• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep dasar Ekuitas

N/A
N/A
Nahya Kamila

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep dasar Ekuitas"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

EKUITAS

Akuntansi Menengah 2 Nur Eka Setiowati, M.Si

Akuntansi Syariah – IAIN Syekh Nurjati Cirebon

(2)

PERSEKUTUAN

( Pembubaran dan Likuidasi )

Pembubaran

Kejadian – kejadian yang dapat mengakibatkan bubarnya persekutuan : a. Lampaunya waktu untuk mana persekutuan didirikan

b. Musnahnya barang atau telah selesai usaha yang menjadi pokok persekutuan.

c. Kehendak dari seorang atau beberapa sekutu.

d. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau dinyatakan pailit.

(3)

Pembelian Hak Kepemilikan

Jika ada sekutu baru yang masuk maka pemilikan dalam persekutuan akan berubah. Hal ini dapat dlakukan dengan cara :

a. Sekutu baru membeli sebagian hak pemilikan sekutu lama.

b. Sekutu baru menanamkan modalnya dalam persekutuan dan untuk itu diberi sebagian hak pemilikan ( interest ).

(4)

Sekutu baru membeli hak pemilikan sekutu lama.

Jika salah seorang sekutu menjual sebagian atau seluruh hak pemilikannya kepada orang lain, maka transaksi ini merupakan transaksi antara kedua orang tersebut secara pribadi.

Persekutuan tidak mengetahui uang yang di bayar atau aktiva lain yang diserahkan untuk transaksi jual beli itu. Tidak ada uang atau aktiva yang masuk ke dalam persekutuan. Satu satunya kenyataan yang harus dicatat oleh persekutuan bahwa nama pemiliknya telah berubah.

(5)

Contoh :

Tanggal 6 Januari 2019 Budi membeli seperempat hak pemilikan Firma Aneka Usaha. Saldo akun modal Andi dan Beni pada tanggal tersebut adalah Rp. 40.00,00 dan Rp 60.000,00. hak ini dijual dengan harga Rp 50.000,00.

Jurnal yang dibuat untuk transaksi ini adalah:

(D) Modal Andi Rp10.000 (D) Modal Beni Rp 15.000 (K) Budi Rp 25.000

(6)

saldo modal masing masing sekutu sebelum dan sesudah transaksi pembelian serta persentase hak pemilikannya tampak seperti di bawah ini :

Sekutu Sebelum Pembelian Sesudah pembelian Saldo Modal Persentase Saldo Modal Persentase Andi Rp 40.000,00 40% Rp 30.000,00 30%

Beni Rp 60.000,00 60% Rp 45.000,00 45%

Budi _ _ Rp 25.000,00 25%

Total Rp100.000,00 100% Rp100.000,00 100%

(7)

Penyetoran dalam persekutuan

Yang harus diperhatikan jika masuknya sekutu baru :

a. Masuknya sekutu baru kadang kadang mengharuskan adanya penilaian kembali aktiva persekutuan maupun aktiva sekutu baru yang di gunakakan sebagai setoran modal

b. Hak pemilikan yang diberikan kepada sekutu baru mungkin tidak sama dengan jumlah modal yang di tanamkan. Dalam hal demikian akan muncul masalah bonus dan goodwill.

(8)

Penilaian kembali aktiva

a. Masuknya sekutu baru artinya bubarnya persekutuan, tapi tdk berarti kegiatan persekutuan juga berhenti.

b. Masuknya sekutu baru, aktiva bukan kas yg digunakan sebagai setoran modal hrs dicatat pada nilai yg disetujui bersama, nilai ini bs jadi tdk sama dengan saldo akun aktiva yg bersangkutan.

c. Artinya, ada penilaian kembali aktiva yg digunakan sbg setoran modalagar mencerminkan harga pasar yg berlaku.

d. Berlaku juga penilaian aktiva untuk persekutuan.

(9)

Contoh :

Pada tanggal 4 Januari 2019, para sekutu Firma Akur yg terdiri dari Slamet dan Rudi sepakat bahwa Maman masuk sbg sekutu baru. Anggaplah bahwa selain tanah semua aktiva dan kewajiban yg tercatat dalam persekutuan diterima oleh semua pihak sbg nilai yg akan dicantumkan dalam persekutuan baru.

Saldo akun tanah pada tgl 1 Januari 2019 adalah Rp. 5.000.000 dan para sekutu sepakat menilai

kembali tanah ini dg harga Rp.15.000.000. Saldo akun modal rudi dan modal slamet pada tanggal tsb adalah Rp.44.000.000 dan Rp.26.000.000. Slamet dan rudi membagi laba dan rugi yg diperoleh

persekutuan dg perbandingan 2:3. Maman pd tgl ini menyetorkan uang tunai Rp.20.000.000, dan untuk itu memperoleh hak kepemilikan 20%.

Diminta : buatlah jurnal pencatatan penilaian kembali aktiva, pencatatan masuknya modal maman dan persentase modal masing – masing sekutu setelag sekutu baru masuk.

(10)

a. Penilaian kembali aktiva :

Selisih nilai tanah adalah Rp.10.000.000 ( Rp.15.000.000 – Rp.5.000.000 ) selisih ini dkreditkan ke akun modal sekutu lama

( D ) Tanah Rp. 10.000.000

( K ) Modal Slamet Rp.4.000.000

(K ) Modal Rudi Rp.6.000.000 b. Pencatatan masuknya sekutu baru :

(D) Bank Rp.20.000.000

(K) Modal maman Rp.20.000.000

(11)

c.Pencatatan persentase modal masing2 sekutu :

Sekutu Sebelum penyetoran Sesudah penyetoran

Saldo Modal % Saldo Modal %

Slamet Rp. 30.000.000 37,5% Rp.30.000.000 30%

Rudi Rp. 50.000.000 62,5% Rp.50.000.000 50%

Maman - - Rp.20.000.000 20%

Rp.80.000.000 100,0% Rp. 100.000.000 100%

Perhatikan kenaikan saldo modal sebelum dan sesudah masuknya sekutu baru, dan bandingkan dg saldo modal di slide 6

(12)

GOODWILL DAN BONUS

Apabila masuknya sekutu baru disertai pengakuan kelebihan salah satu sekutu pihak, maka akan muncul Goodwill atau bonus

Goodwill atau bonus adalah hal yg sama tetapi pencatatannya berbeda Hal yg mungkin terjadi :

a. Bonus sekutu lama b. Goodwill sekutu lama

c. Bonus sekutu baru d. Goodwill sekutu baru

(13)

Bonus sekutu lama

( Menggunakan contoh soal di slide 9 )

Anggaplah bahwa masuknya Maman dg menyetorkan uang sebesar Rp.20.000.000 ia

memperoleh hak kepemilikan 12,5%. Total modal persekutuan setelah maman masuk adalah Rp.100.000.000. Seharusnya maman memperoleh hak kepemilikan 20 %, dg ia bersedia

menerima hak 12,5% artinya Maman mengakui kelebihan yg terdapat dalam persekutuan lama.

Kelebihan tsb nilainya adalah :

Jumlah modal yg disetor maman Rp.20.000.000 Nilai hak kepemilikan yg diperoleh

Maman : 12,5% x Rp.100.000.000 (Rp.12.500.000 )

Bonus untuk sekutu lama Rp. 7.500.000

(14)

Nilai kelebihan ini menjadi hak sekutu lama dan dibagi berdasarkan perbandingan laba : Slamet = 2/5 x Rp.7.500.000

Rudi = 3/5 x Rp.7.500.000

Jika kelebihan itu dianggap sbg bonus maka jurnal pd saat maman menyetorkan modal adalah sbb :

( D) Bank Rp.20.000.000

( K) Modal Slamet Rp.3.000.000

( K) Modal Rudi Rp.4.500.000

( K) Modal Maman Rp.12.500.000

(15)

Saldo modal dan % hak kepemilikan masing2 sekutu sebelum dan sesudah penyetoran modal adalah sbb :

Sekutu Sebelum penyetoran Sesudah penyetoran

Saldo Modal % Saldo Modal %

Slamet Rp.30.000.000 37,5% Rp.33.000.000 33,05

Rudi Rp.50.000.000 62,5% Rp.54.500.000 54,5%

Maman - - Rp.12.500.000 12,5%

Rp.80.000.000 100,0 % Rp.100.000.000 100,0%

(16)

Goodwill sekutu lama

Jika contoh soal di slide 13 dicatat sbg Goodwill, maka pencatatanya sbb :

Modal maman sebesar Rp.20.000.000 mencerminkan hak kepemilikan 12,5%, sehingga total hak kepemilikan = 100/12,5 X Rp. 20.000.000

= Rp.160.000.000 Goodwill = Rp.160.000.000 – Rp.100.000.000

= Rp.60.000.000 Goodwill sekutu lama :

Slamet = 2/5 x Rp.60.000.000 = Rp.24.000.000 Rudi = 3/5 x Rp.60.000.000 = Rp.36.000.000 Jurnal :

(A) (D) Bank Rp.20.000.000

(K) Modal Maman Rp.20.000.000

(B)(D)Goodwill Rp.60.000.000

(K) Modal slamet Rp.24.000.000

(K) Modal Rudi Rp.36.000.000

(17)

Saldo modal dan % modal sebelum dan sesudah penyetoran modal :

Sekutu Sebelum penyetoran Sesudah penyetoran

Saldo Modal % Saldo Modal %

Slamet Rp.30.000.000 37,5% Rp.54.000.000 33,75%

Rudi Rp.50.000.000 62.5% Rp.86.000.000 53,75%

Maman - - Rp.20.000.000 12,5%

Total Rp.80.000.000 100,0% Rp.160.000.000 100,0%

(18)

Bonus sekutu baru

Masih menggunakan contoh soal Firma Akur.

Tetapi hak kepemilikan maman adalah 36%, artinya hak ini lebih besar dari modal yg disetorkan (20%).

Bonus yg diberikan kepada maman adalah : Nilai hak kepemilkan yg diterima

36% x Rp.100.000.000 = Rp.36.000.000 Jumlah modal yang disetorkan =(Rp.20.000.000)

Bonus untuk maman = Rp.16.000.000

Bonus sekutu baru artinya mengurangi saldo modal sekutu lama sesuai dg perbandingan laba rugi.

(19)

Slamet = 2/5 x Rp.16.000.000 = Rp. 6.400.000 Rudi = 3/5 x Rp.16.000.000 = Rp.9.600.000 Jurnal :

( D) Bank Rp.20.000.000

( D) Modal Slamet Rp. 6.400.000

(D) Modal Rudi Rp. 9.600.000

(K ) Modal Maman Rp.36.000.000

(20)

Saldo modal dan % hak kepemilikan sebelum dan sesudah penyetoran.

Sekutu Sebelum penyetoran Sesudah penyetoran

Saldo Modal % Saldo Modal %

Slamet Rp.30.000.000 37,5% Rp.23.600.000 23,6%

Rudi Rp.50.000.000 62,5% Rp.40.400.000 40,4%

Maman - - Rp.36.000.000 36,0%

Rp.80.000.000 100,0% Rp.100.000.000 100,0%

(21)

Goodwill sekutu baru

Jika dicatat sbg goodwill sekutu baru maka pencatatan sbb : Hak kepemilikan maman yg disetujui 36%

Hak kepemilikan slamet dan rudi (100% - 36%) 64%

Saldo modal rudi dan slamet sebelum masuknya

Maman Rp.80.000.000

Total hak kepemilikan = 100/64 x Rp.80.000.000 Rp.125.000.000 Total aktiva berwujud bersih setelah masuknya

Maman (Rp.100.000.000)

Nilai Goodwill Rp.25.000.000

(22)

Jurnal :

(D) Bank Rp.20.000.000

(D)Goodwill Rp.25.000.000

(K) Modal maman Rp.45.000.000

Sekutu Sebelum penyetoran Sesudah penyetoran

Saldo Modal % Saldo modal %

Slamet Rp.30.000.000 37,5% Rp.30.000.000 24%

Rudi Rp.50.000.000 62,5% Rp.50.000.000 40%

Maman - - Rp.45.000.000 36%

Rp.80.000.000 100,0& Rp.125.000.000 100,0%

(23)

Pengunduran diri salah satu sekutu

Tidak mengakibatkan berhentinya suatu pekerjaan.

Pembayaran hak pemilikan sekutu yang mengundurkan diri, dilakukan oleh sekutu sekutu yang tinggal dengan membeli hak pemilikan tsb.

Bisa juga dengan aktiva milik persekutuan, artinya penilaian kembali aktiva.

(24)

Kematian Salah Satu Sekutu

Dapat di teruskan oleh ahli waris

Saldo modal akun sekutu yang meninggal dunia, di pindahkan ke akun modal baru atas nama ahli waris.

Jika ahli earis tidak ingin ikut dalam persekutuan, maka buku persekutuan harus di tutup pada tanggal meninggalnya sekutu tsb.

Laba atau rugi bersih sampai tanggal tsb, di pindahkan ke akun modal tiap tiap sekutu, kemudian hak sekutu yang meninggal, di bayarkan kepada ahli waris nya.

Referensi

Dokumen terkait