• Tidak ada hasil yang ditemukan

komunikasi interpersonal santri entrepreneur di pondok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "komunikasi interpersonal santri entrepreneur di pondok"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

Fokus penelitian yang kami kaji dalam skripsi ini adalah: a) Bagaimana komunikasi interpersonal pengungkapan diri santri giat di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember berlangsung, b). Bagaimana cara kerja komunikasi sosial interpersonal pada santri giat di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember, c) Bagaimana cara kerja pertukaran sosial interpersonal pada santri giat di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Secara praktis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal santri wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember, dan selanjutnya komunikasi interpersonal tersebut dapat lebih ditingkatkan melalui kedekatan hubungan dengan konsumen dan pemasok yang dilakukan santri wirausaha sehari-hari.

PENUTUP

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bekerja dalam Islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu atau kelompok.6 Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi memegang peranan penting dalam bekerja, termasuk dalam berwirausaha. Harus disadari bahwa pesantren juga perlu mengajarkan keterampilan di berbagai bidang untuk mengasah keterampilan tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti akan mengambil jeda sejenak untuk fokus pada penelitian yaitu pentingnya komunikasi kewirausahaan dalam kegiatan kewirausahaan, khususnya komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa wirausaha dalam dunia kewirausahaan. KOMUNIKASI WIRAUSAHA MAHASISWA DI Ponpes AL-QODIR.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan komunikasi interpersonal, wawasan sosial siswa wirausaha di Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiri. Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pertukaran sosial komunikasi interpersonal santri wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri.

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Santri juga dapat dikatakan sebagai orang yang mempelajari dan memperdalam ilmu agama, baik dalam kategori junior (santri yang baru masuk pesantren) maupun kategori senior (santri yang sudah lama dan lebih tua). . Kata wirausaha diambil dari kata Perancis entreprendre yang merupakan kata kerja yang berarti melakukan. Kata ini merupakan gabungan dari kata entre (bahasa latin) yang berarti antara dan prendre (bahasa latin) yang berarti mengambil, kata Entrephendre dapat diartikan sebagai seseorang yang berani mengambil resiko dengan susah payah dan memulai sesuatu yang baru.

Sistematika Pembahasan

  • Komunikasi Interpersonal (Antarpribadi)
  • Tujuan Komunikasi Interpersonal (Antarpribadi)
  • Efektifitas Komunikasi Interpersonal (Antarpribadi)
  • Teori hubungan interpersonal (antarpribadi)

Komunikasi adalah suatu proses dimana individu dalam hubungannya dengan orang lain, kelompok, organisasi atau masyarakat menanggapi dan menciptakan pesan dalam hubungannya dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi menyangkut hubungan seseorang dengan orang lain atau hubungan seseorang dengan lingkungannya, baik dalam konteks pengertian maupun koordinasi.30. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa komunikasi melibatkan beberapa orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain sebagai akibat dari hubungan sosial.

Wirausaha pada umumnya mempunyai daya kreativitas dan inovasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan non wirausaha, mereka telah memikirkan hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain. Komitmen untuk menjalani kebenaran, tidak berbohong, dan bersikap adil dalam segala hubungan dengan orang lain. Aspek kedua, keterbukaan mengacu pada kesediaan kita untuk menanggapi orang lain dengan jujur ​​dan jujur ​​mengenai segala hal yang mereka katakan.

Pandai menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah, intonasi suara spontan saat berbicara dengan orang lain. Artinya kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan orang lain pada saat melakukan komunikasi interpersonal. Tahapan dalam komunikasi interpersonal antara lain: 53 a) Kontak (kesan pertama). Proses keterbukaan diri merupakan proses pengungkapan informasi pribadi seseorang kepada orang lain atau sebaliknya.

Namun keterbukaan diri seperti ini jarang sekali dipahami oleh orang lain kecuali orang lain memperhatikan orang yang melakukan keterbukaan diri tersebut. Teori ini mengkaji bagaimana kontribusi seseorang terhadap suatu hubungan mempengaruhi kontribusi orang lain. Thibaut dan Kelley, pendiri teori ini, menyarankan agar orang mengevaluasi hubungan mereka dengan orang lain dengan mempertimbangkan konsekuensi, terutama imbalan yang diperoleh dan usaha yang dikeluarkan. Orang akan memutuskan untuk tetap menjalin hubungan atau meninggalkannya.

Pendekatan dan Jenis Pendekatan 1. Pendekatan Penelitian

  • Jenis Penelitian

Penelitian eksploratif merupakan penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu topik penelitian sehingga dapat diteliti lebih lanjut. Jika dilakukan dengan baik, penelitian eksplorasi dapat membantu menghilangkan kesalahpahaman dan membantu mempersiapkan penelitian di masa depan. Selain berguna untuk meneliti fenomena-fenomena yang bersifat sementara, pendekatan eksploratif juga dapat diterapkan untuk meneliti fenomena-fenomena yang bersifat lebih permanen.

Penelitian eksplorasi memegang peranan penting dalam ilmu-ilmu sosial, terutama untuk memperoleh pengetahuan baru.

Lokasi penelitian

Subyek Penelitan

Tehnik pengumpulan data

Wawancara mendalam (in depth interview) adalah suatu metode pengumpulan data atau informasi melalui pertemuan langsung dengan informan secara tatap muka dengan tujuan untuk memperoleh data yang lengkap dan mendalam 58 sebagai metode pengumpulan data dengan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban atau. - wawancara lateral, yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan penelitian. Wawancara terbimbing merupakan wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan mengajukan serangkaian pertanyaan secara lengkap dan terperinci sebagaimana dimaksud dalam wawancara. Metode ini digunakan untuk mempelajari data yang telah terdokumentasi secara resmi dan tidak resmi, jika data tersebut tidak palsu.

Menurut Milez dan Huberman, kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga. Sebelum data benar-benar dikumpulkan, antisipasi reduksi data sudah terlihat ketika peneliti memutuskan kerangka konseptual wilayah penelitian, masalah penelitian, dan pendekatan pengumpulan data mana yang akan dipilih. Data yang dapat peneliti reduksi adalah data kegiatan yang dilakukan oleh pengurus, ustadz dan santri dalam kegiatan wirausaha.

Namun data yang disajikan masih dalam bentuk sementara untuk kepentingan peneliti dalam rangka penyelidikan lebih lanjut untuk memperoleh keabsahannya. Apabila data yang disajikan sudah terverifikasi dan sesuai, maka dapat dilanjutkan ke tahap penarikan kesimpulan sementara. Penelitian ini memberikan data yang dapat disajikan yaitu data tanggapan informan terkait komunikasi interpersonal dalam kegiatan kewirausahaan.

Penarikan kesimpulan merupakan suatu proses analisis data yang harus dilakukan secara terus menerus untuk menemukan keabsahan data kemudian peneliti menarik kesimpulan.

Keabsahan data

Salah satu cara untuk meningkatkan reliabilitas penelitian adalah dengan mencari data dari berbagai sumber yang masih terhubung satu sama lain. Artinya membandingkan dan mengecek kembali tingkat kredibilitas informasi yang diperoleh dengan informasi yang berasal dari sumber lain. Yang lain membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang mereka katakan secara pribadi.

Peneliti memilih teknik pengujian keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknis guna memperoleh data yang akurat dan menambah pemahaman terhadap hasil penelitian.

Tahap-tahap penelitian

Peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menganalisis data yang telah diperoleh dari kegiatan penelitian, serta data lain yang mendukung data penelitian.

Gambaran Obyek Penelitian

  • Sejarah berdirinya Pesantren Al-Qadiri Jember
  • Perkembangan Pesantren Al-Qodiri Jember
  • VISI DAN MISI PESANTREN AL-QODIRI JEMBER a. VISI

Pada awal berdirinya, sekitar tahun 1976, Pondok Pesantren Al-Qodiri mampu menampung 9 santri yang semuanya berasal dari Desa Paleran. Selanjutnya perkembangan tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun, akhirnya Pondok Pesantren Al-Qodiri mendapat tempat di hati masyarakat, santri di Pondok Pesantren Al-Qodiri pun semakin bertambah. Maka sejak tahun 1986, Pondok Pesantren Al-Qodiri berpindah ke tempat yang lebih besar sehingga memungkinkan berkembangnya Pondok Pesantren.

Kedua, Pondok Pesantren Al-Qodiri mempunyai prinsip Lima Jiwa (Asasul Khomsah) yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukuwah Islamiyah dan kebebasan. Muzakki Syah, tokoh manaqib lain yang lekat dengan Pondok Pesantren Al-Qodiri, akhirnya juga mendirikan lembaga-lembaga sosial keagamaan berupa pesantren, pesantren dan surau yang mereka namakan Al-Qodiri. Pondok Pesantren Al-Qodiri menempati lahan seluas 28 hektar dengan jumlah santri laki-laki dan perempuan lebih dari 4.000 orang.

Melihat tren tersebut dan juga melihat potensi yang tersedia seperti banyaknya jumlah santri di Al-Qodiri. Muzakki Syah pada tahun 2001 membuka program sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri (STAIQOD), pada tahun 2006 membuka Program Pascasarjana (S2) dengan konsentrasi Magister Manajemen. Kini Asrama Islam Al-Qodiri telah mengalami perluasan fungsi multidimensi yang terus berkembang menuju model pembangunan yang berpusat pada kerakyatan, pusat pengembangan yang berorientasi pada nilai, pemberdayaan kelembagaan dan kemandirian. keandalan dan daya tahan).74 .

Dengan rencana penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai, Pondok Pesantren Al-Qodiri secara bertahap terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran dan pendidikan yang optimal.

Penyajian Data dan Analisis

  • Komunikasi Interpersonal Self Disclosure Santri Entrepreneur Al- Qodiri Jember
  • Komunikasi Interpersonal Social Penetration santri entrepreneur di Pondok Pesantren Al-Qodiri
  • Komunikasi Interpersonal Social Exchange

Yudi Efendi, Senior Manager Koperasi Pondok Pesantren Al-Qodiri, juga menyampaikan permasalahan sebagai berikut. Keterkaitan mahasiswa wirausaha terlihat pada konsumen yang datang dan membeli barang yang dijual setiap harinya. Komunikasi terjadi melalui perkenalan antara dua orang, setelah mengetahui data informan wirausaha sesuai dengan rumusan masalah, peneliti melanjutkan bertanya kepada beberapa informan tentang bagaimana komunikasi interpersonal self delivery santri wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri. di Jember melakukan kegiatan wirausaha.

Peneliti menanyakan kepada berbagai informan mengenai komunikasi keterbukaan diri interpersonal kepada informan selama menjadi mahasiswa wirausaha. Komunikasi Interpersonal Penetrasi Sosial Santri Wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri Pondok Pesantren Al-Qodiri. Hasil wawancara yang diungkapkan oleh berbagai informan mengenai komunikasi interpersonal penetrasi sosial mahasiswa wirausaha Al-Qodiri Jember yang dilakukan dalam kegiatan wirausaha.

Hasil wawancara lebih lanjut dengan informan komunikasi interpersonal, penetrasi sosial, mahasiswa wirausaha Al-Qodiri Jember aktif berkomunikasi secara bertahap. Komunikasi pertukaran sosial interpersonal hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan antara dua orang atau lebih. Setiap responden mempunyai persepsi yang sama terhadap komunikasi pertukaran sosial interpersonal seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Andi Januar Arief sebagai berikut.

Pertukaran sosial interpersonal Komunikasi membangun hubungan kita dengan orang lain, antara satu pesan dengan pesan lainnya saling berhubungan, saling bergantung.

Pembahasan Temuan

  • Komunikasi Interpersonal Self Disclosure
  • Komunikasi Interpersonal Social Penetration
  • Komunikasi Interpersonal Self Disclosure santri entrepreneur di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember
  • Komunikasi Interpersonal Social Penetration santri entrepreneur di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember
  • Komunikasi Interpersonal Social Exchange santri entrepreneur di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember

Hasil analisis di atas menunjukkan adanya hubungan komunikasi antara mahasiswa wirausaha dengan konsumen dan pemasok, seperti komunikasi keterbukaan diri antarpribadi, komunikasi penetrasi sosial antarpribadi, dan komunikasi pertukaran sosial antarpribadi. Komunikasi Interpersonal Keterbukaan diri mahasiswa wirausaha di Al-Qodiri Jember tentunya terdapat hubungan interpersonal antara mahasiswa wirausaha dengan konsumen. Persepsi informan terhadap komunikasi penetrasi sosial interpersonal antar mahasiswa wirausaha merupakan komunikasi yang timbul dari proses saling mengenal.

Informan menyampaikan bahwa komunikasi pertukaran sosial interpersonal pada santri wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri lebih sering dilakukan untuk menciptakan hubungan komunikasi yang berkualitas. Komunikasi Interpersonal Penemuan Diri Santri Wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Dalam komunikasi Interpersonal Self-Disclosure antar mahasiswa wirausaha, dimana komunikator (mahasiswa wirausaha) memberikan informasi kepada komunikator (konsumen dan pemasok) melalui ekspresi dan tindakan.

Komunikasi Interpersonal Penetrasi Sosial Santri Wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Dalam komunikasi penetrasi sosial interpersonal, mahasiswa bisnis lebih sering aktif menjalin hubungan dekat dengan konsumen dan pemasok. Komunikasi Interpersonal Pertukaran Sosial Santri Wirausaha di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember.

Penetrasi Sosial Komunikasi interpersonal disini adalah komunikasi interpersonal siswa yang giat, berorientasi pada hubungan, dapat dievaluasi dan dipertimbangkan konsekuensinya.

Saran Saran

Teknik Riset Komunikasi Praktis : Disertai contoh praktis dari riset media, humas, periklanan, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran. Siti Lutfiyah, “Urgensi Mata Kuliah Kewirausahaan Untuk Mengubah Paradigma Spiritual Mahasiswa Pekerja Pai Stain Jember Tahun Akademik Jurusan Tarbiyah Stain Jember, 2014). Siti Kholifatus Sa'diyah, “Pengaruh Kewirausahaan Terhadap Terbentuknya Jiwa Wirausaha Semangat Pada Mahasiswa STAIN Jember”, (Disertasi Jurusan Tarbiyah Stain Jember, 2014).

Referensi

Dokumen terkait