Kumpulan Cerita Aku Anak Mandiri
Penulis : Leguty Family
Editor : Teguh Indriawan dan S. Sholekah. S.
ISBN : 978-623-5948-14-0
Cetakan Pertama : Maret 2022
Penerbit : Leguty Media (Tangerang Selatan) Anggota IKAPI : (No.056/BANTEN/2021)
Website : https://legutykids.com Program Menulis Buku : 0821-1260-0268
“Mandiri itu sederhana. Buku ini bahasanya mudah dimengerti dan isinya mudah dipahami anak-anak. Bacalah cerita dalam
buku Kumpulan Cerita Aku Anak Mandiri!”
Daeng Siti Hurriyah, S.S., S.E.
Pendidik dan Penulis
“Buku yang sangat bagus karena ada banyak cerita kemandirian yang bisa diterapkan dalam keseharian.”
Euis Agung Sari
Story Teller, Pendidik, dan Sahabat Anak Rumah AVI
2 27
Aku Berani Naik Sepeda Sendiri
Riskawa
“De, bangun sudah siang!” Mama membangunkan Darrel dan membiarkan udara pagi masuk melalui jendela kamar.
“Kamu tidak berlatih naik sepeda bersama Ayah?” tanya Mama.
“Ayah sudah menunggu dari tadi, loh.”
Darrel membuka matanya sambil menguap lebar. Kemudian duduk dipinggir ranjang dengan wajah murung.
“Darrel tidak mau berlatih sepeda lagi, Ma!” tegas Darrel.
“Alasannya apa?” tanya Mama, “kan itu impian kamu untuk bisa naik sepeda sendiri.” Mama menatap Darrel tidak percaya.
“Kata teman-teman Darrel, harus jatuh dulu baru bisa jago naik sepeda. Darrel takut, Ma.
Darrel tidak ingin terluka,” jelas Darrel sambil terisak.
Mama mengusap kepala Darrel sambil berkata bahwa yang dikatakan teman-temannya itu tidaklah benar. Mama menjelaskan bahwa Darrel harus berani dan rajin berlatih agar bisa naik sepeda sendiri. ***
Daftar Isi
1. Aku Bisa Bangun Pagi Sendiri Endang Fatmawati 3
3 26
Aku Bisa Membereskan Meja Belajar
Rofiatul Mayasari
“Hore, sudah selesai!” sorak Vero sambil meletakkan pensil secara asal di meja belajar.
“Wah, hebat! Anak Umma sudah selesai belajar”. Umma masuk kamar sambil memperhatikan meja belajar yang masih tampak berserakan, “Kok berantakan begini?” Namun Vero sedang fokus dengan lego dihadapannya tidak menyahut ketika Umma bertanya demikian.
Ketika melihat Umma mendekat, Vero antusias berseru, “Umma, lihat! Helikopter Vero bagus kan, Umma?”
Umma tersenyum lebar memuji upaya Vero dalam merakit helikopter tersebut. “Wah! Anak Umma tekun dan rapi dalam merakit lego!” kemudian Umma bertanya, “Setelah belajar, adakah sesuatu yang belum Vero lakukan?”
“Vero harus melakukan apa, Umma? Vero ingat! Vero belum membereskan meja belajar!”
Umma tersenyum ramah sambil berkata, “Anak Umma memang mandiri dan bertanggung jawab.” ***
Aku Bisa Bangun Pagi Sendiri
Endang Fatmawa
“Farza, ayo bangun!” seru Eyang sambil menepuk tangan Farza secara perlahan.
“Iya, ini sudah bangun,” ucapnya sambil mengucek mata.
“Saat ini sudah pukul enam lebih lima belas menit. Nanti terlambat masuk sekolah. Ayo segera mandi, Farza!”
“Sebentar Eyang, masih merapikan selimut, nih.”
“Kata Bu Guru, lebih baik berangkat agak pagi agar tidak terjebak macet. Selain itu, sarapannya juga tidak terburu-buru. Lalu untuk melatih bangun pagi, sebenarnya kamu bisa menyetel alarm lho.
Jadi, kamu bisa bangun pagi sendiri.” Terlihat Eyang membantu merapikan sprei, bantal, dan guling yang masih berserakan.
“Oh, begitu. Siap, Eyang,” balas Farza.
Keesokan harinya, Farza mencoba untuk bisa bangun sendiri dengan menyetel alarm sebelum tidur. Senang sekali, akhirnya Farza bisa bangun pagi sendiri tanpa dibangunkan Eyang. ***