• Tidak ada hasil yang ditemukan

kinerja team aset dalam mengelola tanah daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kinerja team aset dalam mengelola tanah daerah"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu kegiatan yang dilakukan tim aset Kabupaten Bima adalah kegiatan lelang tanah. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas maka peneliti bertujuan untuk mengamati “Kinerja Tim Aset Dalam Pengelolaan Pertanahan Daerah pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima”.

Batasan Masalah

Tim aset harus mampu memanfaatkan potensi aset tanah untuk kepentingan bersama dalam rangka pelaksanaan pembangunan jangka panjang. Selain itu, Tim Aset harus mampu menyusun visi dan misi pembangunan, termasuk optimalisasi pengelolaan lahan milik daerah.

Rumusan Masalah

Menggunakan 6 indikator kinerja Kasmir meliputi: kualitas, kuantitas, waktu, pengurangan biaya, pengendalian, dan hubungan karyawan. Namun peneliti membatasi indikator yang digunakan dalam penelitian menjadi 4 indikator, diantaranya adalah kualitas, kuantitas, waktu dan hubungan karyawan.

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

Dan menjadi pembelajaran bagi peneliti dalam menganalisa permasalahan secara ilmiah dan akhirnya mendapatkan jawaban dari permasalahan bagaimana mengoptimalkan kinerja tim aset di Kabupaten Bima dan bagaimana kinerja tim aset di Kabupaten Bima. Sedangkan manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan memberikan kontribusi positif kepada pemerintah Kabupaten Bima khususnya BPKAD mengenai permasalahan optimalisasi kinerja tim di Kabupaten Bima dan kinerja tim aset di Kabupaten Bima.

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Optimalisasi

  • Pengertian Optimalisasi
  • Elemen Optimalisasi

Pelatihan merupakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dirancang khusus untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, sikap dan perilaku pegawai untuk mengoptimalkan kinerja pegawai atas pekerjaan yang sedang dilakukannya. Pendidikan merupakan pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan untuk mempersiapkan pegawai dalam menghadapi pekerjaan baru yang akan ditugaskan kepadanya.

Tabel 1. Data Pelatihan Karyawan Pada Kantor BPKAD di Kabupaten Bima  No  Nama
Tabel 1. Data Pelatihan Karyawan Pada Kantor BPKAD di Kabupaten Bima No Nama

Konsep Kinerja

  • Pengertian Kinerja
  • Prinsip-Prinsip Kinerja
  • Aspek-Aspek Standar Kinerja
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
  • Pengukuran Kinerja Organisasi
  • Indikator Kinerja
  • Penilaian Kinerja

Sedangkan menurut Kasmir, kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. Prinsip partisipasi adalah seluruh proses penilaian kinerja melibatkan keterlibatan aktif petugas penilai kinerja yang dinilai. Standar kinerja dirumuskan untuk dijadikan tolak ukur dalam melakukan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan apa yang diharapkan, dalam kaitannya dengan pekerjaan atau jabatan yang dipercayakan kepada pegawai.

Semakin banyak keterampilan dan keahlian yang Anda miliki, maka Anda akan mampu melakukan pekerjaan Anda dengan benar, sesuai dengan apa yang ditetapkan. Efektivitas adalah tercapainya tujuan yang telah ditentukan, baik berupa tujuan, tujuan jangka panjang, maupun misi organisasi. Efisien artinya suatu tugas atau tugas dapat dilaksanakan dengan baik, benar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Penilaian diperlukan untuk mengetahui sejauh mana suatu tujuan telah tercapai, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang timbul, untuk mengetahui sejauh mana tugas yang dilaksanakan dan hasil yang dicapai pegawai.

Pengelolaan Aset Daerah

  • Pengertian Aset
  • Pengertian Aset Daerah
  • Penatausahaan Aset
  • Pengelolaan Aset Daerah
  • Tujuan Pengelolaan Aset Tanah Daerah
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Berdasarkan undang-undang no. 1 Tahun 2004, semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau diperoleh melalui perolehan lain yang sah adalah milik daerah. Pengertian barang milik daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 3 angka 1 huruf a, b, dan angka 2 huruf a, b, c, d Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, barang milik daerah ini adalah barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD, barang yang berasal dari perolehan lain yang sah. Sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri no. 19 Tahun 2016 tentang Penatausahaan, merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan kekayaan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan pasal 48 ayat (2) dan penjelasan pasal 49 ayat (16) UU 1 Tahun 2004, ruang lingkup pengaturan pengelolaan barang milik negara dalam peraturan pemerintah meliputi penjualan barang dengan cara lelang dan pengecualian. perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan. Rumusan ini merupakan siklus minimal bagi keseluruhan rantai siklus pengelolaan barang milik negara/daerah. Sedangkan menurut Lemer, pengelolaan atau pengelolaan aset adalah proses mengamankan atau memelihara dan memanfaatkan modal publik, hal ini dilakukan untuk menyelenggarakan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah agar tercipta pengelolaan pemerintahan yang dapat berjalan secara efisien, efektif, dan ekonomis. .

Kegiatan inventarisasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap mengenai kekayaan daerah yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

Penelitian Terdahulu

Pemerintah daerah diharapkan lebih mampu menggali sumber daya keuangan secara maksimal, namun tentunya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan negara dan pembangunan di daerahnya melalui pendapatan asli daerah. Judul penelitiannya adalah Kinerja Pegawai Pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Nunukan, Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nunukan yaitu dalam mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan. instansi pemerintah dalam pelaksanaan dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya masih sulit dijalankan secara obyektif. Judul penelitiannya adalah Pengelolaan Aset Tanah Oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan aset tanah daerah di Kepulauan Meranti dari segi pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan dan pembukuannya khususnya pemanfaatan dan pengamanan masih belum berjalan dengan baik, mengingat bentuk persewaan, kurangnya persewaan untuk umum. dan pihak swasta. Judul penelitiannya adalah Pengelolaan Aset Tanah Daerah di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah di Kabupaten Enrekang dalam pengelolaan aset daerah yaitu adanya kejanggalan administratif dalam pemeriksaan aset sehingga menyulitkan pemerintah daerah untuk mewaspadainya. berapa banyak aset yang dikuasai atau mempunyai kemampuan untuk melakukan investasi yang tinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pelayanan pada kantor pertanahan yang menunjukkan bahwa pelayanan sertifikat tanah masyarakat merupakan salah satu permasalahan yang sangat penting bagi kinerja institusi.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu adalah sama-sama membahas tentang konsep kinerja daerah dan pengelolaan aset, namun terdapat pula perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu berdasarkan latar belakang pembahasan masalah dalam penelitian ini yang belum pernah dibahas sebelumnya. dibahas atau diperiksa oleh penelitian sebelumnya.

Kerangka Konsep

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Desain Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Deskripsi Fokus Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Taknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Teknis Keabsahan Data

Fokus penelitian ini berfokus pada optimalisasi kinerja tim aset pada kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima. Sehubungan dengan pelaksanaan kinerja tim aset dalam pengelolaan tanah daerah Kabupaten Bima di kantor BPKAD. Analisis Kinerja Tim Aset pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima setelah dilakukan upaya optimalisasi.

Optimalisasi kinerja tim aset di kantor BPKAD Kabupaten Bima dilakukan melalui pelatihan, pendidikan dan pengembangan pegawai. Sebelum dilakukan optimasi kinerja tim aset di kantor BPKAD Kabupaten Bima tergolong rendah, namun setelah dilakukan optimasi kinerja tim aset menjadi lebih baik atau meningkat. Optimalisasi kinerja tim aset di kantor BPKAD Kabupaten Bima dilakukan melalui pelatihan, pendidikan dan pengembangan pegawai yang harus terus dilakukan secara terus menerus dan berkala.

Kinerja Tim Aset Pengelolaan Pertanahan Daerah di Kabupaten Bima (Studi pada Kantor BPKAD Kabupaten Bima).

Tabel 2. Informan Penelitian
Tabel 2. Informan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian

  • Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Bima
  • Keadaan Geografis dan Hidrologi Kabupaten Bima
  • Gambaran Umum Instansi
  • Visi dan Misi BPKAD

Agama Islam menjadi agama mayoritas dimana sebelumnya masyarakat Kabupaten Bima masih menganut kepercayaan makamba-makimbi (animisme dan dinamisme). Kabupaten Bima merupakan salah satu bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terletak di ujung timur Pulau Sumbawa. Kabupaten Bima mempunyai 18 kecamatan, diantara puluhan kecamatan tersebut, dua kecamatan yang mempunyai wilayah terluas di Kabupaten Bima adalah Kecamatan Tambora dan Kecamatan Sanggar.

Musim hujan di Kabupaten Bima tidak menentu, sekitar bulan Mei-Oktober merupakan waktu yang jarang terjadi hujan. Kondisi hidrologi di wilayah Kabupaten Bima, termasuk banjir sungai dan mata air menjadi hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan. Visi dan Misi Kabupaten Bima Tahun 2016-2021 adalah : “Mewujudkan Kabupaten Bima yang religius, aman, sejahtera, amanah dan terpercaya”.

Dasar hukum yang menjadi acuan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Kabupaten Bima adalah: Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Upaya Optimalisasi Kinerja Team Aset di Kabupaten Bima

  • Pelatihan (training)
  • Pendidikan (education)
  • Pengembangan (delopment) Karyawan

Kantor BPKAD Kabupaten Bima telah berbenah dalam meningkatkan kinerja pegawainya agar lebih produktif. Dalam upaya mengoptimalkan kinerja tim aset, telah dilakukan berbagai bentuk pelatihan, antara lain: Berdasarkan observasi penelitian di kantor BPKAD Kabupaten Bima, pegawai yang ditempatkan pada struktur organisasi tampak tangkas dan memahami tugas pokok. Pengembangan pegawai merupakan suatu proses peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas seluruh pegawai di kantor BPKAD Kabupaten Bima.

Dalam pengembangan pegawai, tim aktif di kantor BPKAD Kabupaten Bima menerapkan kerjasama tim untuk mempermudah dan mempermudah pekerjaan. Besaran pekerjaan diartikan sebagai wujud banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan pegawai dalam jangka waktu tertentu pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di wilayah Bima. Tugas dan tugas pegawai diatur dalam Peraturan Bupati Kabupaten Bima yang menetapkan kedudukan, tugas dan tugas Badan Daerah Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Bima.

Kinerja kelompok aset Kabupaten Bima cukup baik, terbukti dari kemampuan tim dalam menjalankan tugas dan fungsi yang telah diamanahkan dengan baik.

Analisis Kinerja Team Aset di di Kabupaten Bima

  • Kualitas (mutu)
  • Kuantitas (Jumlah)
  • Waktu (Jangka waktu)
  • Hubungan Antar Karyawan

PENUTUP

Kesimpulan

Kualitas, sebelum mengoptimalkan kinerja pegawai yang berkualitas rendah dan setelah mengoptimalkan kinerja pegawai yang berkualitas lebih baik. Kuantitas, sebelum dilakukan optimasi kuantitas, kinerja pegawai rendah atau buruk dan setelah dilakukan optimasi kuantitas, kinerja pegawai meningkat atau meningkat. Hubungan Pegawai Sebelum optimalisasi kinerja, hubungan pegawai kurang harmonis dan individualistis, dan setelah optimalisasi kinerja, hubungan pegawai lebih harmonis dan kompak sebagai satu tim kerja.

Saran

Pengaruh Disiplin, Lokasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Manado. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Penyelenggaraan Rencana Pembangunan Daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten Bima Nomor 2 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima Tahun 2016-2021. Kinerja tim aset dalam pengelolaan tanah daerah (studi pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bima). Jika Anda mencari posisi di kantor ini, apakah ada persyaratan atau program khusus?

Tabel 2.  Matriks Untuk Pengembangan Penelitian  No  Rumusan
Tabel 2. Matriks Untuk Pengembangan Penelitian No Rumusan

Referensi

Dokumen terkait