Candra Purnawan
Prodi Kimia FMIPA UNS
Surakarta
Kontrak perkuliahan
Presensi ≧ 75% (presensi di SPADA)
UTS 40%
UAS 40%
Tugas dan keaktifan 20%
TIDAK ADA REMIDI……!!!!!
Materi
Pendahuluan
Sampling Design
Sampling air (air permukaan, air tanah, air muara dan laut, dan air limbah)
Sampling plankton-benthos
Tugas lapangan (sampling air)
Sampling udara ambien
Sampling udara emisi (bergerak dan tidak bergerak)
Sampling kebisingan
Tugas lapangan (sampling udara)
Preparasi sampel air
Preparasi sampel udara
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Pendahuluan: Langkah-langkah dalam Proses Analisis Lingkungan
Lingkungan
Definisi masalah
Tugas Analitik Perencanaan
Tujuan Analisis
Sampling Sample
Perlakuan awal sampel Sampel siap untuk
pengukuran
Proses pengukuran Hasil Pengukuran Evaluasi data
Hasil Analisis Interpretasi data Re-definisi Masalah
Kontrol kualitas
APA ITU TEKNIK SAMPLING ?
Teknik Sampling adalah suatu
proses/cara/metode dalam rangka memperoleh sampel. Diharapkan sampel dapat
mempresentasikan suatu populasi
Sampel adalah bagian fisik dari lingkungan yang diambil untuk dianalisis (gas, cair atau padatan). Komponen
sampel yang dianalisis disebut analit.
Sampel adalah sekelompok objek yang dikaji atau diuji, yang dipilih secara acak dan atau sistematis dari kelompok yang lebih besar (populasi) yang memiliki karakteristik yang sama.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu ATAU kelompok objek yang lebih besar atau bahkan dengan ukuran-ukuran tak terhingga (infinite), yang
karakteristiknya dikaji atau diuji melalui sampel.
KNP BUTUH SAMPLING?
Populasi yang bersifat heterogen dan sangat besar sehingga tdk memungkinkan diukur seluruhnya
Menyingkat waktu
Menghemat biaya
Pentingnya Teknik Sampling
• Reliabilitas data yang diperoleh di laboratorium sangat ditentukan oleh bagaimana sampling di lapangan dikerjakan
• Kesalahan hasil ( juga kesalahan interpretasi) lebih banyak
disebabkan oleh sampling yang tidak memadai ketimbang
kesalahan analisisnya itu sendiri
lanjutan
Jika melihat langkah-langkah proses analisis seperti
diagram di atas maka proses analisis suatu populasi seperti analisis kwalitas lingkungan, tidak akan terlepas dari
kegiatan sampling (Pengambilan contoh uji/sampel).
Proses Pengambilan contoh uji merupakan langkah yang sangat penting dan aspek vital dalam analisis suatu
populasi, seperti analisis kwalitas lingkungan.
Kesalahan pengambilan contoh uji dapat menyebabkan kesalahan dalam interpretasi data, membuat kesimpulan dan mengambil tindakan yang perlu dilakukan untuk
memecahkan suatu masalah, khususnya yang berhubungan dengan kwalitas lingkungan.
Diharapkan, adanya sampling yang baik akan dapat
mempresentasikan kondisi populasi (lingkungan) yang
dikaji dengan benar ( walaupun masih tergantung langkah2 yang lain )
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar diperoleh sampel yang representative:
Tujuan sampling
When and where should the sample be taken
(tempat dan waktu)-jika perlu survey pendahuluan
How many samples should be taken (banyaknya pengambilan sampel)-jumlah titik sampling yang terkait pada besarnya populasi
How much sample is required (setiap sampel berapa mL/gram)-terkait jumlah parameter yang akan
dianalisa
Homogenitas populasi dan sampel yang diambil
Cuaca/musim, dan kondisi lingkungan sekitarnya
Intensitas kegiatan/industri
Personil, metode, alat dan bahan
Tujuan pengambilan sampel
Sumber kesalahan
Manusia
Alat dan bahan
Metode
Jenis Kesalahan Atau Error.
Kesalahan gross atau gamblang adalah kesalahan yang sudah jelas yang menyebabkan kita memutuskan untuk mengabaikan percobaan yang telah kita lakukan dan memulai lagi dari awal secara menyeluruh. Misalnya:
Kesalahan titik sampling
Kesalahan random atau acak adalah kesalahan yang
menyebabkan pengukuran berulang menghasilkan data yang saling berbeda. Data terletak pada 2 sisi dari nilai rata-rata.
Kesalahan random berpengaruh terhadap ketelitian
(precision) dan reprodusibilitas (reproducibility) percobaan.
Data dengan Kesalahan random kecil disebut teliti (precise).
Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang menyebabkan semua data hasil pengukuran salah dengan pola yang sama:
terlalu besar/kecil; positip/negatip. Kesalahan sistematis
mempengaruhi ketepatan atau akurasi. Total kesalahan
sistematik (dari berbagai sumber kesalahan sistematik)
disebut dengan Bias Pengukuran.
M71PPC01 KUALIFIKASI 3
KOMPETENSI PENGAMBIL CONTOH UJI AIR
Kualifikasi ini memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan pengambilan contoh uji air untuk penilaian kualitas air di lingkungan.
Mampu melaksanakan serangkaian tugas pengambilan contoh uji air dengan menggunakan alat dan pilihan prosedur kerja sesuai dengan standar serta menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur.
Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi
dalam lingkup kerjanya.
PERAN KERJA
Melakukan pengambilan contoh uji sebagai bagian dari tugas dalam unit kerjanya masing-masing, meliputi:
a. prosedur untuk pengambilan contoh uji air di darat ( on shore) dan pengambilan contoh uji air di lepas pantai ( off shore );
b. pemakaian alat ukur lapangan untuk melakukan pengukuran parameter lapangan;
c. pengemasan, pemberian label, penyimpanan, pengangkutan contoh;
d. pendokumentasian kondisi lapangan dan hasil pengukuran parameter lapangan; dan
e. penerapan jaminan dan pengendalian mutu lapangan.
Terdapat 8 (delapan) unit kompetensi yang
harus diselesaikan/dipenuhi, dengan perincian:
1. kompetensi inti 5 (lima) unit; dan
2. kompetensi pilihan 3 (tiga) unit.
KOMPETENSI INTI
1. Menerapkan K3L ( Keamanan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan ).
2. Melakukan Persiapan Pengambilan Contoh Uji Air (Menerapkan K3L)
3. Melakukan Uji Kinerja Peralatan Pengukuran Parameter Lingkungan (Menerapkan K3L)
4. Melakukan pengambilan contoh uji air
5. Berkomunikasi dengan orang lain
KOMPETENSI PILIHAN
Memberikan informasi kepada pelanggan
Menjaga registrasi dan undang-undang atau hukum kepatuhan kerja fungsional
Menerapkan statistik pengambilan contoh
Mengembangkan dan memelihara dokumen laboratorium
Menangani dan mengangkut contoh atau
peralatan
a. Tujuan pengambilan contoh
b. Penentuan lokasi sampling, petugas, dan waktu pengambilan c. Penentuan titik sampling
d. Penentuan jumlah titik sampling
e. Penentuan parameter yang akan dianalisis dan pengawetnya f. Penentuan metode sampling (sesaat, gabungan)
g. Penentuan volume atau ukuran sampel
h. Jaminan dan pengendalian mutu (blanko, split, duplikat
i. Penentuan jenis wadah/botol sampel, pencucian, pengawet, cara kalibrasi
j. Persiapan peralatan analisis dan safety k. Persiapan dokumen administrasi
Lampiran I PERMENLH Nomor: 06 Tahun 2009
Persiapan Peralatan dan Bahan
Alat pengambil contoh uji (sampel)
Alat pengukur parameter lapangan
Alat pendingin/ce box
Alat penyaring
Bahan kimia pengawet
Wadah contoh uji
Sepatu boot, jas hujan, masker, sarung tangan dll
Label, selotif, spidol, lakban, buku lapangan dll
Alat dokumentasi
Alat P3K dan Tool kit (obeng, tang dll)
Surat Tugas dan surat pemberitahuan dll(dok. administrasi)
Contoh form persiapan
No. Nama Alat
Jumlah Kondisi*1 pH Meter
2 Do Meter
3 Conduktifity Meter 4 Termometer
5 icebox dan blue ice 6 Gayung/water sampler 7 Botol Contoh Uji
8 Eikmann Grab 9 Plankton Net 10 Reagen H
2SO
411 Reagen HNO
312 Reagen HCl 13 Reagen NaOH
14 Reagen seng asetat + NaOH 15 Reagen asam askorbat 16 Reagen Na. thiosulfat
17 Reagen formalin 2-5% + CaCO3
18 Label
19 Rol Meter 20 Stop watch 21 Pelampung
22 Form Catatan lapangan Data Contoh Uji
23 Genset dan rol kabel
Jenis contoh/sampel dalam sampling
contoh sesaat (grab sample)
contoh yang diambil sesaat pada satu lokasi tertentu
contoh gabungan waktu
campuran contoh yang diambil dari satu titik pada waktu yang berbeda, dengan volume yang sama
contoh gabungan tempat
campuran contoh yang diambil dari titik yang berbeda pada waktu yang sama, dengan volume yang sama
contoh gabungan waktu dan tempat
campuran contoh yang diambil dari beberapa titik dalam satu lokasi pada waktu yang berbeda, dengan volume yang sama
contoh duplikat
contoh yang diambil dari titik pengambilan yang sama dengan rentang waktu antar pengambilan yang sekecil mungkin, duplikat contoh digunakan untuk menguji ketelitian tata kerja pengambilan contoh
contoh yang diperkaya (spike sample)
contoh yang ditambah dengan standar yang bersertifikat dalam jumlah tertentu untuk keperluan pengendalian mutu
contoh yang terbelah (split sample)
contoh dikumpulkan dalam satu wadah, dihomogenkan dan dibagi menjadi dua atau lebih sub contoh dan diperlakukan seperti contoh, selanjutnya dikirim ke beberapa laboratorium yang berbeda
blanko perjalanan
media yang digunakan untuk mengukur kontaminasi yang mungkin terjadi selama pengambilan dan transportasi contoh
titik pengambilan contoh air
tempat pengambilan contoh yang mewakili kualitas air