• Tidak ada hasil yang ditemukan

kompetensi manajerial kepala madrasah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kompetensi manajerial kepala madrasah"

Copied!
226
0
0

Teks penuh

This study aims to explain (1) the management competence of madrasah directors in improving the quality of education, and (2) the implications of the management competence of madrasah directors in improving the quality of education in Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo to analyze. . The objects of this study are the management competence of madrasah directors and the quality of education.

Latar Belakang Masalah

Madrasah Diniyah Selefiyah Miftahul Huda mempunyai tiga jenjang pendidikan Ibtida'iyah (Ula), Tsanawiyah (Wustho) dan Aliyah (Ulya).13. Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo merupakan salah satu madrasah yang berhasil mencetak lulusan unggul.

Fokus Masalah

Berdasarkan penilaian awal di lokasi penelitian Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo diketahui bahwa mutu pendidikan menjadi permasalahan utama di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo. Berdasarkan temuan di atas, maka judul penelitian ini adalah Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan pada Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Secara teoritis penelitian ini mempunyai manfaat untuk mencari solusi kompetensi manajerial Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Diniyah. Untuk memberikan gambaran tentang kompetensi manajerial Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda.

Hasil Penelitian Terdahulu

19 Fikri Aminulloh, “Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Darwata Glemang Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap” (Purwokerto, IAIN Porwokerto, 2021). 21 Syarifah Syarifah, “Peran Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pangkalan Bun Mendawai” (S2, IAIN Palangka Raya, 2017).

KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI

Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah

Meski mempunyai waktu terbatas, kepala madrasah harus mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan pemikiran realistis dan konseptual. Seiring dengan itu, kepala madrasah harus mampu mengambil keputusan yang tepat meski dalam situasi sulit.

Mutu Pendidikan Madrasah Diniyah Salafiyah

31 Pedoman Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Kementerian Agama RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Pendidikan Usia Dini dan Perresidenan Islam. 32 Pedoman Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Kementerian Agama RI) Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Pendidikan Usia Dini dan Perumahan Islam.

Pendekatan Penelitian

Jenis Penelitian

Penelitian studi kasus pada umumnya bertujuan untuk mempelajari fenomena-fenomena aktual (nyata) dan unik dalam konteks yang sedang berlangsung. Dengan demikian, penelitian studi kasus lebih relevan dengan konteks saat ini dan memberikan pemahaman mendalam terhadap fenomena yang terjadi.38.

Lokasi Penelitian

Data dan Sumber Data Penelitian

Metode ini sangat berguna dalam penelitian kualitatif untuk mengumpulkan data secara detail dan mendalam tentang perspektif. Pada tahap ini peneliti memfokuskan pada data-data yang berkaitan dengan kualitas madrasah dan kompetensi kepala sebagai manajer di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo. Setelah tahap penyederhanaan dan transformasi data, langkah selanjutnya adalah menyajikan data sesuai interpretasi peneliti.

Ponorogo.47 Peneliti akan mengambil kesimpulan mengenai kompetensi manajerial Kepala Madrasah Diniyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo. Dengan menggunakan dua sumber informasi yang berbeda ini, perbandingan dan pengecekan dapat dilakukan untuk mendapatkan keyakinan yang lebih tinggi terhadap data yang diperoleh. Caranya dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap guru dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap data di lapangan.

Dengan melakukan pengujian pada kondisi yang berbeda, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan menjamin kepastian data yang diperoleh.

Tahapan-tahapan Penelitian

Metode penelitian yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian dan masalah penelitian yang telah dirumuskan. Tahapan penelitian yang dikemukakan oleh Miles, Huberman dan Saldana bersifat umum dan dapat diterapkan pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Sistematika Pembahasan

Kajian Teori: Berisi kerangka acuan teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian,

Metode Penelitian: Membahas tentang metode penelitian yang dilakukan, termasuk jenis

BAB IV Hasil dan Analisis Penelitian

BAB V Hasil dan Analisis Penelitian

Paparan Data Umum

Dengan hadirnya Kyai Surat yang piawai membaca kitab kuning, Pondok Pesantren Jenes menjadi sempurna dalam pengajaran. Qomarudin Mufti mendampingi Kyai Iskandar dalam mengurus pesantren dan menjadi penggagas nama “Hudatul Muna” untuk pesantren tersebut. Pada tahun 2003 terjadi perubahan pada Pondok Pesantren Hudatul Muna dengan membaginya menjadi dua bagian yaitu Pondok Pesantren Hudatul Muna Putra dan Putri.

Abdul Qodir Murdani mendirikan Pondok Pesantren Putri Al-Amin yang terletak di sebelah selatan Pondok Pesantren Utama Hudatul Muna. Dalam perkembangannya saat ini, Pondok Pesantren Jenes telah memperkenalkan berbagai fasilitas pendidikan baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus mengikuti perkembangan zaman. Selain di lembaga pendidikan, Pondok Pesantren Jenes juga menyelenggarakan kegiatan pengajian secara rutin yang terbuka untuk umum.

Semua lembaga dan kegiatan tersebut bertujuan untuk menyebarkan ilmu agama dan memperkuat pemahaman Al-Qur'an dan Kitab Kuning di kalangan masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi antara Pondok Pesantren Jenes dengan masyarakat sekitar.

Kompetensi Kepala Madrasah sebagai Manajer dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Diniyah

57 Wawancara dengan Bpk. Mahfudz (Wakil Kepala Bidang Kurikulum Madrasah) di Ruang Guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB tanggal 9 November 2022. Berikut jadwal pembelajaran Huiyah Je Miiyah Salafiyah Salafiyah Salafiyangare. dari tingkat Ibtida'iyah (Ula), Tsanawiyah (Wustho) dan Aliyah (Ulya). 62 Wawancara dengan Bpk. Mahfudz (Wakil Kepala Bidang Kurikulum Madrasah) di Ruang Guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pukul 20.25 WIB.

63 Wawancara dengan Bpk. Masruhin Iskandar (Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Ibtida'iyah/Ula) di ruang kelas Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB. 65 Wawancara dengan Bpk. Mahfudzom (Wakil Kepala Bidang Kurikulum Madrasah) di ruang guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB. 70 Wawancara dengan Bapak Mahfudz (Wakil Kepala Jurusan Kurikulum Madrasah) di ruang guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB.

71 Wawancara dengan Bpk. Masruhin Iskandar (Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Ibtida'iyah/Ula) di ruang kelas Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB. 74 Wawancara dengan Bpk. Masruhin Iskandar (Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Ibtida'iyah/Ula) di ruang kelas Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB. 77 Wawancara dengan Bpk. Masruhin Iskandar (Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Ibtida'iyah/Ula) di ruang kelas Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pada pukul 20.25 WIB.

Analisis Kompetensi Kepala Madrasah sebagai Manajer dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Tindakan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda. Dengan demikian, kepala madrasah di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo memegang peranan penting dalam mengelola dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan di madrasah tersebut.81. Dalam penyusunan program madrasah, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo sudah baik.

Hubungan baik antara madrasah dengan masyarakat ini dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda. Hal ini sesuai dengan pendapat E. Dengan demikian, ukuran ini mencerminkan kompetensi manajerial kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan memotivasi bagi peningkatan mutu pendidikan. Dengan memberikan arahan, motivasi dan keteladanan yang baik, kepala madrasah sangat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda.

Dengan demikian menunjukkan bahwa tindakan kepala Madrasah Diniyah Selefiyah Miftahul Huda dalam monitoring dan evaluasi sudah sesuai.

Sinkronisasi

Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda melakukan perencanaan dalam berbagai aspek seperti penyusunan kurikulum madrasah, program madrasah, jadwal kegiatan, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan pembiayaan, sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Langkah pertama yang dilakukan Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda adalah menyiapkan struktur organisasi dengan mendatangkan beberapa orang yang mempunyai pengaruh kuat di madrasah tersebut untuk menjadi tim pembentuknya. Setelah struktur disusun, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda terlebih dahulu menjelaskan tugas masing-masing anggota.

Setelah melakukan perencanaan dan pengorganisasian, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda memberikan arahan kepada siswa dan guru tentang segala sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya mengenai proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Selain memberikan motivasi, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda juga memberikan keteladanan kepada para guru dan siswa, yang berguna dalam menumbuhkan kesadaran akan prinsip-prinsip dasar tugas yang mereka jalankan untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri. Supervisi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda dilakukan secara musyawarah bulanan setiap semesternya dan secara langsung dengan sesekali masuk ke dalam kelas untuk mengamati langsung proses pembelajaran di dalam kelas.

Dengan penilaian tersebut, Kepala Madrasah Salafijah Diniyah Miftahul Huda dapat menilai apakah keputusan yang diambil sudah sesuai dengan tujuan atau belum.

Paparan Data

104 Wawancara dengan Bpk. Mahfudz (Wakil Kepala Bidang Kurikulum Madrasah) Kencan di ruang guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo 20:25 WIB, 9 November 2022. Prestasi non akademik terlihat dari perlombaan Salafiyah dari beberapa perlombaan Madrasah. Murid Miftahul Huda. 111 Wawancara dengan Bpk. Mahfudz (Wakil Kepala Bagian Kurikulum Madrasah) di ruang guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pukul 20.25 WIB.

Ustadz/guru yang mengajar di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda mempunyai kedisiplinan dan motivasi yang tinggi dalam mengajar. Dalam pelayanan pendidikan di Madrasah Diniyah Selefiyah Miftahul Huda hal ini ditunjukkan dengan adanya perhatian pihak madrasah dan kepala madrasah terhadap pendidikan peserta didiknya. 117 Wawancara dengan Bpk. Mahfudz (Wakil Kepala Bagian Kurikulum Madrasah) di ruang guru Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda Jenes Brotonegaran Ponorogo pukul 20.25 WIB.

Dalam perjalanan pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda peran masyarakat sekitar tidak dapat dipisahkan.

Analisis Implikasi Kompetensi Kepala Madrasah sebagai Manajer dalam Meningkatan Mutu

Secara keseluruhan uraian tersebut memberikan gambaran bahwa Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda tidak hanya memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan, namun juga memberikan kontribusi positif terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan wawancara dan observasi, peneliti menemukan adanya implikasi positif kompetensi kepala madrasah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Miftahul Huda, antara lain: 1. kepuasan siswa, orang tua dan masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pentingnya pengembangan kompetensi kepala madrasah sebagai pengelola melalui pelatihan dan pengembangan profesional, kerjasama yang lebih baik dengan guru dan tenaga pengajar, serta mempererat hubungan dengan siswa, orang tua dan masyarakat.119.

Prestasi akademik dapat dilihat dari hasil belajar siswa Madrasah Diniyah Salafiyah Mitftahul, meliputi kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran dan meningkatkan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan pandangan Mulyono yang menyatakan bahwa prestasi non-akademik adalah prestasi atau keterampilan yang dicapai siswa di luar jam pelajaran atau pada saat kegiatan ekstrakurikuler. Ketika siswa berhasil meraih prestasi dalam kompetisi-kompetisi tersebut, maka prestasi non-akademiknya akan dipamerkan di luar kelas dan menambah kebanggaan bagi madrasah.

Prestasi non-akademik juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan holistik siswa.

Referensi

Dokumen terkait