PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep keluarga sakinah pada komunitas jamaah tabligh Jember dalam kaitannya dengan hukum Islam tidak berbeda secara signifikan. Dengan demikian jamaah tabligh tetap bertanggung jawab kepada keluarganya meskipun mereka melakukan khuruj. Jelas bahwa selain dukungan finansial, Jamaah Tabligh juga mengakui adanya pendapatan keagamaan.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada 5 orang informan, diperoleh gambaran penghidupan keluarga Jamaah Tabligh pada masa dakwah yaitu. Sedangkan istri di rumah, bagaimana dengan khuru>j ini? Ia mendukungnya karena ia juga dari Tabligh Jama'ah. Tapi kalau jemaah mau ikut dakwah, tapi tidak ada persiapan finansial, itu bagus.
Berdasarkan penjelasan informan di atas, maka dalam persiapan jamaah tabligh di dakwah ada dua persiapan yang harus dilakukan untuk menafkahi keluarga, yaitu. Menurut Jama'ah Tabligh, penghidupan merupakan kewajiban setiap individu. Seorang suami mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi istrinya, baik dukungan rohani maupun rohani.
Kajian Penelitian Terdahulu
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat empiris dan menggunakan pendekatan kualitatif, artinya data yang dikumpulkan berupa wawancara, catatan lapangan atau catatan pribadi yang berusaha semaksimal mungkin menggambarkan suatu gejala suatu peristiwa, peristiwa yang terjadi pada masa sekarang atau masa depan. mengambil masalah saat ini sebagaimana adanya dalam penelitian. Informan penelitian adalah pihak-pihak atau orang-orang yang dipilih oleh peneliti untuk memberikan keterangan atau keterangan mengenai permasalahan yang sedang diteliti berdasarkan pengetahuan atau kompetensinya.7 Dalam hal ini peneliti akan mengikutsertakan informan yang dianggap mengetahui permasalahan tersebut, yaitu peneliti memimpin secara langsung. . wawancara dengan jamaah tabligh. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli yang memuat informasi tentang pokok permasalahan 8 Data tersebut diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan.
Data sekunder adalah data yang diambil dari bahan bacaan.9 Data sekunder penelitian ini berupa buku, tesis, jurnal yang relevan dengan fokus penelitian, data pendukung lainnya yang dapat melengkapi data primer. Wawancara atau wawancara merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal seperti percakapan yang bertujuan untuk memperoleh informasi 10 Bentuk wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, yaitu wawancara terstruktur yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya mengenai landasan rumah tangga jamaah. . Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui arsip catatan dan dokumen yang berkaitan dengan objek penelitian 11 Data yang diperoleh melalui teknik ini merupakan data sekunder yaitu berupa data.
Berdasarkan data yang diperoleh untuk menyusun dan menganalisis data yang terkumpul, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Tujuan analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran tentang objek penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Pengertian Nafkah
Tugas laki-laki adalah menjadi pembimbing bagi isterinya, anak-anaknya dan rumah tangganya. Mengenai urusan rumah tangga, suami dan istri memutuskan hal-hal penting bersama-sama. Suami berkewajiban melindungi isterinya dan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan bagi kehidupan berkeluarga, sesuai dengan kesanggupan suami. Laki-laki wajib membekali isterinya dengan pendidikan agama dan kesempatan belajar yang bermanfaat dan bermanfaat bagi agama, tanah air, dan bangsa.
Menurut Syaifuddin Amir, kewajiban nafkah yang diberikan suami kepada istrinya dalam fikih Islam didasarkan pada prinsip pembagian harta antara suami dan istri. Prinsip pembagian harta ini mengikuti alur pemikiran bahwa suami adalah pencari nafkah atau rizki, rizki yang diterimanya menjadi haknya sepenuhnya dan kemudian suami bertindak sebagai pemberi nafkah. Dalam buku karangan Dahlan Abdul Aziz dijelaskan bahwa para ulama fiqih sepakat bahwa pendapatan minimal yang harus dibelanjakan adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari yaitu pangan, sandang, dan papan.
Untuk keperluan tempat tinggal menurut ulama’ fiqh tidak boleh menjadi harta sendiri, boleh dalam bentuk sewa jika tidak mampu memilikinya. Buku Undang-Undang Perkahwinan Islam di Indonesia yang ditulis oleh Sariffudun Amir juga menulis tentang Jumhur ulama 'termasuk ulama Syiah'.
Dasar Hukum Nafkah
Menurut Abdurrahman Ahmad Assirbuny, Jamaah Tabligh tidak memiliki nama khusus, jamaah ini juga sering disebut Jamaah Xhaula, karena jamaah ini sering berpindah dari rumah ke rumah. Jemaat ini didirikan untuk membentuk amalan sekelompok beberapa orang yang beribadah bersama, bukan suatu perkumpulan organisasi yang terikat dengan nama. Dalam buku Mengupas Teliti Jama'ah Tabligh 2 karya Abdurrahman Ahmad Assirbuny dijelaskan bahwa masyarakat Mewat beragama Islam, namun keislamannya hanya sebatas pengakuan, jauh dari nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Menurut hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Bapak. istri. Persiapan sudah dilakukan bagaimana menghidupi istri, jamaah ditanya berapa kebutuhan istri dan anak jika ditinggal, misalnya 6 juta dianggap cukup, tidak ada ruginya dan tidak ada. masalah maka masalah itu bisa hilang. Jadi tidak ada jemaah yang tidak membawa bekal dan meninggalkan istrinya yang artinya istri sedang lapar, sehingga tidak berangkat karena itu tidak bertanggung jawab.
Menurut Pak Hadi, jamaah Tabligh tidak bertanggung jawab terhadap perempuan dan anak-anaknya; mereka sebenarnya bertanggung jawab, karena tujuan keluarnya pada hakikatnya adalah untuk memperbaiki diri dan keluarganya. Jadi pendapat masyarakat tentang Jamaah Tabligh yang tidak mengurus istri dan anak ketika keluar adalah pendapat yang sama sekali tidak berdasar, hanya dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman. Maka setiap minggunya ada satu halaqoh, yaitu pertemuan jamaah, ketika jamaah bermusyawarah, siapa yang memberanikan diri untuk menjenguk keluarga jamaah yang berdakwah dan bila datang menjenguk, mereka bersama isterinya, yang Para perempuan bertanya bagaimana keadaan keluarga yang tetap tinggal selama dakwah.
Namun jika yang dimaksud dengan hubungan suami-istri itu tidak menjadi masalah karena banyak orang seperti suami yang bekerja meninggalkan keluarganya sampai 2 tahun, maka menurut kami tidak ada masalah (Tabligh Jama'ah). yang kami jelaskan. Untuk dirumah dan konsultasi dengan keluarga, ketika ingin berdakwah tentang pembagian pendapatan dan kebutuhan meninggalkan misi, karena pekerjaan jemaah dilakukan melalui musyawarah.” Ketika seorang suami dalam masa dakwah, istri dan anak didatangi teman jemaah lain yang tidak berdakwah, biasanya ada jadwal berkunjung setiap minggunya.
Apabila jemaah hendak keluar hendaklah menyediakan bekal dan menyediakan keluarga yang ditinggalkan dengan menabung, jika tidak ada bekal dan tidak ada persiapan untuk keluarga yang ditinggalkan, maka mereka tidak akan dibenarkan oleh sahabat jemaah untuk berdakwah. Berdasarkan hasil temu bual penulis dengan Encik Gaddafi, beliau menjelaskan bahawa ketika jemaah ingin keluar berdakwah, ia telah disediakan lebih awal, biasanya setahun sebelum itu. Mengenai nafkah keluarga jemaah tabligh yang diberikan pada zaman Khuruj>j, semua informan menjelaskan bahawa nafkah tersebut telah disediakan kerana nafkah adalah kewajipan setiap orang dan sesiapa sahaja suami mereka wajib memberi nafkah kepada isterinya.
Penjelasan yang diberikan oleh informan 5 yaitu Bapak Mufti Rusli adalah ketika jamaah hendak berangkat berdakwah harus disaring terlebih dahulu bagaimana keluarga yang akan mereka tinggalkan akan dinafkahi dan menghitung kebutuhan sehari-hari dengan kebutuhannya masing-masing. keluarga. Maka penulis berpendapat bahwa persiapan jemaah tabligh sebelum berdakwah itu perlu, karena jika berdakwah tanpa mempersiapkan nafkah maka akan merugikan keluarganya. Dan ada persiapan yang dilakukan oleh teman-teman jamaah tabligh yang tidak ikut berdakwah, mereka mengadakan halaqoh mingguan dan dalam halaqoh itu mereka mengadakan refleksi dalam menjalankan tugas.
Perlu adanya penelitian dan pembahasan kembali mengenai kajian praktik penghidupan keluarga menurut Jamaah Tabligh, namun menggunakan pendekatan dan metode penelitian lain seperti penelitian lapangan dan sebagainya.
Pandangan Iman Madzhab Tentang Nafkah
Nafkah Pandangan Jama’ah Tabligh
Sejarah Singkat Jama’ah Tabligh
Disebut Jama'ah Tabligh karena sering menyampaikan dakwah tabligh, jamaah berjanggut karena jamaah ini kebanyakan memelihara janggut dan mencukur kumis, jamaah kompor karena sering membawa kompor dalam dakwahnya di masjid dan nama lainnya. Motif didirikannya Jama’ah Tabligh adalah keinginan yang kuat untuk memperbaiki kerusakan yang ada pada masyarakat umat Islam, khususnya umat Islam yang pada saat itu hidup jauh dari ilmu, agama, akhlak dan dekat dengan kebodohan dan kefasikan. Maka jamaah pun tidak tinggal diam terhadap keluarga yang suaminya pergi berdakwah, keluarga yang ditinggalkan suaminya untuk berdakwah didatangi minimal seminggu sekali oleh teman-teman jamaah yang tidak ikut berdakwah, lalu mereka berikan menjadi bagasi seperti beras. , gula makanan pokok dan juga menanyakan kabar Anda dan apa yang Anda butuhkan.
Misalnya jemaah yang berangkat selama 40 hari dimana mempunyai istri dan anak, kemudian menabung dalam waktu satu tahun untuk berangkat dan untuk kebutuhan keluarga yang ditinggalkan atau bisa juga dikirim melalui ATM karena sekarang lebih mudah untuk berkomunikasi jarak jauh, maka yang dapat Anda hubungi jika ada kebutuhan mendadak. Maka istri dari suami jama'ah yang hendak berangkat berhak meminta jaminan nafkahnya di kemudian hari ketika suaminya berangkat berdakwah. untuk memastikan dukungan keluarga ketika mereka pergi, dengan mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan keluarga mereka. Segala kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan dakwah, baik yang dibawa maupun yang dititipkan kepada keluarga, semuanya telah dibicarakan dan dipersiapkan sebaik mungkin agar tidak terjadi kendala dalam kegiatan dakwah. berdakwah, itu adalah pandangan yang tidak dapat diterima berdasarkan kurangnya pengetahuannya tentang konsep mencari nafkah pada masa dakwah.
Jamaah Tabligh secara umum dapat dikatakan sebagai kelompok umat Islam yang kuat dalam menjaga ajaran agama atau seringkali hanya menerapkan ajaran murni dari Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga apa yang mereka lakukan saat ini bersifat kaku dan kaku. keruh.