C. PUBLIC HISTORY DAN SEJARAH LOKAL 1. Public history
Sejarah publik adalah subdisiplin ilmu sejarah yang awalnya berkembang sebagai satu kesatuan, kemudian menjadi disiplin yang terpisah sejarah publik dapat diartikan sebagai komunikasi sejarah kepada publik atau pelibatan publik dalam praktik dan produksi sejarah Dean 2018 menjelaskan bahwa sejarah publik mencakup berbagai cara untuk melibatkan publik dengan masa lalu dan menyajikannya kembali. Ini tentang bagaimana sejarah diciptakan oleh publik, disajikan pada masa kini untuk masa depan, dan digunakan dalam masyarakat kontemporer.
NCPH mendefinisikan sejarah publik sebagai sejarah terapan yang melibatkan berbagai cara agar sejarah dapat berfungs seperti keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam praktik ini Oleh karena itu, sejarah publik mencakup sejarawan akademis, kurator museum, arsiparis, sejarawan lisan, pelestari budaya, hingga aktivis masyarakat.
sejarah publik merupakan upaya melibatkan masyarakat dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu dan mengomunikasikannya kembali keterlibatan publik dalam sejarah sudah ada sejak sebelum sejarah menjadi disiplin formal pada abad ke-19 dan Pada abad ke-20, sejarawan berusaha memisahkan diri dari keterlibatan publik melalui pendekatan formal, namun kini ada usaha untuk mengembalikan sejarah kepada publik. Kemunculan sejarah publik ini dimulai dari tantangan untuk menjadikan sejarah lebih praktis dan aplikatif dalam kehidupan sosial, sehingga disebut sebagai sejarah terapan Dengan tujuan melibatkan publik, sejarah publik bergerak dalam berbagai bentuk, seperti museum, komunitas, arsip, arkeologi publik, turisme warisan budaya, dan media digital.
pendekatan dalam sejarah publik:
A. Akar rumput atau bottom-up, di mana sejarah publik digerakkan oleh individu atau komunitas, seperti Komunitas MAPESA di Aceh yang melestarikan situs-situs sejarah lokal.
B. Institusional atau top-down, biasanya dilakukan oleh museum atau pusat warisan budaya melalui penataan dan strategi komunikasi.
C. Riset atau top-down, melibatkan universitas dan sejarawan dengan melibatkan masyarakat dalam penelitian sejarah.
2. Sejarah lokal
Sejarah lokal sering dimaknai sebagai historiografi yang berfokus pada cerita-cerita berlatarkan lokal namun, dalam dunia akademik, para ahli memiliki pandangan yang berbeda, contohnya I Gede Widja menyatakan bahwa sejarah lokal adalah historiografi dengan cakupan yang terbatas, hanya mengkaji sejarah lokal tertentu oleh karena itu, sejarah lokal sering disebut sebagai sejarah daerah. Sedangkan Taufik Abdullah berpendapat bahwasanya sejarah lokal dan sejarah daerah tidak bisa disamakan dikarenakan Daerah lebih mengarah pada aspek politik sedangkan lokal mengarah pada budaya dan etnis. Dan menurut Carol Kammen dalam bukunya Encyclopedia of Local History sejarah lokal Merupakan studi tentang peristiwa masa lalu yang berfokus pada individu atau kelompok yang berada dalam wilayah geografis tertentu dan metode yang digunakan dalam sejarah lokal biasanya serupa dengan sejarah nasional, karena menekankan pada kejujuran, akuntabilitas, akurasi, dan keterbukaan pikiran Analisis data dalam sejarah lokal juga sering membandingkan bukti regional dan nasional yang telah terdokumentasi. Dan yang Terakhir Jordan dalam I Gede mengatakan bahwa sejarah lokal mencakup wilayah yang tidak terlalu luas, seperti desa, kecamatan, atau kota kecil, dan melibatkan unsur sosial dan budaya, seperti suku, keluarga, lembaga pemerintahan, komunitas,
pasar, dan monumen.
Oleh karena itu dalam kajian sejarah lokal, awalnya hanya berfokus pada aspek- aspek politik dan etnis namun, seiring berjalannya waktu, sejarah lokal mulai mendapatkan tempat yang khusus pandangan negatif tentang sejarah lokalpun yang umumnya ditulis oleh amatir mulai memudar Terry Barnhart menjadi salah satu tokoh yang meningkatkan kualitas kajian tentang ini dengan memperluas cakupannya, menggabungkan elemen sejarah dan geografi, serta memasukkan disiplin ilmu-ilmu lain seperti antropologi.
Kajian ini juga merambah ke sejarah masyarakat, regional, dan nasional sejarah lokal mempelajari kemunduran, kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan masyarakat di suatu wilayah tertentu. H.P.R. Finberg menekankan bahwasanya dalam kajian ini hanya elemen- elemen penting dari segi politik dan budaya yang layak dimasukkan dalam kajian ini Sejarah lokal mencakup orang, tempat, institusi, dan komunitas di wilayah tertentu. William D.
Rubenstein menyatakan bahwa penelitian sejarah lokal memperkaya pengetahuan tentang kota tertentu dan mendorong pertukaran informasi antara sejarawan amatir dan profesional.
Sejarah lokal juga melengkapi sejarah nasional dengan menyediakan data yang akurat, berperan penting dalam meningkatkan rasa nasionalisme.
Tema dan Sumber Sejarah Lokal
Sejarah lokal memiliki peran penting dalam membangun identitas bangsa Indonesia walaupun sering kali dianggap sebagai sebuah karya dari sejarawan amatir, sejarah lokal memiliki peran dalam kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Dan Otonomi daerah juga mendorong berkembangnya penulisan sejarah lokal, karena pembangunan harus didasarkan pada potensi
dan kepribadian daerah masing-masing dan Penelitian sejarah menjadi penting untuk membantu menemukan identitas setiap daerah. Namun, di Indonesia, sejarah lokal sering mengalami stagnasi karena terbatasnya arsip dan sumber tertulis sumber lisan yang ada kadang tidak akurat kecuali ada saksi langsung, yang jarang ditemukan, terutama untuk peristiwa yang sudah lama. Sejarah lokal dapat mengangkat tema seperti tokoh pemimpin daerah, ulama, pahlawan lokal yang belum dikenal secara nasional, nama daerah, dan petilasan. Penelitian sejarah lokal selain memberi pengetahuan juga bisa meningkatkan ekonomi daerah.
Sumber sumber yang bisa di pakai dalam penulisan sejarah lokal:
A. Sumber dokumen B. Sumber lisan C. Sumber benda D. Sumber audio-visual E. Sumber digital
Seringkali, sumber utama yang digunakan dalam penelitian sejarah lokal adalah sumber lisan dikarena masyarakat dulu belum menyadari pentingnya dokumentasi tertulis Akibatnya, peristiwa yang penting sering tercampur dengan unsur mistis Selain itu, kolaborasi antara sejarawan, arkeolog, pendidik, dan intelektual sangat diperlukan untuk menghasilkan historiografi sejarah lokal yang kredibel. Sejarah lokal adalah bagian dari sejarah nasional dengan sudut pandang yang lebih mendalam dan detail. Namun, sejarah lokal di Indonesia menghadapi tantangan karena sebagian besar sumbernya berupa tradisi lisan yang sering berubah makna seiring waktu dan bercampur dengan budaya lokal, sehingga membutuhkan proses verifikasi yang lama.
Sumber:
Amboro, K. 2020. Sejarah publik dan pendidikan sejarah bagi masyarakat. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah.
Jumardi. 2022 . Sejarah Lokal dan Public history (Sejarah Bagi Masyarakat).