• Tidak ada hasil yang ditemukan

KRITIK DESAIN LOGO HALAL INDONESIA

N/A
N/A
regina antania

Academic year: 2025

Membagikan "KRITIK DESAIN LOGO HALAL INDONESIA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KRITIK DESAIN

Jenis Karya : Desain Logo Perancang : internal BPJPH Pendekatan Kritik

Logo halal baru tersebut yang diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Logo tersebut mengandung dua objek yaitu gunungan dan motif surjan. Gunungan berbentuk kerucut tersebut memiliki arti semakin tinggi ilmu dan usia manusia harus semakin mengerucut atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah golog gilig, yaitu bersatunya jiwa, cipta, rasa, karsa, dan karya. Makna sederhananya adalah semakin dekat dengan Sang Pencipta. Dapat diartikan logo tersebut diambil dari budaya Jawa yaitu pewayangan yang berarti simbol Islam di Indonesia yaitu dengan pendekatan seni dan budaya lokal.

Penyusunan Analisis :

Logo Halal Indonesia terdiri dari dua komponen yaitu Logogram dan Logotype. Pada Logogram berupa bentuk gunungan kerucut pada wayang kulit. Logotype berbentuk tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ha, Lam Alif dan Lam dalam satu rangkaian yang membentuk kata Hala. Lalu adanya motif surjan pakaian adat khas Jawa. Pada bagian leher surjan terdapat kancing 3 pasang yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman.

Warna pada logo halal mendominasi warna ungu yang merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Warna tersebut juga mimiliki kesan yang elegan. Jika dibandingkan dengan logo halal yang lama, logo sekarang lebih terkesan modern.

Interpretasi Karya :

(2)

Logo adalah simbol yang menjadikan ciri khas yang membedakan brand atau produk dengan produk yang lain dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya.

Dalam mendesain logo halal yang baru, hal yang disayangkan adalah Logo tersebut tidak dirancang oleh desainer logo. Seharusnya Kemenag mengandalkan seorang desainer yang paham akan prinsip desain. Karena desainerlah yang paham mengenai prinsip logo, aspek pada logo, dll.

Logo halal Indonesia memiliki bentuk dan filosofi yang unik, namun juga harus diperhatikan penggambaran filosofi logo tersebut seharusnya tidak mengandung budaya tertentu saja karena hal tersebut sangat sensitif. Dapat dilihat bahwa Logo Halal Indonesia hanya mengambil budaya khas Jawa. Hal tersebut dikawatirkan akan menjadi polemik masyarakat karena Indonesia mempunyai beragam budaya, sehingga kurang tepat jika hanya satu budaya saja yang diambil.

Jika dilihat dari aspek logo diantaranya ada legible yaitu tingkat keterbacaan yang tinggi ketika diaplikasi ke dalam berbagai ukuran dan media promosi. Tulisan “ Halal” jika tidak dilihat dengan detail, ketika dicetak akan terlihat tidak jelas. Hanya terlihat gambar gunungan saja. Jika dibandingkan dengan logo halal sebelumnya masih mempertahankan teks arab.

Lalu aspek simple atau sederhana yaitu dapat mudah dimengerti dan ditangkap dalam waktu yang relatif singkat. Tidak heran jika orang awam tidak mengetaui logo tersebut merupakan Logo Halal Indonesia. Penyederhanan bukan berarti mehilangkan kesan dari sebuah gambar. Logo Halal Indonesia tidak terlihat seperti cap halal itu sendiri yang merupakan rambu makanan yang boleh dikonsumsi bagi umat Muslim. Karena tidak terlihatnya tulisan arab tersebut. Hal ini juga memungkinkan seorang akan sulit membaca “halal” pada logo tersebut, bisa saja orang mengira logo halal sebagai logo sebuah produk atau lambang lain.

Referensi

Dokumen terkait