DISUSUN OLEH :
NAMA : EDO KURNIA ILHAMI, S.Or NO. UKG : 202000839133
BIDANG STUDI : PJOK
SEKOLAH : SMPN 3 PANTAI CERMIN
JURNAL PEMBELAJARANKU MODUL 3
KODE ETIK GURU, APAKAH PERILAKU GURU SEBAGAI PENDIDIK PERLU DIATUR?
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2025
KODE ETIK GURU, APAKAH PERILAKU GURU SEBAGAI PENDIDIK PERLU DIATUR?
• Kode Etik Guru adalah seperangkat norma, nilai, dan prinsip moral yang mengatur perilaku profesional seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. Kode etik ini disusun oleh organisasi profesi guru, seperti PGRI, dan menjadi pedoman sikap dan perilaku dalam hubungan dengan peserta didik, dengan sesama pendidik, dengan orang tua, dengan masyarakat, dengan profesinya, dan dengan pemerintah.
Pengertian Kode Etik Guru
1
Guru menghormati hak asasi peserta didik
2
Guru bersikap adil dan tidak diskriminatif
4
Guru menjunjung tinggi kejujuran dan integritas
3
Guru menjaga rahasia jabatan kecuali demi kepentingan hukum
ISI UMUM KODE ETIK GURU
5
Guru menjadi teladan dalam ucapan dan tindakan
6
Guru mengembangkan kompetensi secara terus
menerus
Perilaku guru sebagai pendidik sangat penting untuk diatur karena guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga panutan bagi peserta didik. Setiap tindakan dan perkataan guru dapat menjadi teladan yang ditiru dan ditanamkan dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, tanpa aturan yang jelas dikhawatirkan akan muncul perilaku yang tidak mencerminkan nilai- nilai pendidikan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang guru.
Pengaturan perilaku guru melalui kode etik merupakan usaha dalam menjaga profesionalisme dalam dunia pendidikan. Ini memberikan batasan sekaligus arahan yang membantu pendidik tetap dalam jalan yang benar, menjaga integritas, menjunjung etika, dan membangun relasi positif dengan siswa, rekan kerja, serta orang tua. Kode etik juga melindungiprofesi guru agar tetap dihormati dan tidak mudah disalahgunakan oleh oknum yang tidakbertanggung jawab.
Pengaturan perilaku guru akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Masyarakat membutuhkan jaminan untuk anak mereka dibimbing oleh fsosok yang kompeten dan berkarakter. Ketika gurumematuhi kode etik, akan terbentuk iklim pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat, baikbagi siswa maupun guru itu sendiri.
A. Judul Aksi Nyata
Sosialisasi dan refleksi Kode Etik Guru untuk meningkatkan profesionalisme dan keteladanan.
B. Deskripsi Kegiatan
Saya melaksanakan kegiatan sosialisasi internal tentang Kode Etik Guru kepada rekan-rekan sejawatdi sekolah. Kegiatan ini berupa diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi bersama mengenaibagaimana perilaku guru mempengaruhi karakter dan psikologis peserta didik. Dalam sesi tersebut,kami membahas 6 butir utama kode etik dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-haridi lingkungan sekolah C. Langkah-langkah Aksi Nyata
1. Mengumpulkan referensi Kode Etik Guru dari PGRI dan Kemdikbud.
2. Menyusun materi dan contoh-contoh pelanggaran serta implementasi kode etik dalam pembelajaran.
3. Melaksanakan presentasi kepada guru guru di sekolah.
APAKAH PERILAKU GURU PERLU DIATUR
AKSI NYATA MENUMBUHKAN KESADARAN DAN IMPLEMENTASI KODE ETIK GURU DISEKOLAH
4. Membuat refleksi tertulis dari setiap guru tentang nilai kode etik yang paling merekaperjuangkan dan yang masih menjadi tantangan.
D. Hasil yang Dicapai
1. Guru menjadi lebih sadar akan pentingnya bersikap adil, jujur, dan menjadi teladan.
2. Tercipta suasana kolaboratif antar guru dalam menjaga profesionalisme.
3. Ada kesepakatan nilai-nilai yang ingin dijaga bersama oleh seluruh pendidik di sekolah.
E. Relevansi dengan Pembelajaran Mendalam
1. Berkesadaran: Guru menyadari dampak perilakunya pada siswa.
2. Bermakna: Kegiatan ini tidak hanya wacana, tapi langsung dikaitkan dengan realita kelas.
3. Menggembirakan: Guru merasa dihargai dan diperkuat melalui diskusi sejawat, bukandihakimi.
1. Diskusi dengan teman sejawat
2. Kegiatan dengan peserta didik
DOKUMENTASI KEGIATAN
UMPAN BALIK TEMAN SEJAWAT
Pelaksanaan aksi nyata ini membuka kesadaran saya bahwa peran guru tidak cukup hanya sebatas mengajar, tetapi juga harus menjadi figur teladan yang menjunjung tinggi etika. Saat saya menginisiasi sosialisasi dan refleksi bersama rekan-rekan sejawat terkait kode etik guru, saya melihat bahwa banyak dari kami belum benar-benar memahami pentingnya nilai-nilai moral yang terkandungdalam kode etik tersebut. Padahal, perilaku guru di dalam dan di luar kelas memberikan dampakjangka panjang terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan diskusi kelompok memberikan ruang yang sangat positif untuk saling berbagipengalaman. Banyak guru menyampaikan tantangan nyata dalam menjaga objektivitas, kesabaran,dan kejujuran dalam keseharian mereka.Dari cerita-cerita tersebut, saya menyadari bahwa setiap gurusebenarnya memiliki niat baik, hanya saja belum semua memiliki pemahaman yang sama tentangbagaimana etika profesional itu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Refleksi tertulis yang dibuat oleh para guru memperlihatkan bahwa kegiatan ini bukan hanyamenjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi cermin bagi setiap individu untuk menilai kembali sikapdan perilaku mereka selama ini. Saya pribadi turut merenungkan kembali bagaimana interaksi sayadengan siswa, orang tua, dan kolega. Ada beberapa tindakan kecil yang mungkin terlihat sepele, tetapibisa memberi dampak besar, baik positif maupun negatif, terhadap lingkungan belajar.
Aksi nyata ini juga memperkuat keyakinan saya bahwa kode etik bukanlah sekadar dokumenformal yang dibacakan dalam pelatihan, melainkan fondasi penting dalam menjaga marwah profesiguru.Dengan adanya pengaturan perilaku yang jelas, guru bisa merasa lebih terlindungi, dihargai,
dan memiliki arah yang jelas dalam bertindak, terutama saat menghadapi situasi dilematis.
Ke depannya, saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi budaya di sekolah bukan hanya dilakukan saat ada pelatihan atau proyek khusus, tapi menjadi bagian dari proses pembelajaranberkelanjutan. Dengan menciptakan ruang untuk refleksi dan dialog, kita bisa membangun komunitaspendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan profesional.Semoga kita semua bisa menjadi teladan.