• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI EFEKTIF & MANAJEMEN KELAS

N/A
N/A
Herdin Nurdin

Academic year: 2023

Membagikan "KOMUNIKASI EFEKTIF & MANAJEMEN KELAS"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI EFEKTIF

&

MANAJEMEN KELAS

(2)

Yess, We

Are .. !!

(3)
(4)

Menurut Bapak/Ibu, bagaimana agar Kelas kita kondusif dan nyaman ?

Yang Boleh

dilakukan (Do’s)

Yang tidak boleh dilakukan (Don’t)

1 . 2 .

3

Konsekue nsi

1 . 2 .

(5)
(6)

Guru Inspiratif

Guru Inspiratif

(7)

Menyelesaikan Target Kurikulum

Mengembangka n ranah Kognitif,

Afektif, dan Psikomotorik

mereka

Menciptakan Suasana

Pembelajaran yang Tuntas dan

Menyenangkan

Tugas Guru dalam melaksanakan

kegiatan

Pembelajaran.

Tugas Guru dalam melaksanakan

kegiatan

Pembelajaran.

(8)

DIMENSI 2

KECAKAPAN KECAKAPAN

DAN DAN

KOMPETENSI KOMPETENSI

GURU GURU

DIGUGU” DIGUGU”

(dipercaya)

DITIRU” DITIRU”

(diteladani)

Kecakapan Kecakapan

PEMBELAJARAN

Kompetensi Kompetensi

PEDAGOGIK &

PEDAGOGIK &

PROFESIONAL PROFESIONAL

Kecakapan

PENDIDIKAN

Kompetensi Kompetensi

KEPRIBADIAN & SOSIAL

KEPRIBADIAN & SOSIAL

(9)
(10)

GURU

GURU INSPIRATIF vs GURU vs GURU POPULIS

GURU GURU I I nspiratif nspiratif : :

Guru yang diterima Guru yang diterima dengan baik

dengan baik

kehadirannya oleh kehadirannya oleh

para siswa karena para siswa karena

kecakapan pengajaran (materi & metode)

(materi & metode) dan pendidikan

( ( motivasi & inspirasi) motivasi & inspirasi) yang dikuasainya.

yang dikuasainya.

GURU GURU POPULIS POPULIS : :

Guru yang diterima Guru yang diterima

dengan baik oleh para dengan baik oleh para

siswa lebih karena siswa lebih karena

kemampuannya kemampuannya

menyenangkan para menyenangkan para

siswa,

siswa, apakah karena apakah karena ia orang yang

ia orang yang humoris, akrab humoris, akrab

dengan para siswa, dengan para siswa,

atau karena jarang atau karena jarang

marah.

marah.

(11)

4

(12)

1. Membuat Peraturan Kelas

5

1.

(13)

6

Batasi peraturan max.

Standar 7 perilaku harus sesuai dengan tahap perkembangan anak

Ada konsekuensi positif & negatif Harus jelas mana yang boleh & tidak

Gunakan bahasa positif & Pajang peraturan dengan gambar/simbol yang

menarik

(14)

7

(15)

8

(16)

Tujuan:

Siswa senang, guru senang,

pembelajaran menyenangkan

KEPERCAYAAN

Harapan realistik (perilaku,

belajar)

Strate

Manajem

gi

en

waktu

Manajem en

ruang

Menikma ti

sebagai fasilitato

r

10

(17)

2. Rutinitas/Pembiasaan Kelas

• Perlengkapan/Pengaturan (Kehadiran, mengatur perlengkapan kelas dan pribadi, penyimpanan media dll)

Operasional Kelas (Membuat pengumuman, level suara, jadwal, ke toilet, bagaimana

membawa kursi, gunting, ATK dll)

• Work habits dan prosedur kerja (Bagaimana duduk, belajar, menggunakan alat, bagaimana mengetahui target dll)

Aspek di atas sangat penting dalam manajemen kelas sehingga anak menjadi pembelajar /siswa yang siap

untuk di ajar secara efektif

1 1

(18)

12

(19)

13

(20)

PROSEDUR HARUS TERUS

(Termasuk Alasannya)

KONSISTEN ADALAH

KUNCI DARI DISIPLIN

14

(21)

Guru ‐ Murid

Murid ‐ Murid

15

Pelajari semua nama siswa

Ketahui hobi/kesukaan semua siswa

Ketahui kelebihan setiap siswa

Hargai pendapat siswa

Ketika siswa gagal, berikan strategi positif dan motivasi.

Kesempatan kedua adalah hal yang sangat berharga.

Kenali ortu siswa

• Anak‐anak perlu kemahiran sosial untuk mencapai potensi akademik yang maksimal

TERCIPT A

KOMUNIT AS

(22)

Kenapa Komunitas Itu Penting?

Makhluk sosial

Diak ui

Bagia n dari tim

Interak si

Pandangan

Kemam‐

puan sosial bertam

bah

Ide

Perbeda an

Kelebihan

16

(23)

Suasana Kelas Melalui Manajemen Tempat :

Area Karpet Menghadap Guru

Bergerak

17

(24)

Mengatur Ruangan Kelas Sesuai dengan Kegiatannya

18

(25)

DISIPLIN BUKAN

HUKUMAN

19

(26)

Perbedaan Hukuman dan Disiplin

Hukuman:

Mengontrol perilaku dengan melukai si pelanggar dan korban (psikologis/fisik)

Si pelanggar merasa bersalah atau marah, takut

Fokus pada masalah daripada solusi

Tidak membantu anak mengatasi kesalahan

Melukai atau meremehkan si pelanggar

Anak jadi pembangkang, dendam

Agresif dan bullying sebagai kompensasi

Jadi penakut , peragu, tidak mampu mengontrol diri

Pembohong dan lari dari masalah

Contoh : mengancam, mempermalukan,

menakuti, mengejek 21

Disiplin:

Ditujukan untuk mengajari anak perilaku lebih baik

Guru berperan untuk menjelaskan dan memberikan model perilaku yang patut

Disiplin adalah bagian dari pendidikan dan tidak dibatasi hanya ketika ada masalah

Memiliki alasan dan sesuai harapan

Win‐win process

Membantu membangun hubungan baik/kondusif

(27)

Hukuman yang Sering Dilakukan

22

(28)

MASIH INGAT DAMPAK KEKERASAN?

23

(29)

Hukuman tidak menyelesaikan masalah (hanya sesaat saja)

Guru Menghuku m

Murid tamba

Nakalh Guru

Menghuku m

Muri d Nak

al SIKLUS HUKUMA N

24

(30)

DISIPLIN POSITIF

26

(31)

Tehnik Disiplin Positif

1. Katakan “Ya” Jika Memungkinkan

Contoh:

Anak: Bu, saya boleh ke perpustakaan?

Guru: Boleh, setelah kamu selesai mengerjakan tugas.

1. Tangkap “Kebaikan” Anak

Berikan Pujian Efektif Ketika Anak Melakukan Perilaku Positif

• Komunikasikan pada anak bagaimana kita ingin dia berperilaku

• Bantu anak merasa bangga akan perbuatan atau perilaku positif yang dia lakukan

• Kenalkan anak pada kemampuan sebelumnya dan sekarang yang sudah dicapai

• Label kemampuan anak tersebut (misal: tanggung jawab, kreatif, atau karakter lainnya)

27

(32)

Contoh Pujian EFEKTIF

 Baik sekali, hari ini Emir bertanggung jawab merapikan mainannya

 Wah, sekarang Ihsan sudah bisa perkalian

 Terima kasih sudah tertib lebih dulu

 Terima kasih untuk yang sudah antri cuci tangan

 Hebat!!! Bayu sudah percaya diri

memimpin doa

28

(33)

29

(34)

(The Power of Ignoring)

Terkadang anak berperilaku negatif untuk menarik perhatian

Berikan perhatian serius hanya pada perilaku negatif yang melibatkan fisik atau emosi

4. Berikan Konsekuensi jika Diperlukan

• Konsekuensi harus dihubungkan dengan perilaku anak

Contoh:

Perilaku: Anak memukul temannya saat bermain bola.

Konsekuensi: Anak tidak diijinkan bermain bola atau bermain sendiri di kelas selama sehari.

Be Consistent!

(Konsisten menerapkan untuk setiap pelanggaran) Be Fair!

(Diterapkan pada semua anak tanpa terkecuali) 3. Abaikan Perilaku Anak yang Tidak Penting

Be Firm!

(Tegas menerapkannya) 30

(35)

31

(36)

32

(37)

HIRARKI PENERAPAN KONSEKUENSI

33

(38)

34

Manajemen kelas akan tercipta

dengan baik jika :

(39)

35

(40)

36

(41)

Bagaimana Membangun

Kedekatan

(42)

Sambung Rasa di Pagi Hari

37

(43)

B eri Motivasi Ketika Murid Akan Pulang

• “Hari ini menyenangkan, bukan! Bapak/Ibu senang sekali melihat anak‐anak begitu antusias hari ini.”

• “Ibu/Bapak tidak sabar untuk menunggu hari esok.

• Ibu harap besok lebih semangat lagi!”

• Guru bisa berdiri di depan pintu sambil memberikan salam ketika murid keluar kelas

MURID TETAP BERSEMANGAT WALAUPUN SUDAH LELAH, TIDAK SABAR MENUNGGU

HARI ESOK

Revie w

38

(44)

40

(45)

Yang manakah gaya anda dalam mengajar?

Permis

if Slide

r

Domina

n Demokrasi Edukat

if 41

(46)

42

(47)

50 0 45

0 40

0 35

0 30

0 25

0 20

0 15

0 10

0 50

0

Positi f

Negat if

7 5

46 0

Koment ar

KATA YANG DITERIMA ANAK SETIAP HARI (Jack Canfield)

43

(48)

Anak sering mendapat “Label” buruk

Orang sering

menyerang pelaku bukan perilaku

anak

BAYANGKAN AKAN MENJADI ANAK SEPERTI APA DIA

NANTINYA?

www.rightparenting.com44

(49)

TERAPKAN KOMUNIKASI POSITIF

DAMPAK KATA KATA‐ NEGATIF

LOVE Thank You Amazing Grace

You Make Me Sick

Dr. Masaru Emoto’s Research

You Fool! Heavy Metal

45

(50)

APA YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG BERKOMUNIKASI POSITIF?

7%

Kata-kata

38%

Nada dan Suara 55 %

Bahasa Tubuh, Non Verbal

47

(51)

48

(52)

LANGKAH AWAL MEMBANGUN

KOMUNIKASI (Komunikasi harmonis –Ginot Model)

1. MEMAHAMI PERASAAN Merespon dengan Empati

49

(53)

Buah

Perasaanku

50

(54)

2. MENDENGAR AKTIF

yaitu suatu cara untuk memahami dunia orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan (empathy)

MEMAHAMI / MENERIMA PERASAAN ORANG LAIN

51

(55)

Kamu...(perasaan )... Karena.... (penyebab)

CONTOH:

Kamu kesal, karena Randi tidak mau minta izin memakai barang kamu Senang ya dibelikan tas baru oleh ayah, sudah bilang terima kasih sama

Ayah?

MENYATAKAN KEMUNGKINAN PERASAANNYA ANAK

Berlaku juga utk masalah anak dgn orang dewasa

Win – Win Solution 52

(56)

Ketika ada anak yang mengungkapkan rasa marah dengan memukul, kalimat apa

yang anda ajarkan pada anak untuk mengungkapkan rasa marahnya?

“Aku marah/tidak suka, karena sakit kalau kamu cubit”

MENGENALI PERASAAN ANAK

Anak belajar mengenali dan mengungkapkan perasaannya

Perasaan berbeda dengan perbuatan

Contoh : Rasa marah adalah perasaan wajar yang ingin diungkapkan, namun tidak patut jika diungkapkannya dengan memukul.

53

(57)

54

(58)

Ketika anak anda berteriak‐teriak apa yang akan anda katakan?

“Jangan teriak teriak, ‐ berisik”

“Ada apa sich kamu, kok teriak teriak, ‐ ibu tidak tuli”

“Ibu merasa terganggu kalau kamu teriak teriak ‐ karena terdengar berisik”

55

(59)

Ibu/Bapak ( … perasaan positif atau negatif) jika (… masalah yang timbul)

CONTOH:

Ibu merasa terganggu kalau kamu ribut saat ibu bicara karena suara Ibu jadi tidak terdengar.

Bu Rani khawatir jika ada air tumpah di lantai karena bisa membahayakan temanmu nanti, jadi silahkan bertanggung jawab.

Bu Alia senang sekali karena anak anak‐ sudah menjadi pendengar yang baik.

56

(60)

58

(61)

Penghalang Komunikasi

1.

Mengatur, memerintah, mengarahkan

2.

Mengancam

3.

Memberi kritikan

4.

Mencap/melabel

5.

Menyalahkan

6.

Meremehkan

7.

Membandingkan

8.

Menyindir

9.

Menghibur

59

(62)

Tahapan Menangani Konflik Anak

(63)

Cara Berkomunikasi Dengan Orang Tua

1.

Gunakan internet : Medsos, (IG, FB, Telegram,WA Group, Website atau e-mail)

2.

Bangun Hubungan personal

3.

Evaluasi kehadiran relationship marketing di internet

4.

Tahap pemanfaatkan teknologi website :

a.Pasokan informasi sekolah dan produknya

b.Melakukan dukungan terhadap orang tua dan buka peluang terjadinya interaksi

c.Mendukung transaksi dan komunikasi secara elektronik

d.Personalisasi interaksi dengan orang tua

e.Menghimpun komunitas di web

(64)

Membuat Orang Tua bertekuk Lutut

1. Kenali orang tua siswa dan bangun data basenya

2. Orang Tua mana yang diprioritaskan

3. Rampingkan proses birokrasi, buat mereka mudah berinteraksi

4. Oneline-kan untuk memudahkan penanganan interaksinya satu per satu

5. Beri pengalaman menarik yang tak terlupakan dan harus menyenangkan

6. Berikan pelayanan personal

(65)

Modal Dasar Guru Untuk Berkomunikasi

 Bersabar

 Jadilah pendengar yang baik

 Kendalikan diri

 Berikan kesan positif

 Berikan jawaban yang tegas dan menyenangkan

 Berikan informasi yang tepat

 Bila tidak bisa menjawab pertanyaan atau

masalah, salurkan kepada yang bertanggung

jawab.

(66)

61

Referensi

Dokumen terkait