• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kuliah 1 - Patologi Birokrasi - Teguh Kurniawan - 18082021

N/A
N/A
Bella Gustin Baghawad Gita

Academic year: 2023

Membagikan "Kuliah 1 - Patologi Birokrasi - Teguh Kurniawan - 18082021"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Birokrasi: Peran Pentingnya

dalam Sebuah Negara

Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc

(2)

Pendahuluan

• Administrasi Publik / Negara adalah alat/

instrumen untuk mencapai tujuan yang ditetapkan/ diinginkan

• Terdapat kesepakatan menetapkan

pengorganisasian dalam upaya mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan tersebut

• Filsafat pemikiran modern barat

memandang bahwa kesepakatan yang ideal dalam administrasi publik tersebut dicapai dalam ruang demokrasi

• Dan, instrumen pengorganisasian dalam administrasi publik tersebut berupa

Birokrasi

(3)

Siapa yang

Terlibat dalam Proses

Administrasi Publik

• Dalam adminsitrasi publik (di negara yang demokratis) yang terlibat tidak hanya administrator tetapi juga banyak pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) baik secara langsung maupun secara

tidak langsung (Kasim, 2005)

(4)

Siapa yang

Terlibat dalam Proses

Administrasi Publik

Public administration, berada dalam organisasi negara bangsa (nations state)

 Pilar nations state, berbasis pada 3

komponen society, business sector, dan public sector.

Public administration menjadi penggerak nations state berbasis tiga pilar tersebut (Atmosudirdjo: 1985)

(5)

Nilai-Nilai Birokrasi

• Pertama, kebutuhan untuk menyatukan pekerjaan banyak individu untuk

mencapai tujuan yang jauh melampaui kemampuan setiap individu

• Kedua, sistem birokrasi harus disusun secara hierarkis, dengan yang di atas memiliki kekuatan dan kebijaksanaan yang jauh lebih besar daripada yang di bawah

• Ketiga, organisasi birokrasi umumnya mengasumsikan bahwa kekuasaan dan wewenang mengalir dari atas organisasi ke bawah daripada sebaliknya.

(6)

Birokrasi dan Demokrasi

Demokrasi Birokrasi

• Persamaan

• Rotasi di Kantor

• Kebebasan

• Kemajemukan

• Partisipasi Warga

• Keterbukaan

• Masyarakat

• Legitimasi Berdasarkan Pemilu

• Hirarki

• Senioritas

• Perintah

• Kesatuan

• Partisipasi Berdasarkan Keahlian

• Kerahasiaan

• Sifat umum

• Legitimasi Berdasarkan Keahlian

(7)

Fitur

Birokrasi

• Otoritas hierarkis. Birokrasi didasarkan pada struktur piramida dengan rantai komando berjalan dari atas ke bawah.

• Spesialisasi pekerjaan. Setiap birokrat, atau orang yang bekerja untuk organisasi,

memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu.

• Aturan formal. Birokrasi melakukan tugasnya sesuai dengan seperangkat peraturan dan prosedur yang ditetapkan

(8)

Birokrasi Weberian

• Weber mengkritik kondisi organisasi industri pada waktu itu yang dijalankan dengan bergantung kepada pemilik modal, tidak ada konsistensi dalam pengambilan keputusan, dan tidak ada spesialisasi fungsi

• Hasil kajian Weber kemudian dikenal dengan nama birokrasi ‘tipe ideal’

• Birokrasi tipe ideal ini dibangun di atas landasan pengetahuan dan kemampuan serta rasionalitas di dalam pengambilan keputusan

(9)

Ciri

Birokrasi Weberian

Hirarki wewenang

Diatur dalam hukum-aturan (laws and regulation) yang memuat right and duties dari setiap pejabat---dalam HAN elemen authority

Ada differensiasi fungsi –perencanaan, pembiayaan, monitoring, pengendalian, dan lain-lain---spesialiasi dan boundaries

Rekrutmen terbuka dan standard kompetensi

Bekerja atas dasar Prosedur ---file dan dokumen

Dalam birokrasi terdapat hubungan diagonal, vertikal, dan horizontal yang impersonal

Dengan birokrasi tipe ideal, menurut Weber, posisi-posisi tertentu diisi melalui proses seleksi yang didasarkan pada keahlian

Subyektifitas dalam penempatan pegawai digantikan obyektifitas

Pemisahan manajemen dengan pemilik telah menghasilkan suatu mekanisme rekrutmen para professional

(10)

Ciri Birokrasi Weberian

Pemisahan ini akan dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi para professional untuk mengambil keputusan yang rasional

Rasionalitas pengambilan keputusan, menurut Weber akan mempertinggi efisiensi

Peraturan dan prosedur akan menjamin konsistensi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan

pekerjaan. Organisasi yang konsisten adalah organisasi yang efisien

Kontribusi terbesar Weber adalah ia telah menyumbang ide tentang pentingnya struktur organisasi

Model struktural yang dikembangkan oleh Weber

merupakan alat yang paling efisien bagi organisasi untuk mencapai tujuan

Oleh karena itu birokrasi Weber dikenal sebagai birokrasi legal-impersonal-rasional

Kata Weber akan efisien dengan usaha pemisahan yang tajam antara milik organisasi dengan milik individu

Tetapi menurut V. Thompson mengatakan bahwa

birokrasi Weber tidak menginginkan adanya konflik, yang terjadi adalah rutinitas yang menghambat inovasi

(11)

Dilema

Kekuasaan

Birokrasi dalam Demokrasi (Eva Etzioni)

“Bureaucracy generates a dilemma for democracy”

Demokrasi akan efektif jika birokrasi dibuat kuat dan independen, tetapi dia mengingatkan bahwa kebutuhan tersebut akan berakibat birokrasi terlepas dari kontrol para politisi jika tidak didahului oleh reform yang memadai dan serius

Birokrasi dapat memiliki kehendak sendiri di tengah gencarnya demokratisasi yang

dilakukan oleh sebuah negara bangsa.

“Bureaucracy also poses a threat to democracy in that it has increasingly gained the potential to exempt itself from the control of elected politicians and to infringe on their domain.”

(12)

Dilema

Kekuasaan

Birokrasi dalam Demokrasi (Eva Etzioni)

Democracy generates a dilemma for bureaucracy”

Etzioni menyatakan bahwa dalam demokrasi,

birokrasi diikat oleh dua hal: pertama, dikendalikan oleh eksekutif meskipun dia harus

bertanggungjawab terhadap hal-hal yang

dilakukannya sendiri; kedua, dia harus menjalankan kebijakan yang diambil para politisi meskipun dia harus berpartisipasi dalam proses perumusan kebijakan tersebut

Intinya birokrasi adalah alat yang diharapkan harus mampu menempatkan diri dengan baik dan

berkualitas sesuai kebijakan yang diambil para politisi

The dilemma of bureaucracy in a democracy, as expressed in the ambiguities and contradictions built into bureaucracy’s role definition.”

(13)

Penutup:

Perlunya

Debirokratisasi

• Birokrasi Publik sering lebih mengutamakan formalitas dibandingkan dgn kreatifitas

disebabkan karena hampir semua kegiatan pemerintah selalu terikat dgn ketentuan dan peraturan

• Prosedur menjadi lebih pendek, ringkas, sederhana, tidak berbelit-belit, dan tidak menyulitkan

• Biaya tinggi (high cost) dapat dihindarkan karena prosedur yg sdh sederhana

• Stagnasi pada pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi (dapat dihindarkan)

Referensi

Dokumen terkait