Lampiran 2.2
PERENCANAAN BANGUNAN PELENGKAP
1. SIPON
Untuk melintasi saringan digunakan SIPON/talang, pertama-tama akan dibicarakan mengenai alternative sipon.
Karakteristiksaluranadalah : Qmaks = 1,995 m3/dtk b = 5,5 m
h = 2
i = 0,246 o/oo
m = 1,5
kecepatan aliran dalam sipon harus dua kali lebih tinggi dari kecepatan normal aliran dalam saluran, tidak boleh kurang dari 1 m/detik, lebih disukai lagi tidak kurang dari 1,5 m/detik. Kecepatan maksimum sebaiknya tidak lebih dari 3 m/detik. (KP-04, 1986) dipakai, V = 1,5 m/dtk.
Sipon persegi akan dibuat dalam beton bertulang. Untuk mencegah sedimentasi dalam sipon selama debit rendah, diperlukan sipon type pipa rangkap, pipa yang satu dapat ditutup selama debit rendah( Q< 0,5 Qmaks ).
Potongan Melintang ( luas basah pipa sipon )
A =
1,995
¿ 1,5 Q V=¿
= 1,33 m2
Karena dipakai sipon pipa rangkap, dimensinya menjadi : A = 2 x
[
h x b - 4(
0,5 x (0,25 h)2) ]
b = 7,461m 1,33 = 2 x [ h x 5,5 – 4 (0,5 x (0,25 h )2)]1,33 = 2 x (7,461 x h – 0,125 h2 ) 1,33 = 2 h – 0,25 h2
0,25 h2- 2 h + 1,33= 0
h1 =
−b+
√
b2−4ac2a
=
2+ √ -2
2− 4 x 0 , 25 x 5 ,31
2 x 0 , 25
= 1,13 mh2 =
−b+
√
b2−4ac2
a=
2 − √ -2
2−4 x 0 , 25 x 5 , 31
2 x 0 ,25
= 14,07 myang dipakai h = 0,98 m
Potongan sipon pipa rangkap jika dipakai sipon pipa tunggal, dimensinya menjadi : A =
[
h x b - 4(
0,5 x (0,25 h)2) ]
1,33 =
[
h x 5,5- 4(
0,5 x (0,25 h)2) ]
1,33 = ( 7,461 h – 0,125 h2 ) 1,33 = 7,461h – 0,125 h2 0,125 h2– 7,461h+ 1,33 = 0
h1 =
−b+
√
b2−4ac2
a=
1+ √ -7,461
2− 4 x 0 , 125 x 5 , 31
2 x 0 , 125
= 0,98 mh2 =
−b+
√
b2−4ac2
a=
1 − √ -7,461
2−4 x 0 ,125 x 5 ,31
2 x 0 ,125
= 43,01 myang dipakai h = 1,4 m
Gambar penampang potongan melintang pipa sipon rangkap :
0,25h
h=0,526 m
Profil Memanjang
Sebelum profil memanjang ditentukan, kondisi berikut harus dipertimbangkan :
1. Sipon dalam keadaan kosong harus menahan gaya tekan keatas, dengan demikian diperlukan penutup tanah yang memadai. Situasi kritis untuk gaya tekan keatas terjadi jika muka air tanah setinggi pipa sipon.
Gaya tekan keatas ( Fu ) =
ρ
ωx g x Β x Η
Gaya resistensi :
a. Penutup tanah F1 =
ρ
δx g x Η
cb. Sipon beban mati F2 =
ρ
ctx g x V
ctUntuk kesetimbangan :
1,5 Fu < F1 + F2
1,5x
ρ
ωx g x Β x Η
< (ρ
δx g x Η
c ) + (ρ
ctx g x V
ct )1,5 x 1000 x 9,8 x 0,72 x 0,72 < ( 1700 x 9,8 x Hc ) + ( 2400 x 9,8 x 1,82 )
7632,94 < 16.660Hc + 42850
Hc > 2,1 m
2. Untuk memenuhi persyaratan dibuat lindungan tebing sungai.
3. Untuk mengurangi gaya tarik radial pada potongan melintang sipon, dapat dipakai tanah penutup.
4. Untuk mengurangi kehilangan akibat gesekan, jumlah siku atau tikungan harus minimal. Dengan demikian profil melintang sipon dapat dibuat.
Asumsi :
h = 1.13 m
h = 1,13 m
Kedalaman sungai dari tanggul kanan dan kiri = 3,00 m,
Kedalaman Box Sipon Atas terhadap Dasar Sungai ( Degradasi Max.Sungai) = 2,00 m,
Diketahui Tinggi Box Sipon ( H ) = 1,13 m
Maka kedalaman sipon ( h ) = 3,00 + 2,00 + 1,13 = 6,13 m Lebar sungai = NIM/400 = 13973/400 = 34,933 m
Misal Dipakai Panjang Sipon Horizontal ( B ) = 1 m Maka:
5h + B+ 5h > Lebar sungai 5.6,13 + 1 + 5.6,13 > 34,933 m
62,3 m > 34,933 m ok!
Gambar Profil memanjang :
Gambar 2.21 Potongan Memanjang Sipon
KEHILANGAN ENERGI 1. Gesekan
L = L1 + L2 + L3
= 29,2 + 1 + 29,2
= 59,4 m
O = 4 x 0,5h + 4 x 2 (0,25h)2
= 4 x 0,5x 0,72 + 4 x 2 (0,25x 0,72)2
= 1,69 m
R =
A
O = 5,31
1,69
= 1,56V = 1,5 m/dtk
K = 70
Hf =
V2 x L K2 x R
4
3 =
1,52 x 59,4 702 x 0,1,56
4
3 = 0,01952 m jadi kehilangan energi akibat gesekanadalah 0,01952 m
2. Bagian Siku
Kehilangan tinggi energi pada bagian siku dinyatakan dengan rumus :
Hb =
Kb x V
22 x g
Kb = koefisien (andaikan aliran melingkar ) Jadi harga-harga Kb adalah Kb = 15o = 0,04
= 16,5o= 0,042
Hb = (0,04 +
0,042
) x1
22 x 9,8
= 0,004184 m Hasil Perhitungan3. Bagian Peralihan
masuk = 0,20
keluar = 0,40
Va = kecepatan aliran pada pipa Bagian masuk :
Hmasuk = Emasuk x (Va - V1)2
2 x g =
0,2 x
(1 - 0,65)22 x 9,8
= 0,00125 mBagian keluar:
Hkeluar = Ekeluar x (V2 - Va)2
2 x g =
0,4 x
(1 - 0,65)22 x 9,8
= 0,025 m4. Kisi-kisi Penjaring
hf =
C x V
22 x g
dengan
C = β x (sb )
4 3 sin δ
S = 10 mm
= 1,8 (jeruji bulat)
b = 100 mm
= 75
C = 1,8 x (
10 100)
4
3 sin 75
= 0,03265
hf =
C x V
22 x g
=0,081 x 1,5
22 x 9,81
= 0,00923jumlah kehilangan tinggi energi adalah :
H = Hf + Hb + Hmasuk + Hkeluar + hf
= 0,00923 + 0,0094 + 0,00736 + 0,01473 + 0,00923
= 0,061 m
0,1 m
Muka air disebelah hulu sipon menjadi = 88,18 + 0,1= 88,28 m
2. PELIMPAH SAMPING
Metode numeris didasarkan pada cara pemecahan masalah analisis yang diperkenalkan oleh Marchi. Pelimpah Samping dibuat disebelah hulu sipon yang diterangkan diatas. Debit Rencana Pelimpah Samping adalah beda debit masuk (Q1) dan debit keluar (Q0).
Q1 = 120% x Qrencana Q0 = 100% x Qrencana
= 1,8 x 7,96383 = 1,2 x 7,96383
= 14,334 m3/dtk = 9,556596 m3/dtk
q = Q1 – Q0
= 14,34 – 9,56
= 4,78 m3/dtk
kemiringan dasar
mercu bendung garis energi
H v2/2g
h c
hx ho
Ho
Ax
Gambar 2.22 Bangunan Pelimpah Samping
ho = 0,72022 m
Vo =
q
Ao = q
(ho2+bho) = 7,97
(0,722+(7,47x0,72)) = 1,35 m/dtk
Ho =
ho + Vo
22 x g
=0,720+
1, 35
22 x 9,8
= 0,737 mAx = ho x ( b + (m x ho ) ) = 0,720 x (7,47 + ( 1 x 0,720 ) ) = 6,15 m2 Qx = Qo + qx= 7,97 + (0,95 x 0,38 x 1
√ 2 x g
(ho – c )3/2x= 7,97 + (0,95 x 0,38 x 1
√ 2 x 9,8
(0,72 – 0,081 )3/2 x 6,15= 12,99 m3/dtk
hx = Ho +
Qx2
2 g
Ax2 = 0,0615 +12,992
2 x 9,8 x 6,152 = 0,288 m
3. TALANG
Untuk perlintasan seperti yang dibicarakan pada pasal 4.3 dapat dipakai talang.Untuk memperkecil biaya pelaksanaan, kemiringan talang dibuat setinggi mungkin tetapi aliran tidak boleh menjadi kurang stabil / super kritis ( fr < 0,7 ). Dengan mengandaikan kecepatan ( V ) 1m/dt dengan debit rencana 7,963 m3/dtk
A = Q V =
7 ,963
1,5
= 5,30 m2 m = 1B = 7,47 m v = 1,5 m2/dtk
H = 1,86 m
Kemiringan yang diperlukan dapat dihitung dengan rumus strickler
V = K x R 2/3 x i ½ dengan K = 70 m/dtk dan V = 1,5 m/dtk
R = A
O
= 5,309
(
1,69)
= 3,123 mJadi I =
V
(
K x R2
3
)
=1
(
70 x 3,1232
3
)
= 0,011 mBilangan Froude adalah :
Fr =
V
√ g x h
=1
√ 9,8 x 1,86
= 0,350 < 0,7 ………. OK Kehilangan tinggi energi pada bagian peralihan dapat diperoleh dengan rumus :Hmasuk = Emasuk x (Va - V1)2
2 x g =
0,2 x
(1 ,5- 0,65)22 x 9,8
= 0,00736 mHkeluar = Ekeluar x (V2 - Va)2
2 x g =
0,4 x
(1 ,5- 0,65)22 x 9,8
= 0,01473 mkehilangan tinggi energi total pada talang adalah :
H = i x L + Hmasuk + Hkeluar
= i x
13542
500 + Hmasuk + Hkeluar
= 0,011 x 27,084 + 0,00736 + 0,01473
= 0,29 m 0,3 m
`
Gambar 2.23 Potongan Memanjang Talang Hasil Perhitungan
No Keterangan Simbol Nilai
Satua n
1 Luas saluran A 5,30 m3/dtk
2 Lebar saluran B 7,47 m3/dtk
3 Tinggi saluran H 1,86 m3/dtk
4 Kemiringan saluran I 0,01
1 m
5 Kecepatan aliran Vo 1,29 m/dtk
6 Angka Froude Fr 0,35 m
4. BANGUNAN TERJUN
Diketahui saluran primer hulu b1 = 5,774 m h1 = 1,650 m Qd = 5,801 m3/dt z = 1 m
Perhitungan dimensi bangunan terjun :
q = Qd
0,8 x b1 =
5 , 801
0,8 x 5,774
= 1,255 m3/dtkDari grafik perencanaan untuk panjang kolam olak ( b2 )
Hc=
3
√
qg2 = 3√ 9,8 1,2552 = 0,543 m
Ci = 2,5 x 1,1 x
0,54372
1 x 0,7 x
( 0 ,54372 9,8 )
2 = 0,00322L2 = C1 x
√ 1 x 0,543
= 0,00322 x√ 1 x 0,543
= 0,00237 L1 = 3 x z = 3 x 1= 3 m= 0,5 x hc = 0,5 x 0,543 = 0,271 m 0,3 m
= 0,5 x ( h + z ) = 0,5 x ( 1,86 + 1 ) = 1,43 m 1,5 m = 0,8 x b = 0,8 x 7,46 = 5,96 m 6 m
5. GORONG – GORONG
Diketahui : Saluran sekunder SA1
b1 = 1,89 m h1 = 0,94 m
Elevasi dasar saluran = 87,1 Elevasi jalan petani = 88,1 Perhitungan :
Lebar gorong –gorong b2 = b1 + h1 = 1,89 + 0,94 = 2,83 m > 0,55 ….Ok Tinggi bukaan h2 = h1 + 0,20 = 0,94 + 0,20 = 1,14 m
Pondasi t1 = 0,5 x ( Elv jalan petani – Elv dasar saluran ) = 0,5 x ( 88,1 – 87,1 )
= 0,5 diambil t1 minimum 0,60 m
+ 87,1
+ 88,1 + 88,3
+ 87,9 + 88,6
+ 87,1 + 88,1 + 88,6
1,89 2,83 4,03
0,6 0,6
0,1
0,20,2
Gambar 2.24 Potongan Gorong-Gorong