PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teori
Makna ini mengacu pada peran pihak ketiga sebagai mediator dalam menjalankan tugasnya untuk memediasi dan menyelesaikan perselisihan antar para pihak. Ia harus mampu menjaga kepentingan pihak-pihak yang bertikai secara adil dan setara sehingga menciptakan kepercayaan di antara pihak-pihak yang bertikai. Dalam PERMA No.1 Tahun 2008 disebutkan pengertian mediasi adalah suatu cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk mencapai kesepakatan antara para pihak dengan bantuan mediator.
Segala penyelesaian mempunyai kekuatan antara para pihak sebagai keputusan hakim pada tingkat akhir. Tujuan mediasi adalah menyelesaikan perselisihan para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan tidak memihak. Dalam mediasi, para pihak yang bersengketa bersifat proaktif dan mempunyai kewenangan mengambil keputusan, namun mereka hanya membantu para pihak untuk menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.
Bahkan dalam mediasi yang gagal, dimana para pihak belum mencapai kesepakatan, manfaatnya sebenarnya sudah terasa. Apabila para pihak tidak dapat menunjuk mediator dalam waktu 2 hari, maka majelis akan menunjuk hakim pengadilan selain hakim bersertifikat yang mengadili perkara tersebut. Hakim investigasi memberi waktu 40 hari kerja kepada para pihak untuk menjalani proses mediasi.
Proses mediasi harus dilakukan dengan itikad baik, artinya para pihak tidak boleh menyembunyikan niat buruk di balik proses mediasi yang berlangsung.
Kerangka Pikir
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian
- Lokasi , Waktu Penelitian, dan Informan Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Prosedur Penelitian
- Teknik Analisis Data
Faktor Penyebab Perceraian di Pengadilan Agama Sinjai. Perceraian adalah putusnya ikatan batin dan jasmani antara suami dan istri. Hal yang mempengaruhi tidak efektifnya mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai juga disebabkan oleh mediator. Efektivitas upaya mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Jombang (Disertasi Doktor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pengadilan Agama Sinjai merupakan salah satu Pengadilan Agama di kawasan PTA Makassar yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman no.5, Desa Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Gedung kantor Pengadilan Agama Sinjai terdiri dari dua lantai, dengan luas bangunan 758 m2 berdiri kokoh di atas lahan seluas 1.259 m2. Terletak di Kabupaten Sinjai yang berjarak kurang lebih ±220 km dari kota Makassar, dengan luas wilayah 819,96 km2.
Dengan visi dan misi tersebut diharapkan Pengadilan Agama Sinjai menjadi pengadilan agama yang bebas korupsi dan korupsi serta bebas dari campur tangan.
Deskripsi Informan Penelitian…
MS merupakan lulusan Magister UIN Makassar yang telah bekerja sebagai Mediator Hakim di PA Sinjai selama kurang lebih 5 tahun dan berpengalaman menangani beberapa perkara penyelesaian sengketa dalam mediasi perkara penyelesaian perceraian di PA Sinjai. Kabupaten Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, 11 November 2020 pukul 13:11 WITA hingga 13:56 WITA. NM merupakan seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang sedang dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai yang beralamat di Desa Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, dan hanya berpendidikan SD.
NJ sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga beranak satu yang juga sedang dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai di Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, dan mengenyam pendidikan hingga SMA.
Hasil Penelitian
Alur proses mediasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Mediasi Peradilan. Berdasarkan temuan penelitian, faktor penyebab terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Sinjai banyak dan beragam, hal ini terlihat dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap empat orang responden. Berdasarkan hasil wawancara di atas, faktor penyebab perceraian di Pengadilan Agama Sinjai banyak dan beragam serta mendasari terjadinya konflik dalam rumah tangga.
Namun faktor yang paling dominan ditemukan dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai juga telah disebutkan melalui hasil wawancara yang dikutip pada penjelasan di atas, yaitu faktor ekonomi. Dari hasil wawancara diatas, faktor penyebab terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Sinjai adalah permasalahan ekonomi, perselingkuhan, penganiayaan, kurangnya tanggung jawab, poligami yang tidak adil. Mengenai efektivitas mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai dari hasil penelitian akan dijelaskan sebagai berikut.
Jika dilihat dari rangkuman jumlah perkara perceraian yang diajukan setiap tahunnya, rata-rata dari sekian banyak perkara yang ditangani di Pengadilan Agama Sinjai, hanya sedikit yang setuju. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa efektivitas mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai tidak efektif, terlihat dari rangkuman jumlah perceraian setiap tahunnya, hanya sedikit yang menyetujuinya. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa kasus perceraian yang dimediasi di Pengadilan Agama Sinjai sering terjadi.
Kuatnya sikap kedua belah pihak terkait perceraian tersebut membuat Pengadilan Agama Sinjai, khususnya mediator, kesulitan menempuh jalan damai bagi kedua belah pihak. Berdasarkan wawancara di atas, efektivitas mediasi di Pengadilan Agama Sinjai hanya efektif, walaupun yang berhasil dimediasi sedikit, setidaknya masih ada yang berhasil dimediasi. Untuk lebih memperkuat hasil penelitian ini, peneliti juga memperoleh informasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai yaitu NM dan NJ yang berhasil peneliti wawancarai sebagai informan untuk memverifikasi apa yang disampaikan oleh pihak tersebut. pihak Pengadilan Agama Sinjai.
Untuk memahami secara jelas efektivitas mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai, penulis juga akan menampilkan gambaran datanya dalam bentuk tabel sebagai berikut. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa pelayanan di Pengadilan Agama Sinjai ditutup pada bulan April dan Mei karena adanya wabah Covid. Dari hasil wawancara dan uraian Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 yang disusun peneliti, dapat dikatakan bahwa efektivitas mediasi di Pengadilan Agama Sinjai belum efektif dan belum memberikan hasil yang signifikan dalam menyelesaikan perkara perceraian di Sinjai. Pengadilan Agama.
Pembahasan…
Dimana hasil penelitian menyatakan: “Faktor penyebab terjadinya perceraian di Pengadilan Agama Wonogiri adalah kurang tanggung jawab sebanyak 416 kasus, campur tangan pihak ketiga sebanyak 76 kasus, faktor ekonomi sebanyak 5 kasus dan kekerasan fisik sebanyak 1 kasus. hasil wawancara dan dari jumlah perkara perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama Sinjai, serta dari jumlah perkara yang berhasil dimediasi.Sedangkan data tahun 2018 dan 2019 tercatat sebanyak 739 perkara perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama Sinjai adalah diproses dan hanya 29 kasus yang berhasil dimediasi, sisanya sebanyak 710 kasus tidak dapat dimediasi.
Sedangkan pada tahun 2020, periode Januari-Oktober, terdapat 309 perkara perceraian yang didaftarkan di Pengadilan Agama Sinjai dan hanya 19 perkara yang berhasil dimediasi, sisanya 290 perkara tidak dimediasi.” Selain itu, apa yang mendasari kegagalan mediasi dan Inefisiensi penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai, juga dipengaruhi oleh kuatnya sikap kedua belah pihak yang ingin bercerai. Karena terbatasnya jumlah mediator yang tersedia di Pengadilan Agama Sinjai, maka proses mediasi tidak berjalan maksimal.
Penyebab tidak efektifnya mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai juga dipengaruhi oleh pihak-pihak yang mengusung ego sektoral masing-masing. Hasilnya menunjukkan bahwa “mediasi di Pengadilan Agama Bandung mungkin tidak efektif dalam menurunkan angka perceraian karena kegagalan mediasi pada tahun 2009 dan 2010 lebih banyak merupakan kegagalan mediasi dibandingkan keberhasilan mediasi.” Faktor penyebab perceraian di Pengadilan Agama Sinjai antara lain faktor ekonomi, pertengkaran/pertengkaran yang berkepanjangan, penyakit yang sulit disembuhkan seperti pemabuk/penjudi, campur tangan pihak lain, kurangnya tanggung jawab, penganiayaan/kekerasan dalam rumah tangga dan poligami yang tidak sehat.
Berdasarkan hasil analisis efektivitas mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sinjai terlihat bahwa mediasi tidak efektif dari segi hasil. Farika, Mediasi Perkara Cerai Karena Alasan Riddah (Studi Kasus di Pengadilan Agama Denpasar, Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2009. Firmansyah, Kholish, Pendapat Hakim Pengadilan Agama Kota Malang pada Mahkamah Agung Peraturan Edisi 1 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Mediasi Peradilan, Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2009.
Pendapat Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang Tentang Perlunya Kekuatan Mediasi (Disertasi PhD, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Rahmiyati, Pandangan Hakim Mediator Terhadap Keberhasilan Mediasi di Pengadilan Agama Kota dan Kabupaten Malang, Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2010. Kendala apa saja yang sering dihadapi oleh Pengadilan Agama Sinjai khususnya dalam menyelesaikan perkara perceraian melalui mediasi.
PENUTUP
Kesimpulan
Data tersebut didapat pada tahun 2018-2019 dari 739 kasus perceraian yang ditangani, hanya 29 kasus yang berhasil dimediasi, sisanya 710 kasus tidak dimediasi dan pada periode Januari-Oktober 2020, dari 309 kasus perceraian yang ditangani, hanya 19 kasus yang berhasil. telah dirawat. berhasil dimediasi 290 kasus gagal dimediasi. Faktor yang mempengaruhinya adalah tidak adanya itikad baik kedua belah pihak, terbatasnya kualifikasi dan keterbatasan mediator, kuatnya pendirian para pihak terhadap perceraian serta ego sektoral masing-masing pihak.
Saran
Siddiki, Mediasi di Pengadilan dan Asas Keadilan Sederhana, Cepat dan Biaya Rendah, Artikel diakses 10 Mei 2020 dari http://www.badilag.net/article/mediasi.pdf. Hukum acara mediasi: dalam perkara perdata di pengadilan umum dan pengadilan agama: menurut PERMA no.