Lampiran A Data Hasil Pengujian Tanah
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
50 Hasil Pengujian N-SPT BH 05
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
51
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
52 Hasil Pengujian N-SPT BH 07
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
53
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
54 Hasil Pengujian analisis saringan BH 05
Hasil Pengujian analisis saringan BH 07
LAMPIRAN A
Data Hasil Pengujian Tanah
55 Hasil Pengujian Indeks Properties BH 05
Hasil Pengujian Indeks Properties BH 05
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
Lampiran B Interpretasi Lapisan Tanah
Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
56
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
57
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
58
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
59 RESUME HASIL BOR DALAM (BH-05)
NO Kedalaman (m) Diskripsi
1. 0.00 – 3.20 lanau organik pasir berbutir halus, abu-abu tua, sangat lunak
Mengandung kerangka cangkang dalam ukuran pasir hingga kerikil, secara lokal dengan sedikit gambut 2. 3.20 – 11.00 pasir berbutir halus dengan sedikit lanau, abu-abu
sangat lepas
3. 11.00 – 30.00 lempung berlumpur, abu-abu, sangat plastis, lunak hingga keras secara lokal beberapa pasir berbutir halus 4. 30.00 – 35.00 lempung berlumpur, abu-abu, sangat plastis, kaku 5. 35.00 – 38.00 Liat sedikit lanau, abu-abu, sangat plastis, sangat kaku,
secara lokal adal lanau organik, hitam
6. 38.00 – 50.00 pasir berbutir halus sampai sedang, sedikit lanau, abu- abu, padat
RESUME HASIL BOR DALAM (BH-07)
NO Kedalaman (m) Diskripsi
1. 0.00 – 6.00 pasir berbutir halus, sedikit lanau, abu-abu sangat lepas 2. 6.00 – 24.00 lempung berlumpur hingga lanau lempung, abu-abu, sangat plastis, lunak hingga keras, secara lokal beberapa pasir berbutir halus, dan cangkang dalam ukuran pasir 3. 24.00 – 28.00 lempung berlumpur beberapa pasir berbutir halus, abu-
abu, sangat plastis, keras
4. 28.00 – 36.00 lempung sedikit lanau, abu-abu, sangat plastis, kaku, secara lokal ada lanau organik, hitam, kaku
5. 36.00 – 44.00 pasir berlumpur, abu-abu, kepadatan sedang hingga padat
6. 44.00 – 50.00 Pasir, berbutir halus sampai sedang, sedikit lanau, abu- abu, padat
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
60
Hasil laporan Geo-technical Engineering F/S Silos dan Jetty Project Timika – Papua hanya terdapat 6 titik uji Sample Undisturbed pada BH 05 dan 5 titik uji Sample Undisturbed pada BH 07. Titik uji yang terdapat pada BH 05 masing-masing pada kedalaman 4,50-5,00 m, 9,50-10,00 m, 14,50-15,00 m, 19,50-20,00 m, 29,50-30,00 m, 34,50-35,00 m. Titik uji yang terdapat pada BH 07 yaitu pada kedalaman 9,50- 10,00 m, 15,50-16,00 m, 20,00-20,50 m, 24,50-25,00 m, 31,00-31,50 m. Penelitian yang akan dilakukan meninjau sesuai dengan kedalaman muka air tanah. Pada BH 05 mempunyai muka air tanah sedalam 4,20 m dari muka tanah dan BH 07 mempunyai muka air tanah sedalam 7,50 m dari muka tanah. Data tanah yang digunakan adalah pada kedalaman 4,50-5,00 m untuk BH 05 dan kedalaman 9,50- 10,00 m untuk BH 07, dimana data tanah tersebut diasumsikan sama dengan data tanah di atas muka air tanah karena keterbatasan data yang ada.
Hasil Interpretasi Tanah Berdasarkan Data Bor Dalam BH 05 sebagai berikut.
Lanau organik pasir berbutir halus, abu-abu tua, sangat lunak
Pasir berbutir halus dengan sedikit lanau, abu-abu sangat lepas Muka air tanah
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
61
Hasil Interpretasi Tanah setelah asumsi diberlakukan (BH 05).
Pasir berbutir halus dengan sedikit lanau, abu-abu sangat lepas Muka air tanah
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
62
Hasil Interpretasi Tanah Berdasarkan Data Bor Dalam BH 07 sebagai berikut.
Pasir berbutir halus, sedikit lanau, abu-abu sangat lepas
Muka air tanah
Lempung berlumpur hingga lanau lempung, abu-abu, sangat plastis,
lunak hingga keras, secara lokal beberapa pasir berbutir halus, dan
cangkang dalam ukuran pasir
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN B
Interpretasi Lapisan Tanah Berdasarkan Hasil Pengujian Tanah
63
Hasil Interpretasi Tanah setelah asumsi diberlakukan (BH 05).
Muka air tanah
Lempung berlumpur hingga lanau lempung, abu-abu, sangat plastis,
lunak hingga keras, secara lokal beberapa pasir berbutir halus, dan
cangkang dalam ukuran pasir
Lampiran C Klasifikasi Jenis Tanah Metode USCS
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN C
Klasifikasi Jenis Tanah Metode USCS
64
Klasifikasi yang dilakukan menggunakan Sistem Unified Soil Classification System (USCS), dengan tabel sebagai berikut.
LAMPIRAN C
Klasifikasi Jenis Tanah Metode USCS
65 Data UDS 1 (BH 07)
Berdasarkan hasil uji pada Lampiran A disajikan hasil pengujian tanah UDS 1 (BH 07) didominasi tanah lempung, maka dalam menentukan jenis tanah digunakan grafik hubungan antara Batas Cair (LL) dan Indeks Plastisitas (IP). Analisis disajikan sebagai berikut.
Data UDS 1 (BH 07) Uji Grainsize
Kerikil (G) : 0.00%
Pasir (S) : 0.00%
Lanau (M) : 46.00%
Lemppung (C) : 54.00%
Uji Batas Atterberg
Batas Plastis (PL) : 27.12%
Batas Cair (LL) : 49.55%
Indeks Plastisitas (IP) : 22.43%
Jenis Tanah
Lempung plastisitas rendah, lempung berlanau (CL)
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN C
Klasifikasi Jenis Tanah Metode USCS
66 Data UDS 1 (BH 05)
Uji Grainsize
Kerikil (G) : 0.00%
Pasir (S) : 64.00%
Lanau (M) : 27.00%
Lemppung (C) : 9.00%
Berdasarkan hasil uji analisis saringan pada Lampiran A diperoleh hasil pengujian tanah BH 05 pada UDS 1 > 50% tertahan saringan nomor 200 (0,075 mm), sehingga termasuk tanah berbutir kasar. Berdasarkan hasil uji analisis saringan pada Lampiran A diperoleh hasil pengujian tanah BH 05 pada UDS 1 > 50% lolos saringan nomor 4 (4,75 mm), sehingga termasuk tanah pasir.
Klasifikasi berdasarkan di Lampiran A presentase butir halus pada pengujian tanah BH 05 (UDS 1) diperoleh lebih dari 12% lolos saringan nomor 200 (0,075) sehingga termasuk kedalam jenis tanah Pasir Berlanau (SM) dan Pasir Berlempung (SC).
Berdasarkan jumlah presentase tanah lanau dan lempung pada pengujian tanah BH 05 (UDS 1) jumlah jenis tanah lanau lebih besar dari jenis tanah lempung sehingga klasifikasi tanah pada BH 05 (UDS 1) termasuk kedalam jenis tanah pasir berlanau (SM).
Lampiran D Perhitungan Nilai Permeabilitas dengan Pendekatan Rumus Empiris
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN D
Perhitungan Nilai Permeabilitas dengan Pendekatan Rumus Empiris
67
Perhitungan Permeabilitas Tanah Lempung berlanau (BH-07) Data tanah :
Angka pori (e) : 1,242 Atterberg limits
- Batas plastis (PL) : 27,12 % - Batas cair (LL) : 49,55 % - Index plastisitas (PI) : 22,43 % Perhitungan koefisien permeabilitas (k)
0, 0174 0, 027( 0, 242( )) 4,29
1
e PL PI
k e PI
− −
= +
0, 0174 1, 242 0, 027(27,12 0, 242(22, 43)) 4,29
1 1, 242 22, 43
k = + − −
2, 04303 10 9
k = − cm/s
2, 04303 10 8
k = − mm/s
Perhitungan Permeabilitas Tanah Pasir Berlanau (BH-05) Data tanah :
Angka pori (e) : 0,47 Lolos saringan 10 (D10) : 0,006 Perhitungan koefisien permeabilitas (k)
0,7825 3
2
2, 4622 10
1
k D e
e
= +
0,7825 3
2 0, 47 2, 4622 0, 006
1 0, 47
k
= +
1, 034146 10 4
k = − cm/s
1, 034146 10 3
k = − mm/s
Lampiran E Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur
Resapan
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
68 A. Tanah Lempung berlanau
Data tanah lempung berlanau (BH-07)
Variasi ke- Diameter Muka air tanah Permeabilitas (k)
m m m/s
1 0,5 7,5 2,04303×10-11
2 0,6 7,5 2,04303×10-11
3 0,8 7,5 2,04303×10-11
4 1,0 7,5 2,04303×10-11
5 1,2 7,5 2,04303×10-11
6 1,4 7,5 2,04303×10-11
Data model sumur resapan
Variasi ke- Diameter (D) Kedalaman (h) Tinggi energi total (Δh)
m m m
1 0,5 3 7,5
2 0,6 3 7,5
3 0,8 3 7,5
4 1,0 3 7,5
5 1,2 3 7,5
6 1,4 3 7,5
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
69 Perhitungan gradien hidrolik ( i ) Contoh perhitungan variasi ke 1
Rumus perhitungan gradien hidrolik sebagai berikut.
i h L
=
Nilai L merupakan selisih antara tinggi energi total (Δh) dengan kedalaman sumur resapan (h). Nilai L dapat dihitung dengan rumus berikut.
L=h h−
7, 5 3 L= −
4, 5 L= m
Karena nilai tinggi energi total dan kedalaman pada setiap variasi diameter adalah sama nilainya, maka nilai L adalah sama yaitu 4,5 m. Hal ini juga berpengaruh pada nilai gradien hidrolik yang mempunyai rumus tinggi energi total (Δh) dibagi L yang juga akan menghasilkan nilai yang sama pada setiap variasi diameter.
Perhitungan gradien hidrolik pada variasi ke 1 7,5
i=4,5
1, 6667 i=
Rekapitulasi hasil perhitungan gradien hidrolik untuk beberapa variasi Variasi ke - Diameter (D) L
Gradien hidrolik (i)
m m
1 0,5 4,5 1,6667
2 0,6 4,5 1,6667
3 0,8 4,5 1,6667
4 1,0 4,5 1,6667
5 1,2 4,5 1,6667
6 1,4 4,5 1,6667
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
70 Perhitungan kecepatan rembesan Contoh perhitungan variasi ke 1
v=ki
2, 04303 10 )1, 666711
(
v= −
3, 4051 10 11
v= − m/s
Nilai kecepatan rembesan pada setiap variasi memiliki nilai yang sama, karena rumus kecepatan yaitu koefisien permeabilitas (k) dikali gradien hidrolik (i) dimana nilai k dan i pada setiap variasi adalah sama.
Rekapitulasi hasil perhitungan kecepatan rembesan untuk beberapa variasi Variasi
ke -
Diameter Permeabilitas (k) Gradien hidrolik (i)
Kecepatan rembesan (v)
m m/s m/s
1 0,5 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
2 0,6 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
3 0,8 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
4 1,0 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
5 1,2 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
6 1,4 2,04303×10-11 1,6667 3,4051×10-11
Perhitungan luas permukaan pada dasar sumur resapan Contoh perhitungan variasi ke 1
0, 25 2
A= D 0, 25(3,14)0,52
A=
0,1964 A= m2
Hasil perhitungan variasi yang lain dapat dilihat pada Tabel berikut.
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
71
Variasi ke - Diameter (D) Luas permukaan (A)
m m2
1 0,5 0,1964
2 0,6 0,2828
3 0,8 0,5029
4 1,0 0,7857
5 1,2 1,1314
6 1,4 1,5400
Perhitungan debit rembesan sumur resapan Contoh perhitungan variasi ke 1
Q=vA
(3, 4051 11)0,1964
Q= E−
6, 6885 12 Q= E− m3/s
Hasil perhitungan variasi yang lain dapat dilihat pada Tabel berikut.
Variasi ke - Diameter (D) Debit rembesan (Q)
m m3/s
1 0,5 6,6885×10-12
2 0,6 9,6314×10-12
3 0,8 1,7123×10-11
4 1,0 2,6754×10-11
5 1,2 3,8526×10-11
6 1,4 5,2438×10-11
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
72
Grafik hubungan antara diameter dengan debit rembesan pada tanah lempung berlanau disajikan sebagai berikut.
0.00E+00 1.00E-11 2.00E-11 3.00E-11 4.00E-11 5.00E-11 6.00E-11
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Debit Rembesan (m3/s)
Diameter (m)
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
73 B. Tanah Pasir Berlanau
Data tanah pasir berlanau (BH-05)
Variasi ke- Diameter Muka air tanah Permeabilitas (k)
m m m/s
1 0,5 4,2 1,0315×10-6
2 0,6 4,2 1,0315×10-6
3 0,8 4,2 1,0315×10-6
4 1,0 4,2 1,0315×10-6
5 1,2 4,2 1,0315×10-6
6 1,4 4,2 1,0315×10-6
Data model sumur resapan
Variasi ke- Diameter (D) Kedalaman (h) Tinggi energi total (Δh)
m m m
1 0,5 3 4,2
2 0,6 3 4,2
3 0,8 3 4,2
4 1,0 3 4,2
5 1,2 3 4,2
6 1,4 3 4,2
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
74 Perhitungan gradien hidrolik ( i ) Contoh perhitungan variasi ke 1
Rumus perhitungan gradien hidrolik sebagai berikut.
i h L
=
Nilai L merupakan selisih antara tinggi energi total (Δh) dengan kedalaman sumur resapan (h). Nilai L dapat dihitung dengan rumus berikut.
L=h h−
4, 2 3 L= −
1, 2 L= m
Karena nilai tinggi energi total dan kedalaman pada setiap variasi diameter adalah sama nilainya, maka nilai L adalah sama yaitu 1,2 m. Hal ini juga berpengaruh pada nilai gradien hidrolik yang mempunyai rumus tinggi energi total dibagi L yang juga akan menghasilkan nilai yang sama pada setiap variasi diameter.
Perhitungan gradien hidrolik pada variasi ke 1 4, 2
i=1, 2 3, 5 i=
Rekapitulasi hasil perhitungan gradien hidrolik untuk beberapa variasi Variasi ke - Diameter (D) L
Gradien hidrolik (i)
m m
1 0,5 1,2 3,5
2 0,6 1,2 3,5
3 0,8 1,2 3,5
4 1,0 1,2 3,5
5 1,2 1,2 3,5
6 1,4 1,2 3,5
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
75 Perhitungan kecepatan rembesan Contoh perhitungan variasi ke 1
v=ki
1, 0315 10 ) 56
( 3,
v= −
3, 6101 10 6
v= − m/s
Nilai kecepatan rembesan pada setiap variasi memiliki nilai yang sama, karena rumus kecepatan yaitu koefisien permeabilitas (k) dikali gradien hidrolik (i) dimana nilai k dan i pada setiap variasi adalah sama.
Rekapitulasi hasil perhitungan kecepatan rembesan untuk beberapa variasi Variasi
ke -
Diameter Permeabilitas (k) Gradien hidrolik (i)
Kecepatan rembesan (v)
m m/s m/s
1 0,5 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
2 0,6 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
3 0,8 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
4 1,0 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
5 1,2 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
6 1,4 1,0315×10-6 3,5 3,6101×10-6
Perhitungan luas permukaan pada dasar sumur resapan Contoh perhitungan variasi ke 1
0, 25 2
A= D 0, 25(3,14)0,52
A=
0,1964 A= m2
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
76
Hasil perhitungan variasi yang lain dapat dilihat pada Tabel berikut.
Variasi ke - Diameter (D) Luas permukaan (A)
m m2
1 0,5 0,1964
2 0,6 0,2828
3 0,8 0,5029
4 1,0 0,7857
5 1,2 1,1314
6 1,4 1,5400
Perhitungan debit rembesan sumur resapan Contoh perhitungan variasi ke 1
Q=vA
(3, 6101 10 6)0, 25
Q= −
9, 0253 10 7
Q= − m3/s
Hasil perhitungan variasi yang lain dapat dilihat pada Tabel berikut.
Variasi ke - Diameter (D) Debit rembesan (Q)
m m3/s
1 0,5 7,0913×10-7
2 0,6 1,0211×10-6
3 0,8 1,8154×10-6
4 1,0 2,8365×10-6
5 1,2 4,0846×10-6
6 1,4 5,5596×10-6
LAMPIRAN E
Perhitungan Konvensional Analisis Debit Rembesan pada Sumur Resapan
77
Grafik hubungan antara diameter dengan debit rembesan pada tanah pasir berlanau disajikan sebagai berikut.
0.00E+00 1.00E-06 2.00E-06 3.00E-06 4.00E-06 5.00E-06 6.00E-06
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Debit Rembesan (m3/s)
Diameter (m)
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
Lampiran F Tahapan Pemodelan Software
GeoStudio 2018
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
78 Tahapan pemodelan sumur resapan
A. Data material untuk model
Data tanah hasil pengujian laboratorium sebagai berikut.
a. tanah lempung berlanau
Index Properties simbol unit BH 07 (UDS 1)
1 Water content ω % 43,539
2 Void ratio e - 1,242
3 Permeabilitas k m/s 2,04303×10-11
4 Grain size
Gravel % 0
Sand % 0
Silt % 46
Clay % 54
5 Jenis tanah Lempung berlanau
b. tanah pasir berlanau
Index Properties simbol unit BH 05 (UDS 1) 1 Water content ω % 17,411
2 Void ratio e - 0,47
3 Permeabilitas k m/s 1,03146×10-6
4 Grain size
Gravel % 0
Sand % 64
Silt % 27
Clay % 9
5 Jenis tanah Pasir berlanau
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
79 B. Input Awal Analisis GeoStudio
Input awal pada geostudio dilakukan untuk memilih jenis analisis yang akan dilakukan, tampilan awal geostudio sebagai berikut.
Software Geostudio menyediakan 7 jenis analisis antara lain, SLOPE/W, SEEP/W, SIGMA/W, QUAKE/W, TEMP/W, DRAN/W, dan AIR/W. Analisis yang digunakan pada analisis debit rembesan pada sumur resapan adalah SEEP/W. Tipe ini digunakan untuk menganalisis rembesan pada tanah. Setelah memilih SEEP/W akan ditampilkan tipe analisis, tampilan sebagai berikut.
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
80
Pada pemodelan menggunakan tipe analisis steady state yang menganalisis model dengan kondisi stabil dan tidak berubah yaitu saat tekanan air dan kecepatan air telah mencapai nilai yang stabil maka akan berada dalam kondisi itu selamanya.
C. Input Penampang Model
Input gambar penampang model dilakukan dengan menggunakan beberapa perintah yaitu,
1. Points digunakan untuk menentukan titik-titik koordinat model.
2. Draw Regions digunakan untuk menghubungkan titik-titik koordinat hingga menjadi sebuah model.
Tampilan input penampang model sebagai berikut.
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
81
Hasil gambar penampang model sumur resapan untuk tanah lempung berlanau disajikan pada Gambar berikut.
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
82
Hasil gambar penampang model sumur resapan untuk tanah pasir disajikan pada Gambar berikut.
\
D. Definisi Material
Definisi material terdiri dari tanah lempung berlanau dan tanah pasir. Definisi material disajikan sebagai berikut.
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
83
Setiap material mempunyai karakteristiknya masing-masing, definisi material disajikan sebagai berikut.
a. Material Tanah Lempung berlanau
− Model Material saturated / unsaturated Input parameter tanah sebagai berikut.
Data parameter yang diinput adalah data Vol. Water Content dan Hyd.
Conductivity.
Tampilan pengaturan untuk Vol. Water Content Fn sebagai berikut.
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
84
Pada estimasi yang dilakukan menggunakan metode sample functions dengan data yang dimasukan adalah nilai saturated WC dan sample material untuk memilih jenis tanah yang digunakan.
Tampilan pengaturan untuk Hyd. Conductivity Fn sebagai berikut.
Pada estimasi yang dilakukan menggunakan metode Fredlund-Xing Huang dengan data yang dimasukan adalah nilai Vol Water Content Fn dan nilai saturated Kx (k).
b. Material Tanah Pasir Berlumpur
− Model Material saturated / unsaturated Input parameter tanah sebagai berikut.
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
85
Data parameter yang diinput adalah data Vol. Water Content dan Hyd.
Conductivity.
Tampilan pengaturan untuk Vol. Water Content Fn sebagai berikut.
Pada estimasi yang dilakukan menggunakan metode sample functions dengan data yang dimasukan adalah nilai saturated WC dan sample material untuk memilih jenis tanah yang digunakan.
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
86
Tampilan pengaturan untuk Hyd. Conductivity Fn sebagai berikut.
Pada estimasi yang dilakukan menggunakan metode Fredlund-Xing Huang dengan data yang dimasukan adalah nilai Vol Water Content Fn dan nilai saturated Kx (k).
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
87 E. Definisi Kondisi Batas
Kondisi batas terdapat pada dasar sumur resapan dan muka air tanah. Kondisi batas ditentukan oleh nilai tinggi energi yang nantinya akan menghasilkan nilai debit. Definisi kondisi batas disajikan sebagai berikut.
Setiap kondisi batas mempunyai nilai yang berbeda, untuk kondisi batas pada:
1. Dasar sumur resapan menggunakan kind : Water Pressure Head dan nilai constant 3m sesuai kedalaman sumur resapan.
2. Muka air tanah menggunakan kind : Water Pressure Head dan nilai constant adalah 0 m.
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
88
F. Input Material Dan Kondisi Batas Ke Dalam Model
Input material dan kondisi batas dapat dilakukan dengan perintah Draw Materials dan Draw Boundary Conditions. Pada perintah Draw Materials masukan data tanah ke dalam model sesuai dengan yang di analisis dan perintah Draw Boundary Conditions memasukan sesuai nilai tinggi energi. Hasil input material dan boundary conditions disajikan sebagai berikut.
G. Running Pemodelan
Perintah untuk analisis yaitu start, dan di beri Checklist pada data yang akan di analisis.
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
89 H. Output Hasil Analisis
Hasil analisis berdasarkan setiap pemodelan dapat dilihat sebagai berikut.
A. Sumur resapan pada tanah lempung berlanau 1. Model sumur resapan diameter 0,5 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
2. Model sumur resapan diameter 0,6 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
90
3. Model sumur resapan diameter 0,8 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
4. Model sumur resapan diameter 1 m
Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
91
5. Model sumur resapan diameter 1,2 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
6. Model sumur resapan diameter 1,4 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
92
Grafik Hubungan Diameter (m) Terhadap Water Flux Max (m3/s/m2) pada Tanah Lempung berlanau
3.4035E-11 3.4037E-11 3.4039E-11 3.4041E-11 3.4043E-11 3.4045E-11 3.4047E-11 3.4049E-11 3.4051E-11
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Water Flux Max (m3/s/m2)
Diameter (m)
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
93
Grafik Hubungan Diameter (m) Terhadap Debit Rembesan (m3/s) pada Tanah Lempung berlanau
B. Sumur resapan pada tanah pasir berlanau 1. Model sumur resapan diameter 0,5 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
0.00E+00 1.00E-11 2.00E-11 3.00E-11 4.00E-11 5.00E-11 6.00E-11
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Debit Rembesan (m3/s)
Diameter (m)
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
94
2. Model sumur resapan diameter 0,6 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
3. Model sumur resapan diameter 0,8 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
95
4. Model sumur resapan diameter 1 m
Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
5. Model sumur resapan diameter 1,2 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
96
6. Model sumur resapan diameter 1,4 m Arah rembesan dan nilai kecepatan rembesan
Grafik Hubungan Diameter (m) Terhadap Water Flux Max (m3/s/m2) pada Tanah Pasir Berlanau
3.60700E-06 3.60800E-06 3.60900E-06 3.61000E-06 3.61100E-06 3.61200E-06 3.61300E-06 3.61400E-06 3.61500E-06
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Kecepatan aliran (m/s)
Diameter (m)
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
LAMPIRAN F
Tahapan Pemodelan Software Geostudio 2018
97
Grafik Hubungan Diameter (m) Terhadap Debit Rembesan (m3/s) pada Tanah Pasir Berlanau
0.00E+00 1.00E-06 2.00E-06 3.00E-06 4.00E-06 5.00E-06 6.00E-06
0.5 0.6 0.8 1 1.2 1.4
Debit Rembesan (m3/s)
Diameter (m)