• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM FIX D3 SANITASI POLKESTAN edit 7 nov 2024 edisi revisi (1)

N/A
N/A
kurnia risman

Academic year: 2025

Membagikan "KURIKULUM FIX D3 SANITASI POLKESTAN edit 7 nov 2024 edisi revisi (1)"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

Kurikulum D III Sanitasi 1

EDISI REVISI

(2)

Kurikulum D III Sanitasi 2 LEMBAR PENGESAHAN

Revisi Dokumen Kurikulum Program Studi Diploma III Sanitasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungpinang disahkan pada Bulan November 2023, selanjutnya para pihak menyatakan bahwa dokumen ini berlaku mulai tanggal yang ditetapkan pada Tahun Akademik 2024/ 2025.

Ditetapkan di : Tanjungpinang Tanggal : 30 November 2023

Wakil Direktur I

Fidyah Aminin, SST., M.Kes NIP. 198504192012122002

Ketua Program Studi

Weni Enjelina, M.Si NIP. 19870404 201212 2 002

Mengetahui,

Direktur Poltekkes Tanjungpinang

Iwan Iskandar, SKM.,MKM NIP. 19680714 199203 1 003

(3)
(4)
(5)
(6)

BERITA ACARA

PEMBENTUKAN MATA KULIAH INSTITUSI POLTEKKES KEMENKES TANJUNGPINANG

TAHUN AJARAN 2022/2023

Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Sembilan Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua, Bertempat di Ruang Rapat Direktorat, telah dilaksanakan Pembentukan Mata Kuliah Institusi Tahun Ajaran 2022/2023.

Catatan Selama pelaksanaan kegiatan:

1. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik, Koordinator Pengembangan Pendidikan, Ketua Jurusan Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Lingkungan, serta Penanggungjawab Kurikulum Masing-Masing Jurusan.

2. Telah disepakati Mata Kuliah Institusi Tahun Ajaran 2022/2023 sebagai berikut:

Nama Mata Kuliah : IPE/C Kesehatan Masyarakat di Kepulauan Kode MK : PTPI.01

Beban SKS : 3 SKS (1T; 2K) Penempatan MK : Semester VI

Selanjutnya akan disusun SK Mata Kuliah serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah oleh Koordinator Mata Kuliah beserta tim dosen pengajar.

Berita Acara ini telah disetujui/ disepakati oleh pihak-pihak yang bertanda tangan dibawah ini untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Tanjungpinang, 29 Agustus 2022 Wakil Direktur I

Fidyah Aminin, SST, MKM NIP. 198504192012122002

Ketua Tim Penyusun

Koordinator Pengembangan Pendidikan

Nurul Aini Suria Saputri, SST, MKM NIP. 199011102014022006

(7)
(8)
(9)

Kurikulum D III Sanitasi 3 KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia Nya, sehingga Dokumen Kurikulum Program Studi Diploma III Sanitasi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang telah dapat diterbitkan.

Kurikulum diperlukan dalam upaya menghasilkan tenaga sanitasi yang berkualitas.

Kurikulum yang disusun mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi kesehatan. Kurikulum Program Studi DIII Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di Program Studi DIII Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

Pendidikan Diploma III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk menghasilkan Tenaga Ahli Madya Kesehatan bidang Sanitasi yang merupakan salah satu aset dalam menjawab tantangan dan permasalahan sanitasi yang semakin komplek sebagai faktor risiko terhadap kesehatan manusia seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sanitasi serta mendukung tercapainya visi misi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang dan visi misi Program Studi DIII Sanitasi.

Dengan selesainya Dokumen Kurikulum Pendidikan Diploma III Sanitasi, diharapkan dapat menjadi acuan dan memberikan arah dalam Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi pada institusi pendidikan yang mendidik dan mempersiapkan tenaga sanitasi yang sesuai dengan peran, fungsi dan kompetensi yang ditetapkan.

Akhirnya kepada semua pihak, kami sampaikan terima kasih atas segala masukan dan saran yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan perlindungan.

Tanjungpinang, November 2024 Ketua Program Studi DIII Sanitasi

WENI ENJELINA, M.Si NIP. 19870404 201212 2002

(10)

Kurikulum D III Sanitasi 4

DAFTAR ISI

TIM PENGEMBANG KURIKULUM i

KEPUTUSAN DIREKTUR PENETAPAN KURIKULUM i

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL v

DAFTAR LAMPIRAN v

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Dasar Hukum 3

C. Daftar Istilah 4

BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN PRODI DIII SANITASI 6

A. Visi Keilmuan 6

B. Keunggulan Program Studi 6

BAB III PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN BAHAN KAJIAN 8

A. Profil Lulusan 8

B. Capaian Pembelajaran, Bahan Kajian, dan Mata Kuliah\ 9

C. Daftar Mata Kuliah dan Bahan Kajian 8

BAB IV STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI MATA KULIAH 55

A. Struktur Program 55

B. Distribusi Mata Kuliah 56

BAB V GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN KURIKULUM 59

A. Beban dan Masa Studi 59

B. Peserta Didik 59

C. Kualifikasi Dosen dan Instruktur 59

D. Bahan Kajian dan Metode Pembelajaran 60

E. Fasilitas Pembelajaran 61

F. Sarana Pembelajaran 61

G. Lahan Praktik 62

H. Evaluasi Belajar 62

BAB VI PENUTUP 65

(11)

Kurikulum D III Sanitasi 5 A. Latar Belakang

Kesehatan lingkungan adalah suatu usaha yang mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempengaruhi efek, merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup (WHO). Kesehatan lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Sebagai upaya kesehatan, maka sanitasi menjadi salah satu program pembangunan pada sektor kesehatan dan sektor lain yang terkait.

Program sanitasi berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Permasalahan yang dihadapi berkisar pada upaya pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar untuk mencegah risiko tradisional (traditional risk), namun di sisi lain timbul masalah-masalah sanitasi akibat pembangunan, penggunaan ilmu dan teknologi, serta gaya hidup yang dapat menimbulkan risiko modern (modern risk).

Sanitasi merupakan salah satu tantangan yang paling utama bagi negara negara berkembang. Karena menurut WHO, penyakit diare membunuh satu anak di dunia ini setiap 15 detik, karena access pada sanitasi masih terlalu rendah. Hal ini menimbulkan masalah kesehatan lingkungan yang besar, serta merugikan pertumbuhan ekonomi dan potensi sumber daya manusia pada skala nasional . Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 162 menjelaskan bahwa upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pasal 163 ayat (1) menegaskan bahwa Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai risiko buruk bagi kesehatan.

Pasal 163, ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menegaskan bahwa lingkungan sehat yang dimaksud mencakup lingkungan pemukiman,

BAB I

PENDAHULUAN

(12)

Kurikulum D III Sanitasi 6 tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Lingkungan sehat sebagaimana yang dimaksud adalah lingkungan yang bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan, antara lain tanah, limbah padat, limbah gas, sampah yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah, binatang pembawa penyakit, zat kimia yang berbahaya, kebisingan yang melebihi ambang batas, radiasi sinar pengion dan non pengion, air yang tercemar, udara yang tercemar, dan makanan yang terkontaminasi (Pasal 163, ayat 3).

Derajat Kesehatan Penduduk pada sebuah wilayah berakar pada lingkungan dan kependudukan. Hubungan timbal balik dan interaktif antara manusia dengan lingkungannya akan menentukan baik buruknya kondisi kesehatan manusia secara individual maupun kelompok. Derajat kesehatan penduduk juga berubah dari waktu ke waktu dan berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain.

Peningkatan kondisi Kesehatan lingkungan merupakan upaya yang dilakukan melalui penyehatan, pengamanan, dan pengendalian terhadap media lingkungan dan sumber pencemaran lingkungan agar tercipta kondisi kualitas lingkungan yang memenuhi standar baku mutu dan persyaratan kesehatan lingkungan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Oleh karena itu, keluarga, lingkungan, maupun penyelenggara tempat-tempat umum, lingkungan khusus dan dalam situasi “darurat” wajib melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan sanitasi dalam rangka mencegah penularan atau pencegahan penyakit-penyakit berbasis lingkungan

Sejarah mencatat selama dunia masih ada, masalah sanitasi merupakan area (bidang) garapan kesehatan yang senantiasa muncul. Dengan kata lain proses pendidikan praktisi maupun ilmuwan akan senantiasa diperlukan sepanjang jaman, untuk melakukan pengawasan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Di Indonesia Ilmu teori dan praktek sanitasi dimulai sejak jaman Penjajahan, bahkan secara global sejarah sanitasi mencatat sudah menjadi perhatian sejak jaman Hiprocrates yang menduga bahwa penyakit malaria adalah akibat udara buruk (malaria). Subststansi atau area garapan sanitasi akan berubah dari waktu ke waktu.

(13)

Kurikulum D III Sanitasi 7 Analisis Transformasi Kesehatan menunjukkan bahwa pola penyakit berubah sejalan dengan pertumbuhan sosial ekonomi suatu bangsa (Achmadi, 1991). Pola penyakit pada jaman pra-industri berbeda dengan lingkungan pada jaman industrialisasi. Determinan Utama dari perubahan tersebut adalah perubahan social ekonomi yang mempengaruhi kondisi lingkungan dimana manusia berada, dan pada akhirnya derajat kesehatan.

Upaya sanitasi sebagai bagian dari Kesehatan Lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun social (Pasal 1, ayat 1, PP RI No. 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Sebagai upaya kesehatan, maka sanitasi menjadi salah satu program pembangunan pada sektor kesehatan dan sektor lain yang terkait. Sebagai kondisi kesehatan, maka sanitasi menciptakan lingkungan yang mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Permasalahan yang dihadapi berkisar pada upaya pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar untuk mencegah risiko tradisional (traditional risk), namun di sisi lain timbul masalah-masalah kesehatan lingkungan akibat pembangunan, penggunaan ilmu dan teknologi, serta gaya hidup yang dapat menimbulkan risiko modern (modern risk).

Sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka objek kajian (ontologi) sanitasi berkaitan dengan dua aspek yaitu kajian secara material dan kajian secara formal. Kajian secara material meliputi semua materi yang berada dalam lingkungan manusia, baik biotik maupun abiotik yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan manusia dan keseimbangan ekologis. Kajian secara formal meliputi aktivitas, proses perubahan, dan akibat dari objek kajian material yang ditunjukkan oleh parameter dan indikator. Upaya sanitasi dapat dipandang sebagai fraksis dari ilmu kesehatan lingkungan, sedangkan kondisi lingkungan sebagai hasil dari upaya yang merupakan nilai dan manfaat dari ilmu kesehatan lingkungan (aksiologi, universal).

Membangun sanitasi baik sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi maupun sebagai upaya dan kondisi, dibutuhkan komitmen antar pengemban sanitasi, yaitu dengan membangun dan memperkuat institusi pendidikan, organisasi profesi, dan perangkat-

(14)

Kurikulum D III Sanitasi 8 perangkatnya, sehingga sanitasi memiliki metode-metode spesifik (epistemiologi) dalam memenuhi prasyarat sebagai ilmu dan profesi.

Dalam mewujudkan Visi Kementerian Kesehatan yaitu “Terwujudnya Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiri dan Berkeadilan untuk menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandasan Gotong Royong” melalui pelaksanaan Misi yang telah ditetapkan(1). Memperkuat upaya kesehatan yang bermutu dan menjangkau seluruh penduduk, (2) Memberdayakan masyarakat dan mengarusutamakan pembangunan kesehatan, (3). Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan mutu sumber daya kesehatan, dan (4). Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif.

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJM-N (Perpres Nomor 18 tahun 2020) dan strategi nasional sanitasi berbasis masyarakat (Kepmenkes No.

852/Menkes/SK/IX/2008). Pembangunan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dapat dicapai melalui pembinaan, pengembangan, dan pelaksanaan, serta pemantapan fungsi-fungsi administrasi kesehatan yang didukung oleh sistem informasi kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, serta hukum kesehatan. Dengan demikian maka diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembangunan kesehatan, diantaranya tenaga sanitasi.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, menegaskan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Lebih lanjut dalam Undang Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pada Pasal 29 ayat (2), menegaskan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Untuk menghasilkan tenaga sanitasi yang berkualitas, maka diperlukan kurikulum disusun mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan oleh

(15)

Kurikulum D III Sanitasi 9 pendidikan tinggi kesehatan. Pendidikan tinggi kesehatan merupakan jenjang kelanjutan dari pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Sedangkan kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaaan tertentu, salah satunya kurikulum diploma III Sanitasi. Kurikulum Diploma III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang disusun mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dengan harapan dapat memenuhi standar kompetensi guna menjawab tantangan dan permasalahan sanitasi yang semakin komplek sebagai faktor risiko terhadap kesehatan manusia seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang sanitasi serta menjawab visi dan misi Program Studi DIII Sanitasi.

Proses penyusunan kurikulum pendidikan tinggi secara umum sebagaimana tersebut pada diagram alir berikut ini.

TELAAHKEILMUAN DANKEAHLIAN

KEBUTUHAN MASYARAKATDAN

“STAKEHOLDER”

Tahap inventarisasi informasi dan pengumpulan data, melibatkan asosiasi, stake holder, PT, maupun Prodi

PROFILLULUSAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Bagian kritis dimana peran lulusan ditentukan dan disesuaikan dengan jenjang merujuk KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi

PEMILIHANDANBOBOT BAHANKAJIAN

Mempertimbangkan

kedalaman dan cakupan penguasaan materi

(16)

Kurikulum D III Sanitasi 10 MEMBENTUKMATA

KULIAHDANSKS

MERANGKAI STRUKTUR KURIKULUM

Merujuk pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi

untuk SKS dan

rangkaian/urutan penguasaan kajian

RENCANAPEMBELAJARAN MAHASISWA

Memilih strategi yang tepat dan mendeskripsikan indikator kelulusan

Gambar 1. Diagram Alir Langkah Minimum Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi

Kurikulum institusional yang telah ditetapkan harus ditelaah dan dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi sebagai penciri pendidikan dan membedakaan satu pendidikan tinggi dengan yang lainnya dengan memperhatikan kearifan lokal atau kebutuhan Daerah, Nasional.

B. Dasar Hukum

Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan Kurikulum Pendidikan Diploma III sanitasi adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

3. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi 4. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 6. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan

Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi

7. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi

(17)

Kurikulum D III Sanitasi 11 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 tahun

2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta

10. Peraturan Pemerintah RI No. 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan

11. Peraturan Presiden RI Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.

13. Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga Sanitarian.

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

15. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 13 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas.

16. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 232 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja nasional Indonesia (SKKNI) Katagori Aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas Sosial Golongan Pokok Aktivitas Kesehatan Manusia Bidang Sanitasi lingkungan

17. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Tahun 2016.

18. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0, Diretorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Tahun 2019.

19. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di era Industri 4.0 Untuk mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, Tahun 2020.

20. Organisasi Tata Kerja Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

(18)

Kurikulum D III Sanitasi 12 21. Surat Keputusan Direktur Nomor : PR.01.01/I/1693/2021 Tanggal 30 April 2021

tentang Visi Misi Tujuan Sasaran (VMTS) Program Studi DIII Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

22. Surat Keputusan Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Nomor PR.01.01/I/1780/2021 Tanggal 4 Mei 2021 tentang Amandemen Rencana Strategis Program Studi DIII Sanitasi Tahun 2020-2024

23. Panduan Penyusunan Kurikulum Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Tahun 2018.

24. Pedoman Pengembangan Kurikulum Program Diploma III Sanitasi Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Sanitasi Indonesia (AIPTSI) Tahun 2021.

C. Dasar Istilah

Dalam Kurikulum ini yang dimaksud dengan:

1. Capaian Pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi dan akumulasi pengalaman kerja.

2. Beban belajar Program Pendidikan Diploma III Sanitasi adalah minimal 108 sks dan maksimal 120 sks.

3. Ijazah untuk Program Pendidikan Diploma III Sanitasi dikeluarkan oleh Penyelenggara Program Studi Diploma Tiga Sanitasi

4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. (Permendikbud No.

3 Tahun 2020 tentang SN-DIKTI)

5. Profil adalah peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studinya. (Buku Panduan Penyusunan KPT 2016).

6. Sikap adalah perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.

(19)

Kurikulum D III Sanitasi 13 7. Pengetahuan adalah penguasaan konsep teori, metode dan atau falsafah bidang ilmu

tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.

8. Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi.

9. Keterampilan khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai bidang keilmuan program studi.

10. Mata kuliah atau modul adalah kumpulan dari bahan kajian/materi ajar yang dibangun berdasarkan beberapa pertimbangan saat kurikulum disusun. Mata kuliah dapat dibentuk berdasarkan pertimbangan kemandirian materi sebagai cabang/

ranting/bahan kajian bidang keilmuan tertentu atau unit keahlian tertentu (parsial), atau pertimbangan pembelajaran terintergrasi dari sekelompok bahan kajian atau sejumlah keahlian (sistem blok) dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan yang dirumuskan dalam kurikulum.

11. Rencana Pembelajaran semester (RPS) suatu mata kuliah adalah rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran yang dibebankan pada mata kuliah/modul. Rencana pembelajaran semester atau istilah lain, ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi.

(20)

Kurikulum D III Sanitasi 14 A. Visi Program Studi

Visi Program Studi DIII Sanitasi Tahun 2020-2024 adalah:

Program Studi DIII Sanitasi yang Bermutu, Berintegritas dan Inovatif di Bidang Sanitasi Kepulauan untuk mendukung Daya Saing Poltekkes di Tingkat Nasional Tahun 2024.

B. Misi Program Studi

Misi Program Studi DIII Sanitasi Tahun 2020-2024 adalah:

1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bermutu, berintegritas inovatif dan berdaya saing dengan keunggulan bidang sanitasi kepulauan;

2. Mengembangkan tata kelola yang kredibel, akuntabel dan transparan dengan berlandaskan nilai-nilai profesionalisme, etika dan moral.;

3. Mengembangkan kerjasama tri darma perguruan tinggi yang sinergis dan berkelanjutan dengan stakeholder di dalam maupun di luar negeri;

C. Tujuan Program Studi

Dengan demikian, maka Tujuan Prodi DIII Sanitasi Tahun 2020-2024 adalah:

1. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan tinggi sanitasi yang bermutu, berdaya saing dan berintegritas;

2. Peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, berdaya saing dan berintegritas;

3. Peningkatan tata kelola program studi yang kredibel, akuntabel, dan transparan dengan berlandaskan nilai-nilai profesionalisme, etika dan moral;

4. Pengembangan kerjasama tri dharma perguruan tinggi baik didalam maupun diluar negeri; dan

BAB II

VISI KEILMUAN DAN KEUNGGULAN

PROGRAM STUDI

(21)

Kurikulum D III Sanitasi 15 5. Pengembangan pendidikan sarjana terapan dan profesi.

D. Visi Keilmuan Program Studi

Visi Keilmuan Program Studi DIII Sanitasi Tahun 2020-2024 adalah:

Menghasilkan Ahli Madya Sanitasi yang bermutu dan inovatif dengan unggulan bidang sanitasi Kepulauan.

Sanitasi Kepulauan dalam bidang penyehatan tanah, pengelolaan sampah dan limbah, penyediaan air bersih, sanitasi makanan dan minuman, penyehatan udara dan pengendalian vektor serta binatang pengganggu.

E. Keunggulan Program studi

Keunggulan Program Studi Sanitasi yaitu sanitasi kepulauan dalam bidang penyehatan tanah, pengelolaan sampah dan limbah, penyediaan air bersih, sanitasi makanan dan minuman, penyehatan udara dan pengendalian vektor serta binatang pengganggu.

Kepulauan Riau merupakan sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja disebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan;

Negara Singapura, Malaysia dan Provinsi Riau di sebelah barat.

Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 5 kabupaten, dan 2 kota, 52 kecamatan serta 299 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30%

belum bernama, dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 8.201,72 km2, sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.

Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan yang akan mencukupi kebutuhan dalam jumlah dan jenis tenaga kesehatan untuk menjangkau pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Pendidikan tenaga kesehatan yang nantinya diharapkan akan menghasilkan tenaga kesehatan terutama yang berasal dari masyarakat kepulauan sendiri, yang terampil dan unggul dibidang kesehatan dan mempunyai wawasan tentang geografis dan demografis di

(22)

Kurikulum D III Sanitasi 16 Provinsi Kepulauan Riau, sehingga lulusan yang dihasilkan bersedia bekerja di daerah Kepulauan Riau.

Geografis wilayah yang merupakan wilayah kepulauan juga menimbulkan berbagai tantangan dalam bidang kesehatan lingkungan, seperti ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga khususnya yang berada di pesisir, penyehatan makanan dan minuman, masalah kualitas udara dan tanah serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.

Masalah sanitasi dapat terlihat dari capaian program 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Diharapkan dengan terlaksananya program STBM setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat atau Open Defecation Free (ODF); setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga; setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas tersedia fasilitas cuci sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar; dan setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.

Persentase penduduk yang terakses fasilitas sanitasi yang layak di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2021 sebesar 87,8% dari total 601.754 Kepala Keluarga (KK), dengan kata lain yaitu sebesar 12,2% penduduk di Provinsi Kepulauan Riau masih melakukan buang air besar sembarangan. Permasalahan yang dihadapi adalah sebagian besar wilayah di Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah laut dan pesisir, sehingga banyak penduduk yang tinggal di pesisir yang tidak memiliki fasilitas sanitasi yang layak.

Mayoritas penduduk yang tinggal di wilayah pesisir sudah menggunakan dudukan jamban seperti plengsengan dan cemplung hanya saja tidak memiliki septik tank atau buangan akhirnya pembuangan langsung menuju ke laut.

Program Studi Diploma III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang memiliki unggulan/ Ciri Khas yang disusun berdasarkan Tracer Study, analisis kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan, analisis perkembangan keilmuan dan keahlian. Unggulan/ Ciri Khas Program Studi Diploma III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang tersebut yaitu

(23)

Kurikulum D III Sanitasi 17 sanitasi kepulauan yang terdiri dari 10 mata kuliah keunggulan (21 SKS) dan 4 mata kuliah penciri (9 SKS), dengan rincian sebagai berikut :

No. Kode MK Mata Kuliah Unggulan SKS

DISTRIBUSI PEMBELAJARAN

T P K/L

1 KL 2.1.09 Instrumentasi 2 - 2 -

2 KL 2.3.07 Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan

2 1 1 -

3 KL 2.3.08 Pengelolaan Sampah dan Limbah wilayah Kepulauan

2 1 - 1

4 KL 2.4.06 Penyehatan Air Kepulauan 2 - 1 1

5 KL 2.4.07 Pengendalian Vektor wilayah Kepulauan

2 - 1 1

6 KL 2.4.08 Penyehatan dan Pengamanan Makanan minuman wilayah Kepulauan

2 1 - 1

7 KL 2.5.07 Klinik Sanitasi 2 1 - 1

8 KL 2.5.08 Penanggulangan Krisis Kesehatan Pada Bencana

2 1 1 -

9 KL 2.6.04 Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Pesisir dan Kepulauan

3 - 1 2

10 KL 2.6.05 Teknologi Tepat Guna 2 - 2 -

Jumlah 21 10 11 9

No. Kode MK Mata Kuliah Penciri SKS

DISTRIBUSI PEMBELAJARAN

T P K/L

1 KL 2.1.10 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 2 2 - -

2 KL 2.2.09 Aplikasi Komputer 2 - 2 -

3 KL 2.2.10 Pendidikan Budaya Anti Korupsi 2 2 - -

4 PTPI.01 IPE/C Kesehatan Masyarakat di Kepulauan

3 1 2

Jumlah 9 5 2 2

(24)

Kurikulum D III Sanitasi 18 BAHAN KAJIAN

A. Profil Lulusan

Profil Lulusan Diploma III Sanitasi adalah sebagai Ahli Madya Sanitasi (A.Md.Kes) yang mempunyai peran sebagai berikut:

1. Pelaksana Sanitasi

adalah Ahli Madya Sanitasi yang terampil dalam melaksanakan tindakan penyehatan, pengamanan, dan pengendalian untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial

2. Komunikator Sanitasi

adalah Ahli Madya Sanitasi yang terampil dalam hubungan komunikasi antara tenaga sanitasi dengan klien yang bertujuan untuk mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan yang dihadapi

3. Inspektor Sanitasi

adalah Ahli Madya Sanitasi terampil dalam melakukan kegiatan pemeriksaan dan pengamatan secara langsung terhadap media lingkungan dalam rangka pengawasan berdasarkan standar, norma, dan baku mutu yang berlaku untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat

4. Promotor Sanitasi

adalah Ahli Madya Sanitasi yang terampil dalam melakukan kegiatan memotivasi individu maupun masyarakat untuk berinvestasi di bidang sanitasi, mampu merencanakan promosi sanitasi (pengumpulan data perencanaan dan sosialisasi), mampu melaksanakan promosi sanitasi di tingkat masyarakat dan rumah tangga melalui pendekatan pemicuan.

BAB III

PROFIL LULUSAN, CAPAIAN PEMBELAJARAN

DAN BAHAN KAJIAN

(25)

Kurikulum D III Sanitasi 19 B. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran lulusan D III Sanitasi terdiri dari : 1. Aspek Sikap

Kode Capaian Pembelajaran Lulusan

S.1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious.

S.2 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika.

S.3 Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.

S.4 Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.

S.5 Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain

S.6 Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

S.7 Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

S.8 Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik

S.9 Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

S.10 Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan

2. Aspek Keterampilan Umum

Kode Capaian Pembelajaran Lulusan

KU.1 Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku

KU.2 Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan terukur;

KU.3 Mampu memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan bidang keahlian terapannya didasarkan pada pemikiran logis, inovatif, dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri;

KU.4 Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan sahih serta mengomunikasikannya secara efektif kepada pihak lain yang membutuhkan;

(26)

Kurikulum D III Sanitasi 20 3. Aspek Keterampilan Khusus

Kode Capaian Pembelajaran Lulusan

KK.1 Mampu melakukan pemeriksaan kualitas lingkungan berdasarkan standar, norma, dan baku mutu yang berlaku untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat di lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat-tempat umum, rumah sakit, transportasi, gudang dan matra

KK.2 Mampu melakukan tindakan penyehatan, pengamanan, pengendalian dan penanggulangan pada media lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial, di lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat-tempat umum, rumah sakit, transportasi, Gudang, matra dan krisis kesehatan pada bencana

KK.3 Mampu melakukan surveilence media lingkungan sesuai pedoman kerja/Petunjuk teknis serta mampu menjalin hubungan komunikasi yang baik antara tenaga sanitasi dengan pasien yang bertujuan untuk mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan yang dihadapi khususnya di daerah kepulauan

4. Aspek Pengetahuan

Kode Capaian Pembelajaran Lulusan

P.1 Menguasai teknik pemeriksaan kualitas lingkungan berdasarkan standar, norma, dan baku mutu yang berlaku untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat di lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat-tempat umum, rumah sakit, transportasi, gudang dan matra.

P.2 Meguasai konsep dasar tindakan penyehatan, pengamanan, dan pengendalian pada media lingkungan untuk mewujudkan kualitas KU.5 Mampu bekerja sama, berkomunikasi, dan berinovatif dalam

pekerjaannya

KU.6 Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;

KU.7 Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan kompetensi kerja secara mandiri;

KU.8 Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi

(27)

Kurikulum D III Sanitasi 21 lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun

sosial, di lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat-tempat umum, rumah sakit, transportasi, gudang dan matra

P.3 Menguasai metoda surveilans lingkungan dan teknik komunikasi yang baik antara tenaga sanitasi dengan pasien yang bertujuan untuk mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan yang dihadapi.

C. Bahan Kajian 1. Mata Kuliah Inti

Kode CP Bahan Kajian

S.1 S.1.1. Konsep Ketuhanan

S.1.2. Pokok-pokok ajaran agama S.1.3. Ahlak mulia

S.2 S.2.1. Nilai kemanusiaan S.2.2. Moral dan etika

S.3 S.3.1. Pancasila sebagai DasarNegara S.3.2. Pancasila sbagai Ideologi Negara S.3.3. Pancasila sebagai Sistem Filsafat S.3.4. Pancasila sebagai Sistem Etika

S.3.5. Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu.

S.4 S.4.1. Identitas Nasional S.4.1. Demokrasi Indonesia S.5 S.5.1. Wawasan Nusantara

S.5.2. Integrasi Nasional

S.6 S.6.1 Ketahanan Nasional Indonesia S.7 S.7.1. Konsep perundangan

S.7.2. Peraturan perundang-undangan kesehatan, S.7.3. Peraturan perundang-undangan lingkungan,

S.7.4. Peraturan perundang-undangan kesehatan lingkungan, S.7.5. Penerapan Peraturan perundang-undangan kesehatan lingkungan,

S.8 S.8.1. Konsep Bahasa S.8,2. Fungsi bahasa

S.8.3. Kalimat Efektif Dalam Penulisan S.8.4. Paragraf atau Alinea Dalam Teks S.8.5. Kaidah penulisan laporan karya lilmiah S.8.6. Tenses, noun, and pronoun

S.8.7. Regular and irregular verbs S.8.8. Grammar and Vocabulary review

S.8.9. Reading, Writing, Listening and Speaking

(28)

Kurikulum D III Sanitasi 22 S.9 S.9.1. Konsep dasar Kesehatan lingkungan dan sanitasi

S.9.2. Ruang lingkup sanitasi S.9.3. Fasilitas dasar sanitasi

S.9.4. Persyaratan teknis dasar sanitasi

S.9.5. Prinsip pengembangan instrumen pengawasan sanitasi S.10 S.10. 1. Motivasi menjalankan usaha

S.10.2. Proses Komunikasi

S.10.3. Organisasi dan manajemen bisnis S.10.4. Inovasi produk dan layanan yang unggul S.10.5. Penjualan produk dan layanan

KU.1 KU.1.1. Melakukan koding data KU.1.2. Entry data

KU.1.3. Transformasi dan manipulasi data KU.1.4. Menganalisis output data

KU.2 KU.2.1. Data dan variable KU.2.2. Penyajian data KU.2.3. Analisa data KU.2.4. Probabilitas KU.2.5. Pengujian Statistik

KU.3 KU.3.1. Identifikasi masalah sanitasi komunitas KU.3.2. Analisis masalah sanitasi komunitas KU.3.3. Konsep dasar penelitian

KU.3.4. Rumusan masalah

KU.3.5. Landasan teori dan konsep KU.3.6. Pengolahan dan analisa data KU.3.7. Rancangan penelitian

KU.4 KU.4.1. Penyusunan alternative pemecahan masalah sanitasi komunitas

KU.5 KU.5.1. Intervensi fisik masalah sanitasi komunitas KU.5.2. Intervensi sosial masalah sanitasi komunitas KU.6 KU.6.1. Tugas pokok dan fungsi sanitarian puskesmas

KU.6.2. Identifikasi masalah sanitasi di wilayah kerja puskesmas KU.6.3. Tugas pokok dan fungsi sanitarian rumah sakit

KU.6.4. Identifikasi masalah sanitasi di rumah sakit KU.6.5. Tugas pokok dan fungsi sanitarian pelabuhan KU.6.6. Identifikasi masalah sanitasi pelabuhan KU.6.7. Tugas pokok dan fungsi HSE industri KU.6.8. Identifikasi masalah sanitasi industri

KU.7 KU.7.1. Analisis masalah sanitasi di wilayah kerja puskesmas KU.7.2. Alternative pemecahan masalah sanitasi puskesmas.

KU.7.3. Analisis masalah sanitasi di rumah sakit

KU.7.4. Alternative pemecahan masalah sanitasi rumah sakit.

(29)

Kurikulum D III Sanitasi 23 KU.7.5. Analisis masalah sanitasi pelabuhan

KU.7.6. Alternative pemecahan masalah sanitasi pelabuhan KU.7.7. Analisis masalah sanitasi industri

KU.7.8. Alternative pemecahan masalah sanitasi industri KU.8 KU.8.1. Penyusunan proposal tugas akhir

KU.8.2. Pelaksanaan tugas akhir KU.8.3. Penysunan laporan tugas akhir KU.8.4. Seminar

KU.8.5. Publikasi

KU.9 KU.9.1 Pewarnaan Sel dan identifikasi bakteri

KU.9.2 Identifikasi Jamur, cacing, protozoa dan sporozoa serta arthropoda pada media lingkungan

KK.1 KK.1.1. Pemeriksaan kualitas air KK.1.2. Pemeriksaan kualitas udara KK.1.3. Pemeriksaan kualitas tanah

KK.1.4. Pemeriksaan sanitasi makanan dan minuman KK.1.5. Survai dan uji entomologi vector

KK.1.6. Identifikasi masalah sanitasi permukiman KK.1.7. Pemeriksaan kualitas sanitasi permukiman KK.1.8. Identifikasi masalah sanitasi RS

KK.1.9. Pemeriksaan kualitas sanitasi RS KK.1.10. Identifikasi masalah sanitasi TTU KK.1.11. Pemeriksaan kualitas sanitasi TTU KK.1.12. Identifikasi masalah sanitasi industri KK.1.13. Pemeriksaan kualitas sanitasi industri

KK.1.14a. Uji perkolasi untuk menentukan resapan tanah KK.2 KK.2.1. Peningkatan kualitas air

KK.2.2. Peningkatan kualitas udara KK.2.3. Peningkatan kualitas tanah KK.2.4. Pengamanan limbah cair KK.2.5. Pengamanan sampah KK.2.6. Pengamanan limbah gas KK.2.7. Teknik Pengendalian vector KK.2.8 Teknik Pengolahan Limbah Cair KK.2.9. Teknik Pemanfaatan sampah KK.2.8. Penatalaksanaan pestisida

KK.2.10. Intervensi dan pemecahan masalah sanitasi permukiman KK.2.11. Intervensi dan pemecahan masalah sanitasi rumah sakit KK.2.12. Intervensi dan pemecahan masalah sanitasi TTU

KK.2.13. Intervensi dan pemecahan masalah sanitasi industri KK.2.14a. Desain sumur resapan wilayah kepulauan

(30)

Kurikulum D III Sanitasi 24 KK.2.15a. Desain septik tank yang memenuhi persyaratan di wilayah kepulauan

KK.2.16a. Pemasangan instalasi pengolahan limbah cair melalui jaringan perpipaan dan pompa air, bak penampungan, saluran pembuangan dan bangunan resapan.

KK.3 KK.3.1. Surveilans kualitas air KK.3.2. Surveilans kualitas udara KK.3.3. Surveilans kualitas tanah

KK.3.4. Surveilans Kualitas Higiene Sanitasi Pangan KK.3.5. Informasi dan Edukasi pada media Lingkungan KK.3.6. Teknik pengembangan media komunikasi

KK.3.7. Teknik Pengembangan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat

P.1 P.1.1. Hidrostatis dan Hidrodinamis P.1.2. Bunyi, cahaya dan panas radiasi P.1.3. Mekanika Fluida

P.1.4. Instumen pengukuran fisika lingkungan P.1.5. Siklus kimia di lingkungan

P.1.6. Interaksi bahan kimia P.1.7. Bahan kimia pencemar air P.1.8. Bahan kimia pencemar udara P.1.9. Bahan kimia pencemar tanah

P.1.10. Morfologi, struktur dan anotomi sel P.1.11. Mikroorganisme Patogen

P.1.12. Binatang pembawa penyakit P.1.13. Anatomi dan Fisiologi Manusia P.1.14. Sistem Rangka Tubuh

P.1.15. Siklus hidrologi P.1.16. Pencemaran air

P.1.17. Dampak pencemaran air P.1.18. Konsep atmosfer

P.1.19. Pencemaran udara

P.1.20. Dampak pencemaran udara P.1.21. Karakteristik tanah

P.1.22. Pencemaran tanah

P.1.23. Dampak pencemaran tanah P.1.24. Fungsi makanan dan minuman P.1.25. Pencemaran makanan dan minuman P.1.26. Prinsip sanitasi makanan dan minuman P.1.27. Bionomik vector

P.1.28. Mekanisme penularan vektor

P.1.29. Mekanisme Masuknya pencemar ke dalam tubuh

(31)

Kurikulum D III Sanitasi 25 2. Mata Kuliah Lokal

P.1.30. Mekanisme pencegahan masuknya pencemar ke dalam tubuh P.1.31. Parasit yang ada di lingkungan

P.1.32. Mekanisme pencegahan parasit masuk ke dalam tubuh

P.1.33a. Karakteristik tinja dan pengaruh terhadap kesehatan lingkungan

P.1.34a. Karakteristik tanah di Kepulauan

P.1.35a. Peraturan nasional dan daerah tentang pengelolaan sampah P.2 P.2.1. Konsep sanitasi permukiman

P.2.2. Standar dan baku mutu sanitasi permukiman P.2.3. Konsep sanitasi TTU

P.2.4. Standar dan baku mutu sanitasi TTU P.2.5. Konsep sanitasi RS

P.2.6. Standar dan baku mutu sanitasi RS P.2.7. Konsep sanitasi Industri

P.2.8. Standar dan baku mutu sanitasi industri P.2.9. Gambar teknik

P.2.10. Perpetaan P.2.11. Konstuksi kayu P.2.12. Konstruksi batu bata P.2.13. Permasalahan limbah cair P.2.14. Prinsip pengelolaan limbah cair P.2.15. Permasalahan sampah

P.2.16. Konsep pengelolaan sampah P.2.17a. Pengelolaan tinja manusia*

P.2.18a. Konsep stunting*

P.2.19a. Faktor risiko lingkungan yang berpengaruh pada stunting*

P.3. P.3.1. Metoda surveilans media lingkungan P.3.2. Konsep dan Prinsip Komunikasi

Kode CP Bahan Kajian

S.5 S.5.3. Konsep kebudayaan

S.5.4. Konsep social dan Pranata sosial S.5.5. Manusia, cinta kasih dan keindahan S.5.6. Manusia penderitaan dan keadilan S.5.7. Manusia dan pandangan hidup

S.5.8. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian S.7 S.7.6 Pengertian, Penyebab Korupsi dan dampak korupsi

S.7.7 Nilai dan prinsip anti korupsi dan pemberantasan korupsi

S.7.8 Tata Kelola pemerintahan yang bersih dan tindak pidana korupsi S.7.9 Pengertian, Penyebab Korupsi dan dampak korupsi

S.7.10 Nilai dan prinsip anti korupsi dan pemberantasan korupsi

(32)

Kurikulum D III Sanitasi 26

Kode CP Bahan Kajian

KU.1 KU.1.5. Praktik publik speaking dalam kegiatan sanitasi KU.1.10. Penyusunan laporan hasil pemecahan masalah

KU.2 KU.2.6.Pemecahan masalah bidang sanitasi wilayah kepulauan (identifikasi sampai intervensi).

KU.2.7. Melakukan pemberdayaan masyarakat KU.3 KU.3.8. Analisis risiko sanitasi wilayah benacana KU.5 KU.5.3 Domain Kerjasama dalam praktik kolaborasi

KU.5.4 Domain etika/nilai dalam praktik kolaborasi

KU.5.5 Domain peran dan tanggung jawab profesi dalam praktik kolaborasi

KU.5.6 Penerapan kolaborasi antar profesi

KU.7 KU.7.12. Mengoperasikan Microsoft word, excel dan powerpoint*

KU.7.13. Mengoperasikan software sitasi*

P.1 P.1.36 Karakteristik sampah kepulauan

P.1.37 Peraturan perundangan nasional dan daerah berkaitan dengan pengelolaan sampah

P.1.38 Konsep dasar dan Ruang Lingkup ADKL

P.1.39 Karakteristik tinja, dan pengaruh terhadap kesehatan lingkungan

P.1.40 Karakteristik tanah di kepulauan

P.1.41 Pengertian, Prinsip dasar limbah B3 (sumber dan karakteristik;

Karakteristik limbah pertambangan bauksit, timah dan ledakan batu untuk bahan beton ; Sumber, Jenis dan Karakteristik limbah medis di pelayanan kesehatan)

P.1.42 Peraturan perundang-undangan mengenai limbah B3 P.1.43 Penyakit dan Kecelakaan dan penyebab akibat kerja

P.1.44 Sumber air, Karakteristik dan kualitas air daerah kepulauan dan permasalahan sanitasi

P.1.45 Pengenalan instrumen pemeriksaan kesehatan lingkungan P.1.46 Makanan kepulauan, jenis dan kerusakannya

P.1.47. Prinsip Pengamanan makanan

P.1.48. Jenis,habitat, dan siklus hidup vektor kepulauan serta penyakit tular vektor (vektor dan binatang pengganggu di pelabuhan dan kapal, tempat wisata pantai dan laut)

P.1.49. Konsep dasar penanggulangan krisis kesehatan, dan kebijakan pada bencana

P.1.50 Pelayanan Sanitasi dan Pengendalian penyakit wilayah bencana P.2 P.2.20 Konsep pengawasan makanan pada tamu VIP/VVIP

P.2.21 Konsep dasar pengelolaan sampah daerah kepulauan

P.2.22 Pengelolaan sampah (sarana prasarana, metode penanganan sampah) di wilayah kepulauan

(33)

Kurikulum D III Sanitasi 27

Kode CP Bahan Kajian

P.2.23 Prinsip dasar pengamanan limbah B3 (termasuk limbah hasil aktivitas tambang dan limbah medis di pelayanan kesehatan, diagram alir, Pengelolaan)

P.2.24 Konsep dan prinsip dasar dasar K3 P.2.25 Konsep dasar ergonomi dan norma K3

P.3 P.3.3 Penyakit berbasis lingkungan (Scabies, Demam Berdarah, Malaria, Filariasis, ISPA, TB Paru, Diare, Keracunan)

P.3.4 Peranan faktor lingkungan pada kejadian penyakit : Air borne desases, insect borne desases, water born deseases, Food borne disease,dll

P.3.5. Konsep dasar Microsoft office*

P.3.6. Aplikasi sitasi*

P.3.7 Konsep dasar klinik sanitasi di Puskesmas(Pengertian, tujuan, sasaran, ruang lingkup, sumber daya, kriteria keberhasilan, alur layanan)

P.3.8. Konsep dasar Public Speaking*

P.3.9. Manfaat dan peran public speaking bagi sanitarian*

KK.1 KK.1.15. Inspeksi Sanitasi Pengolahan makanan minuman tradisional/spesifik kepulauan

KK.1.16. Analisis Sumber Cemaran Lingkungan

KK.1.17 Melakukan Observasi dan Penyusunan Laporan Hasil Analisis RKL/RPL dan UKL/UPL

KK.1.18 Material Safety Data Sheet (MSDS) KK.1.19 Analisis risiko dan pengendalian risiko KK.1. 20 Survey vektor wilayah kepulauan KK.1.21 Identifikasi vektor wilayah kepulauan

KK.1.22 Perencanaan penanggulangan krisis kesehatan dan pengurangan risiko kesehatan pada bencana

KK.1.23 Sistem informasi dan komunikasi pada saat bencana

KK.1.24 Penggunaan instrumen dalam pemeriksaan fisika air, udara, tanah, makanan minuman

KK.1.25 Penggunaan instrumen dalam pemeriksaan mikrobiologi air, udara, tanah, makanan minuman

KK.1.26 Identifikasi parameter air bersih daerah kepulauan (Salinitas, pH, Plumbum, Ferum, Mangan, Titanium, Silika, Timah, Bauksit, Cadmium, coliform)

KK.2 KK.2.17 Pengamanan makanan wilayah kepulauan

KK.2.18 Metode Pengelolaan sampah di wilayah kepulauan KK.2.19 Pengawasan, Evaluasi dan saran tindak ADKL KK.2.20 Identifikasi Limbah B3 wilayah Kepulauan

(34)

Kurikulum D III Sanitasi 28

Kode CP Bahan Kajian

KK.2.21 Menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, menyusun laporan pengawasan kesehatan lingkungan di Industri

KK.2.22 Pengendalian vektor wilayah Kepulauan KK.2.23 Inovasi Pengolahan air Wilayah Kepulauan KK.2.24 Praktik publik speaking dalam kegiatan sanitasi

KK.2.25 Penggunaan media filtrasi air lokal kepulauan (cangkang gonggong, kerang, arang aktif batok kelapa, pasir pantai, sabut kelapa, pasir silika bekas tambang bauksit)

KK.2.26 Inovasi Teknik pengolahan sampah rumah tangga

KK.2.27 Inovasi Teknik pengolahan limbah rumah tangga wilayah kepulauan dan inovasi Pengamanan limbah

KK.2.28 Inovasi Teknik pengolahan makanan dan minuman wilayah kepulauan

KK.2.29 Inovasi Teknik penyehatan udara

KK.2.30 Penanggulangan krisis kesehatan pada bencana terpadu (IPE) KK.2.31 Pengelolaan Sanitasi dan surveilans media lingkungan pada bencana

KK.2.32 Pengolahan Air Sederhana di Wilayah Kepulauan

KK.3 KK.3.8 Peran tenaga sanitasi lingkungan dalam kegiatan klinik sanitasi (kegiatan klinik sanitasi dalam gedung, luar gedung, SOP klinik sanitasi di Puskesmas)

KK.3.9 Konseling penyakit berbasis lingkungan di Puskesmas (instrumen klinik sanitasi, teknik wawancara klinik sanitasi, konseling kesehatan lingkungan, kunjungan sebagai tindak lanjut klinik sanitasi) KK.3.10. Metode Promosi kesehatan dan metode pemberdayaan masyarakat

KK.3.11 Teknik Pemicuan (Pra pemicuan, pemicuan dan pasca pemicuan)

KK.3.12 Pemberdayaan masyarakat dengan metode STBM KK.3.13 Praktik pemberdayaan masyarakat

KK.3.14 Evaluasi pemberdayaan masyarakat KK.3.15 Komunikasi dalam praktik kolaborasi

(35)

Kurikulum D III Sanitasi 29 D. PETA KOMPETENSI

PETA KOMPETENSI MATA KULIAH PROGRAM STUDI DIII SANITASI

PI: Pelaksana Sanitasi

Agama

Pancasila

Kewarganega raan

B. Indonesia B. Inggris Dasar Sanitasi Dasar Teknik Perundang- undangan Fisika Kimia

Mikrobiolog i

Anatomi Fisiologi Penyehatan Air Penyehatan Udara

Penyehatan Tanah

Higiene Sanitasi Pangan

CPS1 CPS2 CPS3 CPS5 CPS6 CPS4 CPS5 CPS6 CPS8 CPS8 CPS9 CPP2 CPS7 CPP1 CPP1 CPP1 CPKU9 CPP1 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP2

Pengamanan Limbah cair

Pengend alian Vektor

Pengelo laan Sampah

Kewirausahaan Penyehatan Makanan Minuman Wilayah

Kepulauan

Pengelolaan Sampah dan Limbah Wilayah

Kepulauan

Pengendalian Vektor dan

Binatang Pengganggu

Wilayah Kepulauan

Penyediaan dan Penyehatan Air

Wilayah Kepulauan

Teknologi Tepat Guna Penanggulang an Krisis Kesehatan Pada Bencana

CPP1 CPP2 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPP2 CPKK2 CPS10 CPP1 CPP2 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPP2 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2

Pendidikan Budaya Anti

Korupsi

CPS7

P2: Komunikator Sanitasi P4: Promosi Sanitasi

Komunikasi Kesehatan

Praktik Kerja Komunitas

Klinik Sanitasi

Ilmu Sosial Budaya

Dasar

Promkes dan Pemberdayaan

Masyarakat wilayah pesisir dan Kepulauan

IPE/C Kesehatan Masyarakat di

Kepulauan

CPP3 CPS10 CPKK3 CPKU3 CPKU4 CPKU5 CPP3 CPKK3 CPS5 CPKK3 CPKU5 CPKK3

(36)

Kurikulum D III Sanitasi 30

P3: Inspektor Sanitasi

Surveila ns Media Lingkung

an Biostatistik Metodologi Penelitian

Sanitasi Pemukiman

Sanitasi Rumah Sakit

Sanitasi Tempat- Tempat Umum

Sanitasi Industri dan K3

Praktek Kerja Puskesm

as

Praktek Kerja Rumah

Sakit

Praktik Kerja Industri

Praktik Kerja Tempat- Tempat Umum

Analisa dan Pengolah

an Data

Tugas Akhir

ADKL

CPP3 CPKK3 CPKU2 CPKU3 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPKK1 CPKK2 CPP1 CPP2 CPKK1 CPKK2 CPKU6 CPKU7 CPKU6 CPKU7 CPKU6 CPKU7 CPKU6 CPKU7 CPKU1

CPKU8

CPP1 CPKK1 CPKK2

Instrum entasi

Aplikasi Komput

er

CPP1 CPKK1 CPP3 CPKU7

MK Inti MK Unggulan MK wajib institusi

(37)

Kurikulum D III Sanitasi 31 PETA KOMPETENSI BERDASARKAN PENEMPATAN MK

SEM SKS DISTRIBUSI KOMPETENSI MATA KULIAH

IV 18 Analisa dan Pengolahan

Data

Praktek Kerja Komunitas

Tugas Akhir Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Pesisir dan Kepulauan

Teknologi Tepat guna

IPE/C Kesehatan Masyarakat di

Kepulauan

KU1 KU3,KU4,KU5 KU8 KK3 KK2 KU5,KK3

V 18 Praktik Kerja Puskesmas

Praktik Kerja Rumah Sakit

Praktik Kerja Tempat Umum

Praktik Kerja Industri

Metodologi Penelitian

Klinik Sanitasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pada Bencana

KU6,KU7 KU6,KU7 KU6,KU7 KU6,KU7 KU3 P3,KK3 P1,KK1,KK2

IV 18 Sanitasi Permukiman

Sanitasi Rumah Sakit

Sanitasi Tempat- Tempat Umum

Sanitasi Industri dan K3

Biostatistik Penyediaan dan

Penyehatan Air Wilayah Kepulauan

Pengendalian Vektor Wilayah Kepulauan

Penyehatan dan

Pengamanan Makanan MInuman Wilayah Kepulauan P1,KK1,KK2 P1,KK1,KK2 P1,KK1,KK2 P1,P2,KK1,KK2 KU2 P1,KK1,KK2 P1,KK1,KK2 P1,P2,KK1,KK2 III 20 Penyehatan

Air

Penyehatan Udara

Penyehatan Tanah

Higiene dan Sanitasi Pangan

Pengendalian Vektor dan

Binatang Pembawa

Penyakit

Kewirausahaan Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan

Pengelolaan Sampah dan

Limbah Wilayah Kepulauan P1,KK1,KK2 P1,KK1,KK2 P1,KK1,KK2 P1,P2, KK1,KK2 P1,KK2 S10 P1,KK1,KK2 P1,P2,KK2

II 20 Fisika Kimia Kewarganegaraan Anatomi

Fisiologi

Komunikasi Kesehatan

Surveilans Media Lingkungan

Pengelolaan Sampah

Pengamanan Limbah Cair

Aplikasi Komputer

PBAK

P1 P1 S4,S5,S6 P1 S10,P3,KK3 P3,kk3 P2,KK2 P1,P2,KK2 P3,KU7 S7

I 20 Pendidikan Agama

Pendidikan Pancasila

Mikrobiologi Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Dasar Sanitasi Dasar Teknik Perundang- undangan

Instrumentasi Ilmu Sosial

(38)

Kurikulum D III Sanitasi 32

Budaya Dasar

S1-S6 S6 P1,KU9 S8 S8 S9 P2 S7 P1,KK1 S5

Ket:

Mata Kuliah Inti S : Sikap

Mata Kuliah Unggulan Prodi P : Pengetahuan Mata Kuliah wajib Institusi KU : Keterampilan Umum

KK : Keterampilan Khusus

Referensi

Dokumen terkait