PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan panggilan Gusdur, tentang konsep pendidikan Islam yang berlandaskan humanisme religius. Konsep pendidikan Islam dalam kerangka pendidikan nasional harus berangkat dari konsep manusia yang integral dan utuh (kaffah). Al-Quran sebagai sumber utama pendidikan Islam memiliki prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan masalah peradaban dan kebudayaan.
65 Abd Rahman Fasih, Pokok-Pokok Pendidikan Islam dalam Kajian Jurnal Al-Qur'an dan Hadits Al Ishla (2016). 70 Syaiful Idris dan Tabrani Za, “Realitas Konsep Pendidikan Humanisme dalam Konteks Jurnal Pendidikan Pendidikan Islam 2017. 76 Pemikiran Moh Tohet KH Abdurrahman Wahid tentang pendidikan Islam dan implikasinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, 1.2 Jurnal Pendidikan Islam hal, 190.
Abdurrahman Wahid tentang konsep pendidikan Islam berbasis humanisme adalah tentang pandangan tentang nilai-nilai kemanusiaan dan tentang transformasi kehidupan sosial masyarakat dan budaya. Abdurrahman Wahid dalam pemikirannya bahwa konsep pendidikan Islam lahir dari pluralisme dan humanisme yang menjadi relevan dalam istilah pendidikan Islam dan humanisme keagamaan. Abdurrahman Wahid agar dapat menggali lebih dalam pemikiran-pemikiran pendidikan Islam berbasis humanisme keagamaan di Indonesia.
Idris Syaiful og Tabrani Za, “Realitas Konsep Pendidikan Humanisme dalam Konteks Pendidikan Islam” Journal of Education 2017. Og Syaifullah Idris, “Realitas Konsep Pendidikan Humanisme dalam Konteks Pendidikan Islam” Journal of Education , Tidsskrift untuk Rådgivningsvejledning.
Definisi istilah/pengertian judul
Tinjauan penelitian relevan
Nurcholis, 2004 dengan judul “Konsep pendidikan dalam perjalanan humanisme dalam perspektif pendidikan Islam”. 19 Hasil penelitiannya menemukan bahwa konsep potensi manusia dan tujuan aktualisasi diri manusia berasal dari aliran. Dalam konsep pendidikan yang dituju adalah metode materi dan penilaian pendidikan, nampaknya konsep pendidikan Islam terkesan lebih komprehensif dan lebih sempurna dari aliran humanisme, konsep pendidikan dari aliran humanisme tidak bertentangan dengan Islam. pendidikan, dengan kata lain, juga ada dalam pendidikan Islam. 20Ahmad Multazam, Skripsi 'Pendidikan Islam Berbasis Humanisme Religius', (Kajian Pemikiran Abdurrahman Mas'ud) (Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo, 2015), . http://library.walisongo.ac.id. diakses pada tanggal 28 Maret 2021. disertai dengan hubungan manusia dengan Allah Ta'ala. dan dengan orang lain baik hablun min Allah maupun hablun min alnas.
Implementasi dalam pendidikan Islam menekankan aspek akal sehat, individualisme menuju kemandirian, semangat mencari ilmu, pendidikan pluralisme, penekanan pada fungsi di atas simbol dan keseimbangan antara memberi, memberi dan menghukum. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum (sains dan teknologi). Dalam hal ini, perguruan tinggi Islam seperti Universitas Islam Negeri (UIN) merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan Islam yang tidak dikotomis.
Berdasarkan ketiga kajian di atas, perbedaan dengan kesamaan penelitian terdapat pada topik penelitian yaitu konsep pendidikan Islam dan humanisme, menekankan dan berpusat pada manusia untuk dikembangkan atas kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya sejak lahir. Hal ini berbeda dengan fokus penelitian di atas yang menjadi fokus penelitian ini karena konsep pendidikan Islam berbasis humanisme religius dengan tujuan (Kajian Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid) dipelajari dari perjalanan hidup dan pemikiran intelektual yaitu seorang tokoh ulama besar Indonesia KH.
Landasan teori
Kedua, pendidikan Islam atau pendidikan Islam, yaitu pendidikan agama Islam atau ajaran dan nilai-nilainya sehingga menjadi pedoman hidup pandangan dan sikap hidup seseorang. Pendidikan Islam menekankan berkembangnya manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan Islam merupakan wahana untuk mentransformasikan nilai-nilai ajaran Islam, sebagai landasan teologis dan kebutuhan akan keimanan (man of faith) kepada Tuhan yang Maha Kuasa, mengakui namun berdampak.
23Moh Faezz Ilyas and Kamarul Asmi Jasmi, 'The Role of Islamic Education in the Development of First Class Human Capital', Jurnal Akademik: 2011. Hal ini terlihat dari peran pendidikan Islam dalam memajukan, membimbing generasi menjadi manusia yang memanusiakan manusia. . Sejalan dengan itu, filosofi pendidikan Islam bertujuan agar sesuai dengan fitrah penciptaan manusia, yaitu agar manusia menjadi hamba Allah yang taat dan setia.
Menurut Al-Qur'an dan Hadits, ada tiga istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan pendidikan Islam, yaitu ta'lim, tarbiyah dan ta'dib. 31 Miftaku Rohman, “Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibnu Sina dan Maknanya bagi Pendidikan Kontemporer,” Jurnal Epistemologi, Vol.8, No. 2 Desember 2013. Pendidikan Islam saat ini berada dalam cengkeraman humanisme agama, ketika hal ini hilang maka identitas pendidikan Islam yang mereka miliki hilang.
Dididik sebagai makhluk berpikir dan mengaji, siswa tidak membuat dikotomi antara wahyu dan akal, maupun antara wahyu dan alam, yang masih jauh dari harapan dunia pendidikan Islam saat ini. Yang dimaksud di sini adalah hilangnya semangat membaca yang menjadi dominasi utama dunia pendidikan Islam pada abad klasik dan abad pertengahan. 39 Syaifullah Idris dan Tabrani Za, “Realitas Konsep Pendidikan Humanisme dalam Konteks Pendidikan Islam”, Jurnal Pendidikan, Jurnal Bimbingan Konseling. . Pendek kata, masalah sejarah, dunia pendidikan Islam juga terobsesi dengan masalah ketimpangan paradigmatik sebagai berikut.
Adapun pendidikan Islam yang dimaksud adalah segala macam proses transfer pengetahuan, tradisi karakter atau budaya dalam artian mental manusia generasi penerus di dunia Islam. Sementara itu, humanisme agama sebagai paradigma pendidikan Islam dimaksudkan sebagai tawaran metodologis bagi munculnya sistem dikotomis dalam pendidikan Islam. Pendidikan berbasis humanisme sendiri adalah guru dalam pendidikan Islam memiliki arti dan peran penting karena memiliki tanggung jawab untuk menentukan arah pendidikan.
Metode penelitian
Pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang untuk berkembang secara optimal sesuai dengan ajaran Islam. 54 Alwazir Abdusshomad, “Dampak Covid 19 Terhadap Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam”, Jurnal Pendidikan, Sosial dan Agama, 2020. Abdurrahman Wahid mendasarkan kepeduliannya pada kelompok masyarakat sehingga merupakan kehidupan sosial yang sangat sedikit orangnya. tertarik, sangat penting untuk tujuan pendidikan Islam.
Abdurrahman Wahid Tentang Pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan kepribadian dan akhlak yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits, serta berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi secara berkesinambungan pada individu dan kelompok dengan mengedepankan sikap saling menghargai di lingkungan KH. Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa pendidikan Islam sangat erat kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat, pendidikan Islam merupakan suatu konsep yang pada dasarnya manusia mengenal Tuhannya.
TINJAUAN PUSTAKA
Pendidikan agama Islam
Mewujudkan pendidikan Islam yang humanistik berarti menciptakan pendidikan yang mampu membangkitkan pemikiran kritis peserta didik dalam masyarakat muslim, sehingga mereka tidak mati rasa hanya dengan pasrah menerima apa yang telah dan dianggap sebagai budaya yang langgeng di lingkungannya. Pendidikan Islam mampu mengulang dan mengemas kembali kejayaan pendidikan Islam pada masa sejarah yang pernah berada di puncak emasnya, menggali dan memperbarui pemikirannya secara aplikatif, sehingga terjalin keselarasan antara perkembangan zaman dan berbasis paradigma Islam. pada humanisme. Landasan paradigma pendidikan Islam sangat mendasar dalam suatu sistem pendidikan, pada hakekatnya pendidikan Islam adalah rujukan Al-Qur'an dan Hadits untuk mencoba menciptakan dan mengembangkan paradigma konsep, prinsip, teori dan teknik pendidikan Islam.
Penelitian dalam pembahasan proposal tesis ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif, dengan mencari berupa fakta, hasil dan gagasan pemikiran seseorang dengan cara mencari, menganalisis, menginterpretasikan dan menggeneralisasikan hasil penelitian tentang pendidikan Islam berbasis kajian humanisme agama. pemikiran KH. Adapun sumber data sekunder dari penelitian ini, data diperoleh dari buku, jurnal, tesis dan artikel yang berkaitan dengan pokok kajian yaitu konsep pendidikan Islam. Pendidikan Islam diakui dalam sistem pendidikan nasional yang terbagi dalam tiga aspek: Pertama, pendidikan Islam sebagai institusi.
Ketiga, pendidikan Islam sebagai nilai (value) 53 Pendidikan Islam merupakan tatanan individu dan sosial yang dapat membuat seseorang tunduk dan menaati Islam serta menerapkannya secara sempurna dalam kehidupan individu dan masyarakat. Pendidikan Islam menanamkan akhlak mulia dalam jiwa anak dalam pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air dan petunjuk, nasehat agar akhlak menjadi salah. Pengertian pendidikan Islam adalah pengenalan dan pengetahuan yang secara bertahap diperkenalkan kepada setiap individu tentang tempat segala sesuatu dalam tatanan dan ciptaan menuju pengetahuan dan pengenalan tempat Tuhan dalam tatanan wujud dan kepribadian.
Tujuan pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dengan tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya dan dapat mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Ada dua pandangan tentang tujuan pendidikan Islam, yang pertama berorientasi pada masyarakat, yaitu bahwa pendidikan adalah sarana terpenting untuk menciptakan masyarakat. Marimba, tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk kepribadian seorang muslim, sedangkan menurut para ahli tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai pribadi yang baik.
Dari beberapa pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terlebih dahulu mengenalkan kepada peserta didik tentang dasar-dasar ibadah akidah Islam dan tata cara pelaksanaannya serta ketaatan dan pelaksanaan syariat Islam. Istilah pendidik dalam konteks pendidikan Islam sering disebut murabbi, mu'allim, mu'addib dan mudarris. Dalam menetapkan ijtihad sebagai sumber pendidikan Islam, ijtihad pada hakekatnya adalah proses pembentukan hukum syariah.
Pendidikan Humanis
Abdurrahman Wahid memahami Islam dalam tiga realitas, yaitu realitas universal, realitas kosmopolitan, dan realitas kultural.