• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI MASAIL FIQHIYAH MU'ASHIRAH MAJELIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KOMISI MASAIL FIQHIYAH MU'ASHIRAH MAJELIS"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Studi Banding Keputusan Ijtima' Ulama Komisi Masail Fiqhiyah Mu'ashirah Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Bahtsul Masail Waqi'iyah Nahdlatul Ulama Tentang BPJS Kesehatan. Bertajuk “Studi Banding Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Masail Fiqhiyah Mu’ashirah Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah Nahdlatul Ulama Tentang BPJS Kesehatan”.

Rumusan Masalah

Definisi Istilah

Bahtsul Masail Waqi'iyah Nahdlatul Ulama merupakan salah satu komisi yang dibentuk pada Muktamar NU ke-33 yang diselenggarakan di Jombang pada 3 Agustus 2015. BPJS merupakan salah satu program jaminan kesehatan pemerintah yang berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Secara praktis penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat menambah ilmu pengetahuan sekaligus menggunakannya sebagai kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Kajian Terdahulu

WS Mei Wahyoko dalam artikelnya yang berjudul “Analisis Fiqih Praktek BPJS” membahas tentang kontrak dan denda. Dari ketiga tesis tersebut belum ada yang membahas tentang perbandingan keputusan MUI dan NU mengenai BPJS, hanya mengenai kontrak dan belum ada yang membahas mengenai perbandingan tersebut karena merupakan sesuatu yang baru, oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti.

Metode Penelitian

Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, serta memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan. Dengan menyajikan data maka akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.

Sistematika Pembahasan

Temuan dapat berupa uraian atau gambaran suatu objek yang sebelumnya kabur atau gelap, namun setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan sebab akibat dan interaktif, hipotesis atau teori.30.

PENDAHULUAN

METODE ISTINBAT}HUKUM

HASIL KEPUTUSAN IJTIMA’ULAMA KOMISI MASAIL FIQHIYAH MU’ASHIRAHMUI DAN KOMISI BAHTSUL

ANALISIS STUDI KOMPARATIF KEPUTUSAN IJTIMA’ULAMA ANTARA KOMISI MASA’IL FIQHIYAH

PENUTUP

METODE ISTINBAT{ HUKUM

Pengertian Us{u>l al-Fiqh

Ijtihad berlaku dalam perkara yang tidak jelas hukumnya dalam al-Quran atau al-Sunnah, atau terdapat nas tetapi dalam bentuk yang tidak meyakinkan (z}anni).34 Dalam berijtihad, ulama menggali hukum yang dinamakan istinbat }. Bagi hukum-hukum yang tidak termaktub dengan jelas dalam nas, kerja ijtihad ialah mencari apa yang ada di sebalik nas tersebut kemudian merumuskannya dalam bentuk hukum.

Metode Istinbat}Hukum

Jika dalil-dalil syariat mengingkari hal-hal tersebut, maka tidak ada dalil bagi manusia yang berhubungan dengan syariat. Namun dalil-dalil tersebut telah menjadi suatu kesepakatan, sehingga hal ini menunjukkan bahwa dalil-dalil tersebut berkaitan dengan rasionalitas. Jika dalil-dalil Islam mengingkari hal-hal yang berkaitan dengan rasionalitas, maka membebani hal-hal tersebut berarti membebani hukum dengan sesuatu yang tidak dapat dilakukan.

Penelitian yang menunjukkan perlunya penerapan dalil-dalil yang sesuai dengan nalar, yaitu yang beralasan dan diikuti oleh nalar.46. Landasan kedua berkaitan dengan dalil-dalil syariat yang terbagi menjadi 2 macam, yakni berdasarkan naqli (Qur’an dan hadis) dan berdasarkan ‘aqli (logika). Ijma menurut istilah kami adalah kesepakatan para mujtahid untuk memutuskan suatu permasalahan setelah wafatnya Nabi mengenai hukum syariat suatu peristiwa tertentu.

Menjalin kesepakatan di antara semua mujtahid mengenai suatu hukum.53 Maksud ijma' adalah peristiwa yang tidak ada landasannya dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Boleh jadi suatu peristiwa yang merupakan bagian dari ibadah ghiru mahd}ah, misalnya dalam hal mu’amalah dan urusan duniawi lainnya.54.

Sebab Terjadinya Perbedaan Pendapat

Al-Ijtihad al-Istis}lahi, yaitu ijtihad terhadap persoalan yang hukumnya tidak disebutkan dalam nash atau tidak ada nash untuk persoalan serupa karena alasan serupa. Dalam hal ini penetapan hukumnya dilakukan berdasarkan pendekatan kemanfaatan yang merupakan tujuan hukum. Dengan demikian, ijtihad ini merupakan upaya perenungan hati melalui proses penalaran dan pencarian aspek kebenaran berdasarkan tanda-tanda ruh hukum yang tidak dijelaskan secara langsung dalam teks.

Intipati ijtihad ini ialah kecenderungan memilih aspek yang mengutamakan kemaslahatan umat. Kaedah hukum yang digunakan dalam ijtihad ini dinamakan kaedah istislah yang terdiri daripada kaedah mas}lah}ah mursalah dan kaedah adz-dzariah.

Perbedaan pendapat yang terjadi diantara beberapa konflik untuk menggali kebenaran sekaligus menghilangkan kesalahan”59. Jika dilihat dari sebab-sebabnya, perbedaan dibedakan menjadi dua, yaitu perbedaan yang disebabkan oleh akhlak (akhlak) dan akal. Perbedaan yang disebabkan oleh akhlak biasanya disebabkan karena terlalu banyak berpikir sehingga hanya melihat permukaan suatu permasalahan saja dan tidak mendalaminya secara cermat dan menyeluruh, hal ini dianggap sebagai sikap yang keji.

Jadi perbedaan fiqh adalah suatu hal yang wajib terjadi, bahkan perbedaan pendapat dalam fiqh dianggap anugerah oleh sebagian besar ulama.60. Ikhtilaf di kalangan umat Islam sudah muncul sejak zaman para sahabat, hal ini terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dan perbedaan nash yang mereka capai. Perbedaan kekuatan nalar para mujtahid yaitu pencarian hukum baru, perbedaan nalar timbul karena perbedaan pemahaman mereka terhadap suatu masalah.

Faktor seberapa banyak ilmu yang dimiliki para mujtahid, faktor ini merupakan faktor yang paling utama karena dapat mempengaruhi faktor lainnya.

HASIL KEPUTUSAN IJTIMA’ ULAMA KOMISI MASAIL FIQHIYAH MU’ASHIRAH MUI DAN KOMISI BAHTSUL

BPJS Kesehatan

Pengusaha wajib memungut iuran dari pekerjanya, membayar iuran yang menjadi tanggung jawabnya, dan mentransfer iuran tersebut kepada BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya. Bagi pemberi kerja pemerintah daerah, penyetoran iuran BPJS Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui rekening kas negara paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya. Denda administrasi sebesar 2% (dua persen) per bulan dari jumlah iuran yang belum dibayar sebanyak-banyaknya 3 (tiga) dikenakan atas keterlambatan pembayaran iuran jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), oleh pemberi kerja yang bukan merupakan pemberi kerja negara. administrator.bulan. , yang harus dibayar oleh majikan sekaligus seluruh tunggakannya.

Apabila keterlambatan pembayaran iuran jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih dari 3 (tiga) bulan, maka penjaminan dapat ditangguhkan.71. Pengusaha wajib memungut iuran pekerja yang dibebankan kepada peserta dan mentransfernya ke BPJS. Peserta yang bukan pekerja dan bukan penerima bantuan iuran wajib membayar dan menyetorkan iuran kepada BPJS yang menjadi tanggung jawabnya.

Iuran asuransi kesehatan bagi peserta bukan penerima upah dan peserta bukan pegawai sebesar Rp 30.000,- Rp 51.000.

BPJS Menurut Majelis Ulama Indonesia 1. Selayang pandang MUI

BPJS kesehatan termasuk dalam kategori jaminan kesehatan umum yang didasarkan pada gagasan kerjasama antara sekelompok orang yang membentuk suatu lembaga, organisasi atau perkumpulan profesi dengan kesepakatan bahwa setiap orang membayar sejumlah uang tertentu, yang digunakan sebagai sumber pengobatan bagi anggota yang sakit.74 BPJS termasuk asuransi yang dikelola oleh pemerintah yaitu pegawai akan dikurangi gajinya dengan persentase tertentu untuk asuransi dengan kompensasi dari negara yang menanggung seluruh biaya pengobatan atau persentase tertentu. . Orang yang makan (mengambil) riba tidak tahan, melainkan seperti orang yang kerasukan setan karena (tekanan) kegilaan. Orang-orang yang mendapat larangan dari Tuhannya kemudian tetap berhenti (mengambil riba), maka baginya apa yang mereka ambil sebelumnya (sebelum datangnya larangan); dan urusannya adalah (kepada) Allah.

Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni Neraka; mereka tinggal di dalamnya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan solat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Natijah daripada menggunakan dalil muafakat ialah umat Islam di setiap tempat dan masa telah sepakat tolong menolong, menanggung, menjamin, dan bersepakat melindungi yang lemah, membantu yang dizalimi, membantu yang dizalimi.

BPJS Menurut Nahdlatul Ulama 1. Selayang pandang NU

Dalam rangka kemaslahatan, NU telah membentuk beberapa panitia yang mempunyai fungsi dan tugas tertentu, yaitu panitia Bahtsul Masail Waqi'iyah, Maudlu'iyah, dan Qonuniyah. BPJS merupakan program negara yang bertujuan memberikan jaminan perlindungan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat (UU BPJS Nomor 40 Tahun 2011), yang sesuai dengan semangat dan tujuan al-ta'mi>n al-ta' a> wuny yaitu perkumpulan beberapa orang dengan memberikan iuran tertentu, persekutuan tersebut digunakan untuk membiayai peserta yang terkena bencana. 89 Direktorat Nahdlatul Ulama, Hasil Kongres Nahdlatul Ulama ke-33 (Jakarta: Institut Ta'lif wan Nasyr PBNU.

Dalam hal dikenakan denda administrasi sebesar 2% apabila terjadi keterlambatan pembayaran, maka denda tersebut tidak mengandung unsur riba> dan tidak sama dengan asuransi, karena apabila terpenuhi seluruh unsurnya maka tergolong al. -ta'mi>n al-ta'a>wuny Sebagaimana kita ketahui, konsep ini mengacu pada asuransi syariah, dimana kontrak yang dilaksanakan menurut ulama NU sesuai dengan prinsip syariah. 90 Hasil Keputusan Komisi Ijtihad Bahtsul Masail Waqi'iyah Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Setelah menemukan pernikahan dalam Al-Qur'an, lanjutkan menemukannya dalam hadis shahih dan putuskan bersama di forum Bahtsul Masail.

Dalam memutus undang-undang, NU memiliki wadah bernama Bahtsul Masail yang bertugas memutus hukum Islam.

ANALISIS HASIL KEPUTUSAN IJTIMA’ ULAMA KOMISI MASAIL FIQHIYAH MU’ASHIRAH MUI DAN KOMISI

BAHTSUL MASAIL WAQI’IYAH NU TENTANG BPJS KESEHATAN

  • Analisis Tentang Metode Istinbat} Yang Digunakan Ulama MUI Dan NU Tentang BPJS
  • Analisis Terhadap Faktor-Faktor Perbedaan Pendapat Ulama’ MUI dan NU
  • Kesimpulan
  • Saran

Oleh karena itu, dalam mengeluarkan suatu produk hukum, Majelis Ulama Indonesia telah melakukan kajian hukum secara intensif dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya, untuk memperoleh rumusan hukum yang sesuai dengan keinginan mata, selalu mengkaji dalil-dalil tafsir yang tertuang dalam Al-Qur'an. . satu dan sunnah. Dalam hasil ijtihad jelas disebutkan secara rinci bahwa rujukan utama berasal dari teks Al-Qur'an dan Hadits kemudian ijtihad para ulama. Jadi jelas bahwa metode istinbat} yang digunakan para ulama MUI dalam menetapkan undang-undang tentang BPJS sudah sesuai dengan metode kajian hukum Islam.

Pengertian istinbat} di kalangan NU tidak bersumber secara langsung daripada sumber asli al-Quran dan Hadis, tetapi sesuai dengan sikap dasar mazhab-mentat} biqkan (di mana ketetapan fuqaha diterapkan secara dinamik dalam konteks masalah yang dicari oleh undang-undang). Sesuai dengan hasil pertemuan Sidang Kemuncak NU di Jombang pada 3 Ogos 2015, ulama NU menjadikan al-Quran dan Hadis sebagai rujukan utama dalam penetapan hukum berkenaan BPJS. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhirat, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan akibatnya lebih baik.” 96.

Sedangkan ulama NU menggunakan al-Quran dan Hadis sebagai rujukan utama mereka dalam menggubal hukum, aqwal al-mujtahidin (pendapat para mujtahid) yang mutlak dan muntashib.

DAFTAR PUSTAKA

Hasil Keputusan Ijtihad Bahtsul Masail Waqi'iyah Nahdlotul Ulama pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Hasil Keputusan Komisi Fatwa Ulama Indonesia V B 2 Masail Fiqhiyah Mu'ashirah Ijtima' Tahun 2015 tentang Pedoman Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Kesehatan. Maslahah Tinjauan Metode Istinbat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang Asuransi Jiwa Syariah.

Referensi

Dokumen terkait