasi, dan tujuannya adalah untuk memastikan organisasi unit kerja yang efisien.

Pengertian Angkatan Kerja

Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari kelompok yang bersekolah, mengurus rumah tangga atau membantu mengurus rumah tangga tanpa menerima imbalan jasa (upah) dan kelompok yang tidak dapat melakukan kegiatan karena kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan. , misalnya lumpuh, cacat mental dan lain-lain. Di dalam kelompok ini terdapat beberapa orang yang sudah aktif dalam kegiatannya yang menghasilkan barang dan jasa, mereka disebut kelompok kerja atau. Selain itu, ada juga golongan yang sudah siap kerja dan sedang berusaha mencari kerja disebut pengangguran.

Pengertian Motivasi

Teori ini umumnya dikenal sebagai teori pemenuhan kebutuhan bertingkat yang terkendali. Teori utama berkisar pada penelitian untuk memenuhi kebutuhan. Teori tersebut menyatakan bahwa setiap individu harus termotivasi secara berkelanjutan. Jenis kebutuhan ini dapat dikatakan jika salah satu jenis telah terpenuhi maka akan diikuti oleh kebutuhan lainnya sehingga kebutuhan tersebut akan naik.. sampai tingkat terakhir yang akan mengarah pada pengembangan diri dalam mencapai prestasi tertentu.. kebutuhan fisik dasar manusia, yaitu: a.Kebutuhan ini lebih bersifat individual, yaitu agar ia dihargai atau dihormati sesuai dengan kapasitas atau kedudukannya. Kebutuhan tertinggi seseorang ini pada dasarnya adalah kebutuhan untuk mewujudkan tujuan dan keinginannya serta munculnya potensi (bakat yang dianggap luar biasa). Ciri yang sangat khusus dari kebutuhan ini adalah seseorang yang sering merasa luar biasa terhadap dirinya sendiri, sehingga terkadang orang seperti ini terkadang melupakan kebutuhan dasarnya.

Pengertian Kinerja

Evaluasi dilakukan secara sistematis terkait dengan prestasi kerja dan posisinya untuk pengembangan. Penilaian tersebut bertujuan untuk mengukur kontribusi karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja. Evaluasi adalah gambaran sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang atau kelompok. John Suprihanto (2000) mengemukakan bahwa aspek penilaian adalah hal-hal yang pada hakekatnya adalah sifat-sifat atau ciri-ciri yang dapat membuat pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu berjalan dengan baik dan berhasil dengan baik atau dengan kata lain ciri-ciri pelaksanaan seorang pegawai yang berhasil digunakan kembali untuk mengevaluasi setiap pelaksanaan pekerjaan. dikatakan bekerja secara teratur. Oleh karena itu, aspek evaluasi yang dapat diterapkan adalah dari segi prestasi, rasa tanggung jawab, loyalitas dan dedikasi, inisiatif, kejujuran, disiplin, kerjasama, kepemimpinan.

Tujuan Penelitian Kinerja

Membantu perusahaan mengembangkan program pengembangan dan pelatihan karyawan yang lebih tepat pada gilirannya akan membantu perusahaan memiliki pasokan tenaga kerja terampil.

Manfaat Penilaian Kinerja Karyawan

Bagi organisasi atau bisnis itu sendiri, hasil penilaian sangat penting dan berperan dalam pengambilan keputusan atas berbagai hal seperti mengidentifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, seleksi, program induksi, penempatan, promosi, sistem penghargaan dan berbagai aspek lain dari proses manajemen, sumber daya manusia secara efisien.

Aspek–aspek dan Kriteria Penilaian Kinerja

Hasil penilaian kinerja dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan di bidang SDM secara keseluruhan. Dalam melakukan pengukuran atau penilaian kinerja, diperlukan suatu sistem penilaian yang memenuhi persyaratan tertentu. Menurut Wayne F, Cascio dalam John Suprihanto (2000: 9) menyatakan bahwa syarat sistem penilaian adalah relevansi, akseptabilitas, reliabilitas, sensitivitas dan kepraktisan. Relevan artinya sistem rating digunakan untuk mengukur hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas.

Dalam hubungannya dengan sistem penilaian dikatakan memiliki tingkat keandalan yang tinggi jika penilaian atau lebih dari pegawai yang sama memperoleh hasil peningkatan nilai yang relatif sama. Sensitivitas berarti bahwa sistem penilaian cukup peka untuk membedakan atau menunjukkan aktivitas yang telah berhasil, memadai atau tidak dilakukan oleh seorang karyawan. Singkatnya, sistem penilaian kinerja harus relevan, dapat diterima, dapat diandalkan, sensitif dan praktis.

Setelah sistem penilaian ditentukan maka ditentukan kriteria keberhasilan suatu pekerjaan yang biasanya meliputi kuantitas, kualitas dan waktu yang digunakan. Penilaian kinerja pegawai berkaitan dengan pengukuran hasil kerja pegawai selama periode waktu tertentu, penilaian tersebut dibandingkan dengan target yang telah disepakati bersama sesuai dengan keadaan dan perkembangan yang menimpa pegawai. Sesuai dengan tujuan penilaian kinerja, maka sifat penilaian yang baik adalah terbuka dan rahasia Sifat ini terbuka yang berarti bahwa setiap karyawan yang dinilai berhak mengetahui penilaian apa yang dilakukan atasannya terhadap dirinya dapat mengajukan keberatan kepada karyawan apabila berhubungan dengan penilaian mereka jika penilaian tidak sesuai, disertai dengan fakta dan alasan Oleh karena itu, agar karyawan memahami penilaian, perlu adanya penjelasan dari departemen personalia atau departemen yang ditunjuk tentang berbagai aspek yang dinilai.

Penilaian rahasia adalah penilaian dan karyawan yang dinilai, objektivitas membutuhkan kedua pihak ketiga yang tidak menilai, tetapi memiliki kekuatan dan hubungan dengan penilaian.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu Indah Mall Makassar) yang beralamat di Jalan am Ratulangi, lt base Mall Ratu Indah Makassar Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu bulan Maret sampai April 2014.

Teknik Pengumpulan Data

Jenis dan Sumber Data

Populasi dan Sampel

Dari Melati Kencana Pizza Hut Ratu Indah Mall Makassar berjumlah 60 karyawan atau kurang lebih 83 orang, jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan.

Metode Analisis Data

Definisi Operasional

Disiplin kerja adalah sikap mental seseorang atau kelompok yang selalu mau mengikuti atau mengikuti segala peraturan yang telah ditetapkan. Pengertian kerjasama adalah strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai keuntungan bersama melalui prinsip saling membutuhkan dan saling mengembangkan. Jam kerja adalah jumlah jam kerja yang dilakukan karyawan atau pekerja dalam satu hari di perusahaan.

Pendapatan atau Gaji adalah jumlah uang yang diterima perusahaan dari aktivitasnya, biasanya dari penjualan produk atau jasa kepada konsumen. Lembur adalah kerja yang dilakukan oleh karyawan atau buruh lebih dari hari kerja standar (biasanya 8 jam per hari, 5 hari per minggu, perhitungan total waktu kerja ditentukan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Jadwal Penelitian

Sejarah Singkat Perusahaan

Struktur Organisasi

Organisasi adalah struktur antara hubungan pribadi berdasarkan otoritas resmi dan kebiasaan dalam suatu sistem administrasi. Organisasi adalah sistem kegiatan atau kerja manusia yang dikoordinasikan dengan kesadaran. Menurut pendapat di atas, organisasi adalah sekumpulan orang yang secara sadar bekerja sama dalam hubungan pribadi dan kebiasaan dari suatu sistem yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu hubungan fungsi dan wewenang serta tanggung jawab, yang secara tegas ditentukan dalam struktur organisasi. .

Oleh karena itu, struktur organisasi yang tersusun dengan baik disertai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dari karyawan dalam melaksanakan aktivitasnya, namun tanpa organisasi yang kokoh dapat menimbulkan kebingungan dalam operasional perusahaan.

Tugas dan wewenang dan tanggung jawab

ASST REST MANAGER

Karakteristik Responden 1. Jenis kelamin

Jenis kelamin responden dalam penelitian ini adalah 55 orang, yang terdiri dari 45 orang laki-laki atau 75,01% dan 15 orang perempuan atau 25 orang. Diketahui bahwa tujuan perusahaan untuk mengembangkan karyawan melalui pelatihan dan pembinaan tidak terlepas dari permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. perusahaan itu sendiri, sebagai contoh upaya pengembangan keterampilan dan pengetahuan karyawan agar dapat mengikuti kemajuan teknologi dan persaingan. Pelatihan dan pendidikan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan kebijakan perusahaan, dapat dikatakan bahwa pelatihan dan pendidikan dapat mengubah pola kerja karyawan terutama tanggung jawab.

Sikap dan perilaku inilah yang menimbulkan tanggung jawab, kedisiplinan dan loyalitas dari karyawan terhadap perusahaan.Hasil observasi karyawan yang sering mengikuti pelatihan dan pelatihan yang didapat dari absensi karyawan juga menunjukkan peningkatan dari segi tanggung jawab, disiplin kerja dan loyalitas.

Tabel di atas, menunjukkan bahwa karyawan yang belum kawin lebih banyak  dari  pada  karyawan  yang  sudah  kawin
Tabel di atas, menunjukkan bahwa karyawan yang belum kawin lebih banyak dari pada karyawan yang sudah kawin

Analisa Kerja Karyawan

Berdasarkan penilaian kehadiran karyawan, setiap karyawan dengan kehadiran kurang dari 70 sebanyak 5 responden, 71-80 sebanyak 25 responden, 81-90 sebanyak 27 responden, sedangkan 9 karyawan dengan kehadiran 91-100 memberikan gambaran secara bersamaan. perusahaan Pizza Hut Ratu Indah Mall Makassar secara umum hadir dengan kriteria baik. Semakin besar rasa tanggung jawab karyawan, semakin besar motivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Ketaatan seorang karyawan tercermin dari kesediaannya untuk mengikuti apa yang diperintahkan manajemen kepadanya sehubungan dengan pekerjaan di perusahaan.

Ketaatan juga dapat diartikan sebagai kepatuhan dalam pelaksanaan semua aturan yang ditetapkan oleh organisasi dan tanggung jawab yang dibebankan kepada karyawan. Sedangkan pegawai yang mendapat penilaian dan predikat kurang baik sebanyak 5 orang (8,33%), secara umum tingkat kedisiplinan pegawai dinilai baik. Kerja sama yang baik dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kemampuan karyawan untuk berinteraksi antara satu karyawan dengan karyawan lainnya dalam bekerja.

Nilai yang diperoleh pegawai mengenai kerjasama sangat baik sebanyak 13 orang (21,67%), baik sebanyak 34 responden (56,67%), cukup baik sebanyak 11 responden (18,33%) sedangkan jumlah pegawai yang mendapat nilai dan predikat kurang dari 2 responden (3,33%). Jam kerja seorang karyawan ditentukan oleh perusahaan, dengan jam kerja yang dimaksud adalah jumlah jam kerja karyawan atau buruh dalam sehari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk nilai masing-masing responden dan predikat pada tingkat kedisiplinan sebagai berikut.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan untuk nilai masing-masing responden dan predikat tingkat pendapatan sebagai berikut.

Tabel  diatas  memperlihatkan  nilai  kerjasama  masing-masing  karyawan  menurut  pinilaian  organisasi
Tabel diatas memperlihatkan nilai kerjasama masing-masing karyawan menurut pinilaian organisasi

Kinerja Karyawan Kontrak

Kinerja Karyawan Part Time

  • Analisis Regresi Berganda Pengaruh Variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Pendapatan (X3) dan Inisiatif (X4) Terhadap Kinerja
  • Uji Parsial (Uji t)
  • Uji Simultan (Uji F)
  • Uji Korelasi
  • Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Kesimpulan
  • Saran

Analisis regresi berganda pengaruh variabel jam kerja (X1), lembur (X2), pendapatan (X3) dan inisiatif (X4) terhadap kinerja lembur (X2), pendapatan (X3) dan inisiatif (X4) terhadap kinerja karyawan di PT.Sari Melati Kencana ( Pizza Hut Mal Ratu Indah) Makassar. Koefisien regresi X1 (bl) = 0,658 yang berarti jika perusahaan menambah jam kerja karyawan sebesar 1 satuan maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,658 satuan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) semuanya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Kinerja Karyawan (Y).

Hasil tersebut membuktikan bahwa variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Kinerja Karyawan (Y) pada PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu ) Mall Indah) Makassar. Untuk mengetahui hubungan antara variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) dengan Kinerja Pegawai (Y) dilakukan uji korelasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) dengan Kinerja Karyawan (Y) pada PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu ) Indah Malls) Makassar.

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Waktu Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan (Y) pada PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut ) Ratu Indah Mall) Makassar dengan nilai Fhitung lebih besar dari nilai Ftabel (90,085 > 2,54) dan nilai signifikansi (sig) = 0,000 yang lebih kecil dari nilai α = 0,05. Demikian pula secara parsial variabel Jam Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan (Y) pada PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu Indah Mall) Makassar , dengan Nilai thitung lebih besar dari nilai thitung ttabel berturut-turut dengan. Variabel Jam Kerja merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan (Y) pada PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu Indah Mall) Makassar.

Korelasi antara variabel Waktu Kerja (X1), Lembur (X2), Penghasilan (X3) dan Inisiatif (X4) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan (Y) di PT.Sari Melati Kencana (Pizza Hut Ratu Indah Mall) Makassar sangat kuat, menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,87.

Gambar

Tabel di atas, menunjukkan bahwa karyawan yang belum kawin lebih banyak  dari  pada  karyawan  yang  sudah  kawin
Tabel  diatas  memperlihatkan  nilai  kerjasama  masing-masing  karyawan  menurut  pinilaian  organisasi
Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  nilai  dan  predikat  karyawan  dalam  hal  inisiatif  masing-masing  adalah  sangat  baik  sebanyak  6  responden  (10,00),  yang  baik  sebanyak  41  responden  (68,34),  cukup  baik  sebanyak  11  responden  (18,33)
Tabel  14  tersebut  menunjukkan  bahwa  nilai  rata-rata  kinerja  karyawan  kontrak  pada  PT
+2

Referensi

Dokumen terkait

4.1087 Ilmy Amiqoh Ilmu Administrasi Publik 4.1088 Dikhla Rif`A Ilmu Administrasi Publik 2.39 4.1089 Elfananda Istiqlalia Ilmu Administrasi Publik 4.1090 Hamida Condrowati Jayadi