Bagaimana meminimalisir fenomena patologi birokrasi yang terjadi pada pelayanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Makassar. Untuk mengetahui bagaimana meminimalisir patologi birokrasi pada pelayanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar.
Bentuk-Bentuk Patologi Birokrasi
Disfungsi birokrasi yaitu berkaitan dengan struktur, aturan dan prosedur atau berkaitan dengan ciri-ciri birokrasi atau birokrasi kelembagaan yang buruk sehingga tidak mampu mencapai hasil yang baik, atau berkaitan erat dengan kualitas birokrasi kelembagaan. Maladministrasi yang berkaitan dengan perilaku tidak kompeten atau menyuap, meliputi perilaku yang korup, tidak peka, sombong, salah informasi, acuh tak acuh dan bias, atau berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia atau birokrat dalam birokrasi.
Patologi Birkorasi dan Terapinya
Kolusi profesi yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia suatu organisasi, sebenarnya merupakan bagian dari suatu penyakit atau patologi yang dapat menimbulkan ketidakstabilan bahkan memungkinkan matinya organisasi yang bersangkutan, baik organisasi pemerintah maupun organisasi swasta. Dalam kehidupan nyata, konspirasi selalu dipersepsikan negatif dan berkonotasi penderitaan bagi orang yang tidak terlibat dalam konspirasi tersebut.
Pengertian Pelayanan
Satuan kerja/pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam pemberian pelayanan dan penyelesaian pengaduan atau permasalahan/sengketa dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Bertanggung jawab: pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas pemberian pelayanan dan penyelesaian pengaduan/masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Paradigma Pelayanan Publik
Pelayanan publik hendaknya dikelola dengan paradigma suportif dimana lebih fokus pada kepentingan masyarakat, pengelola pelayanan publik harus mampu berperilaku sebagai pelayan yang sadar melayani dan tidak dilayani. Penerapan sistem kompetensi dalam memberikan pelayanan publik tertentu, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas4.
Kerangka Pikir
Lebih fokus pada fungsi regulasi, melalui berbagai kebijakan yang memfasilitasi perkembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kondusif. Lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap fasilitas pelayanan yang dibangun bersama. Prosedur yang sebenarnya dilaksanakan oleh kantor itu sendiri sudah sangat sistematis dan mudah dipahami, sehingga perlu adanya cara untuk meminimalisir terjadinya patologi birokrasi dalam pelayanan, seperti;
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Waktu dan Lokasi Penelitian
Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis penelitian
Sumber Data 1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber data, diperoleh langsung dari penelitian, termasuk apa yang penulis sendiri dengar dan saksikan. Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung menyediakan data untuk pengumpulan data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen yang ditemukan dari berbagai media.
Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Keabsahan Data
Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis
Pelaksanaan Tugas
Dalam melaksanakan tugasnya, subbagian tata usaha meliputi urusan kepegawaian, urusan umum, dan urusan keuangan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok menangani urusan administrasi dan melaksanakan beberapa tugas pokok kepala kantor imigrasi di bidang tata usaha dan administrasi, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan pengelolaan inventaris kantor. Departemen Lalu Lintas Imigrasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan keimigrasian di bidang lalu lintas keimigrasian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagian Status Keimigrasian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan status keimigrasian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Sarana Informasi dan Komunikasi Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyebarluasan dan pemanfaatan informasi serta pengelolaan sarana komunikasi keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penindakan keimigrasian terhadap orang asing di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Struktur Pelayanan Pembuatan Paspor A. Permohonan paspor baru
Manual/Walk-in/Datang Langsung
Untuk permohonan paspor biasa yang diajukan secara manual, pemohon harus melengkapi data permohonan yang disediakan di loket permohonan dan melampirkan dokumen yang memenuhi persyaratan. Dokumen persyaratan telah dinyatakan lengkap, petugas imigrasi yang ditunjuk memberikan tanda terima permohonan dan kode pembayaran. Dalam hal dokumen persyaratan dinyatakan tidak lengkap, petugas imigrasi yang ditunjuk mengembalikan dokumen permohonan dan permohonan dianggap ditarik kembali.
Elektronik
Dalam hal permohonan dibatalkan dan formulir paspor biasa diberikan, petugas imigrasi yang ditunjuk wajib membatalkan formulir paspor biasa dan mencatatnya dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian. Apabila pemohon tidak melanjutkan mekanisme dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari, maka permohonan paspor biasa akan dibatalkan. Dalam hal tidak ditemukan duplikasi data pemohon pada tahap verifikasi dan penilaian, maka proses penerbitan paspor biasanya dilanjutkan pada tahap pencetakan dan pengujian mutu.
Segala biaya yang berkaitan dengan permohonan paspor biasa yang disetorkan ke kas oleh pemohon tidak dapat ditarik kembali. Menteri atau pejabat imigrasi yang ditunjuk akan menerbitkan paspor biasa paling lama 4 (empat) hari kerja sejak tanggal wawancara. Batas waktu penerbitan paspor biasa juga berlaku untuk paspor biasa yang diterbitkan oleh pejabat dinas luar negeri.
Bentuk Patologi Birokrasi yang Terjadi Dalam Pelayanan Pengurusan Paspor
Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan
Perbuatan di atas menunjukkan adanya perilaku penggunaan kekuasaan dengan dalih mempercepat proses penyelesaian paspor, yang jelas-jelas tidak dibenarkan dalam peraturan dan tergolong penyalahgunaan wewenang. Pernyataan di atas tidak membenarkan adanya transaksi apapun berupa pembayaran yang terjadi di kantor pada saat proses pembuatan paspor, namun yang dialami pengurus paspor di atas adalah perilaku negatif pegawai yang ingin mencari keuntungan sendiri. . Dari penjelasan di atas, dokumen yang salah akan tetap salah meskipun Anda berusaha menyembunyikannya, karena semua dokumen diproses oleh aplikasi komputer yang secara otomatis menampilkan hasil sebenarnya, dan sebagai warga negara yang cerdas, Anda juga harus waspada dan ikut serta dalam pengawasan. dari pegawai negeri sipil. yang memberikan layanan berdasarkan posisinya.
Kesimpulan dari wawancara di atas adalah dalam menangani tindakan korupsi yang dilakukan oleh pegawai yang dengan sengaja menyalahgunakan jabatannya, sebaiknya masyarakat dilibatkan untuk membantu melakukan pengawasan agar perilaku negatif seperti korupsi dapat diatasi secepatnya sebelum menimbulkan kerugian. orang lain. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa pegawai kantor tidak pernah membebani masyarakat dengan selalu berusaha memberikan pelayanan yang optimal, dengan tujuan agar dokumen yang ada tidak tercecer. Kesimpulan dari hasil wawancara diatas adalah bahwa setiap tindakan pekerja kantoran selalu didasari oleh alasan-alasan yang tidak lain adalah kepentingan masyarakat yang akan menerima pelayanan itu sendiri.
Diskriminasi
Pernyataan di atas secara tidak langsung menegaskan adanya tindakan diskriminasi yang cukup sulit dihindari, meski sebenarnya bisa diberikan pemahaman kepada anggota keluarga agar bisa bersikap profesional dalam bekerja, seperti yang diungkapkan salah satu pengurus paspor berikut ini. Dari pernyataan di atas dapat dijelaskan bahwa sebenarnya masyarakat sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya perbedaan pelayanan yang terjadi dalam pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Makassar. Kesimpulan dari wawancara di atas bahwa orang sendiri merugikan orang lain meskipun mereka mengetahui tindakan tersebut tidak benar.
Penyakit inilah yang paling sering terjadi dalam proses pelayanan publik dan paling mendapat perhatian, seperti yang dialami salah satu pengelola paspor di bawah ini. Pernyataan di atas menggambarkan protes terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh salah satu pengurus paspor, yang sebenarnya sudah melakukan hal yang benar dengan mengantri berdasarkan nomor urutnya, namun akhirnya kecewa karena ada oknum pengurus paspor yang tidak mau repot tongkang. masuk tanpa izin. berdiri dalam antrean dan benar-benar melanggar aturan. Pernyataan salah satu pengurus paspor ini bisa menjadi peringatan bagi pihak kantor: jika mereka berencana memberikan layanan kepada masyarakat berstatus sosial tinggi yang membutuhkan layanan tambahan, sebaiknya mereka memiliki loket sendiri tanpa harus menunggu lama harus mengantri. atau bahkan menyebabkan kerusakan. orang lain..
Cara Meminimalisir Patologi Birokrasi Dalam Pelayanan Pengurusan Paspor
Pendisiplinan Pegawai
Hal ini membuktikan bahwa pegawai yang diangkat harus disiplin tepat waktu, agar tidak mengakibatkan pengambilan dan penantian panjang petugas paspor. “Ini untuk memperingatkan orang lain agar tidak melakukan hal yang sama” (SH. Dan ini juga untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam melayani masyarakat agar masyarakat merasa nyaman.
Hal ini menunjukkan bahwa pegawai dalam bekerja harus bisa tersenyum, menyapa dan menyapa orang-orang yang dilayaninya agar orang-orang tidak merasa segan namun akhirnya takut. Mereka adalah pegawai yang tegas dan tetap ramah, dan juga pegawai yang tegas tanpa pernah tersenyum, berguna untuk membaca ekspresi orang yang berbohong dan yang memberikan keterangan jujur.” Dari hasil wawancara dengan manajer Dari pihak Dislantas dan Skim di atas, jelas bahwa alasan yang diberikan pada formulir permohonan harus bersamaan dan tidak boleh dibuat-buat apalagi dipalsukan, karena hal tersebut dianggap melanggar hukum, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang dapat menimbulkan kecurigaan. sulitnya mendapatkan izin.
Meningkatkan Pengawasan
Penjelasan di atas memberikan gambaran bagaimana satpam juga bisa melayani masyarakat, tidak hanya sekedar pengamanan kantor saja, namun satpam terkadang menutupi kekurangan pegawai, kekurangan pegawai juga disebabkan karena adanya penugasan di tempat lain sehingga mengharuskan pegawai tersebut digantikan oleh yang lain. karyawan. Kesimpulan dari wawancara diatas adalah penggunaan satpam di tempat pegawai lain bukan tanpa alasan atau dianggap melalaikan tugas, namun dimaksudkan agar masyarakat lebih nyaman dan tidak kebingungan dalam mencari informasi serta tidak mengurangi fungsi. dari karyawan itu sendiri. Pernyataan di atas menggambarkan sulitnya mengendalikan pegawai yang tidak mengikuti budaya yang diajarkan, tidak hanya budaya optimalisasi pelayanan, namun juga budaya lain seperti ketaatan kepada atasan dan segala peraturan yang mengikatnya sebagai pegawai negeri.
“Guna meningkatkan kualitas, kami sering berkomunikasi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan layanan kami.” (SH. Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa menjaga setiap perilaku dalam pemberian pelayanan tentu dapat menjadi suatu kebanggaan tidak hanya bagi pimpinan saja, namun juga bagi seluruh pegawai, karena penilaian masyarakat sebenarnya hanya terhadap perilaku tersebut. salah satu pegawai yang dapat dijadikan gambaran perilaku pegawai lainnya. Berdasarkan hasil survei patologi birokrasi pada pelayanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar menunjukkan bahwa masih terdapat perilaku negatif, yaitu dalam hal ini ditemukan patologi atau penyakit dalam pemberian pelayanan seperti
Saran
Menyelesaikan sekolah dasar di SD Inpres Lanraki 2 Kota Makassar pada tahun 2005 dan melanjutkan tahun yang sama di SMP Negeri 25 Kota Makassar dan selesai pada tahun 2008. Kemudian melanjutkan tahun yang sama di SMA Negeri 6 Kota Makassar dan selesai pada tahun 2011, tahun yang sama penulis mendaftar di Universitas Muhammadiyah Makassar dan diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Administrasi Negara. Kemudian pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2016 pukul 08.30 WITA bertempat di Jurusan Administrasi Publik dilaksanakan ujian ijazah sebagai syarat memperoleh ijazah (S1), sehingga mengakhiri masa studi penulis pada jenjang diploma (S1) di Universitas Muhammadiyah Makassar.