• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN-LAMPIRAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LAMPIRAN-LAMPIRAN "

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare.

Kegunaan Penelitian

Oleh karena itu penulis menguraikan dalam bentuk skema kerangka pengaruh pengelolaan kelas yang dilakukan guru terhadap prestasi belajar siswa. Ha = Pengelolaan kelas yang dilakukan guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa di SMA Negeri 2 Parepare. H0= Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas bagi guru dan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare.

Istilah koefisien (KD/R Square) digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare. Nilai tersebut menunjukkan besar kecilnya kontribusi yang diberikan ketua kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare. Dengan demikian, model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare.

H0 = pengelolaan kelas di ŠŠ Negeri 2 Parepare tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keberhasilan akademik peserta didik di ŠŠ Negeri 2 Parepare. Ha = pengelolaan kelas di ŠŠ Negeri 2 Parepare berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan akademik peserta didik di ŠŠ Negeri 2 Parepare. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan bukti empiris mengenai dampak pengelolaan kelas guru terhadap prestasi belajar siswa.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  D.  Hipotesis
Gambar 2.1 Kerangka Pikir D. Hipotesis

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Tinjauan Teori

Sebab kelas merupakan lingkungan belajar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan potensinya semaksimal mungkin. Pengelolaan kelas yang baik akan mampu menjadikan siswa belajar sesuai potensinya. Prestasi belajar berkaitan dengan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar mencakup aspek pembentukan karakter siswa.41.

Menurut Muhibbin Syah, prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pembelajaran. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan kegiatan belajar atau menerima pelajaran dari guru.50.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Berdasarkan tabel tersebut terdapat 193 responden siswa yang memberikan jawaban mengenai pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Parepare yang menunjukkan terdapat 21 responden (11%) yang mendapat nilai dibawah rata-rata yang berkisar antara rentang 70-79 yang berarti bahwa pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Parepare berada pada kategori kurang baik. Dan terdapat 47 responden (24%) yang memperoleh nilai berkisar pada nilai rata-rata 68 – 79 yang berarti prestasi belajar siswa SMA Negeri 2 Parepare berada pada kategori baik. Dari tabel koefisien korelasi diperoleh nilai r sebesar 0,015 maka dapat dikatakan terdapat pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare dengan tingkat hubungan yang sangat rendah.

Berdasarkan pengelolaan dan perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 26, gambaran kinerja belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare dapat dilihat dengan memperoleh mean atau skor rata-rata sebesar 80,36. Angka tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tergolong sangat baik, hal ini terlihat dari tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.Hasil analisis data menetapkan hipotesis pengelolaan kelas di SMA Negeri 2 Parepare berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare.

Nilai yang diperoleh thitung = 0,208 < dari ttabel = 1,972 dengan nilai r koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,015, sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh pengelolaan kelas terhadap prestasi akademik siswa di GMA Negeri 2 Parepara dengan tingkat rendah. hubungan. Dari 193 siswa yang menjadi sampel dari jumlah seluruh kelas X MIPA dan kelas Dari hasil perhitungan hasil laporan 193 responden variabel prestasi akademik dengan menggunakan program SPSS versi 26 diperoleh angka 69 % yang menunjukkan bahwa prestasi akademik siswa dinilai sangat baik.

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas X MIPA dan  IPS
Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas X MIPA dan IPS

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Menurut Burhan Bungin, populasi penelitian adalah sekumpulan objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, gejala, nilai dan peristiwa, sehingga objek tersebut dapat dijadikan sumber data penelitian.62. Menurut Sugiyon, sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik populasi.63 Jika populasi besar dan peneliti tidak dapat mempelajari keseluruhan populasi karena waktu, biaya, dan keterbatasan. Berdasarkan tabel penentuan jumlah sampel yang dikembangkan oleh Slovin, maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah 193 siswa, dari kelas X MIPA 1 sebanyak 17 siswa, kelas X MIPA 2 sebanyak 19 siswa, X MIPA 3 juga . sebanyak 19 siswa, X MIPA 5 sebanyak 19 siswa, X MIPA 6 sebanyak 19 siswa, X MIPA 7 sebanyak 19 siswa, dan pada kelas sebanyak 15 siswa dengan tingkat kesalahan 5% atau 0,05 .

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Kuesioner adalah daftar pertanyaan atau pernyataan tentang suatu topik tertentu yang diberikan kepada subjek, baik secara individu maupun kelompok, untuk memperoleh informasi tertentu untuk diteliti, seperti preferensi, keyakinan, minat, dan perilaku. Kebanyakan penelitian menggunakan metode kuesioner untuk mengumpulkan data.66. Dokumentasi merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi, yang kemudian menjadi bukti dalam penelitian.

Definisi Operasional Variabel

Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang didokumentasikan tentang suatu hal atau variabel yang berbentuk catatan, surat, jurnal, buku, notulensi dan sejenisnya67. Kinerja pembelajaran adalah pencapaian hasil belajar siswa yang meliputi pengetahuan, pemahaman dan penerapan yang diukur melalui evaluasi dalam bentuk tes, setelah pembelajaran dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan.

Instrumen Penelitian

Terdapat hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Dalam perhitungan uji validitas pada penelitian ini digunakan metode korelasi dengan melihat nilai signifikan pada tabel, jika nilai signifikan menunjukkan angka < 0,05 maka item tersebut dapat dinyatakan valid, namun jika nilai signifikan adalah > 0,05 maka item tersebut dinyatakan tidak valid.68. Uji reliabilitas angket penelitian ini dilakukan dengan metode one shot (satu pengukuran) yang artinya peneliti hanya menyebarkan instrumen angket sebanyak satu kali kepada 193 responden mahasiswa.

Untuk variabel Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang valid dalam angket penelitian ini memenuhi kriteria instrumen penelitian karena instrumen tersebut dapat dinyatakan valid dan reliabel, sehingga data instrumen ini dapat digunakan untuk melanjutkan penelitian ini.

Tabel  3.4  Hasil  Uji  Validatas  Variabel  Manajemen  Kelas  di  SMA  Negeri  2  Parepare
Tabel 3.4 Hasil Uji Validatas Variabel Manajemen Kelas di SMA Negeri 2 Parepare

Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui kuat dan lemahnya jawaban responden terhadap variabel pengelolaan kelas (x) siswa SMA Negeri 2 Parepare ditentukan dengan persentase yaitu total skor dari pengumpulan data (x/jumlah nilai tersebut adalah diperoleh dari hasil pengelolaan data pengelolaan kelas dan skor keseluruhan. Berdasarkan tabel tersebut terdapat 193 responden siswa yang memberikan jawaban mengenai prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare, menunjukkan bahwa terdapat 13 responden (7%) yang memperoleh nilai di bawah rata-rata. skor yang berkisar antara 44 -67 Hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare berada pada kategori kurang baik atau cukup. Hasil analisis data hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Parepare menunjukkan bahwa indikator siswa Kinerja pembelajaran dapat tercapai, yaitu dimana siswa mampu menjelaskan, mendefinisikan sendiri secara verbal, dapat memberi contoh, dapat mengklasifikasikan, dapat menyimpulkan dan dapat menilai berdasarkan kriteria dan standar melalui penyelidikan dan kritik.

Dari 193 siswa yang menjadi sampel dari jumlah keseluruhan kelas X MIPA dan kelas pada saat proses pembelajaran, guru menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa agar proses pembelajaran efektif. Dalam mengajar, guru selalu dekat dengan siswa sehingga tercipta iklim sosio-emosional yang baik.

Tabel 3.8 Kriteria Interpretasi Skor Variabel Penelitian
Tabel 3.8 Kriteria Interpretasi Skor Variabel Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskrpsi Hasi lPenelitian

Pengujian Prasyarat Analisis Data

Untuk melakukan analisis data penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis untuk mengetahui apakah variabel bebas atau yang sering disebut variabel bebas/berpengaruh dan variabel terikat atau sering disebut variabel terikat/dipengaruhi memenuhi kriteria layak. atau tidak cocok untuk penelitian kuantitatif selanjutnya baik melalui analisis korelasional (keterkaitan) maupun analisis regresi (pengaruh). Metode uji normalitas menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov dengan pendekatan Monte Carlo, jika statistik uji dan nilai Monte Carlo bernilai sig. Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.

Prasyarat asumsi klasik hasil uji linieritas variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat pada uji F (uji kelayakan model) untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, atau dengan acuan terhadap nilai makna (sig.). Berdasarkan keluaran SPSS yang diolah, diperoleh hasil nilai uji linieritas, peneliti melihat uji signifikansi (lihat lt; dari taraf signifikansi (α) = 0,05 maka model regresi memenuhi kriteria linieritas.

Tabel 3.6 Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Monte Carlo  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Tabel 3.6 Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Monte Carlo One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pengujian Hipotesis

Kedua, melihat Tabel Ringkasan Model yang bertujuan untuk mengetahui besar kecilnya nilai kontribusi antar variabel dependen, koefisien determinan (R Square atau Adjusted R Square) menunjukkan seberapa baik kontribusi model regresi yang dibentuk oleh interaksi variabel independen X. terhadap variabel Y. Ketiga, melihat tabel ANOVA bertujuan untuk mengetahui tingkat signifikansi atau linearitas model regresi linier sederhana, kriterianya ditentukan berdasarkan uji F dan uji nilai signifikansi (sig). Tabel Koefisien menggambarkan model regresi uji-t dan sederhana yang diperoleh dengan koefisien konstan (a) dan koefisien variabel dalam koefisien tidak terstandar adalah Y = a + bx.

Nilai koefisien regresi variabel pengelolaan kelas (X) bernilai positif 0,014 artinya jika pengelolaan kelas (Y) meningkat sebesar 1 maka nilai variabel prestasi belajar siswa (Y) meningkat sebesar 0,014. Kemudian dilakukan uji t untuk menguji signifikansi prestasi belajar konstan dan variabel di SMA Negeri 2 Parepare.

Tabel  4.7    Intrepretasi  Kolerasi  Manajemen  Kelas  terhadap  Prestasi  Belajar  Peserta Didik
Tabel 4.7 Intrepretasi Kolerasi Manajemen Kelas terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Pembahasan

Angka tersebut menunjukkan pengelolaan kelas tergolong kuat atau baik, menunjukkan betapa antusiasnya siswa dalam belajar dan upaya guru dalam mengelola kelas agar tetap dalam keadaan baik. Keberhasilan belajar adalah hasil akhir yang dicapai seorang siswa setelah melakukan suatu kegiatan belajar dalam jangka waktu tertentu dan diukur dengan tes yang hasilnya dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, dan tanda. Agar pengelolaan kelas dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan belajar siswa, maka guru perlu bekerja lebih keras lagi dalam pengelolaan kelas agar menjadi lebih baik, dan siswa membantu guru dengan mengikuti semua tata cara pembelajaran dan tidak membuat keributan di kelas, sehingga dapat menjaga keselamatan guru. pengelolaan kelas menjadi lebih baik, dan segala kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan, sehingga keberhasilan belajar siswa meningkat.

Guru dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan mengatasi segala kendala yang dialami setiap siswa dalam proses pembelajaran. Syafi'i, Ahmad, dkk., eds., 'Kajian Kinerja Belajar Siswa dalam Berbagai Aspek dan Faktor yang Mempengaruhinya', Jurnal Komunikasi Pendidikan. Guru membuat siswa antusias mengikuti pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dan tercipta iklim sosial emosional yang baik.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Guru melakukan diskusi, tanya jawab, atau metode pembelajaran lainnya yang dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Pikir  34
Gambar 2.1 Kerangka Pikir  D.  Hipotesis
Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas X MIPA dan  IPS
Tabel 3.2 Jumlah Sampel dalam Penelitian.
+7

Referensi

Dokumen terkait

&#34;Students’ Demotivating Factors in English Language Learning at One State Madrasah Tsanawiyah in Palembang, South Sumatera, Indonesia&#34;, Indonesian Research Journal in

“Efektivitas Konseling Individual Dengan Pendekatan Cognitive Behavior Theraphy (CBT) Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Kelas VII B Di SMP Negeri 4 Alalak