LAPORAN AKHIR :
PENELITIAN DOSEN PEMULA BOPTN
JUDUL PENELITIAN
RAilCANG BANGUN MESIN
POTONGBATU UNTUK MENINGKATKAN KilERJA PADA PROSES PEMOTONGAN BAHAN BAKU BATU PERMATA
DI PROPINSI
BENGKULU
ZULIANTONI, ST.,
MT. 0030057507NURUL IMAN SUPARDI, S.T., M.P.
OOOIO973O4UNIVERSITAS BENGKULU
FAKULTAS TEKNIK
DESEMBER 2013
il,'td
Penelitianffi/Felaksana
l{arna
Lengkap NIPJabatan
Fungsional Program Studie- f{omor
HP',!. Alamat
Surel (e-mail)msm(t)
a ilama
Lengkaph"
NIPa
Program Studi3qF
PenelitiankugHnri rwiffis
Teknik,il&nri.
S.T.,M.T.HALAMAN PENGESAHAN
Rancang Bangun Mesin Potong Batu
UntukMeningkatkan Kinerja Pada Proses
Pemotongan Bahan Baku Batu Permata Di Propinsi Bengkuluzuliantoni
1975053020021210A2 Lektor
Teknik
Mesin-Uversitas Bengkulu 081330171557ton [email protected]. id Nurul
lman
Supardi 19730901 1998021001Teknik
Mesin-U niversitas Bengkulu Rp.4.935.000,-Bengkulu, 13 Desember
2013 Ketua PenelitiZuliantoni, S.T.,
M.T.NlP. 1 9750s302
0021?lA02
a- b- c.
d_
*
,m
4-a f
krsr202121998021002
RINGKASAIY
I
Sebagai salah satu daerah penghasil bahan baku kerajinan batu permata, industri rumah t^ngga kerajinan batu permata telah lama ada
di
Propinsi Bengkulu. Namun walaupun telah lama ada, sentuhan teknologi pada peralatan yang digunakan belum banyak berkembang, salah satunya adalah pada proses pemotongan batu.Tujuan dari penelitian
ini
adalah untuk melalerkaq nrncang bangun mesin potong batu portabel untuk meningkatkan kinerja pernotongan sehingga proses pemotonganbatu akan lebih presisi, ergonomis, aman dan ramah lingkungan
sehingga menghasilkaa produktivitas yang lebih tinggr.Kata kunci : mesin
potong
batu permata, rancong bangun , presisi, ergonomis,r amah I inghtngan, pr o duldivitas tinggi
ilt
BAB I
PENDAHULUAN
Batu permata merupakan salah satu produk industri pengolahan bahan tambartg (mineral) yang pengelolaannya dapat dilakukan baik industri rumah tangga, kecil dan menengah hingga besar. Propinsi Bengkulu merupakan salah satu Propinsi di lndonesia yang memiliki bahan baku permata yang khas namun belum berkembang karena masih minimnya sentuhan teknologi dalam pengolahannya.
Kerajinan batu permata telah lama dilakukan
di
Propinsi Bengkulu. Produk yang dihasilkan dari kerajinan ini berupa batu akik berbentuk oval (cabochon) yang lazim digunakan sebagai mata cincin ataupun liontin.Proses yang dilakukan dalam industri ini meliputi pemotongan awal
untukmembersihkan
kerak ataupun kotoran yang melekat pada permukaan
batu, kemudian proses pemotongan batu menjadi bentuk lempengan (slab) menggunakan mesin potong gerinda tangan, proses pembentukan batu menjadibertentuk
oval menggunakan gerinda bertenaga manusia (modifikasidari
sepeda)atau
rnesin (mcrdifikasi dari mesin pompa) diikuti dengan pemolesan menggunakan amplas dan abu.Salah satu proses yang
dilakukanyakni
pemotonganbatu dilakukan
dengan menggunakan gerindatangan yang
dilakukan dilantaidengan
beralaskan lantaisemen atau tanah.
Pemotongan dilakukan dengancara
pengrajinakan
duduk berjongkok di lantai dan dilakukan pemotongan dengan menekan mata potong yang berputarke
bahan baku dengancara
menekan gerindayang
dipegang dengan tangan kanan sementara bahan baku dipegang menggunakantangan kiri.
Caraseperti ini berpotensi untuk
menyebabkankecelakaan kerja akibat
proses pengerjaanyang tidak
ergonomisdan tidak aman. Dengan posisi yang
tidak nyaman tersebut,dapat terjadi kondisi,
pengrajin memotongjari tangan
yang memegang batu.D!
sarnpingtidak amail, prcses
pemotongar:seperti ini juga tidak
ergonornis, dimana pengrajin akan melakukan beberapa gerakan yang tidak nyaman dilakukanseperti
menahangerakan batu yang cenderung menjauhi mata potong
atau sebaliknya menahan gerinda tangan yang cenderung menjauhi batu yang dipotong.Di
sampingtidak
ergonomis, proses yang dilakukan menimbulkan polusi berupadebu yang
berterbangandi sekeliling tempat terjadinya pemotongan
yang mengakibatkan gangguan terhadap pernapasandan
mengotori ruang kerja yang biasanyajuga
merupakan ruang pamer produk yang dihasilkan. Sehingga secara kesehatan dan estetika, proses pemotongan seperti ini kurang baik dilakukan.Pemotongan
dengan cara ini juga berpotensi merusak bahan baku
karena pemakanan mata potong ke batu tidak di dapat diatur secara presisi. Pemotongan sangat tergantung pada kemahiran dari pengrajin untuk memotong batu tersebut, sehingga proses ini hanya dapat dilakukan oleh pengrajin yang telah trampil.Saat ini, mesin potong yang tersedia secara komersial di pasaran hanyalah berupa mesin potong dari gerinda tangan
yang
mata gerindanyadi ganti
dengan mata potong untuk batu granit. Belum tersedia mesin potong portabel yang mendukung kepresisian, keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.DAFTAR PUSTAKA
Ministry of Trade of The Republic of lndonesia, 201b, lndonesian Gemstone Exclusively Captivating, TREDA, lndonesia
Silver & Stones, 2010, Lapidary Tips: Fast lnexpensive Lapidary
Slab Sqw, http://silverandstone.wordpress.com. diakses 1 Maret 2013Sujatmiko, 2072, Potensi Batu M u lia lndonesia, psdg.bgl.esd m. go.id
White, 2010, 5 Stone Cutting Techniques and Projects: Cabochon, Faceting, lnlay, Slabbing, Trim Saw Setup lnterweave , zAL E. Fourth St., Loveland
22