Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 10 KONSELOR DAN KONSELING KOMPREHENSIF DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM DAN STRATEGI KONSELING RELIGIUS
Liza Fidiawati1, Asmadin Simarmata2, Yulia Roza3
1Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh
2KUA Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam
3 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat
Co-Author: Liza Fidiawati - 085261294757
Info Artikel
▪ Masuk : 15/01/2023
▪ Revisi : 11/05/2023
▪ Diterima : 14/05/2023 Alamat Jurnal
▪ https://ojs.uniska- bjm.ac.id/index.php/A N-NUR/index
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia disseminated below https://creativecommons.
org/licenses/by/4.0/
Abstract: This research is motivated by a paradigm shift in guidance and counseling towards a comprehensive approach. In this regard, religious counseling programs and strategies theoretically have goals that align with the focus of comprehensive guidance and counseling.
The purpose of this study is to gain a better understanding of counselors and comprehensive counseling in relation to religious counseling programs and strategies. This research method uses a systematic literature review approach where data is collected from various sources, including books, journals, research reports, and articles about comprehensive counseling and religious counseling.
Reference data is sorted based on periodization, keywords, and limitations. The results of the study show that religious counseling programs and strategies
Keywords: Counselors, Comprehensive Counseling, Religious Counseling Programs And Strategies.
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 11 PENDAHULUAN
Konseling komprehensif adalah arah baru dari perkembangan konseling yang menawarkan sebuah konsep berorientasi perkembangan dan pencegahan yang mampu memfasilitasi perkembangan individu dalam semua aspek perkembangannya. Orientasi baru ini memberikan tempat khusus bagi nilai-nilai religius karena pada hakikatnya nilai-nilai ini adalah seperangkat pedoman hidup yang bisa menuntun setiap individu kembali kepada hakekat kemanusiaannya.
Bishop (dalam Afnilaswati et al., 2021) menyatakan bahwa penting bagi seorang konselor untuk mempertimbangkan nilai-nilai agama dalam proses konseling agar efektivitas proses konseling dapat terlaksana. Tim penulis buku Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal (dalam Bhakti, 2017) berpendapat bahwa paradigma pendekatan bimbingan dan konseling telah mengalami perubahan kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif.
Dalam pendekatan ini nilai-nilai religius bisa memfasilitasi perkembangan individu sekaligus mencegah individu melakukan kesalahan dalam proses mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Studi yang membahas tentang konselor dan konseling komprehensif telah banyak dilakukan oleh para akademisi, praktisi, maupun peneliti, diantaranya: Bimbingan dan konseling komprehensif : Dari paradigma menuju aksi (Bhakti, 2015a). Bimbingan dan konseling komprehensif sebagai pelayanan prima konselor (Purwaningrum, 2018).
Profesionalisme konselor : evaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah (Supriyanto & Handaka, 2016). Studi analisis program bimbingan konseling komprehensif berbasis islam untuk meningkatkan resiliensi siswa (Asror, 2021). Model Bimbingan dan Konseling Komprehensif dalam Meningkatkan Akhlak Mahasiswa (Chodijah, 2016).
Dari sekian banyak studi tentang konselor dan konseling komprehensif, belum ditemukan studi yang mengkaji konselor dan konseling komprehensif dalam kaitannya dengan program dan strategi konseling religius. Padahal, secara teoritis, salah satu tujuan konseling religius yaitu membantu klien untuk mengembangkan potensinya secara optimal untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (Afnilaswati et al., 2021). Dimana hal ini sejalan dengan titik berat bimbingan dan konseling komprehensif yang mengarahkan peserta didik agar mampu mencegah berbagai hal yang dapat menghambat perkembangannya serta mampu memutuskan dan memilih tindakan-tindakan tepat yang dapat mendukung perkembangannya (Zamroni & Rahardjo, 2015).
Texas Education Agency (dalam Yuningsih & Herdi, 2021) berpendapat bahwa untuk menjadi seorang konselor yang dihargai, Professional School Counseling (PSC) di abad ke- 21 harus mampu mengimplementasikan program konseling sekolah komprehensif untuk melayani siswa sepenuhnya. Dengan demikian, penelitian ini menjadi menarik untuk dikaji lebih lanjut untuk melengkapi kekosongan perspektif dari penelitian-penelitian terdahulu.
Selain itu, pemahaman tentang keterkaitan konseling komprehensif dengan program dan strategi konseling religius diharapkan mampu membantu konselor memberikan pelayanan dan bantuan terbaik dalam konseling.
METODE
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 12 Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematik yang bersumber dari berbagai literatur mengenai konselor, konseling komprehensif dan konseling religius (Asmita
& Fitriani, 2022). Penelitian ini dilakukan sesuai dengan kaidah non statistik, bersifat pengembangan teori (Murni et al., 2022). Literature review atau tinjauan pustaka adalah studi objektif melalui ringkasan dan analisis kritis terhadap literatur riset ataupun non-riset terkait topik tertentu yang dipelajari (Afriyati, 2019; Arami & Nuryati, 2022; Hart, 2018). Literatur yang menjadi sumber data diambil dari berbagai sumber yang terdiri buku-buku, jurnal, laporan hasil penelitian, dan artikel tentang konselor, konseling komprehensif dan konseling religius. Data yang dikumpulkan dipilah berdasarkan: (1) Periodesasi, literatur yang dipublikasikan mulai dari tahun 2012 sampai tahun 2022; (2) Kata kunci, literatur di seleksi berdasar kata kunci konseling komprehensif, dan konseling religius ; (3) Limitasi, merujuk kepada materi yang paling tampil ke permukaan. Selanjutnya penulis menganalisis selengkapnya tentang masalah yang dibahas secara sistematis sehingga dapat dijadikan kesimpulan yang komprehensif
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Konselor dan Konseling Komprehensif
Secara etimologi, konseling berasal dari bahasa Inggris counseling yang berarti penyuluhan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konseling adalah (1) Pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis dan sebagainya; pengarahan, (2) Pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah; penyuluhan (KBBI, 2016). Menurut konsorsium 20/20: A Vision for the Future of Counseling, konseling adalah hubungan profesional yang memberdayakan beragam individu, keluarga, dan kelompok untuk mencapai kesehatan mental, kesehatan, pendidikan, dan tujuan karir (Kaplan et al., 2014).
Kata “komprehensif” dalam KBBI berarti memiliki wawasan yang luas serta mampu menerima dengan baik. Dalam konteks bimbingan dan konseling, bimbingan dan konseling komprehensif dapat diartikan sebagai model yang menggabungkan subjek-subjek bimbingan Konseling baik siswa, orang tua, guru dan staf administrasi serta seluruh anggota masyarakat untuk meningkatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan kata lain, program bimbingan konseling komprehensif bersifat sistematis, artinya program dirancang untuk mencakup semua pihak, seperti siswa, keluarga, komunitas sekolah dan masyarakat (Purwaningrum, 2018).
Bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan pada upaya pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah-masalah konseli (Kurniawan, 2015). Bagi konselor, bimbingan dan konseling komperhensif diperlukan untuk menunjukkan unjuk kerja konselor sekolah yang utuh dan mampu menghantarkan siswa menuju perkembangan diri optimum (Purwaningrum, 2018). Hal ini dapat dilakukan konselor dengan cara melaksanakan perencanaan program yang sesuai kebutuhan siswa, serta melibatkan semua pihak yang memiliki kepentingan dan peran dalam proses bimbingan dan konseling komprehensif.
Hidayat, Cahyawulan, & Alfan (dalam Anggraini et al., 2021) menyatakan terdapat empat komponen dalam model bimbingan konseling komprehensif yang meliputi, landasan
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 13 berpikir (foundation), sistem layanan (delivery system), sistem manajemen (management system), dan akuntabilitas (accountability).
Dalam perkembangannya, program bimbingan dan konseling komprehensif di Indonesia telah menjadi bagian terpadu dari keseluruhan program pendidikan setiap sekolah. Program itu merupakan program yang sesuai dengan perkembangan siswa dan menyediakan kegiatan sekuensial yang ditata dan diimplementasikan oleh konselor sekolah yang berkualifikasi (B. Habsy, 2017; B. A. Habsy, 2017). Hal ini diatur dalam permendikbud No. 111 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pendidikan dasar dan menengah. Pasal 6 ayat 1 permendikbud ini berbicara tentang salah satu dari empat komponen bimbingan konseling komprehensif yaitu komponen sistem layanan yang mempunyai empat prosedur yaitu layanan dasar, layanan penempatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan layanan dukungan sistem(Permendikbud, 2014).
B. Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Program konseling sekolah yang efektif merupakan upaya kolaboratif antara konselor sekolah, orang tua dan pendidik lainnya untuk menciptakan lingkungan yang mengembangkan prestasi belajar siswa. Lebih lanjut menurut Bowers & Hatch (dalam Rahman, 2008, 2021) menyatakan bahwa program bimbingan dan konseling tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup, namun juga harus bersifat preventif dalam desain, dan bersifat pengembangan dalam tujuan. Pertama, bersifat komprehensif. Kedua, bersifat preventif.
Fokus bimbingan dan konseling hanyalah siswa yang bermasalah saja akan hilang.
Oleh karena itu dalam bimbingan dan konseling komprehensif perlu memperhatikan : (1) Ruang lingkup menyeluruh,
(2) Dirancang untuk lebiih berorientasi pada pencegahan,
(3) Tujuannya pengembangan potensi peserta didik dalam penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif, harus memahami desain dan cara implemantasinya. Holistik. Sistematik. (Bhakti et al., 2017; Fitriadi et al., 2019;
Putranti et al., 2021) 1. Perencanaan (Planning) proses Perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah, dilakukan merancang program bimbingan dengan beberapa hal yang dilakukan 2. Perancangan (Designing) Menentukan struktur program, merancang kompetensi siswa, dukungan kebijakan, Menetapkan prioritas, menetapkan parameter dan mendistribusikan pedoman pelaksanaan program. 3.
Penerapan (Implementating) perlu mempertimbangkan sumberdaya personil, sumber daya keuangan dan sumber daya politik. 4. Evaluasi (Evaluation) (kementerian pendidikan nasional, 2014)
C. Implikasi Bagi Guru Bk/Konselor
Implementasi program bimbingan dan konseling komprehensif diperlukan penguasaan konsep yang utuh dan keterampilan yang mumpuni. Menurut Galassi (dalam Bhakti, 2015) untuk menerapkan program bimbingan dan konseling komprehensif yang benar-benar konsisten dengan teori perkembangan membutuhkan konselor yang betul-betul terlatih dan menguasai teori perkembangan. Selain penguatan pada sisi pengetahuan, guru bimbingan dan konseling perlu dibekali seperangkat pelatihan yang mendalam dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling komprehensif.
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 14 Manajemen waktu adalah penting untuk organisasi yang baik. Konselor sekolah yang sudah mapan dan tujuan program prioritas sedang meletakkan dasar untuk manajemen waktu yang baik.
D. Keterkaitan Konselor dan Konseling Komprehensif Dengan Program dan Strategi Konseling Religius
Karakter religius sangat dibutuhkan oleh para peserta didik untuk menghadapi degradasi moral, agar mereka mampu memiliki dan berperilaku dengan ukuran baik dan buruk yang didasarkan pada ketentuan dan ketetapan agama. Akhmad Muhaimin Azzet dalam hal yang semestinya dikembangkan dalam diri siswa adalah terbangunnya pikiran, perkataan, dan tindakan siswa yang diupayakan berdasarkan nilai-nilai ketuhanan atau yang bersumber dari ajaran agama yang dianutnya oleh karena itu diharapkan siswa benar-benar memahami dan mengamalkan ajaran dalam kehidupan seharihari. Apabila seseorang memiliki karakter yang baik terkait dengan Tuhannya maka seluruh kehidupannya pun akan menjadi lebih baik karena dalam ajaran agama tidak hanya mengajarkan untuk berhubungan baik dengan Tuhan namun juga dalam sesama. Pengembangan karakter pada siswa tidak cukup hanya dilakukan dengan pendidikan akademik di dalam kelas. Akan tetapi, memerlukan layanan psikoedukatif berupa layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling hendaknya diarahkan pada bagaimana membekali siswa dengan karakter religius sehingga dapat mengantarka mereka menjadi makhluk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana uraian tujuan pendidian nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Adapun strategi layanan bimbingan dan konseling yang dapat dilakukan dalam mengembangkan karakter religius siswa adalah sebagai berikut:
1. Strategi layanan dasar dalam strategi pengembangan nilai karakter melalui Pengumpulan need assessment (kebutuhan siswa), Layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok dan Pengelolaan media informasi
2. Strategi Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual, layanan perencanaan individual dan peminatan sebagai layanan untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan peserta didik dengan memperhatikan potensi
3. Strategi Layanan Responsif, layanan responsif merupakan layanan segera yang diberikan kepada peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Strategi Dukungan Sistem untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman karakter religius kepada siswa.
PENUTUP
Program Bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan pada upaya pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah-masalah konseli.
Tugastugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai konseli, sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar.
Standar kompetensi siswa mengacu pada Standar Kompetens Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang terbagi dalam 11 aspek perkembangan. Ketercapaian setiap aspek aspek perkembangan bukan pada lingkup aspeknya namun pada kualitas pencapaiannya.
Keberhasilan implementasi Program bimbingan dan konseling komprehensif yaitu
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 15 terpenuhinya enam ciri yaitu holistik, sistematik, seimbang, proaktif, integrasi dalam kurukulum sekolah, dan refleksi. Prosedur dalam penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penerapan (implementating), dan evaluasi (evaluation). Implementasi program bimbingan dan konseling didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang terampil. Guru bimbingan dan konseling/konselor diharapkan seperangkat pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung keterlaksanaan program. Pengetahuan yang utuh tentang teori perkembangan. Ketrampilan yang dimiliki konselor adalah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling.
REFERENSI
Afnilaswati, A., Meldawanti, M., & Ardimen, A. (2021). Konsep Aplikasi Landasan Dan Pendekatan Religius Dalam Pelayanan Konseling. Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan Dan Konseling Islami, 7(2). https://doi.org/10.15548/atj.v7i2.3260
Afriyati, V. (2019). Kajian Perpektif Pendidikan Guru Ditinjau Dari Kompetensi Dan Pemerataan Di Lapangan. 4(ISSN. 2460-9722), 21–29. https://ojs.uniska- bjm.ac.id/index.php/AN-NUR
Anggraini, S., Rifai, M., & Muhid, A. (2021). Peran layanan bimbingan dan konseling komprehensif dalam perencanaan karier pada siswa SMA. Teraputik: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5(1). https://doi.org/10.26539/teraputik.51544
Arami, M. W., & Nuryati, T. (2022). Studi Literatur Review: Analisis Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Menekan Angka Kesakitan Covid 19 Di Pasar. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda …, 8, 55–59. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN- NUR/article/view/7097%0Ahttps://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-
NUR/article/viewFile/7097/3835
Asmita, W., & Fitriani, W. (2022). Analisis konsep dasar assesmen bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur, 8(2), 129–134.
https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/7042
Asror, M. (2021). Studi Analisis Program Bimbingan Konseling Komprehensif Berbasis Islam Untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa. Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.18326/pamomong.v1i1.1-13 Bhakti, C. P. (2015a). Bimbingan Dan Konseling Komprehensif : Jurnal Fokus Konseling,
1(2), 93–106.
Bhakti, C. P. (2015b). Bimbingan Dan Konseling Komprehensif : Dari Paradigma Menuju Aksi. Jurnal Fokus Konseling, 1(2), 93–106.
Bhakti, C. P., Kumara, A. R., & Safitri, N. E. (2017). Pemahaman guru bimbingan dan konseling tingkat SMP tentang bimbingan dan konseling komprehensif. Counsellia:
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 16 Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7(1). https://doi.org/10.25273/counsellia.v7i1.1163 Chodijah, S. (2016). Model Bimbingan Dan Konseling Komprehensif dalam Meningkatkan
Akhlak Mahasiswa. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 10(1).
https://doi.org/https://doi.org/10.15575/idajhs.v10i1.1073
Fitriadi, R., Nurhasanah, & Martunis. (2019). Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri , kepribadian , kecerdasan , akhlak mulia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 4(September), 8–17.
Habsy, B. (2017). Fondasi Keilmuan Bimbingan Dan Konseling Indonesia. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(1).
Habsy, B. A. (2017). Filosofi Ilmu Bimbingan Dan Konseling Indonesia. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik), 2(1), 1. https://doi.org/10.26740/jp.v2n1.p1-11
Hart, C. (2018). Doing a Literature Review: Releasing the Research Imagination. In Journal of Perioperative Practice.
Kaplan, D. M., Tarvydas, V. M., & Gladding, S. T. (2014). 20/20: A vision for the future of counseling: The new consensus definition of counseling. Journal of Counseling and Development. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.2014.00164.x
KBBI. (2016). Konseling. KBBI Daring.
kementerian pendidikan nasional. (2014). Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014.
Kurniawan, M. I. (2015). Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar. Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 4(1), 41–49.
https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.71
Murni, M., Barmawi, B., Nelisma, Y., Yondris, Y., & Asmadin, A. (2022). Kendala Dan Strategi Guru Dalam Memotivasi Anak Untuk Belajar Dari Rumah (Bdr) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Paud Negeri Percontohan Kabupaten Sijunjung. Ristekdik :
Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7(2), 234.
https://doi.org/10.31604/ristekdik.2022.v7i2.234-246
Permendikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendikbud RI, 1–45.
Purwaningrum, R. (2018). Bimbingan Konseling Komprehensif sebagai Pelayanan Prima
Konselor. Ilmiah Konseling, 18(1), 18–27.
http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JIK/article/view/717/520520569
Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 17 Putranti, D., Fithroni, F., & Kusumaningtias, D. (2021). Peran Kepala Sekolah Dalam
Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling di Sekolah. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3(2). https://doi.org/10.24176/jpp.v3i2.5745
Rahman, F. (2008). Penyusunan Program BK di Sekolah. In Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (pp. 1–23).
Rahman, F. (2021). Modul ajar Pengembangan dan evaluasi program bk. PPG BK UNY.
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132300169/pendidikan/modul+pengembangan+dan+ev aluasi+program+BK.pdf
Supriyanto, A., & Handaka, I. B. (2016). Profesionalisme Konselor : Evaluasi Program Bimbingan Dan Konseling Komprehensif Di Sekolah. Seminar Nasional LP3M (Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, Dan Penjaminan Mutu), November, 81–89.
Yuningsih, A. T., & Herdi. (2021). Studi Literatur Mengenai Perancangan Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Bidang Layanan Perencanaan Individual.
Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1), 15–26.
Zamroni, E., & Rahardjo, S. (2015). Manajemen Bimbingan Dan Konseling Berbasis Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(1).
https://doi.org/10.24176/jkg.v1i1.256