KOMUNIKASI EFEKTIF
&
MANAJEMEN KELAS
Yess, We
Are .. !!
Menurut Bapak/Ibu, bagaimana agar Kelas kita kondusif dan nyaman ?
Yang Boleh
dilakukan (Do’s)
Yang tidak boleh dilakukan (Don’t)
1 . 2 .
3
Konsekue nsi
1 . 2 .
Guru Inspiratif
Guru Inspiratif
Menyelesaikan Target Kurikulum
Mengembangka n ranah Kognitif,
Afektif, dan Psikomotorik
mereka
Menciptakan Suasana
Pembelajaran yang Tuntas dan
Menyenangkan
Tugas Guru dalam melaksanakan
kegiatan
Pembelajaran.
Tugas Guru dalam melaksanakan
kegiatan
Pembelajaran.
DIMENSI 2
KECAKAPAN KECAKAPAN
DAN DAN
KOMPETENSI KOMPETENSI
GURU GURU
“ “ DIGUGU” DIGUGU”
(dipercaya)
“ “ DITIRU” DITIRU”
(diteladani)
Kecakapan Kecakapan
PEMBELAJARAN
Kompetensi Kompetensi
PEDAGOGIK &
PEDAGOGIK &
PROFESIONAL PROFESIONAL
Kecakapan
PENDIDIKAN
Kompetensi Kompetensi
KEPRIBADIAN & SOSIAL
KEPRIBADIAN & SOSIAL
GURU
GURU INSPIRATIF vs GURU vs GURU POPULIS
• GURU GURU I I nspiratif nspiratif : :
Guru yang diterima Guru yang diterima dengan baik
dengan baik
kehadirannya oleh kehadirannya oleh
para siswa karena para siswa karena
kecakapan pengajaran (materi & metode)
(materi & metode) dan pendidikan
( ( motivasi & inspirasi) motivasi & inspirasi) yang dikuasainya.
yang dikuasainya.
• GURU GURU POPULIS POPULIS : :
Guru yang diterima Guru yang diterima
dengan baik oleh para dengan baik oleh para
siswa lebih karena siswa lebih karena
kemampuannya kemampuannya
menyenangkan para menyenangkan para
siswa,
siswa, apakah karena apakah karena ia orang yang
ia orang yang humoris, akrab humoris, akrab
dengan para siswa, dengan para siswa,
atau karena jarang atau karena jarang
marah.
marah.
4
1. Membuat Peraturan Kelas
5
1.
6
Batasi peraturan max.
Standar 7 perilaku harus sesuai dengan tahap perkembangan anak
Ada konsekuensi positif & negatif Harus jelas mana yang boleh & tidak
Gunakan bahasa positif & Pajang peraturan dengan gambar/simbol yang
menarik
7
8
Tujuan:
Siswa senang, guru senang,
pembelajaran menyenangkan
KEPERCAYAAN
Harapan realistik (perilaku,
belajar)
Strate
Manajem
gi
en
waktu
Manajem en
ruang
Menikma ti
sebagai fasilitato
r
10
2. Rutinitas/Pembiasaan Kelas
• Perlengkapan/Pengaturan (Kehadiran, mengatur perlengkapan kelas dan pribadi, penyimpanan media dll)
• Operasional Kelas (Membuat pengumuman, level suara, jadwal, ke toilet, bagaimana
membawa kursi, gunting, ATK dll)
• Work habits dan prosedur kerja (Bagaimana duduk, belajar, menggunakan alat, bagaimana mengetahui target dll)
Aspek di atas sangat penting dalam manajemen kelas sehingga anak menjadi pembelajar /siswa yang siap
untuk di ajar secara efektif
1 1
12
13
PROSEDUR HARUS TERUS
(Termasuk Alasannya)
KONSISTEN ADALAH
KUNCI DARI DISIPLIN
14Guru ‐ Murid
Murid ‐ Murid
15
Pelajari semua nama siswa
Ketahui hobi/kesukaan semua siswa
Ketahui kelebihan setiap siswa
Hargai pendapat siswa
Ketika siswa gagal, berikan strategi positif dan motivasi.
Kesempatan kedua adalah hal yang sangat berharga.
Kenali ortu siswa
• Anak‐anak perlu kemahiran sosial untuk mencapai potensi akademik yang maksimal
TERCIPT A
KOMUNIT AS
Kenapa Komunitas Itu Penting?
Makhluk sosial
Diak ui
Bagia n dari tim
Interak si
Pandangan
Kemam‐
puan sosial bertam
bah
Ide
Perbeda an
Kelebihan
16
Suasana Kelas Melalui Manajemen Tempat :
Area Karpet Menghadap Guru
Bergerak
17
Mengatur Ruangan Kelas Sesuai dengan Kegiatannya
18
DISIPLIN BUKAN
HUKUMAN
19Perbedaan Hukuman dan Disiplin
Hukuman:
•Mengontrol perilaku dengan melukai si pelanggar dan korban (psikologis/fisik)
•Si pelanggar merasa bersalah atau marah, takut
•Fokus pada masalah daripada solusi
•Tidak membantu anak mengatasi kesalahan
•Melukai atau meremehkan si pelanggar
•Anak jadi pembangkang, dendam
•Agresif dan bullying sebagai kompensasi
•Jadi penakut , peragu, tidak mampu mengontrol diri
•Pembohong dan lari dari masalah
•Contoh : mengancam, mempermalukan,
menakuti, mengejek 21
•
Disiplin:
Ditujukan untuk mengajari anak perilaku lebih baik
Guru berperan untuk menjelaskan dan memberikan model perilaku yang patut
Disiplin adalah bagian dari pendidikan dan tidak dibatasi hanya ketika ada masalah
Memiliki alasan dan sesuai harapan
Win‐win process
Membantu membangun hubungan baik/kondusif
Hukuman yang Sering Dilakukan
22
MASIH INGAT DAMPAK KEKERASAN?
23
Hukuman tidak menyelesaikan masalah (hanya sesaat saja)
Guru Menghuku m
Murid tamba
Nakalh Guru
Menghuku m
Muri d Nak
al SIKLUS HUKUMA N
24
DISIPLIN POSITIF
26
Tehnik Disiplin Positif
1. Katakan “Ya” Jika Memungkinkan
Contoh:
Anak: Bu, saya boleh ke perpustakaan?
Guru: Boleh, setelah kamu selesai mengerjakan tugas.
1. Tangkap “Kebaikan” Anak
Berikan Pujian Efektif Ketika Anak Melakukan Perilaku Positif
• Komunikasikan pada anak bagaimana kita ingin dia berperilaku
• Bantu anak merasa bangga akan perbuatan atau perilaku positif yang dia lakukan
• Kenalkan anak pada kemampuan sebelumnya dan sekarang yang sudah dicapai
• Label kemampuan anak tersebut (misal: tanggung jawab, kreatif, atau karakter lainnya)
27
Contoh Pujian EFEKTIF
Baik sekali, hari ini Emir bertanggung jawab merapikan mainannya
Wah, sekarang Ihsan sudah bisa perkalian
Terima kasih sudah tertib lebih dulu
Terima kasih untuk yang sudah antri cuci tangan
Hebat!!! Bayu sudah percaya diri
memimpin doa
2829
(The Power of Ignoring)
Terkadang anak berperilaku negatif untuk menarik perhatian
Berikan perhatian serius hanya pada perilaku negatif yang melibatkan fisik atau emosi
4. Berikan Konsekuensi jika Diperlukan
• Konsekuensi harus dihubungkan dengan perilaku anak
Contoh:
Perilaku: Anak memukul temannya saat bermain bola.
Konsekuensi: Anak tidak diijinkan bermain bola atau bermain sendiri di kelas selama sehari.
Be Consistent!
(Konsisten menerapkan untuk setiap pelanggaran) Be Fair!
(Diterapkan pada semua anak tanpa terkecuali) 3. Abaikan Perilaku Anak yang Tidak Penting
Be Firm!
(Tegas menerapkannya) 30
31
32
HIRARKI PENERAPAN KONSEKUENSI
33
34
Manajemen kelas akan tercipta
dengan baik jika :
35
36
Bagaimana Membangun
Kedekatan
Sambung Rasa di Pagi Hari
37
B eri Motivasi Ketika Murid Akan Pulang
• “Hari ini menyenangkan, bukan! Bapak/Ibu senang sekali melihat anak‐anak begitu antusias hari ini.”
• “Ibu/Bapak tidak sabar untuk menunggu hari esok.
• Ibu harap besok lebih semangat lagi!”
• Guru bisa berdiri di depan pintu sambil memberikan salam ketika murid keluar kelas
MURID TETAP BERSEMANGAT WALAUPUN SUDAH LELAH, TIDAK SABAR MENUNGGU
HARI ESOK
Revie w
38
40
Yang manakah gaya anda dalam mengajar?
Permis
if Slide
r
Domina
n Demokrasi Edukat
if 41
42
50 0 45
0 40
0 35
0 30
0 25
0 20
0 15
0 10
0 50
0
Positi f
Negat if
7 5
46 0
Koment ar
KATA YANG DITERIMA ANAK SETIAP HARI (Jack Canfield)
43
Anak sering mendapat “Label” buruk
Orang sering
menyerang pelaku bukan perilaku
anak
BAYANGKAN AKAN MENJADI ANAK SEPERTI APA DIA
NANTINYA?
www.rightparenting.com44
TERAPKAN KOMUNIKASI POSITIF
DAMPAK KATA KATA‐ NEGATIF
LOVE Thank You Amazing Grace
You Make Me Sick
Dr. Masaru Emoto’s Research
You Fool! Heavy Metal
45APA YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG BERKOMUNIKASI POSITIF?
7%
Kata-kata
38%
Nada dan Suara 55 %
Bahasa Tubuh, Non Verbal
47
48
LANGKAH AWAL MEMBANGUN
KOMUNIKASI (Komunikasi harmonis –Ginot Model)
1. MEMAHAMI PERASAAN Merespon dengan Empati
49
Buah
Perasaanku
50
2. MENDENGAR AKTIF
yaitu suatu cara untuk memahami dunia orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan (empathy)
MEMAHAMI / MENERIMA PERASAAN ORANG LAIN
51
Kamu...(perasaan )... Karena.... (penyebab)
CONTOH:
Kamu kesal, karena Randi tidak mau minta izin memakai barang kamu Senang ya dibelikan tas baru oleh ayah, sudah bilang terima kasih sama
Ayah?
MENYATAKAN KEMUNGKINAN PERASAANNYA ANAK
Berlaku juga utk masalah anak dgn orang dewasa
Win – Win Solution 52
Ketika ada anak yang mengungkapkan rasa marah dengan memukul, kalimat apa
yang anda ajarkan pada anak untuk mengungkapkan rasa marahnya?
“Aku marah/tidak suka, karena sakit kalau kamu cubit”
MENGENALI PERASAAN ANAK
•Anak belajar mengenali dan mengungkapkan perasaannya
•Perasaan berbeda dengan perbuatan
Contoh : Rasa marah adalah perasaan wajar yang ingin diungkapkan, namun tidak patut jika diungkapkannya dengan memukul.
53
54
Ketika anak anda berteriak‐teriak apa yang akan anda katakan?
“Jangan teriak teriak, ‐ berisik”
“Ada apa sich kamu, kok teriak teriak, ‐ ibu tidak tuli”
“Ibu merasa terganggu kalau kamu teriak teriak ‐ karena terdengar berisik”
55
Ibu/Bapak ( … perasaan positif atau negatif) jika (… masalah yang timbul)
CONTOH:
Ibu merasa terganggu kalau kamu ribut saat ibu bicara karena suara Ibu jadi tidak terdengar.
Bu Rani khawatir jika ada air tumpah di lantai karena bisa membahayakan temanmu nanti, jadi silahkan bertanggung jawab.
Bu Alia senang sekali karena anak anak‐ sudah menjadi pendengar yang baik.
56
58
Penghalang Komunikasi
1.
Mengatur, memerintah, mengarahkan
2.
Mengancam
3.
Memberi kritikan
4.
Mencap/melabel
5.
Menyalahkan
6.
Meremehkan
7.
Membandingkan
8.
Menyindir
9.
Menghibur
59
Tahapan Menangani Konflik Anak
Cara Berkomunikasi Dengan Orang Tua
1.
Gunakan internet : Medsos, (IG, FB, Telegram,WA Group, Website atau e-mail)
2.
Bangun Hubungan personal
3.
Evaluasi kehadiran relationship marketing di internet
4.
Tahap pemanfaatkan teknologi website :
a.Pasokan informasi sekolah dan produknya
b.Melakukan dukungan terhadap orang tua dan buka peluang terjadinya interaksi
c.Mendukung transaksi dan komunikasi secara elektronik
d.Personalisasi interaksi dengan orang tua
e.Menghimpun komunitas di web
Membuat Orang Tua bertekuk Lutut
1. Kenali orang tua siswa dan bangun data basenya
2. Orang Tua mana yang diprioritaskan
3. Rampingkan proses birokrasi, buat mereka mudah berinteraksi
4. Oneline-kan untuk memudahkan penanganan interaksinya satu per satu
5. Beri pengalaman menarik yang tak terlupakan dan harus menyenangkan
6. Berikan pelayanan personal
Modal Dasar Guru Untuk Berkomunikasi
Bersabar
Jadilah pendengar yang baik
Kendalikan diri
Berikan kesan positif
Berikan jawaban yang tegas dan menyenangkan
Berikan informasi yang tepat
Bila tidak bisa menjawab pertanyaan atau
masalah, salurkan kepada yang bertanggung
jawab.
61