• Tidak ada hasil yang ditemukan

KISI: kisi frambusia

N/A
N/A
Diana Mardilasari

Academic year: 2023

Membagikan "KISI: kisi frambusia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KISI – KISI FRAMBUSIA

1. Frambusia disebabkan oleh apa? disebabkan oleh Treponema palidum pertenue 2. Dia mengenai organ apa? dapat melibatkan kulit, tulang, sendi

3. Bedanya frambusia dan sifilis?

Frambusia Sifilis

disebabkan oleh Treponema palidum pertenue

infeksi bakteri Treponema pallidum menyebar melalui kontak langsung dengan

ruam kulit

Menyebar melalui aktivitas seksual terutama anak-anak (< 15 tahun), puncak 6-

10 tahun

Terutama pada dewasa

4. Masa inkubasi dari penyakit ini berapa lama? 9-90 hari rata-rata 3 minggu 5. Penularannya melalui apa?

a. Kontak langsung kulit-kulit melalui cairan eksudat

b. Bakteri tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi masuk melalui luka lecet, goresan, atau luka infeksi kulit lain.

c. kontak melalui lalat, alat rumah tangga, keluarga d. Kontak saat pemberian ASI dari Ibu ke anak

6. Faktor-faktor yang membuat penularan frambusia lebih mudah apa?

a. Bergantian memakai pakaian yang sama dengan kasus b. Jarang berganti pakaian

c. Kebersihan perorangan dan lingkungan yang buruk d. Tinggal di daerah yang kumuh

e. Adanya penyakit kulit lain seperti kudis (scabies), pioderma f. Luka yang berulang-ulang selama kegiatan diluar rumah 7. Apakah ditepat anda terdapat kasus koreng atau luka terbuka? Iya 8. Jelaskan tentang gambaran klinis stadium primer? Berapa lama?

Lesi primer dapat terjadi pada 3-6 bulan dan bersifat sangat menular Gejala Klinis:

Papul frambusia: penonjolan padat dengan permukaan bersisik halus

Tidak nyeri, bisa gatal

Predileksi tungkai bawah (legs & ankle), wajah, leher, tangan, daerah terbuka. Kadang ditemukan di lipat ketiak, leher, lipat paha, lipat anal.

Papul dengan permukaan berjonjot, sering tertutup cairan eksudat yang mengering menjadi krusta kekuningan

Permukaan dapat kering / basah tergantung kelembaban sekitar

9. Jika sudah sembuh sendiri masuk ke fase apa? Berapa lama?

Tanpa terapi, lesi dapat sembuh spontan, masuk ke dalam fase laten I setelah 3-6 bulan

(2)

10. Setelah masuk fase laten awal dia akan masuk ke fase apa? Dan bagaimana gejalanya? Berapa lama fase ini?

11. Setelah dari stadium sekunder menjadi apa? Berapa lama?

Stadium tersier (periode laten II) bisa bertahan selama 5-10 tahun pada periode ini sudah tidak menular

12. Pemeriksaan Penunjang untuk frambusia? RDT

13. Kalau sudah ada RDT (+) itu bagaimana proses selanjutnya? Apabila didapat RDT (+), diuji kembali dg RPR utk mengetahui apakah penyakit masih aktif

14. Jika PKM anda ada kasus positif frambusia apa yang harus dilakukan? Memberikan terapi azitromisin 30 mg/kgBB yang diberikan 1x. Dosis maksimal 2 gram. Serta dilakukan persiapan POPM

15. Apa obatnya? azitromisin 30 mg/kgBB yang diberikan 1x

- Apa efek samping yang perlu diperhatikan? diare, mual, muntah, sakit perut, dan reaksi kulit berat. Efek samping yang jarang terjadi termasuk sakit kepala, ruam, nilai fungsi hati yang tidak normal dan gangguan pada indra penciuman dan pengecap.

- Jika ada efek samping bagaimana penanganannya?

No Gejala Penanggulangan

1 Diare Pemberian oralit

2 Mual, muntah, Pemberian obat anti mual (B6)

3 Kram perut Anti spasmodik

- Apakah Azitromisin ada di PKM? Ada

- Apakah efek samping gastrointestine banyak ditemukan atau tidak? Selama pemakaian di puskesmas tidak ditemukan adanya efek samping gastrointestine

16. Apakah anda pernah mendengar tentang POPM? Bisa dijelaskan? pemberian obat yang

dilakukan untuk mematikan bakteri Treponema Pertenue dan memutus mata rantai penularan secara serentak kepada penduduk sasaran di daerah endemis Frambusia

Referensi

Dokumen terkait

Therefore, this study was analyzed the influence of environmental factor which in this case is the wood dust and the use of personal protective equipment

SIMPULAN Berdasarkan hasil pemeriksaan dari 30 sampel orang bisekual di kebun Jayanti, Kiaracondong, kota Bandung, yang melakukan hubungan seksual secara berganti- ganti pasangan